NovelToon NovelToon
Keberuntungan Dicintai

Keberuntungan Dicintai

Status: tamat
Genre:Romantis / Anak Genius / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: YWulandari

Mocca Yola, suatu malam yang tragis telah merenggut kesuciannya. Pulang ke rumah dalam keadaan hancur malah dikejutkan dengan sebuah peti mati dengan foto sang ayah tercinta di dekatnya.

Tidak hanya itu, ternyata semua sudah direncanakan oleh dua orang wanita bermuka dua yang berpura menangis tersedu di samping peti jenazah. Semua mereka lakukan tak lain demi mendapatkan harta keluarga Yola.

Setelah itu mereka mengusir Mocca dari rumah, mengirimnya ke tempat yang sangat jauh. 7 tahun kemudian dia kembali dengan si kembar Genius.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon YWulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Si kembar di culik

"M-mereka tidak.. Disini?"

Mocca membelakkan bulat - bulat matanya, nafasnya tiba - tiba sesak memikirkan jika saja hal buruk terjadi pada mereka. Dia kemudian bangkit dan masuk ke kamar.

"Leon kau tidak pantas disebut sebagai seorang ayah!" ucapnya yang merasa kecewa pada Leon, padahal hanya menjaga dua anak kecil saja tidak bisa.

Mocca pergi ke kamar untuk mengambil jaket tebal. Setelah itu, dengan tergesa pergi untuk mencari si kembar, diikuti oleh Niki dan Cassa. Leon pun ikut beranjak sembari menghubungi seseorang melalui ponselnya.

"Kerahkan semua penjaga untuk mencari si kembar, apapun yang terjadi kalian harus menemukannya."

Sudah terlambat, andai saat mendengar kabar si kembar kabur lalu Leon langsung bertindak, mungkin masih bisa menghindari hal buruk terjadi.

Setelah itu Leon menyusul Mocca dan yang lainnya. Pergi mencari si kembar dengan bantuan Casa dan Niki, tak hanya itu, Leon juga menghubungi Harly dan Georgio untuk menambah koneksi dalam pencarian.

Mocca satu mobil dengan Leon yang mengendarainya, sementara Cassa dengan istrinya.

"Ini kota besar, bagaimana kalau mereka tersesat? Bagaimana kalau sampai di culik orang jahat?"

Ibu mana yang tidak resah hatinya ketika buah hatinya dikabarkan menghilang, si kembar pun belum lama tinggal di kota dan masih belum bisa menjaga diri. Sekarang kemana harus mencari mereka?

"Mocca maafkan aku." lirih pelan, diapun kecewa pada dirinya sendiri.

"Jika terjadi sesuatu pada mereka, aku tidak akan memaafkanmu." balas Mocca sembari membuang muka.

...**...

Sekitar 8 jam yang lalu,

Di kediaman Leonard Domino.

"Kakak, apa yang sedang kau lakukan?" tanya Candy pada Jean yang sibuk berkutik dengan peralatannya.

"Adik, apa kau rindu Mama?"

"Mama? Papa bilang Mama membantu bibi Niki di toko 'kan?"

Jean menghela nafas kasar "Dia pasti membohongi kita. Adik tidakkah lihat sesuatu di lantai bawah? Bukankah dapur sangat berantakan seperti sudah terjadi perkelahian. Nenek jahat itupun tidak dirumah, pasti ada sesuatu."

"M-maksud kakak, nenek jahat itu memukuli Mama di dapur? Terus dia mengusir Mama dari rumah? Kenapa Papa tidak memberitahu kita, kakak ayo cari Mama." ia menarik Jean, mengajaknya mencari Mama.

Jean menenangkannya, menyuruhnya memasukkan pakaian ke dalam tas sementara dia akan membuat sesuatu untuk bisa membantu mereka kabur dari rumah.

Candy memasukkan beberapa pakaian dalam almarinya, tak lupa memasukkan Max ke dalam tas agar tidak tertinggal.

Beberapa saat kemudian semua sudah siap.

