NovelToon NovelToon
Cinta Dan Rahasia

Cinta Dan Rahasia

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:926.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: BFK.11

Saat terbangun aku sudah berada di tempat yang asing. Aku memutar tubuhku untuk melihat lebih jelas dimana aku berada, aku merasa sedang diawasi, dia.. dia melihat kearah ku dengan mata merahnya. Dan dia tersenyum, terlihat dua buah taring keluar dari bibirnya..

Haloo semua... ini cerita pertamaku di MangaToon, Aku harap kalian seneng bacanya, semua cerita yang akan kutulis harus Happy Ending!
Why
Why
Why
Karena kopi pait adanya didunia nyata yaa, so aku bikin cerita yang bikin kalian senyum-senyum aja, just Have Fun in my Fantasi World ♥️♥️♥️

Oh yayayaa, jangan lupa love, like, kalo bisa comment juga, biar aku semangat gadang tiap malam 😆😆😆 demi kalian pencinta Fantasi World.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BFK.11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia Kehamilan

Laura semakin geram melihat tingkah Alice, rencananya gagal begitu saja ketika Alice dengan selamat melewati makan malam yang telah ia rencanakan. Gelas yang diminum Alice tidak menyebabkan Alice keracunan, Laura bingung.

'Apa yang salah dengan racun itu? aku sudah sangat yakin bahwa gelas itu berisi racun! apakah kadar racunnya kurang? ini tidak masuk akal. Aku harus merencanakan hal lainnya.'

Laura meninggalkan meja lebih dahulu setelah menghabiskan makan malamnya.

"Yang Mulia..

"Permisi..

"Perut saya sedikit tidak enak.."

"Istirahat lah.." Raja melanjutkan makan malam dan berbincang-bincang bersama anak-anaknya.

"Eric!" Gara memanggil Eric, seketika raut wajahnya menegang dan berubah pucat.

Eric memberanikan diri menatap Gara, Eric meminta perlindungan Alice, namun Alice tidak bisa berkata apa-apa.

"Kapan kau bertemu perempuan itu?!"

Eric kembali mengingat pertemuan pertamanya dengan Laura.

"Aku bertemu dengannya 5 bulan yang lalu Gara. .

"Kami bertemu di Bar Lotus, lalu berkenalan, dan kemudian..

Eric berhenti sesaat dan menatap Gara.

"Kemudian aku mabuk, namun saat terbangun aku sudah berada dikamar yang sama dengan Laura pada pagi harinya."

Eric mengambil nafas lalu melanjutkan ceritanya.

"Laura datang beberapa hari kemudian, dia menemuiku dan mengatakan bahwa dia hamil."

Eric mencoba menceritakan semua hal yang dia ingat.

"Apakah kau tidur lagi dengannya sejak saat itu?" Gara bertanya lalu melihat wajah Eric yang gugup.

"Tentu saja tidak Kak! kau tau aku bukan orang seperti itu!"

Gara menatap Ayahnya, ada keheningan disana.

"Ayah.."

Raja menatap Gara..

"Katakanlah.."

"Ayah, apa kau sudah mengatakannya pada Eric dan William tentang itu?" Gara melihat Eric dan William yang saling berpandangan.

Yang Mulia Raja menggelengkan kepalanya, dia menatap Gara meminta bantuan, namun Gara mengalihkan pandangannya.

"Kenapa, apa yang tidak kami ketahui?" William angkat berbicara.

Yang Mulia Raja mengambil nafas lalu menghembuskannya perlahan, dia mencoba mengatur nafas sebelum berkata apapun.

"Aku akan mengatakannya sekarang.

"Eric, William..

"Kalian pasti akan terkejut,

"Namun, Aku harus mengatakan kebenarannya.

"Sebenarnya..

"Kaum kita, khususnya keluarga kita,

"Tidak bisa menghamili seorang vampire atau manusia dalam keadaan mabuk.."

Ada keheningan disana, beberapa orang mencoba mencerna kata-kata Yang Mulia Raja, namun Gara tetap tanpa ekspresi, dia sudah sangat mengetahui kebenaran ini sejak lama.

Perlahan, semua orang mengerti dengan maksud perkataan Raja,

Wajah Eric semakin tegang, urat lehernya terlihat sangat jelas, kedua tangannya mengepal dengan kuat.

"Ayah!

"Mengapa kau tidak mengatakannya kepadaku!!

"Aku..

"Aku..

"Kau tau..

"Aku tidak seperti itu!!"

