***
Harap bijak dalam memilih bacaan..
Karya ini hanya kisah fiktif belaka 😁
Kisah ini menceritakan seorang gadis bernama Alena Wijaya yang merupakan putri ketiga seorang pengusaha tambang yang sukses.. Ia adalah gadis yang ceria, supel, cantik, tomboy namun anggun.. Tapi sifatnya yang tegaan justru menjerumuskannya ke dalam perjodohan yang awalnya dirancang untuk kakaknya...
Axton William adalah pria yang dijodohkan dengan Alena yang merupakan kakak tingkatnya saat SMA.. Seperti apa kisah serunya? Jangan lupa ikuti guys...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrianindita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Monita datang
Hari ini Alena tidak pergi ke sekolah, ia mengantarkan papa anthony dan mama yona ke bandara sekalian menjemput papa mamanya beserta monita yang datang hari ini dari Paris..
Sepanjang perjalanan Alena memeluk papa anthony dan mama yona, mereka baru saja bertemu dan sudah sedekat ini... Yona seperti memiliki putri bungsu, ia membelai lembut rambut Alena dan berkata "Yakin nih ga mau nikah sama zayn? Mama udah terlanjur sayang sama kamu..."
"Apaan sih ma, aku kan suka sama kakaknya dia..." Sewot Zayn..
"Ciiiyeeee yang mau ketemu pujaan hati ciyeeee... pasti lagi berdebar-debar nih...suaranya kedengaran sampai sini loh.. " goda Alena yang diikuti tawa renyah dari kedua orang tua Zayn...
Dengan bodohnya Zayn langsung memegang dadanya dan merasakan apakah suaranya memang terdengar karena jantungnya saat ini sedang bertalu-talu bagai genderang mau perang..
"Alen, enaknya aku nanti gimana ya pas ketemu monita? Apa perlu aku bawain sesuatu gitu? Bunga atau apa???" Zayn serius bertanya..
"Bunga bank yang disukai semua wanita ko..."
"Serius nih Len..."
"Lah kurang serius apa coba? Daripada bunga mawar sih mendingan bunga bank.. Makanya udah balik deh ke perusahaan papa terus jadi CEO.. Nanti koko bisa beli pulau pribadi buat kak monita biar dia bisa bikin pabrik baju rancangannya.... Wuuiiihhh, keren juga gue punya kakak ipar kaya raya kayak elu ko..."
Pletaakk... Zayn menyentil dahi Alena, menyadarkan Alena dari khayalannya..
"Sakiiit ko!" teriak Alena..
"Yang dikatakan Alena itu benar Zayn, monita berusaha mewujudkan mimpinya menjadi seorang fashion designer bukan? Jika kau terus saja berurusan dengan pisau bedahmu itu maka kapan waktu kalian untuk bertemu... Pekerjaan fashion designer bukankah mobile dan juga jam kerjanya tak bisa disamakan dengan jam praktekmu sebagai dokter... Jika kau menjadi CEO maka kau tak perlu pusing memikirkan waktu diantara kalian.. Kau bisa mengatur pekerjaanmu asalkan semua beres..." Anthony juga turut memberikan gagasannya...
Zayn mendengkus kesal, kenapa sekarang Alena berada di pihak kedua orang tuanya.. Zayn menyesal sudah mempertemukan ketiganya, sekarang ia merasa seperti seorang anak tiri...
Tak terasa mereka tiba di bandara, Alena dan Zayn melepas kepulangan Anthony dan Yona.. Percayalah, Alena menangis karena berpisah dengan kedua orang tua barunya dan Zayn sibuk menenangkan Alena...
"Papa sama mama harus sering-sering ke sini ya.. Alen kangen...." rengek Alena..
"Pasti sayang makanya jadi menantu kami saja biar kita selalu sama-sama...." Yona menghapus air mata di wajah cantik Alena...
"Kalau koko ga mau balik jadi CEO lebih baik coret saja namanya dari KK pa!! Biar aku jadi anak kalian satu-satunya... Hahahah" kelakar Alena yang langsung mendapat toyoran dari Zayn...
"Banguuun woooyyy... ngimpi mulu dah kerjaan lu dari tadi..." Zayn merotasikan bola matanya...
Tiba saatnya Anthony dan yona untuk memasuki pesawat, Alena melambaikan tangan hingga kedua orang tua barunya itu berjalan menjauh dan tak terlihat lagi... Kini tinggal Zayn dan Alena, mereka berdua menuju ke bagian kedatangan, sebentar lagi pesawat yang ditumpangi oleh monita dijadwalkan landing... Alena duduk santai membuka ponselnya untuk mengecek apakah ada kabar dari sang kekasih hati tapi sama sekali tak ada satu pesan darinya.. Ia pun sibuk menghubungi kedua sahabatnya untuk menanyakan apakah Axton mencarinya di sekolah atau tidak tapi ternyata sama dengannya, Axton hari ini juga tidak masuk sekolah...
