NovelToon NovelToon
KETIKA PENGUASA SURGAWI MENJADI HUNTER RANK E

KETIKA PENGUASA SURGAWI MENJADI HUNTER RANK E

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Kultivasi Modern
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: EGGY ARIYA WINANDA

Wu Xuan telah mencapai puncak alam surgawi dan hanya selangkah lagi naik ke alam dewa. Namun saat ia mencoba kembali ke Bumi demi menebus hutang karma kepada kedua orang tuanya, tubuh fananya justru terhempas ke tengah badai kehampaan dimensi.

Dan ketika ia membuka matanya kembali…

Bumi yang ia kenal telah berubah menjadi dunia dungeon dan para hunter.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EGGY ARIYA WINANDA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Master Penempa 3

Di bawah cahaya merah darah dari tungku magma bawah tanah, keheningan yang mencekik menguasai ruangan raksasa tersebut. Semua mata terpaku pada pemuda berwajah aristokrat yang kini berdiri bertelanjang dada di depan landasan tempa obsidian.

Wu Xuan menutup matanya perlahan. Ia mengambil napas panjang, menarik udara yang dipenuhi bau belerang dan uap besi ke dalam paru-parunya.

Lalu, ia membuka matanya.

BOOOM!

Sebuah tekanan yang tidak kasat mata meledak dari pori-pori kulitnya, menyapu seluruh ruang penempaan seperti badai gravitasi. Udara di sekitarnya mendadak menjadi sangat padat. Namun, yang membuat para penempa dan asisten di ruangan itu membeku bukanlah besarnya tekanan tersebut, melainkan sifat dasar dari energi itu.

Itu bukanlah mana yang biasa mereka rasakan dari para Hunter. Energi yang keluar dari tubuh Wu Xuan sangat asing, padat, dan berat. Energi itu berwarna emas kehitaman.

Di dalam retina setiap orang, Sistem Menara langsung di aktifkan untuk melakukan analisis pada energi asing tersebut.

[Sistem Tower (Biru): Memindai fluktuasi energi di sekitar Target...]

[Peringatan: Gagal Mengidentifikasi Tipe Mana! Parameter Tidak Ditemukan!]

[Peringatan: Energi Mengandung Hukum Dunia Luar. Mengkalibrasi ulang...]

Di dalam pandangan Wu Xuan sendiri, layar emasnya dengan tenang meretas dan membungkam kepanikan sistem lokal tersebut.

[Sistem Menara]

[Level : 11]

[Deteksi Aura : Nol Mana.]

[Jenis Energi : Qi Spiritual.]

Para penempa senior saling berpandangan dengan wajah terkejut. Sistem mereka tidak menampilkan satu angka pun, namun tubuh mereka secara naluriah memobilisasi mana pelindung untuk menahan tekanan energi yang memancar dari pemuda itu.

Di barisan belakang, seorang penempa junior yang memegang penjepit besi bergetar hebat. Ia mencondongkan tubuhnya ke arah temannya dan berbisik dengan suara tercekat.

"A-Apa maksudnya ini? Sistemku menyebutnya sebagai entitas tak dikenal... dan kata 'Qi' muncul berkedip di layarku lalu menghilang. Apa Tuan Muda seperti kultivator abadi di dalam cerita-cerita novel? Aku belum pernah melihat hunter yang memiliki stat seperti ini!"

Wu Xuan mengabaikan bisikan itu. Ia memusatkan Qi milik-nya, mengalirkannya dari meridian jantung langsung menuju tangan kanannya yang menggenggam palu tempa

WUUUSSS!

Palu baja yang tadinya biasa saja itu seketika diselimuti oleh aura cahaya hitam yang sangat pekat. Aura hitam itu membalut kepala palu tersebut, mengubah kepadatannya hingga ruang di sekitarnya terlihat melengkung.

"Bawakan aku baja level tiga puluhan," perintah Wu Xuan datar, memecah kesunyian. Suaranya tidak keras, namun bergema di

setiap sudut ruangan.

Mendengar permintaan itu, beberapa penempa senior tersentak. Di dunia penempaan Tower, seorang pandai besi harus bekerja dengan material yang levelnya setara dengan level hunter mereka, atau maksimal berbeda tingkat yang tidak terlalu jauh. Jika seorang hunter Level 11 memaksa menempa baja Level 30, mana perlawanan dari logam itu akan memantul balik dan menghancurkan organ dalam sang penempa!

Namun, sebelum ada yang berani melarang atau merendahkan permintaan itu, sebuah suara bariton yang tegas menggelegar.

"Kalian dengar apa yang dikatakan Tuan Muda?!" raung Master Tong Peng, matanya berkilat penuh dengan keyakinan buta seorang pengabdi sekaligus kehausan seorang seniman yang ingin melihat keajaiban.

"Ambilkan material tingkat tinggi yang kita miliki di brankas ruang ini! Yang berada di sekitaran Level 30! Cepat bergerak, jangan biarkan Tuan Muda menunggu!"

