Langsung baca saja ya..
Cinta Segitiga antara FAR (FAREL, AISYAH DAN RICO)
yuk kepoin...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nurusysyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34.Alhamdullah Pulang
______
Happy Reading....
_______________
Allahuakbar... Allahuakbar.....
Suara adzan begitu keras, membangunkan sebagian para penghuni pesantren yang belum terbangun. Meskipun sudah banyak yang terbangun namun masih ada satu dua orang yang masih terlelap.
Tak seperti hari kemarin yang keluar kamar sebelum subuh, hari ini Aisyah belum terlihat sama sekali. Bahkan lampu utama di kamarnya belum juga menyala. Keisha yang belum melihat putrinya langsung datang menghampiri kamarnya untuk segera membangunnya untuk menjalankan sholat subuh berjamaah di masjid.
Keisha yang sudah memakai mukena dan juga sudah membawa tasbih dan juga sajadah, cepat-cepat mengetuk pintu kamar Aisyah. Jika sampai Rayyan tau pasti dia yang akan membangunkan Aisyah dengan caranya sendiri yang sedikit kasar.
Tok... tok... tok...
" Aisyah, Aisyah sayang! bangun yuk sholat subuh berjamaah, Sayang!. " teriak Keisha namun dengan nada yang sangat lembut.
" Aisyah!. " teriaknya lagi namun sama sekali belum mendapatkan jawaban. Tangan Keisha meraih handle pintu dan ingin membukanya, namun dia tak bisa karena pintu di kunci dari dalam.
" Ada apa, Tan. Aisyah belum bangun?. " Meyka berjalan mendekati Keisha dan seketika membuatnya menoleh lalu mengangguk. " tumben? tak seperti biasanya yang selalu bangun lebih awal." Meyka mengernyit bingung.
" Nggak tau juga. Apa mungkin dia sakit ya?." Keisha juga bingung.
Meyka meraih handle pintu untuk membukanya namun yang pasti dia juga tidak akan bisa, sama seperti Keisha barusan. " Tumben juga pintu nya di kunci?. " Meyka pun langsung mengetuknya. Tok.. tok.. tok... " Aisyah, Aisyah!. " teriaknya.
" Ada kunci cadangan nggak, Tan? aku khawatir dia sakit atau apa. " Meyka menoleh bertanya pada Keisha, mungkin ada kunci cadangan untuk bisa membuka pintu kamar Aisyah dan mengetahui apa sebenarnya yang terjadi.
" Sebentar, tante ambil dulu. " Keisha pergi dari sana, melangkah pergi untuk mengambil kunci. Tak butuh waktu lama Keisha kembali dan membawa kunci cadangan yang Meyka minta. " Nih. " Keisha mempercayakan Meyka untuk membukanya dan dia tinggal menunggu saja di sebelahnya.
____
" Pak Jon, Cepat! bentar lagi adzan subuh berkumandang. Kalau aku nggak pulang tepat waktu pasti akan terjadi masalah besar, cepat Pak Jon!. " pinta Aisyah dengan sangat gelisah.
" Baik Nona. " Jon menambah kecepatan laju mobilnya, dia membenarkan ucapan Aisyah barusan kalau sampai tidak tepat waktu masalah besar pasti akan menyambutnya.
Jon menepikan mobilnya di tempat yang tadi dia menjemput Aisyah," Terima kasih, Pak Jon!. " Aisyah membuka pintu mobil dan berlari tunggang langgang untuk cepat sampai ke kamarnya.
" Baik Nona. " jawab Jon. Jon menunggu sejenak di sana melihat setiap gerakan yang di lakukan oleh Nona nya.
Jon melihat dengan jelas, bagaimana Aisyah buru-buru dan manjat tembok untuk bisa masuk ke kamarnya. " Gadis yang di luar nalar. " gumam Jon dan tersenyum kecil.
Allahuakbar... Allahuakbar....
