NovelToon NovelToon
UnExpected Marriage

UnExpected Marriage

Status: tamat
Genre:Romantis / Nikahmuda / Badboy / Nikahkontrak / CEO / Pernikahan Kilat / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:578.3k
Nilai: 5
Nama Author: Lady Mermad

Viona Retwinata adalah seorang ibu tunggal berusia 25 tahun. Suaminya telah meninggal 7 tahun yang lalu. Dia memiliki anak laki-laki berusia 7 tahun, bernama Darrel Saputra. Karena keadaan Viona akhirnya menikah dengan Vino Welton.

Vino Welton adalah seorang pewaris tunggal Welton Group, berusia 30 tahun. Mencintai kebebasan dan tidak ingin terikat dengan yang namanya pernikahan. Baginya wanita hanya untuk teman tid*r.

"Dengan siapa pun aku menikah, aku akan menjalankannya dengan baik dan sempurna, karena memang itulah takdirku "

= Viona Retwinata =

"Bagaimana mungkin seorang janda yang telah memiliki seorang putra, namun masih vi*gin"

= Vino Welton =

🍒🍒🍒

Update sekali 2 hari ya !!
Jangan lupa LIKE, VOTE, KOMENT and jadikan FAVORITE kalian ya, agar author semangat nulisnya 😘

Baca karyaku yang lain juga
I WANNA YOU, MY COLD BOY
JERAT HASRAT KAKAK IPAR
ONE NIGHT STAND IN DUBAI

= Lady_MerMaD =

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady Mermad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Penculikan

Viona kaget menerima pesan dari Elisa beberapa foto dan tulisan yang dikirim Elisa melalui whatsapp. Elisa memperingatkan Viona agar tidak berhubungan lagi dengan Vino, bahkan dia telah memberi Viona uang agar menjauh dari putranya. Viona membalas pesan tersebut dan menjelaskan bahwa itu tidak seperti yang terlihat. Elisa tau, dia hanya ingin Viona benar - benar menjauh dari putranya agar dia bisa memaksa Vino memilih salah satu anak dari temannya. Viona sedih dengan foto yang dikirim Elisa, ditambah Elisa tidak membalas pesannya. Dia benar - benar merasa terhina, bahkan telah dirugikan karena Vino menci*um paksa dirinya. Akhirnya Viona memberanikan diri untuk mengirim pesan ke Vino meminta nomor rekeningnya dan ini terakhir kali dia menghubungi Vino. Dia ingin segera menuntaskan masalah ini dan melanjutkan hidup, membesarkan Darrel dengan tenang.

******

Vino sedang meeting bersama petinggi perusahaan dan pemegang saham terkait Hotel dan Ressort di kota B. Saat Direktur Keuangan mempresentasikan anggaran project tersebut, tiba - tiba handphone Vino yang terletak diatas meja berbunyi, dilayar terlihat pesan dari Viona. Vino langsung tersenyum, akhirnya kau menghubungi ku juga walaupun hanya meminta nomor rekening. Angga melihat Vino yang tersenyum heran, apa lagi saat Direktur Keuangan meminta persetujuan Vino, namun sepertinya Vino tidak mendengarkan penjelasan Direktur Keuangan tersebut. Angga menyenggolnya dan berbisik.

"Dia minta persetujuan mu Bos." Vino kaget kemudian menormalkan dirinya lagi dan menjawab "Baik, silahkan buat anggaran terbarunya dan aku akan tanda - tangani." balas Vino. Kemudian meminta Angga segera menyudahi rapat.

"Apa terjadi sesuatu, Bos?" tanya Angga saat mereka telah sampai di ruangan Vino.

"Viona, mengirim pesan pada ku." senyum Vino cerah.

"Apa dia kembali setuju melanjutkan permainan?"

"Tidak, dia hanya meminta nomor rekening." Angga heran cuma meminta nomor rekening, namun Vino seperti mendapatkan jackpot. Apakah Bos mulai munyakai nona Viona, dilihat dari gerak - geriknya seperti mencurigakan?

"Lalu, apa yang akan Bos lakukan?"

"Tidak ada, aku hanya akan menunggu dia mengajak untuk bertemu dengan ku."

******

Sementara itu Viona di buat kesal karena Vino hanya membaca pesannya tanpa membalas, padahal ini telah larut malam. Viona berpikir bagaimana cara mendapatkan nomor rekening Vino. Apakah aku harus meneleponnya? atau menghampiri ke kantornya dan bertanya kepada sekretarisnya nomor rekening Vino? Tidak, bagaimana kalau dia bertemu Vino, ini tidak boleh terjadi, aku harus bisa mendapatkan nomor rekeningnya tanpa bertemu dengannya.