Otoritas Tong Peng sebagai Ranker Penempa meruntuhkan keraguan mereka. Puluhan asisten dan penempa senior langsung berlarian panik menuju lemari besi raksasa di ujung ruangan.

Dalam waktu kurang dari satu menit, mereka kembali dengan nampan-nampan berlapis perisai isolasi energi, meletakkannya di atas meja panjang di sebelah Wu Xuan.

"Ini Tulang Naga Bumi, Tuan Muda. Level 32," ucap seorang senior dengan napas terengah, membuka kain penutup yang memperlihatkan tulang seputih salju yang memancarkan hawa tanah. "Meski bukan logam... Tapi kepadatannya luar biasa."

"Ini Kristal Hitam Kaimon, Level 31," tambah yang lain, menunjukkan bongkahan kristal yang menyerap cahaya.

"Dan ini... Logam Reruntuhan Emas Level 35, Tuan Muda," lapor penempa terakhir dengan sangat hati-hati, memperlihatkan sebongkah logam yang berdenyut.

Tong Peng dan Goliath melangkah maju untuk melihat lebih dekat. Tiga material itu adalah harta karun tingkat kota. Jika digabungkan, mereka bisa menciptakan pedang pusaka yang diincar oleh guild besar mana pun.

Wu Xuan bahkan tidak melirik notifikasi dari Sistem Menara. Matanya langsung mengenali struktur dari ketiga material tersebut hanya dalam sekali pandang.

'Tulang kadal besar yang kekurangan energi, batu kaca rapuh, dan emas murahan yang sering dijadikan hiasan lantai di oleh penduduk Tianlan,' batin Wu Xuan, menahan tawa sinisnya.

Bagi para penempa bumi, ini adalah harta legendaris. Bagi Wu Xuan, ini hanyalah logam kelas rendah yang lebih cocok digunakan untuk membuat panci rebusan.

Wu Xuan tidak menyentuh ketiga logam itu. Ia hanya membuang muka.

"Bawakan aku Batu Spiritual kelas tinggi," perintah Wu Xuan lagi. "Sebanyak yang kalian punya di ruangan ini."

Tong Peng mengangguk, mengisyaratkan asistennya. Beberapa menit kemudian, dua peti logam berat dibawa ke hadapan mereka. Saat peti itu dibuka, pendaran cahaya biru murni menerangi wajah semua orang.

Ratusan Batu Spiritual tingkat tinggi, yang setiap kepingnya bernilai jutaan yuan di pasar gelap, tersusun rapi di dalamnya. Mereka mengira Wu Xuan akan menggunakan batu spiritual itu untuk dimasukkan ke dalam senjatanya nanti sebagai penyeimbang mana.

Namun, Wu Xuan menatap peti itu dengan senyum mengejek yang sangat tipis. Ia mengambil satu peti berisi puluhan batu spiritual itu dengan satu tangan, melangkah menuju tungku pilar magma raksasa di tengah ruangan.

Tanpa peringatan, Wu Xuan membalikkan peti itu dan menumpahkan seluruh Batu Spiritual seharga jutaan yuan itu langsung ke dalam lahar mendidih!

BLAAAAAARRR!

Lahar yang tadinya berwarna merah jingga meledak! Batu-batu spiritual itu menyatu dengan lahar dalam hitungan detik, melepaskan energi murni sebagai bahan bakar yang mengubah warna api tungku menjadi putih kebiruan yang menyilaukan. Suhu ruangan meroket tajam hingga alarm peringatan berbunyi nyaring di seluruh fasilitas bawah tanah.

"Gila! Apa yang Tuan Muda lakukan?!" teriak salah seorang penempa senior segera memperkuat lapisan mana pelindung di sekujur tubuhnya. Instingnya membuatnya mundur selangkah demi selangkah, berusaha menghindari hawa panas yang semakin menekan.

Menjadikan Batu Spiritual tingkat tinggi yang tak ternilai harganya hanya sebagai arang?! Itu adalah tindakan orang gila yang menghina nilai uang! Namun, melihat Tong Peng, Juhao, dan Goliath yang masih terdiam kaku mengawasi dengan mata terbelalak karena penasaran, tidak ada satu pun yang berani memarahinya.

Mata Wu Xuan memantulkan nyala api putih tersebut. Panas ini... akhirnya mendekati standar paling dasar untuk sebuah api spiritual.

Lalu, di luar nalar dan logika manusia mana pun yang hadir di ruangan itu...

Wu Xuan dengan sangat tenang, tanpa melapisi tangannya dengan mana perlindungan sedikit pun, memasukkan tangan kirinya yang telanjang langsung ke dalam pilar api putih kebiruan yang suhunya bisa melelehkan baja tank dalam sedetik itu!

TZZZZZTTT!

Suara daging manusia yang mendidih dan terbakar terdengar sangat jelas. Asap berbau daging hangus seketika menguar.

"Tuan Muda, apa yang kau lakukan?!" teriak Xu Xin histeris. Juhao bahkan nyaris melesat maju untuk menarik tuannya.

