----
"Ugh ..."
Nayra tersentak bangun dari mimpi buruknya ... sebuah mimpi tentang seorang wanita yang di khianati oleh orang-orang terdekatnya.
Namun sialnya, mimpi buruk itu ternyata menimpa dirinya sendiri!
Dia di khianati oleh orang-orang terdekat yang dia percaya, termasuk suaminya sendiri.
Setelah dia mengalami keguguran dan kehilangan bayi yang ada di dalam kandungannya, dia bertekad untuk membalaskan semua rasa sakit yang dia terima.
"Kalian akan merasakan, apa yang aku rasakan! Tunggulah pembalasanku!"
Spin-off dari Novel : Tolong Rebut Suamiku Dan Ambil Takdirku.
Bagaimana mana kisahnya....
Yuk baca kisah lengkapnya....
Jangan lupa like, komen dan kasih rating 5.
Follow Ig : Hans_Sejin13.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
2. KELUARGA BARU YANG AKU HARAPKAN
Flash Back.
Saat usiaku 10 tahun. Aku besar di sebuah panti asuhan dan tumbuh di sana. Aku berharap ada keluarga yang mau mengangkat diriku menjadi anak mereka.
Saat mendengar bahwa ada keluarga yang ingin mengadopsi diriku, aku sangat senang mendengarnya. Akhirnya aku akan memiliki keluarga yang sudah lama aku impikan.
"Nayra. Selamat ya! Sebentar lagi ke-dua orang tua angkat mu, akan datang menjemputmu."
Ibu panti memeluk tubuhku. Aku merasa sangat terharu sekaligus sedih. Aku sudah menganggapnya sebagai orang tua kandung ku sendiri.
Aku memeluknya erat sebagai tanda perpisahan. Seluruh teman-teman ku juga terlihat bersedih saat mendengar aku akan diadopsi.
"Nayra selamat ya. Kamu jangan lupakan kami semua yang ada di sini."
Aku merasa terharu mendengar ucapan perpisahan dari mereka. Semua teman-teman ku di panti asuhan.
"Nayra... Janji ya' kamu jangan lupakan kami di sini."
Semakin mereka mengucapkan kata-kata perpisahan. Semakin berat pula, aku meninggalkan panti asuhan yang sudah menjadi tempat tinggal ku selama 10 tahun.
"Ia ... Aku janji, aku tidak akan pernah melupakan kalian semua. Hiks... Hiks... Hiks..." aku menangis terharu.
TOOT... TOOT... TOOT...
Bunyi klakson mobil terdengar di luar panti asuhan. Saat itu sepasang suami-istri turun dari mobil. Mereka berjalan masuk kedalam panti asuhan.
Aku pertama kali melihat wajah kedua orang tua angkat ku, waktu itu. Aku tersenyum manis saat pertama kali bertemu dengan mereka.
"Nayra! Mari sini, ke-dua orang tua mu sudah datang." panggil ibu panti kepada diriku.
Aku menghampiri mereka yang baru saja sampai di panti asuhan. Aku menundukkan kepalaku. Rasa takut dan gugup muncul dalam hatiku saat itu.
Mereka menatap diriku, sambil tersenyum. Aku perlahan semakin mendekat. Namun aku bersembunyi di belakang ibu panti.
"Nayra. Jangan takut mereka adalah kedua orang tua yang sudah lama kamu tunggu." ucap ibu panti.
Aku sekilas melirik pasangan suami-istri yang akan mengangkat diriku sebagai anak mereka. Mereka tersenyum hangat saat melihat ku.
"Nayra! Jangan takut! Salam dengan mereka." ucap ibu panti kepada ku.
Aku perlahan keluar dari belakang ibu panti. Saat itu mereka mengusap kepala ku. Lalu bertanya kepada ku sambil tersenyum manis.
"Gadis manis! Siapa nama mu cantik?" tanya sang istri dari orang yang akan mengangkat ku menjadi anak mereka.
"Na... Nayra!" ucapku melihat wajah wanita yang kelak menjadi orang tuaku.
"Cantiknya! Nama yang begitu indah..." wanita itu tersenyum ramah kepada ku.
Saat itu aku merasa sangat bahagia dan beruntung di bandingkan dengan teman-teman ku yang masih berada di panti asuhan.
Setelah itu mereka membawa ku, kerumah mereka. Sepanjang perjalanan aku sangat senang dan bersyukur.
Hatiku sangat gembira. Walaupun aku hanya diam di sepanjang perjalanan dan merasa canggung saat itu.
"Nayra! Kenapa kamu diam saja?" tanya pria yang kini menjadi ayah angkat ku.
"I-iya om!" aku menjawab pertanyaan ayah angkat ku. Namun saat itu aku memanggilnya dengan sebutan Om.
Tubuhku sedikit gemetar. Ini adalah pertama kalinya aku tinggal bersama dengan orang lain.