Dari jendela kamar si kembar, di sebrangnya terdapat sebuah pohon besar yang berdiri tepat didekat dinding pembatas halaman belakang, jika bisa melewatinya maka mereka bisa kabur.

Jean menyiapkan sebuah tali tambang besar, di ujungnya dipasang sesuatu seperti kail agar bisa mengunci satu tali di ujung sana. Mereka akan meluncur dari tali itu menggunakan tongkat melengkung.

Namun ketika rencana akan dilakukan, nyali Candy langsung menciut saat melihat ketinggian dari lantai 3 tersebut.

"T-tinggi sekali." ia menunduk melihat kebawah.

"Jangan lihat ke bawah, lihat pohon itu, kita akan meluncur baru bisa pergi." Jean mengarahkan perhatian Candy dengan menunjuk sebuah ranting pohon dimana tali yang dia ikat terpasang.

"Kakak Candy takut." dia mulai gemetaran.

"Adik jangan takut, ayo pegang tongkatnya. Tidak akan jatuh, kakak sudah ikatkan tali pengaman. Ayo, Mama mungkin sedang menunggu kita."

Meski begitu, tetap saja takut. Jean akan meluncur terlebih dahulu sebelum Candy, dia akan menangkap Candy kemudian.

Jean melirik ke dalam, pintu sudah dihalangi oleh sofa dan meja. Para penjaga tidak akan dengan mudah menyadari bahwa mereka kabur dari rumah.

"Kakak duluan, pastikan jangan melihat kebawah saat meluncur nanti. Ayo." Jean kemudian meluncur dan mendarat dengan aman di sisi lain dinding yang memiliki ketebalan 10 cm saja.

Disana Jean merentangkan tangannya hendak menyambut Candy. Tapi lagi lagi Candy ketakutan.

Tok! Tok! Tok!

Ketukan pintu mengejutkan mereka.

"Tuan muda, Nona muda, makan siangnya sudah siap."

"Kakak." Candy ketakutan dan panik.

"Tenanglah adik, jangan sampai berisik. Tutup matamu dan lompat, kakak janji akan menangkapmu." ucapnya dengan tenang, rentangan tangannya semakin lebar.

Berulang kali Candy menghela nafas, dia menuruti perkataan Jean untuk tidak melihat ke bawah dan memejamkan mata "Mama Candy datang." diapun meluncur.

Hup!

Jean menangkap tubuh Candy dengan aman "Sekarang sudah baik - baik saja." ucapnya.

Apanya yang baik - baik saja, setelah itu mereka mesti menuruni dinding dengan tinggi sekitar 5 meter tersebut.

"Candy tidak mau lompat lagi." ia berpegangan pada Jean begitu erat.

"Jangan khawatir, kakak sudah siapkan~" ucapnya terhenti.

"Taraaaa!" dia mengeluarkan sebuah benda seperti penyedot Wc, menurutnya, dia telah melengkapi permukaan benda itu dengan silikon kuat yang bisa menempel di dinding.

Lagi, Candy menolak. Dia ketakutan sampai memeluk pohon dengan sangat erat. Sudah kehabisan akal mau bujuk pakai cara apa lagi, Jean lalu berjongkok di hadapan Candy.

"Ayo, biar kakak gendong."

"Tidak mau! Nanti jatuh ke bawah, sakit!"

"Jatuh itu memang ke bawah bukan?"

"Ya sudah kalau tidak mau, biar kakak yang pergi cari Mama sendiri. Candy diam saja peluk itu pohon." Jean beranjak dan bersiap diri.

"T-tunggu, Candy ikut." ucapnya, perlahan melepaskan pelukannya pada batang pohon. Jean mengulurkan tangannya dan langsung di sambut.

"Naik." Candy naik ke punggung Jean, merekapun turun dengan perlahan.

Candy memejamkan matanya, mempercayakan semua pada Jean. Beberapa saat kemudian "Sudah sampai." ucap Jean.

"S-sudah sampai bawah?" Candy tampak tidak mempercayai hal itu.

