Cintya harus rela mengorbankan cintanya kepada Alex dan menikah dengan Chandra laki laki pilihan kedua orang tuanya.
meskipun pernikahannya tanpa didasari oleh Cinta,namun Chandra tetaplah mencintai Cintya dengan sepenuh hati.
disaat Cintya telah mulai membiasakan diri menjalani kehidupan pernikahannya,Alex pun kembali untuk menjemput kembali Cintya.
akankah Cintya kembali kepada cinta pertamanya atau memilih bertahan dengan Chandra suami yang terus mencintainya tiada akhir.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sylvia Rosyta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35
"mas Chandra......!!!!!" teriak cintya meluapkan kesedihannya kepada dirinya sendiri ketika satu persatu momen kebersamaannya dengan Chandra berputar dan teringat di kepalanya
"apa yang harus kulakukan mas Chandra, disaat diriku sudah siap untuk kembali kepada Alex namun hatiku tidak siap untuk pergi meninggalkanmu.
aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada hatiku ini?
kenapa aku merasa sakit hati dan kecewa saat melihatmu memberikan aku surat perpisahan?
kenapa aku merasa sakit hati ketika mas Chandra mulai pelan pelan menjauh dari diriku ini?
kenapa aku merasa tidak siap untuk meninggalkan dan melupakan semua momen yang kita habiskan di rumah ini mas Chandra?
tuhan....apa yang harus kulakukan atas perasaan dan pertanyaan yang ada di dalam hidupku ini?
katakan padaku tuhan...apa yang harus aku lakukan saat ini? kepada siapa aku harus bertahan dan memberikan semua rasa cintaku ini" tanya Cintya histeris pada dirinya sendiri
merasa tertekan dan tidak tenang akan keputusan yang akan ia pilih membuat Cintya akhirnya bangkit dan cepat cepat bergegas ke kamar mandi untuk membasuh dirinya dengan air wudhu dan melakukan shalat istikharah.
dengan perasaan yang bimbang dan sedih,pelan pelan Cintya mulai menggelar sajadahnya menghadap kiblat dan mulai memakai mukenanya.
setelah beberapa saat selesai memakai semua mukenanya dan menenangkan dirinya,Cintya pun akhirnya memulai shalat istikharahnya dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan.
doa demi doa Cintya lantunkan pada setiap rakaat shalatnya untuk memohon petunjuk atas kebimbangan hatinya kepada sang pencipta.
hingga disaat Cintya selesai melakukan salam, bagian penutup dari shalat yang ia lakukan...Cintya tidak bisa menahan air mata kepasrahannya kepada sang pencipta ketika ia mulai mengadukan semua doa dan pertanyaan hati yang sedang ia alami.
"ya Allah ya Tuhanku, ampunilah aku yang baru saat ini mulai mendekat padamu dan juga mengingatmu.
ampunilah aku yang sudah lama tidak mengingatmu ataupun menjadi seorang hamba yang taat.
ya Allah... apakah engkau mau menerima kedekatanku saat ini kepadamu untuk mengadukan kebimbangan hatiku dan juga ujian hidupku?
ya Allah sungguh tidak ada seseorang pun di dunia yang paling mengerti akan ujian hidupku jika bukan selain engkau ya Rabb.
saat ini hamba tidak tahu harus memilih siapa diantara mas Chandra dan juga mas Alex ya Rabb.
engkau tahu bahwa aku sudah menunggu mas Alex untuk datang menjemputku di awal pernikahanku dengan mas Chandra karena aku masih mencintai mas Alex.
namun saat ini sesuatu telah berubah ya Rabbi,
saat ini entah kenapa aku merasa sangat kecewa dan sakit hati dengan keputusan mas Chandra yang memberiku surat perpisahan.
ya Rabb, sebenarnya apa yang mulai terjadi kepada diriku ini?
kenapa hamba merasa sakit hati ketika mas Chandra mulai menjauh dari diriku?
kenapa hamba merasa sakit hati dan tidak siap untuk meninggalkan mas Chandra dan semua momen yang hamba habiskan dengan suami hamba?
ya Allah ya Tuhanku, tolong bimbinglah hambamu ini untuk menetapkan keputusan yang tepat diantara kedua laki laki yang saat ini tengah memasuki hidupku ini.
tolong berikan hamba jawaban atas pertanyaan hati hambamu ini ya Rabbi.
aminn aminn ya rabbal alamiin" ucap Cintya
selesainya Cintya melaksanakan shalat istikharah, Cintya pun kembali memikirkan perkataan Chandra yang merelakannya kembali ke sisi Alex di tempat tidurnya hingga jatuh tertidur.
gimana dengan Alex Thor kasih cerita dong buat Alex enak saja sudah mati²an berjuang agar layakk tapi dicampakkan gitu ajahhh