Kulit di tangan kiri Wu Xuan melepuh, menghitam, dan terbakar hingga lapisan ototnya terlihat. Rasa sakit yang luar biasa merobek sistem saraf fananya. Keringat sebesar biji jagung mengucur deras dari dahi dan lehernya, otot-otot rahangnya menegang keras menahan siksaan.

Namun, di tengah rasa sakit yang membakar kewarasan itu, Wu Xuan tidak menarik tangannya.

Ia menoleh ke arah kerumunan yang panik, senyum dingin dan tenang tetap terukir di bibirnya yang memucat.

"Diamlah," desis Wu Xuan, suaranya bergetar oleh rasa sakit namun memancarkan otoritas yang tidak bisa dibantah. "Jangan mengganggu konsentrasiku. Tambahkan lagi batu spiritualnya... api ini masih kurang panas."

Para penempa membeku. Perintah itu terlalu sinting, tapi tatapan Wu Xuan mengunci mereka. Tong Peng, dengan tangan gemetar karena ragu, menendang peti batu spiritual kedua ke dalam tungku.

WUSSSHH!

Api putih itu kini mengamuk, berubah menjadi pusaran plasma yang menyilaukan. Tangan kiri Wu Xuan yang berada di dalam sana seharusnya sudah hancur menjadi abu.

Namun, saat Goliath memicingkan matanya menembus cahaya api, sang raksasa terkejut hingga rahangnya terbuka.

Di dalam api, sel-sel daging Wu Xuan yang terbakar hangus... tumbuh kembali dengan kecepatan yang bisa dilihat oleh mata telanjang! Qi berwarna emas kehitaman mengalir dari dantiannya, merekonstruksi otot, jaringan saraf, dan kulit yang hangus, hanya untuk dibakar kembali oleh api, dan diregenerasi lagi. Siklus pembakaran dan regenerasi yang terjadi berulang kali.

"Regenerasi yang gila..." batin Goliath, dadanya bergemuruh oleh rasa takjub dan ngeri. "Apakah dia juga memiliki bakat penyembuhan seperti milik ibunya?"

Napas Wu Xuan perlahan mulai stabil. Keringat di tubuhnya menguap habis. Kulit tangan kirinya yang berada di dalam api kini memancarkan pendar emas gelap, kebal terhadap suhu magma yang telah disuntik oleh batu spiritual tingkat tinggi. Tubuhnya telah beradaptasi, dipaksa naik kasta oleh rasa sakit.

Senyum tiran itu melebar. Suhu ini dirasa sudah sangat cocok.

Semua orang menahan napas, mengira ia akan segera menarik tangannya keluar dan mulai mengambil palu untuk menempa logam di atas meja.

Namun, di luar nalar siapa pun yang menyaksikan kegilaan tersebut...

Wu Xuan sama sekali tidak melirik bahan-bahan di atas meja. Ia justru menatap lahar yang mendidih itu dengan pandangan buas, lalu kembali memasukkan tangannya jauh lebih dalam.

Bersambung...

1
Fajar Fathur rizky
cepat bantai mereka semua thor bikin mereka semua ada di telapak tangan permainan wuxuan
Fajar Fathur rizky
thor itu nanti pas wuxuan pulih kembali apakah dunia itu sanggup menanggung tingkatkan kultivasi wuxuan thor tolong di jawab thor
EGGY ARIYA WINANDA: Kalau kekuatan Wu Xuan (Dao Surgawi) gak sanggup, makanya di chapter satu ia mengirim wadah fisik yang lemah. 🥸👍
total 1 replies
Novi Prihartono
lanjuuuuuuuuut
EGGY ARIYA WINANDA: 🫡🫡🫡🫡🫡
total 1 replies
Novi Prihartono
up lagiiiiiiiiiiiiiii
EGGY ARIYA WINANDA: 🫡👍👍👍👍
total 1 replies
EGGY ARIYA WINANDA
Bantu like dan komentar untuk mendukung cerita ini agar terus berlanjut 🫡🫡
Fajar Fathur rizky
thor ini wuxuan jika nunjukin ranah kultivasi apakah dunia bakal hancur thor
Fajar Fathur rizky
di tunggu updatenya thor novel satunya bab 393 dan bab 394 thor
Hiatus
jejak dulu 👣👣
Hiatus
semoga dapat retensi ya/Determined//Determined/semangattt 🔥🔥🔥
Hiatus
/Slight/
Hiatus
/Hunger/
Hiatus
/Proud/
Hiatus
semangat 🔛🔥
Hiatus
/CoolGuy/
Hiatus
🤧bisa dong
Fajar Fathur rizky
cepat naikin level wuxuan
ABSOLUTE [2]
aaaaaaaaahhhhhhhh, lagi seru-seru nya baca malah abis
EGGY ARIYA WINANDA: Teknik marketing 🤭🤭
total 1 replies
Hiatus
👣
Hiatus
/Grimace/
Hiatus
/Slight//Proud/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!