Salsabila Nugroho adalah putri dari Malik Nugroho dan Kirana. Saat ini Salsabila menduduki bangku kelas tiga SMA, Salsa yang sudah tumbuh dewasa terkenal dengan kenakalanNya bersama dengan sahabatnya Naura.
Saat Salsa melakukan kesalahan, sang wali kelas Salsa selalu memanggil orang tuanya. Tetapi Salsa tidak pernah mendatangkan orang tuannya melainkan ia akan menyewa seseorang teman dekatnya.
Hingga sesuatu hari kenakalan Salsa sampai ke telinga Malik. Apakah yang akan Malik lakukan menghadapai putri bungsunya itu?.
Yok kepoin cerita dari Cinta Salsabila...😊
dan jangan lupa like commet dan beritahu kepada teman-teman sekalian supaya novel ini banyak yang tau.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti sihite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Selesai meeting, Salsa menyuruh Liam datang keruanganNya. Kemudian Naya menahan tangan Liam, "Kenapa buk Salsa memanggil mu keruanganNya Liam?".
"Tidak tau, aku pergi dulu".
"Mmmm.. Kalau ada apa-apa cepat beritahu aku".
"Iya" Liam segera menuju ruangan Salsa. Begitu ia berada di depan pintu, ia menyuruh sekretaris Salsa untuk memberitahu kedatanganNya.
"Langsung masuk saja" Ucapnya.
Liam pun langsung membuka pintu ruangan Salsa, dimana Salsa yang tengah duduk diatas kursi kebesaranNya. "Kamu sudah datang? duduklah" Senyum Salsa menghampiri Liam. "Kenapa? ayo duduk Liam".
"Ada apa kamu memanggilku kemari?" Tanya Liam to the poin.
"Kenapa suara mu terdengar ketus seperti itu Liam? kamu lagi marah?".
"Aku tidak marah, aku hanya tidak suka jika kamu mengaitkan masalah pribadi mu dengan pekerjaan".
"Maafkan aku Liam, aku hanya tidak suka saja kalau ada wanita lain mendekati mu".
Liam menghela nafas menatap Salsa yang duduk disampingnya, "Tolong jangan bersikap kekanakan seperti ini. Kamu sudah dewasa dan kamu bukan lagi siswa anak SMA, jadi tolong jangan kamu ulangi lagi seperti kejadian yang tadi".
"Mmmm.. Maafkan aku kalau kamu marah dengan sikap ku yang tadi Liam".
"Aku dan dia hanya teman saja. Tapi dia menyukai ku dan sering menyatakan perasaan kepada ku".
"Lalu?".
"Aku tidak pernah menyukainya lebih dari teman, jadi aku hanya menganggap dia itu sebatas rekan kerja saja".
Salsa tersenyum senang, "Terima kasih Liam, sekali lagi aku minta maaf dengan sikap kasar ku tadi".
"Mmmm.. Lalu kenapa kamu memanggil ku kemari?".
"Tidak, aku hanya.." Bingung Salsa mau menjawab seperti apa. "Aku aku.. Aahh, aku hanya ingin melihat mu saja, iya aku hanya ingin melihat mu saja Liam".
"Kamu ada-ada saja. Kalau gitu aku keluar dulu, pekerjaan ku sangat banyak".
"Mmmm.. Semangat" Senyum Salsa.
Sekeluarnya Liam dari sana, Salsa langsung mengumpati dirinya. "Kenapa kamu bodoh sekali Salsa? bisa-bisanya kamu tadi bersikap sangat kekanakan sekali" Gumam Salsa mengingat kejadian di ruang meeting.
Flashback.
Begitu Naya mengangkat tanganNya, Salsa menatap Naya dengan tatapan tajam seperti ingin menerkamnya saja. "Saya tidak menyukai mu" Ucapnya.
"Hhhmm? salah saya apa buk?" Kaget Naya dengan mata berkaca-kaca.
"Pokoknya saya tidak menyukai mu, saya mau kamu keluar dari team ini dan bergabung dengan team yang lainnya" Jawab Salsa.
Kemudian Liam menatap Salsa dengan tatapan kecewa, dan saat itu juga Salsa langsung tersadar dengan apa yang baru saja ia ucapkan. "Astaga, apa yang telah aku lakukan?" Gumamnya melihat Naya yang telah menangis di hadapan mereka semua. "Maaf, tadi saya tidak bermaksu... Ck, meeting pagi ini sampai disini saja, dan kamu" Tunjuknya kepada Liam. "Saya tunggu kamu di ruangan saya" Setelah itu Salsa segera pergi dari sana bersama dengan sekretarisnya.
********************
Begitu Liam kembali dari ruangan Salsa, mereka semua langsung melihat kearahnya, "Apa yang terjadi Liam? apa buk Salsa membentak mu?" Khawatir Lasma.
"Tidak" Senyum Liam.
"Lalu, kenapa beliau menyuruh mu datang kesana?".