******

Tiga hari setelah Viona mengirim pesan, Vino heran mengapa wanita tersebut belum menghubunginya padahal dia sengaja tidak membalas agar gadis tersebut menghubunginya dan meminta bertemu dengannya. Hal ini membuat Vino sangat kesal, sementara waktu yang diberikan ibunya sisa 4 hari saja. Dia harus bisa membujuk Viona, dia akan menuruti semua keinginan gadis itu.

"Ini laporan yang harus ditanda - tangani Bos." ujar Angga membuyarkan lamunan Vino, meletakan laporan di atas meja Vino.

"Viona, belum menghubungi ku, apa dia menghubungi mu?" tanya Vino, tanpa menghiraukan permintaannya.

"Tidak, Bos, sepertinya dia gadis yang pintar sehingga cukup sekali diberitahu."

"Kalau begitu kau aturkan pertemuan aku dengannya." ujar Vino kemudian mulai menanda - tangani berkas - berkas yang diserahkan Angga.

"Baik, bos."

*******

Vino menanyakan kepada Angga tentang jadwal pertemuannya dengan Viona. Angga telah mencoba menghubungi Viona seharian kemaren bahkan sampai siang ini, namun belum direspon gadis itu, entah sudah berapa banyak pesan yang ditinggalkan Angga, menginformasikan bahwa Vino ingin bertemu dengannya. Namun pesan itu hanya dibaca, tidak dibalas.

"Nona Viona, tidak mengangkat telepon maupun membalas pesan saya Bos." lapor Angga.

"Jadi dia mengabaikan panggilan kita lagi."

Pembicaraan terjeda karena pintu diketuk, dan sekretaris Vino menginformasikan bahwa Mr. Antonio Ronaldo telah datang dan menunggu diruang rapat.

"Aku akan segera kesana." ujar Vino

"Coba terus hubungi dia." perintah Vino kepada Angga. Vino keluar ruangannya menuju ruang meeting. Dia tidak ingin investor dari Italia tersebut menunggu lama.

"Siap Bos."

******

"Bagaimana apa Viona telah memberikan jadwal pertemuan?" ujar Vino begitu selesai rapat dengan investor.

"Nona Viona masih belum merespon Bos." jawab Angga.

"Sekarang dia ada dimana?" tanya Vino.

"Dia berada di Restoran tempat kerjanya, kebetulan dia shift sore dan pulang nanti Jam 9 malam." terang Angga. Vino melirik jam dipergelangan tangannya, sekarang masih jam 7.

"Ayo kita makan dulu, yang arah ke tempat kerja Viona, bawa satu sopir lagi." perintah Vino.

"Buat apa Bos?" heran Angga.

"Kita akan menculik Viona." senyum Vino misterius. Angga hanya bergedik ngeri, apa yang akan dilakukan bosnya itu.

Selesai makan di restoran sebelum mereka memperhatikan sekeliling Restoran tempat Viona bekerja, Vino melihat Viona keluar, Vino menatap Viona dari jauh, cantik pikirnya walaupun dengan wajah lelah, namun gadis itu masih kelihatan cantik. Vino menerintahkan untuk mengikuti Viona, Viona tidak sadar kalau ada yang mengikutinya. Viona berhenti di halte bus. Sepertinya situasi berpihak kepada Vino karena hanya Viona yang berdiri sendiri di halte bus.

"Masuk lah, aku ingin berbicara." ujar Vino hanya membuka jendela mobil.

"Tidak." hindar Viona. Vino memerintahkan Angga dan supir memaksa Viona masuk. Akhirnya Viona masuk mobil dengan paksaan dua laki - laki tersebut. Begitu masuk mobil, Vino menutup jendela antara kursi pengemudi dengan penumpang. Kaca tersebut berwarna hitam jadi tidak akan kelihatan dari depan dan kedap suara.

"Apa yang kau lakukan?" teriak Viona begitu masuk ke dalam mobil.

"Aku hanya ingin berbicara."

"Tidak ada yang perlu kita bicarakan lagi."

.

"Ada." sahut Vino menatap Viona tajam, gadis itu hanya menghindari tatapan Vino.

"Mengapa kau berubah begitu cepat, dan apa membayar denda, emang kau punya uang?" hina Vino meluapkan kekesalan.

"Anda tenang saja, saya akan membayar dendanya." balas Viona dengan nada kesal juga, namun masih menunduk tidak mau menatap Vino.

"Dari mana kau mendapatkan uang tersebut?"