Ayah angkat ku melirik kebelakang dan melihat diriku.
"Jangan panggil Om! Panggil aku Papa, mulai sekarang ya."
"Iya.! Pa-papa..." ucap ku ragu-ragu. Aku sedikit menundukkan kepalaku.
"Anak pintar!"
Ayah angkat ku bernama Dias Atmadja seorang pengusaha sukses dan terkenal.
Sedangkan ibu angkat ku bernama Monica. Seorang wanita yang sangat di segani dalam keluarga Atmadja.
"Nayra sayang... Sebentar lagi kita sampai di rumah. Nanti kamu akan bertemu dengan saudara mu di rumah. Usianya satu tahun lebih muda dari kamu. Mama harap kalian berdua bisa akur."
Ibu angkat ku memberi tahu bahwa mereka sudah memiliki anak. Aku hanya mengangguk sambil tersenyum tipis.
"Iya Mah..."
...══════ஜ▲ஜ══════...
Setelah menempuh perjalanan jauh akhirnya aku sampai di depan rumah kedua orang tua angkat ku.
"Kita sudah sampai! Nayra ayo kita masuk sayang."
Mereka mengajak diriku masuk ke dalam rumah. Saat itu aku sudah di sambut oleh anak perempuan dari orang tua angkat ku.
Tapi apa yang terjadi? Saat aku masuk ke dalam rumah. Wajah kedua orang tua angkat ku tiba-tiba saja langsung berubah.
Wajah mereka yang tadinya tersenyum hangat, raut wajah mereka tiba-tiba saja menjadi masam.
Aku memperkenalkan diriku kepada anak mereka. Kini aku menjadi kakak angkatnya.
"Hallo... Namaku Nayra.!" aku sedikit tersenyum kepadanya. Sambil mengulurkan tangan ku.
"Jadi dia Mah.! Anak yang jadi saudara ku? Dih.!" ucapnya kepada ku dengan nada sinis.
Aku sedikit terkejut mendengarnya. Ia sama sekali tidak menjawab ku. Saat itu aku kebingungan. Mengapa tiba-tiba saja semuanya berubah.
"Mama! Aku tidak suka punya saudara tiri seperti dia. Kenapa papa sama mama membawa dia kerumah kita."
Dia berlari menuju kamarnya. Tampak nya kedatangan ku tidak di harapkan olehnya.
"Nayra! Kamu jangan dengarkan dia ya! Namanya Aqila. Dia sekarang adik mu ya!"
"Iya, mah!"
"Sekarang kita beresin barang-barang mu dulu ya manis."
Aku sedikit bahagia. Walaupun saudara angkat ku tidak suka dengan kedatangan ku tapi setidaknya kedua orang tua angkat ku menerima diriku.
Saat itu aku dibawa ke dalam kamar. Sebuah kamar mewah dan luas. Aku terkagum-kagum saat itu. Mataku sedikit berkaca-kaca.
Mataku berbinar-binar penuh kagum dengan semua yang aku lihat. Aku mulai membereskan semua barang-barang ku dan pakaian ku kedalam sebuah lemari besar.
Saat malam hari aku makan bersama dengan keluarga ini untuk pertama kalinya. Semua makanan yang dihidangkan tampak sangat lezat.
Pertama kalinya aku makan makanan yang begitu enak dalam hidup ku waktu itu. Tampak semuanya terasa seperti mimpi bagi diriku waktu itu.
"Nayra! Kamu makan yang banyak ya! Papa lihat kamu begitu kurus. Jangan sungkan-sungkan makan sepuasnya."
Ayah angkat ku juga terlihat lebih baik waktu itu. Tampak wajah mereka tidak lagi masam seperti pertama kali aku masuk ke dalam rumah.
"Iya pah.!" aku menjawabnya, kemudian mengambil beberapa makanan yang ada di meja makan.
"Kamu makan sayur ini! Ini dan ini."
"Terima kasih Pah.! Mah.!"
Setelah itu aku masuk ke dalam kamar ku. Aku tidur dengan senangnya. Berharap bahwa aku benar-benar di terima di dalam keluarga itu.
Namun aku tidak menyangka apa yang terjadi setelah itu. Semuanya begitu indah di hari pertama.
Sangking indahnya aku sampai bermimpi indah di malam hari. walaupun sempat ada sekilas ingatan saat berada di panti asuhan.
Aku juga berharap agar teman-teman ku sana menemukan keluarga yang baik seperti diriku.
Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama. Hari-hari berikutnya tampak berada di luar khayalan diriku.
...══════ஜ▲ஜ══════...
...𝐁𝐄𝐑𝐒𝐀𝐌𝐁𝐔𝐍𝐆...
...•...
baca nya
kalau aku yang jadi istri mu, wes tak tinggal pergi