"Benar, tidak terjadi sesuatu 'kan? Kita turun dengan aman." Jean melepaskan tali pengaman dari dirinya dan juga Candy.

Setelah itu merekapun pergi dengan mengandalkan arloji pintar yang bisa mengakses lokasi keberadaan mereka, serta kemana mereka akan pergi.

Mereka sudah mengunci lokasi toko Niki, namun baru berapa jauh mereka pergi, beberapa orang datang menangkap mereka, dan mereka tertangkap tanpa perlawanan berarti.

...--...

Mereka dibawa ke sebuah rumah yang sangat besar. Kedua jam tangan pintar dirampas oleh orang - orang itu, mungkin mereka takut si kembar menghubungi seseorang melalui benda itu.

"Kakak."

"Jangan takut, kakak disini."

Orang itu kemudian menghubungi seseorang "Tuan muda, kami sudah membawa anak - anak ini." ucapnya. Selama dia asik mengobrol, Jean perlahan mengeluarkan sesuatu dari tasnya.

Sebuah bola kecil yang mana jika dibenturkan ke lantai akan mengeluarkan asap yang begitu tebal, dengan begitu mereka bisa kabur.

"Adik, hitungan ketiga langsung ikut kakak lari." instruksinya sembari berbisik. Candy menangguk mengerti.

1

2

3

"Lari!" Jean melempar bola itu, seketika asap langsung memenuhi ruangan. Diapun lari sekuat tenaga menuju pintu keluar, semoga Candy mengikutinya. Tapi..

"Mmmmhhhhh.. Mmmmhh." teriakan dalam bekap, mungkinkah Candy?

Jean menghentikan langkahnya, dia berusaha mencari Candy tapi tidak mendapatkannya. Asap pun perlahan menghilang.

"Hahahaha, trik apa itu anak kecil? Mau bermain ninja - ninjaan dengan kami?" orang - orang itu, ternyata Candy ada pada mereka.

Jean mengepalkan tangan dan menggertakkan jarinya "JANGAN MENYENTUHNYA!!!"

...** * **...

1
Princess Ren
pantesan bingung,, kok anak kandungnya mau dinikahkan SM ponakannya... ternyata ohh ternyata...
Princess Ren
akal bulus yang mantap 🤣🤣🤣🤣
Ulau Gabirel
Luar biasa
Dewi Anggita
sumpah Leon bikin ngakak tingkah nya
Dewi Anggita
ampun dah Leon gak percaya apa istrinya bisa masak🤭🤭🤭
Violet
Org biasa aja sring di incer jd target entah diculik, dilecehkan bahkan dibunuh apalg org kaya n terkenal macem kluarga Leon pastinya byk musuh tak terlihat makanya ada perlindungan biar ga knapa2, lalu knapa Mocca ga pinter2 sihh hrusnya bljar dr kjdian kakaknya yg hampir celaka n mawas diri stdknya tdk bikin khawatir Leon n si kembar
🪱ᵘᵄᵟᵘᵎᵓᵄᵓ Ir. S0ekarn0 ❀∂я
ini gmna kelanjutan kisah henry- Ruri.. pnsran bngt tor. .
Nadja 🎀
benar- benar deh author bikin prank 🤣
Aku Ya Aku. 😂😂
ya ampun sekali sembur langsung jadi.. level 1 lho padahal. belum naik level udah jadi aja..
Nur Ain
hahaha mkn nasi lah bang
Nur Ain
kekasih Mocca kah
Cheng xiao
semuanya bodoh🤣
zhafira
cerita yang menarik untuk dibaca
Lili Adelia
rumit ceritanya
Lili Adelia
heran yah erlan ngajak tp gk bsa ngejagain
Lili Adelia
males peran utama Mocca
Lili Adelia
makax Mocca tuh trlalu sok,klw di bilanhin sok baik padahal goblok,kecelakaan bru tau dia
Lili Adelia
Emank Vello tuh goblok
Lili Adelia
ceritanya berbelit2
Lili Adelia
Mocca tuh keras kepala
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!