NovelToon NovelToon
Jodoh Sang Dokter Duda 2

Jodoh Sang Dokter Duda 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Duda / Dokter
Popularitas:1.7M
Nilai: 5
Nama Author: harsupi fakihudin

Seorang dokter ahli jantung, 45th, duda, memiliki putri berusia 20th. Akankah ada seseorang, yang mau menikah dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rindu Yang Terobati

Mereka saling tatap

Cup

Cup

Cup

Fatih sudah menghujani seluruh wajah istrinya. Dan terakhir bibir

Emmmuuah

Emmuah

Fatih tersenyum, lalu mengusap dagu tirus milik istrinya

Retno menyambutnya. Ia mengusap rahang tegas milik suaminya, lalu tangannya mengalung dileher Fatih. Menatapnya intens, dan membenamkan wajahnya didada suaminya. Malu

Fatih kembali memeluknya "Istriku kok kelihatan pemalu malam ini, apa tadi siang ada penghasut yang menyelinap"

Retno menatap netra suaminya "Itu anakmu mas. Kalau dia dengar, sakit dia"

"Ahaha. Dia tidak membuat ulah kan?"

Masih bertatapan

Retno menggeleng "Dia hanya ingin diantar untuk membeli baju"

"Oh.. Sekarang gantian. Baju sayang, mas lepas. Tadi siang juga ikut beli kan?"

Retno mendelik sambil tersenyum "Tidak ...!!"

"Tidak salah??" Tebak Fatih

Retno mengangguk, lalu

Ahaha

Mereka tertawa, lalu terdiam

Fatih sudah menindihnya sedikit meremang. Dia sadar, dibawah ada calon janin yang masih rawan

Dengan ketrampilan tangan Fatih, mereka sudah sama-sama polos

Fatih mulai menyesap dua buah kembar yang ada didepannya, bergantian

Pluk

Fatih melepasnya

"Sayang, mas akan melakukannya dengan pelan" Izinnya

Retno mengangguk "Iya mas"

Setelah mencum bu sana sini, Fatih mulai berdiri dengan lututnya

"Miring kesana sayang"

Meskipun malam ini Fatih menggebu-gebuh, ia tetap sadar, jangan sampai menindih istrinya. Bahaya

Fatih sudah dibelakang tubuh polos milik Retno "Siap ya"

Retno mengangguk sambil pegangan guling yang ada dipelukannya sebagai ganjal

Sedikit takut, karena langsung terasa, jika milik suaminya sudah menghujam dibawah sana.

Hal ini memungkinkan penetrasi tidak terlalu dalam, sehingga tidak akan berdampak ke janin.

Fatih mulai menghentak-hentakkan dengan tepat

Retno yang berada didepannya sudah terlihat menikmati hujaman dari dirinya.

Fatih mulai bersemangat, membuat hentakannya dipercepat, agar mencapai ritme yang sesuai.

Fatih memperpelan kerjanya "Posisi seperti ini enak?" Tanyanya meskipun kepunyaannya masih didalam dan belum ditarik.

Sembari meliuk

Retno mengangguk lagi "Iya, lakukan lagi"

Setelah Retno dan Fatih menemukan kecepatan yang nyaman, maka posisi seperti ini terasa semakin nikmat dan menyenangkan.

Fatih terus melakukannya. Sepersekian menit, pencaipaian mereka sudah dipuncak

"Ssssssssss"

Keduanya mendesis sambil memejamkan matanya

Mata Fatih terbuka, lalu membungkuk ingin menerkam buah dada yang melambai-lambai, karena hentakannya. Tapi susah. Karena jauh diposisi seperti ini

Fatih sudah menarik pedangnya, yang sudah membanjiri milik Retno

"Jangan gerak sayang, tissue mana tissue"

"Itu diatas"

Setelah membersihkan milik keduanya, Fatih merebahkan tubuhnya dibelakang istrinya untuk istirahat sejenak

Setelah tenaganya terkumpul kembali, tangan Fatih memeluk perut Retno dari belakang

"Perutnya kram nggak?"

Retno menoleh "Nggak"

"Oh.. Syukurlah" Fatih memeluk tubuh istrinya kembali, setelah posisi Retno telentang

Fatih memiringkan kepalanya, dengan tangannya yang ia tekuk sebagai sandaran

Tangannya kembali bermain didada istrinya "Ukurannya makin bertambah" Ucapnya menggoda "Cup" sekaligus mencium pipi istrinya, Lalu tangannya kembali bermain disana

Tangan Retno menumpuki tangan suaminya "He em.. BH nya juga sedikit nggak muat, nongol dagingnya"

Fatih tertawa "Hahaha" Kaki dan tangan Fatih memeluknya kembali, lalu *******-***** dada Retno berulang-ulang "Lucu ya"

"Punya mas juga iya. Lihat" Retno menunjuk pedang milik suaminya yang terlihat menantang lagi, yang menempel dipahanya

Fatih meliriknya sekejab, lalu menatap Retno kembali "Iya, tapi mas takut. Takut terjadi apa-apa pada kandungan sayang"

"Terus, bagaimana?" Retno takut, sebagai seorang istri tidak bisa memuaskan suaminya

"Ya, tidak kenapa-napa. Ayo mandi" Fatih akan duduk

"Boleh aku pegang" Ucapnya malu-malu

"Boleh"

Retno memegangnya dengan tangan satunya, sedang tangan yang lain untuk menutup mulutnya yang mengangah yang tak tau malu

'Besar banget'

Nafas Fatih sudah naik turun karena sentuhan tangan lembut istrinya

Fatih merebahkan tubuhnya lagi, dengan merasakan sensasi pijatan dari seseorang yang sudah memenuhi isi hatinya

Retno melihat fatih sudah memejamkan matanya "Mas.. "

Fatih membuka matanya "Hmm"

"Mas ngantuk?"

