Raja Manusia adalah seseorang pendekar terhebat di benua tengah, Namun Raja dari dataran lain tidak bisa membiarkan Raja manusia bertambah kuat. Raja benua lain bekerja sama untuk membunuh Raja Manusia. Namun tidak menyangka Raja Manusia Bereinkarnasi kembali di sebuah keluarga sederhana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EON, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch.34 - Identitas Pendekar Perempuan.
“Kalian berdua sudah menjadi murid dari seorang Tetua.” Aura berbicara kepada Gou dan Youe.
“Benar Aku dan Youe memiliki murid yang sama, setelah saudara Arthur pergi ada seseorang perempuan tua datang menghampiri kami berdua.” Gou berbicara.
“Maafkan aku Aura.” Youe merasa tidak enak hati, karena menurut Youe Aura juga pantas mendapatkan seorang guru yang hebat.
“Tidak apa Youe, Kamu harus berlatih dengan giat.”
“Aku tidak bisa terlalu lama berada disini.”
“Aura kamu bisa tinggal disini.” Youe menarik lengan baju Aura.
“Tidak bisa Youe kediaman kalian berbeda denganku.”
Kediaman Youe dan Gou merupakan tempat tinggal untuk seorang murid inti, sedangkan Aura masih menjadi murid dalam.
“Murid luar dan dalam hanya mendapatkan asrama sebagai tempat tinggal, aku tidak keberatan tinggal di asrama.”
“Sekarang aku harus pergi, Langit sudah mulai tenggelam.”
“Baiklah!” Youe melepaskan Aura.
Aura menanyakan letak asrama yang di gunakan murid dalam, setelah mendapatkan informasi Aura berlari menuju lokasi asrama terletak.
“Tidak ku sangka lumayan jauh.” Aura sampai di depan pintu asrama.
Ketika Aura ingin masuk ke dalam asrama ada sebuah pedang menghalanginya. “Berhenti, Apa kamu tidak mengerti aturan di sini.” Di hadapan Aura terdapat dua orang laki-laki.
“Aku baru saja menjadi murid dalam, jadi tidak mengetahui aturan disini.”
“Pantas saja, aku akan memberitahukan peraturan di asrama ini dengar baik-baik! Sebelum masuk kedalam asrama harus membayar dengan 1 buah batu energi.”
“Batu energi?” Aura mengetahui batu tersebut.
Batu energi berguna untuk meningkatkan mana, banyak pendekar ingin memiliki batu energi tersebut, Tapi mendapatkan batu tersebut tidak lah muda, Harus menyelesaikan sebuah misi yang ada di papan misi.
“Bukannya sudah aku katakan, aku baru saja masuk, bagaimana mungkin aku memiliki batu energi tersebut.”
“Apa orang tua kamu tidak berguna sampai tidak bisa memberikan anak mereka 1 buah saja batu energi.” Ucap salah satu laki-laki dengan kesal.
Mendengar hal tersebut Aura menjadi murka karena Laki-laki tersebut menghina orang tuanya.
Aura mengerahkan sebuah pukulan ke arah laki-laki tersebut. “Tunggu.” Seseorang menahan genggaman Aura.
“Jagan mencari musuh, kamu masih baru disini.” Seorang Laki-laki yang menahan serangan Aura.
“Bagaimana bisa.” Aura terkejut ketika laki-laki tersebut menahan serangannya, bagaimana tidak kekuatan pukulan yang di lakukan aura hampir mendekati Pendekar Tinggi, sedangkan pria tersebut menahan pukulan Aura dengan mudah.
“Ini 2 batu energi, sekalian punya dia, Apa kamu tidak masalah?” Tanya laki-laki tersebut kepada Aura.
“Huff, apa yang dikatakannya benar.” Aura melepaskan kepalan tangannya.
“Anak ini sangat hebat, walaupun aku menahan serangannya tanganku juga terkena efek.” Tangan laki-laki tersebut bergetar setelah menahan Pukulan Aura.
“Terima kasih.” Ucap Aura.
Aura dan laki-laki tersebut berjalan memasuki asrama. “Tidak apa, Kamu jangan mencari masalah dengan mereka, mereka bertiga mempunya seorang bos yang merupakan pendekar Tingkat Tinggi yang menjadi seorang murid dari salah satu tetua besar.”
“Siapa dirimu.” Aura lebih penasaran identitas seorang yang menahan pukulannya dengan mudah.
“Aih Kamu tidak mendengarkan aku, Tidak apalah....Kamu bisa memanggilku Aksa.”
“Aksa, Kamu bisa memanggilku...”
“Aura kan? Tidak perlu menjauh seperti itu, aku tidak mempunyai niat buruk kepadamu.”
“Aku baru saja bergabung di sekte Awan, Bagaimana kamu mengetahui namaku.” Aura tidak mengurangi ke kewaspadaan terhadap Aksa.
“Aura apa kamu lupa, Gara-gara kejadian kamu mengkritik penguji dan tidak takut kepada tetua besar, nama kamu sudah sangat terkenal di murid dalam maupun murid inti.”
“Aku terlalu ceroboh, Aku harus berhati-hati lain kali” Aura menerima penjelasan Aksa.
“Aku ingin menanyakan identitas semua tetua besar.” Aura penasaran identitas kakeknya Eva dan gurunya Clara dan Youe.
“baiklah, Sekte Awan memiliki 3 orang yang menjabat menjadi seorang tetua, Tetua besar yang pernah kamu temui di sebut penjaga kanan, dan ada juga tetua besar yang di sebut dengan penjaga kiri.”
“Yang terakhir seorang perempuan?”
“Bagaimana bisa kamu mengetahui Tetua besar yang terakhir merupakan seorang perempuan.”
“Tidak usah banyak bicara, kamu langsung jelaskan saja siapa perempuan tersebut.”
“Kamu sangat tidak sabaran, seperti orang tua saja.”
“Aku juga belum pernah melihat wajah Tetua besar terakhir, tapi banyak cerita mengatakan bahwa Tetua besar tersebut merupakan seorang pendekar perempuan yang kekuatannya sebanding dengan Penjaga kanan dan kiri.”
“Jika dia sangat kuat mengapa aku tidak pernah mendengar namanya.” Aura tidak pernah mendengar seorang pendekar perempuan yang sangat hebat dari aliran putih di kehidupan sebelumnya.
Namun sebaliknya Aura mengetahui bahwa ada beberapa perempuan dengan kemampuan hebat di Aliran hitam, Mereka menggunakan metode yang sangat sadis untuk meningkatkan kekuatan mereka.
Seperti meminum darah gadis perawan untuk awet muda, dan meminum darah bayi baru lahir untuk meningkatkan kekuatannya.
“Apakah mereka tidak apa-apa jika dia menjadi gurunya.” Aura menjadi khawatir kepada Gou dan Youe karena takut guru yang mereka miliki merupakan seorang Pendekar Aliran Hitam.
“Apa yang kau pikirkan.” Aksa melihat Aura sedang melamun.
“Tidak ada.” Aura tersadar dari lamunannya.
“Jika begitu aku pergi dulu, kamarku di lantai empat, kamar kamu berada di lantai satu paling pojok.” Aksa mulai menaiki tangga ke lantai dua.
BERSAMBUNG>>>
Jozzzzzzzzzzz jozzzzzzzzzzz jozzzzzzzzzzz Gandozzzzzzzzzz Author 👍