"Buk Salsa hanya membahas pekerjaan saja dan juga ia menyampaikan permintaan maafnya kepada Naya".
"Benarkan buk Salsa berkata demikian? jadi aku tidak jadi di keluarkan dari team kita?" Penasaran Naya.
"Mmmmm.. Kamu tidak jadi di keluarkan dari team kita".
"Syukurlah" Senang Naya. "Terima kasih ya Liam sudah membantu ku, sebagai gantinya aku akan mentraktir mu makan malam".
Bukan hanya Naya saja, mereka semua turut senang mendengarnya, "Nah, karna masalahnya sudah selesai, sebaiknya kita kembali bekerja" Ujar Lasma membubarkan mereka semua.
Saat Liam sedang sibuk dengan pekerjaanNya, Naya memperhatikan Liam, lalu ia bangkit berdiri menuju pantry untuk membuatkan segelas kopi hangat. "Inih untuk mu Liam, minumlah selagi hangat".
Liam melirik siapa yang telah membuatkanNya kopi, "Naya, terima kasih".
"Sama-sama Liam. Kamu terlihat serius sekali, apa itu pekerjaan dari buk Salsa?".
"Tidak, ini mengenai produk kosmetik DIFA, kita tidak punya banyak waktu lagi untuk bermain-main".
"Oohh".
"Liam" Panggil Lita.
"Iya buk" Jawab Liam.
"Aku punya pekerjaan untuk mu, tolong kamu cek lokasi toko kita yang berada di jalan xx. Bisa kamu lakukan sekarang kan?".
"Bisa buk".
"Terima kasih Liam".
"Mmmmm".
"Tunggu sebentar" Tahan Naya.
"Ada apa Nay? kamu tidak punya pekerjaan berdiri disini?".
"Yang nemani Liam siapa mbak? dia enggak pergi sendiri kan?".
"Dia pergi sendiri. Kenapa? kamu mau ikut?".
"Hehehehe, mbak tau ajah".
"Tidak bisa Nay, kamu mau team kita terkena masalah oleh karna kesalahan sedikit?".
"Tidak mbak, maaf".
"Kamu boleh pergi Liam dan ini kunci mobil kantor. Jangan lupa memfoto dan kirim langsung ke saya".
"Siap buk".
"Mmmmm" Angguk Lita meninggalkanNya.
"Kalau gitu aku pergi dulu Nay" Ujar Liam menyandang tas ranselnya.
"Iya Liam, kamu hati-hati dijalan".
Sekeluarnya Liam dari sana, ia segera memasuki lift menuju lantai basement, namun saat pintu lift terbuka di hadapanNya, ia malah melihat Salsa berada disana bersama dengan karyawan lainnya. Liam menunduk, lalu ia masuk kedalam.
Kemudian, Salsa menarik sedikit pakaian Liam untuk menyuruhnya mundur kebelakang. Tampa ingin menolak, ia pun akhirnya mundur kebelakang. "Kamu mau kemana?" Tanya Salsa.
"Aku ingin pergi ke suatu tempat. Kenapa kamu menggunakan lift karyawan?".
"Lift eksekutif lagi perbaikan. Aku ikut kamu Liam, kamu pergi sendiri kan?".
"Mmmmm.. Tapi saya mau pergi bekerja bukan untuk jalan-jalan".
"Aku tau Liam" Senyum Salsa.
Setibanya mereka di lantai basement, Liam langsung mendatangi mobil kantor yang terparkir disana, "Liam tunggu aku" Panggil Salsa.
Liam menghentikan langkahnya, "Kamu mau kemana? bukankah kamu ingin pergi ke suatu tempat menemui client?".
"Tidak, siapa bilang aku ingin menemui client? tadi itu aku ingin menemui Naura di kantornya, tapi melihat mu di dalam lift aku jadi menunda datang menemuinya" Jawab Salsa. "Ayo, nanti kamu kehabisan waktu, mobilnya yang mana Liam?".
Liam melihat sekitarnya yang hanya ada security saja, lalu ia menunjuk mobil tersebut. Mereka berdua masuk kedalam mobil, "Kenapa kamu kerja sendiri Liam?".
"Aku sudah biasa kerja sendiri".
"Mmmmm.. Tapi syukur juga, aku jadi bisa ikut kamu hehehehe".
"Untuk hari ini saja" Balas Liam segera menjalankan mobil tersebut meninggalkan basement menuju tempat yang tadi Lita beritahu.
Begitu mereka berada di jalan raya, Salsa membuka kaca mobil sambil menikmati udara segar, "Wah, aku sangat menyukai cuaca seperti ini Liam".
"Sebaiknya kamu menutupnya, kamu bisa terluka jika mobil dari sebelah mu tiba-tiba lewat".
"Tidak apa-apa Liam, jangan khawatir".
"Kamu terlalu banyak melawan" Liam pun menutup kaca tersebut. "Aku tidak mau terjadi apa-apa dengan mu" Gumam Liam yang masih bisa di dengan oleh Salsa.