Fatih menarik nafas panjang, lalu menggeleng

"Oh" Tangannya masih setia memijat benda tumpul milik suaminya "Pertama kali aku lihat ini seperti ubi kayu. Memangnya kalau duduk nggak susah mas?" Tanyanya penasaran

Nafas Fatih semakin memanas

Sementara, Retno masih tak sadar dengan memegang benda itu, membuat yang punya sudah kalap

Fatih duduk, dan merebahkan Retno "Tidur sayang"

Retno yang direbahkan ikut kebingungan

"Ada apa mas?"

"Mas mau lagi" Jawabnya

"Lagi??" Ulang Retno

Baru selesai ngomong, Fatih sudah menenggelamkan kepunyaannya

"Iya... Akkkk"

Fatih sedikit kalap. Ia lupa ingin mencapai puncaknya

Retno kembali mengeratkan giginya, menikmati sekaligus takut karena hentakan yang keras dari sang suami

Erangan dan desa han keduanya saling bersahutan, hingga mencapai puncaknya

Tulang belulangnya serasa lolos dari kulitnya

Kembali Fatih menarik miliknya, lalu terkapar disisi Retno "Sayang.. semoga kau tidak apa-apa. Mas lupa" Ucapnya masih mengumpulkan tenaganya yang habis setelah bertempur

-

Setelah mandi besar, mereka merasakan perutnya yang kelaparan

Kruyuk

Perut keduanya sama-sama berbunyi

Ahahaha

Mereka sama-sama tertawa malu. Ternyata, pertempuran ini membuat mereka ingat, kalau malam ini belum makan malam

Malam ini Retno ingin mie ayam buatan suaminya

Untung stok dilemari ada mie yang biasa dibuat untuk spageti

"Mienya aja mas yang direbus. Ayam kecapnya ada ini"

"Oh iya, ya sini mas racikkan"

Fatih meraciknya ala ala dia. Meskipun tampilannya tidak sama yang ada restoran manapun, yang penting Fatih bisa mengabulkan permintaan istrinya

"Duduk sayang" Ucapnya sambil membawa dua piring mie ayam spesial made in Fatih

Retno duduk dengan tersenyum lebar

Fatih menyodorkan satu piring untuk istrinya, dan piring satunya untuk dirinya

"Langsung dimakan ya mas, sepertinya racikan mas menggoda"

"He em. Makanlah sayang. Semoga suka"

Mereka makan saling berhadapan

Retno merasakan hasil karya suaminya, enak

"Bagaimana rasanya? Suka?" Tanya Fatih

"Suka sekali.. Enak"

Kemudian, Retno berdiri dan menjulurkan kedua tangannya kearah Fatih

Fatih berdiri menyambutnya

Mereka saling berpelukan, dengan terhalang meja

"Makasih mas"

Retno mengurai pelukan

"Sama-sama sayang"

Fatih terharu. Masakan biasa saja bisa membuat istrinya girang dan berterimakasih padanya

"Alhamdulillah..."

"Habis satu piring?" Tanya Fatih

"Habis"

Fatih menjulurkan tangannya, lalu mengusapnya "Masih kurang?"

"Enggak. Sudah cukup. Aku nggak bisa tidur kalau kekenyangan"

-

Pagi harinya

Fatih datang ke restoran, untuk menggantikan mamanya, yaitu sebagai Restaurant Manager atau RM

Mama Sifa berhalangan hadir, karena papa Ilham tidak enak badan

Sebenarnya, kerjaannya cuma duduk-duduk, menemani tamu apabila diperlukan, dan Memastikan tamu mendapatkan apa yang mereka inginkan

Sebagai orang yang paling bertanggung jawab akan maju mundurnya sebuah restoran, RM biasanya dibantu oleh asisten, supervisor, dan seterusnya hingga sampai ke bush boy

Di sini nanti akan ada saling lapor

Asisten melapor ke RM, supervisor lapor ke asisten, captain lapor ke supervisor, dan seterusnya.

Simpelnya, RM punya kerja harian, kerja mingguan dan kerja bulanan.

Kerja hariannya, Fatih datang ke restoran, hanya sebentar untuk cek log book, cek komposisi staf, cek dapur, cek stok, cek kebersihan semua area resto, intinya ngecek pokoknya.

BERSAMBUNG.....

1
ayu cantik
suka
Rubiyanti
cocok
Ninik Saidi
karya selalu bagus..makanya karyamu selalu ku tunggu...terus berkarya ya thor..semangat... ku tunggu lanjutannya...
Ninik Saidi
semangat kak..
Ninik Saidi
suka thor dengan semua karyamu mantap semangat thor salam sehat selalu...
indah
Luar biasa
Saekhul Game
hhhhhhhhh
Saekhul Game
hhhhhhg sepertinya multi nyeleneh ini
Saekhul Game
hhhhhhhh
Saekhul Game
mampir thor
Siti Nurjanah
Fahmi jahil
Siti Nurjanah
😭😭😭😭😭
Siti Nurjanah
😭😭😭😭sabar dan ikhlas kan kepergian papa Ilham agar mudah jalannya. dan semoga Husnul khatimah
Siti Nurjanah
anand itu kakaknya papa Ilham kah?
Siti Nurjanah
hihihi si hawa lucu banget bikin ngakak
Siti Nurjanah
kata papa Ilham dan mama sifa dulu pasti selalu basa basah basah tisu tisu tisu
Siti Nurjanah
ohhhhh orang hamil emang bikin pusing ngomong apa apa aja salah
Siti Nurjanah
itukan yg sempat menyukai mama sifa
Siti Nurjanah
apa itu bayinya Vivian?
Siti Nurjanah
malah nyanyi . wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!