Suara Adzan berkumandang, Jon pun bergegas pergi dari sana sebelum ada orang yang melihatnya dan curiga padanya.
Sementara Aisyah masih berusaha membuka jendela.
Tok.. tok... tok..
" Aisyah, Aisyah sayang! bangun yuk sholat subuh berjamaah, Sayang!. " suara terdengar begitu keras, Aisyah paham betul itu suara dari siapa. Itu adalah suara Keisha , Mamanya.
" Mama." Aisyah langsung membuka lemari mengambil baju ganti dan langsung berlari masuk ke kamar mandi tanpa menjawab panggilan dari Keisha dan juga tidak menyalakan lampu utama.
Tentunya Aisyah akan mandi, membersihkan semua tubuhnya dari keringat yang sangat lengket. Mengganti bajunya dan menyembunyikan baju yang tadi dia pakai. Tak mungkin juga Aisyah akan mencucinya di rumah dia pasti akan mencuci di tempat jasa laundry.
Lima belas menit Aisyah masuk sembari tangan mengeringkan rambutnya karena usai keramas. Matanya langsung melihat Keisha dan juga Meyka yang sudah masuk. Meyka tengah menyalakan lampu utama sementara Keisha tengah celingukan mencari keberadaan Aisyah karena tak dia lihat ada di atas ranjang.
" Mama, Meyka. Kenapa?. " tanya Aisyah pura-pura tak tahu apa-apa.
Keisha mendekat dan langsung menarik telinga Aisyah. " Ada apa? kamu membuat Mama khawatir. Kamu tidak keluar setelah mendengar suara adzan, dan kamu juga tidak menjawab panggilan Mama, dasar gadis nakal. " ngomel Keisha.
" Aduh.. duh.. duh.. lepasin Ma, sakit. " protes Aisyah. " Iya, Aisyah ngaku salah. Aisyah kesiangan karena tadi malam banyak tugas dan harus begadang. " ucapnya dengan berbohong pastinya.
" Jangan sering begadang, Syah. Jaga kesehatan mu, " ucap Keisha menasehati. " Sekarang bersiaplah dan kita ke masjid bersama. " imbuh Keisha.
" Iya, Ma. " jawab Aisyah patuh.
" Syah, ini lantainya kok kotor sekali sih? kamu ternyata jorok juga!. " ucap Meyka tiba-tiba saat dia tak sengaja melihat noda dari sepatu yang Aisyah kenakan tadi. " apa kamu tidak mengepelnya daru kemarin?. " imbuh Meyka.
Aisyah dan Keisha langsung menoleh secara bersamaan, melihat noda itu. " Tidak hanya menjaga kesehatan, seorang gadis juga harus menjaga kebersihan, Sayang. Kalau tidak kelak suamimu akan kecewa padamu." ucap Keisha yang kembali menasehati putri nya itu.
Aisyah bernafas lega seenggaknya Keisha dan Meyka tidak curiga sama sekali kalau noda itu adalah noda yang baru, padahal masih terlihat sangat jelas kalau noda itu masih basah.
" Sudah yuk, Ma! nanti ketinggalan berjamaah!. " seru Aisyah cepat-cepat dia harus bisa mengalihkan Keisha dan Meyka supaya tidak curiga padanya.
" Iya, Sayang. " jawab Keisha.
Mereka bertiga pun keluar secara bersamaan, namun Meyka masih saja menoleh ingin memastikan jejak noda itu. Tapi sepertinya Aisyah gak membiarkan itu terjadi.
" Ayo, Mey. Kita harus segera ke masjid. " Aisyah merangkul Meyka dan mengajaknya bergegas ke masjid.
______
" Assalamu'alaikum Warahmatullah... Assalamu'alaikum Warahmatullah... "
Dua salam Rico ucapkan, sembari kepala menoleh secara bergantian. Kedua tangan Rico langsung mengusap wajahnya dan juga tak lupa dia berucap hamdallah. " Alhamdulillah. " ucapnya dengan sangat lega.