"Kemana dia..." Alena bermonolog sendiri, ia menyimpan gawai pintarnya itu kemudian pandangannya tertuju pada Zayn yang sejak tadi mondar-mandir tak bisa duduk seperti orang terkena ambeien..
"Ebuset dah, duduk napa sih.. tuh jalan udah rata ga perlu lu setrika lagi...."
"Gue gugup nih... Kira-kira gimana ya ekspresi Monita pas liet gue Len.. Menurutmu gimana penampilan gue?" Zayn menatap baju yang ia kenakan dari atas hingga bawah, menilai apakah ia sudah cukup pantas untuk bertemu dengan monita...
"Biasa aja!!! Dia kayaknya biasa aja deh...Hahahaha.. koko lebay ah.. Palingan juga dia ntar nih ya mukanya ditekuk, mulutnya udah monyong lima centi dari bentuk dasarnya dan kedua matanya udah bengkak kayak bola pingpong..."
"Kok gitu? Dia lagi ada masalah??" Zayn khawatir dan saat ini ia sudah duduk manis di sebelah Alena untuk mendengar penjelasannya..
"Cih! Kalau soal gini aja koko nih langsung gercep..."
"Namanya juga usaha Len... hehe... Apaan sih Len??"
"Dia itu pulang karna dia dijodohin ko..."
"Whaaaaattttt???????" pekik Zayn yang membuat Alena menutup kedua telinganya akibat teriakan Zayn yang hampir saja membuat penyakit congek Alena kambuh...
"Terus gimana nasib gue Len????" Zayn menyandarkan dirinya di kursi dengan lesu bahkan kini sungguh ia tak bersemangat sama sekali..
"Ya udah sih Terima nasib aja..." Alena terkikik geli karena puas mengerjai Zayn, ia sengaja tak memberitahu Zayn jika dirinya lah yang akan menggantikan monita... Tak apalah mengerjai Zayn seperti ini biar ada greget-gregetnya sedikit dalam Zayn berusaha memperjuangkan Monita..
"Alena..." teriak seorang wanita yang baru saja keluar dari pintu kedatangan dan berlari ke arahnya... Wanita itu langsung memeluk Alena dengan erat untuk meluapkan segala rasa rindu dan juga kecewa yang bersamaan... Alena menepuk-nepuk punggung wanita itu untuk membuatnya lebih tenang..
"All is well kak... i miss you so much kak..." bisik Alena..
"i miss you too adekku yang paling cantik..." balas Monita sembari mengecup pipi adeknya..
"Mama papa.." senyum Alena mengembang dan ia beralih ke pelukan kedua orang tua yang sangat ia rindukan itu...
"Bagaimana kabarmu sayang???" tanya alan...
"Buruk!!! Aku sangat merindukanmu cinta pertamaku..."
"Oh anak gadis papa sudah besar rupanya...." Alan mengecup puncak kepala Alena berkali-kali..
Sementara mereka mengabaikan keberadaan Zayn karena sibuk melepas rindu satu sama lain...
"Ko.. sini..." Alena menyadarkan ketiga orang itu bahwa ia datang tak sendirian... Zayn melangkahkan kakinya mendekat dan menyalami kedua orang tua Alena dengan sopan, setelahnya tangannya bersambut dengan tangan monita... Padahal hanya salaman biasa tapi rasanya Zayn seperti tersengat, ia bahkan mematung melihat tangannya yang menyentuh tangan lembut monita... Ia merasa seperti seorang ABG yang sedang jatuh cinta, tak peduli jika saat ini Alena menatapnya dan mungkin nanti akan mengejeknya habis-habisan, ia sungguh tidak peduli...
Berbeda dengan Alena, monita adalah tipe wanita yang terkesan judes dan jual mahal.. Jika Alena bersikap apa adanya, mau bergaul dengan siapa saja serta hangat... Sedangkan monita sangat menjaga jarak dengan semua orang, kesan sombong juga cukup melekat pada dirinya dan dikalangan pria yang mengaguminya... Monita hanya dekat dengan beberapa orang saja dalam hidupnya, sedangkan Alena dengan siapa pun dia bisa dekat dan menjadi akrab...
Zayn adalah teman kakaknya yang sudah dianggap seperti keluarga sendiri oleh keluarga Radit... Monita hanya pernah sesekali berbicara dengan Zayn, berbeda dengan Alena yang nempel sama Zayn seperti kakaknya sendiri jika sedang bersama Zayn.. Ia bahkan sering bermanja pada Zayn, memeluknya dan berdebat seperti kucing dan anjing...
aq berhrp Alena tetap brsama Axton..
ga nangis pasrah diam. hallo Thor diri ku mampir 🙏🏼