"Bukan urusan mu." ketus Viona. Vino tidak suka diabaikan, kemudian dia memaksa Viona menatapnya, Vino memegang dagu Viona agar melihat kearahnya, Viona mencoba melawan dan itu membuat kekesalan Vino bertambah, lalu Vino menci*m paksa Viona, kekesalan dan penasaran menjadi satu sehingga Vino reflek menci*m Viona lagi. Viona mencoba melawan namun Vino memeluknya erat, bahkan dia menekan tombol yang membuat kursi menjadi posisi tidur sehingga tub*h Viona telent*ng dan Vino mencoba menind*hnya. Vino ******* bib*r Viona, kedua tangan Viona disatukan Vino merapat ke pintu mobil dan dipegangnya dengan satu tangan, tangan Vino yang lain memeluk tub*h Viona. Viona masih mencoba menghindari ci*man Vino, namun Vino tetap memaksa Viona bahkan ci*umannya terasa kasar dan memaksa, bahkan tanpa sengaja Vino menarik kemeja Viona sehingga dua kancing kemeja tersebut lepas. Viona menangis histeris, Vino akhirnya sadar dengan apa yang dilakukannya. Dia kemudian mengangkat tubuhnya dari Viona dan membantu mendudukan tub*h gadis itu kembali sambil menekan tombol kursi seperti semula. Viona memegang kerah bajunya agar payud*ranya tidak terexpos.

"Maaf." hanya itu yang bisa dikatakan Vino, dia kemudian menatap wajah Viona yang masih menunduk. Vino benar - benar menyadari bahwa gadis ini sangat cantik bahkan dalam keadaan kacau seperi ini, justru terlihat semakin s*xy. Apa yang kau pikirkan Vino harusnya kau menyesali perbuatan mu rutuk hatinya, namun Vino tidak menyesali, dia bahkan bahagia, pikiran apa ini? Dia kembali menenangkan jantungnya yang masih bersebar kencang. Viona masih menangis dan Vino tidak tau melakukan apa lagi? Vino mengirim pesan kepada Angga untuk langsung ke Ruko Via Flowers. Angga berpikir bahwa Vino telah mendapatkan kesepakatan dengan Viona.

♥️♥️♥️♥️♥️

Aduh mau marah sama Vino tapi ga tega, harap maklum uda lama ga dapat belaian😅😅

Emotikon penutup aku ganti ♥️, biar kalian tau klo eps ini uda done dan catatan selanjutnya adalah curhatan othornya😁😁

Jangan Lupa tinggalkan jejak ya !! LIKE, VOTE, KOMENT and jadikan FAVORITE kalian ya sayang2 akuh 😘😘

Saranghaeyo ♥️♥️

Gomawo 🙏🙏

Lady_MerMaD

1
Vien Habib
Luar biasa
Yunita Indriani
1,2 hari jg sudah termasuk lama, lah ini 2 mingguan lupanya. amnesia aj sekalian
Yunita Indriani
knp ga dihukum dl si Pino es krim ini, kek gampang bngt hrsnya sadarin dl kesalahannya, gampang bngt dpt maaf dr viona
Yunita Indriani
udah kaya penjahat kelamin aj si vino, dia yg penjahat tp dia yg menganggap seolah-olah viona yg seperti wanita bayaran.
Yunita Indriani
mana palu nich pengen getok si vino rasanya, yg harusnya jijik tu viona SM kamu yg doyan celap celup
Yunita Indriani
ya ampun vino nasib mu Uda kaya dagangan aj, ditawar"in ke orang' Mulu dah.
Irene
bagus alur ceeitanya
Tri Susanti
lanjut thor
YK
bingung... 😵
Dian Nurhayati
lumayan menarii
Vaniasti
wkakakak..emak yg kebelet punya cucu tapi 2x tertipuuu dg penampilan heudew
Ibuk Kumaiyah
sudah di cari2 cerita via dan wiliam ngak ada
Rafika Sari
begitu banyak nya nama2 kenapa harus viona,vino dan via..🤦🤦🤣🤣
fian widy
👍🏻
Dian Susantie
dasar Vino.. minta di sleding berjamaah.. 🤑🤑
Dian Susantie
via-william di app mana thor? 🙏🏼
Dian Susantie: oo.. siap.. 👍🏼
total 2 replies
Dian Susantie
isshh.. kirain Via ama Arnold.. 😅😅🤭🤭
Dian Susantie
rasain lo Vin.. Vin..!! 🤑🤑ada yg halal.. knp cari yg haram.. hadeeh.. 😈😈😈
Dian Susantie
gercep apa murahan Risma..??!! 😜😜 ah.. beti sih.. beda tipis.. 🤑🤑🤑
Dian Susantie
ah.. gagal deh Vio.. 🤭🤭 rusak rencana Vino buat bohongin mommy nya.. 🤪🤪🤪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!