Meskipun kakinya belum sembuh sempurna tapi dia sudah bisa sholat dengan berdiri, ya! meskipun dia masih sedikit kesusahan saat akan duduk dan ketika sujud. Beberapa wirid Rico ucapkan dan di sambung dengan doa setelah itu.
Seperti biasa tak banyak yang dia minta hanya kebahagiaan dirinya, keluarganya dan orang terkasih dan tersayangnya. Rico memang tak bisa begitu khusuk dalam sholatnya tapi dia juga sangat tau kalau dirinya juga tak boleh meninggalkan sahabatnya meskipun sholat nya belum juga sempurna.
" Bahagiakan lah semua orang-orang terdekat ku, dan jangan Engkau beri mereka ujian yang berat dan tak mampu mereka menjalaninya. Jagalah mereka di setiap nafasnya dan jagalah mereka di berbagai aktivitas nya. Amiiinnn. " Rico kembali mengusapkan tangan di wajahnya. Di sama sekali tak menyebutkan satu persatu orang yang dia kirimkan doa, karena dia yakin Allah sudah tau suatu aku saja yang ada di dalam hatinya.
Rico melipat sajadahnya dan kembali duduk di ranjang, mengambil ponsel dan membuka aplikasi Al-Quran dan mulai membacanya. Samar-samar dia bersuara bahkan bacaannya juga tidak merdu dan juga tidak begitu fasih tapi dia tetap berusaha selalu melantunkan nya sesuai kemampuannya.
Rakyat banyak yang Rico baca, mungkin hanya beberapa ayat saja tapi itu sudah membuat hatinya lebih tenang, dan terasa sangat tentram." Alhamdulillah. " ucapnya dengan begitu bersyukur karena dia bisa kembali melantunkan ayat suci Al-Quran meskipun tak seberapa.
Rico mengganti menutup Aplikasi itu dan mengganti dengan WA, dia memeriksa apakah ada pesan masuk untuknya, dan ternyata ada, bahkan banyak sekali salah satunya datang dari Felisha yang terus menanyakan keadaannya.
" Anak ini, tak henti-hentinya terus mengejar ku. Sebenarnya dia lebih cocok dengan Dante daripada aku. Jika saja mereka bisa bersama itu akan sangat seru. " gumamnya.
Kring... kring... kring...
" Panjang umur, baru saja di bicarakan sudah nongol aja nih anak. " ucap Rico yang melihat ada telfon masuk dan ternyata itu dari Dante.
" Assalamu'alaikum, ada ada apa, Dan.? " sapa Rico yang sekaligus bertanya.
" Wa'alaikumsalam, Bos. Gimana Bos, sudah sembuh? udah bisa pulang kan? terus mau aku jemput atau mau naik mang ojol. " tanya Dante.
" Emangnya kamu banyak kerjaan? kalau tak banyak jemput lah!. " seru Rico memerintah.
" Oke, Bos. Nanti jangan lupa ongkos bensinnya ya, hahaha..! " tawanya begitu keras.
" Dasar pelit. Assalamu'alaikum.! " Tut... tut.. tut... ' Ponsel langsung mati karena Rico yang menutupnya. Dia lagi malas berlama-lama bicara dengan Dante, kalau di layani dia tak akan habis bicara seperti sedang siaran.
" Alhamdulillah, sebentar lagi aku akan pulang. " gumam Rico senang.
__
Bersambung..
_______________
INILAH BUKTI KATA2 RICO KE IQBAL KMARIN DI RESTO...
RICO - AISYAH
IQBAL - SHELVIA
DANTE - MEYKA
FAREL - FELISHA..
YG MSH TANDA TANYA
FAISAL DGN SIAPA...? AIRA ATAU ANA...??
DN JUGA HASAN - (?????)..
SKRG IQBAL MATI2AN KEJAR2 SHELVIA SEPUPUNYA IHKSAN & AISYAH...