"Kau tidak pernah mengatakan padaku bahwa kau sedang mabuk saat itu." Ucap Yang Mulia Raja dengan santai.

Eric menutup mukanya, badannya bergetar.

William tidak mengatakan apapun, dia menutup matanya.

"Lalu, bagaimana perempuan itu bisa hamil Ayah?" Eric sangat penasaran sehingga tidak tahan untuk bertanya.

Yang Mulia Raja hanya mengangkat kedua bahunya dan melihat keatas.

Raja meneruskan makannya yang tertunda, dia tidak mau ikut campur urusan anak-anaknya yang sudah besar dan dewasa.

Alice terlihat lebih terkejut, dia menatap Gara meminta penjelasan.

Gara menggenggam tangan Alice, dia menatap Alice dan tersenyum, lalu bibirnya membentuk sebuah kata tanpa bicara.

Alice dengan mudah mengerti maksud Gara.

"Aku mencintaimu.."

"Aku sangat mencintaimu.." Balas Alice.

Laura yang menguping pembicaraan mereka menjadi sangat gelisah dan panik, dia tidak tau tentang hal ini.

'Apa yang harus aku lakukan sekarang? semoga Eric tidak akan curiga apapun kepadaku, aku akan lebih berhati-hati sekarang, ayah akan sangat kecewa jika mengetahui aku telah melakukan tipu muslihat.'

Acara makan malam telah selesai, semua orang kembali keruangannya masing-masing.

"Dean, apa yang kau temukan?" Gara menatap Dean tajam, dia melihat sebuah gelas yang berisi minuman yang seharusnya Alice minum.

"Tuan Muda, minuman ini mengandung racun yang mematikan. Saya telah memeriksa nya 3 kali dan hasilnya tetap sama. Minuman ini beracun."

Dean tidak menyangka reaksi Gara akan datar seperti itu, padahal dia sudah menyiapkan jiwa dan raganya jikalau Gara akan marah mengetahui hal ini.

"Kau boleh pergi." ucap Gara tanpa memperlihatkan ekspresi yang terlalu kentara.

Gara masuk kekamarnya dan menghampiri Alice yang sedang berganti pakaian. Dia memeluk Alice dari belakang, mencium tengkuknya dengan lembut dan menghirup aromanya.

"Gara..

"Sayang..

"Ada apa?

"Katakanlah.."

Alice menatap Gara gelisah.

"Sayang..

"Minuman tadi berisi racun..

"Aku sangat beruntung sekali..

"Terimakasih kau telah menyadarinya dan mengatakannya padaku..

"Aku tidak tau apa yang akan terjadi bila kau tidak mempunyai kemampuan ini.."

Pelukan Gara semakin kuat, Dia menyembunyikan wajahnya dalam rambut Alice yang tebal.

"Syukurlah..

"Aku akan lebih berhati-hati sayang..

"Terimakasih karena telah menyayangiku..

"Aku mencintaimu dengan setulus hatiku."

Alice membalikan tubuhnya dan mencium bibir Gara dengan lembut.

"Sayang..

"Bolehkah aku bertanya?"

"Tentu saja..

"Katakanlah.."

"Jadi, apakah Eric akan menjadi seorang Ayah?"

"Aku tidak tau, tapi jika memang benar Laura hamil karena Eric, maka tentu saja Eric akan menjadi seorang Ayah."

"Tapi, Raja bilang jika kalian tidak bisa menghamili siapapun jika tidak dalam keadaan sadar?"

"Itu memang benar sayang..

"Semoga saja apa yang dikatakan oleh Ayah benar."

Mereka mengakhiri pembicaraan dan pergi beristirahat.

* * *

Eric berjalan mondar-mandir dikamarnya. Perasaanya tidak tenang, dia sangat terkejut ketika mendengar Raja mengatakan kebenarannya. Saat itu ada perasaan bahagia dan bingung. Namun sekarang Eric ingin mengetahui kebenarannya. Seseorang datang mengetuk pintu kamar Eric.

Tok

Tok

"Eric ini aku.."

Terdengar suara khas William dibalik pintu kamar Eric.

Eric membuka pintu dan menyuruh William masuk.

"Duduklah Willi, aku butuh seseorang untuk menenangkan ku.." Eric kembali berjalan mondar-mandir saat William masuk kekamarnya.

"Kau terlihat sangat berantakan Eric.

"Apakah kau mencintainya?

"Apa yang membuatmu mempercayai nya dan terus mempertahankan nya?" William berkata dengan nada ketus.

"Aku..

"Aku tidak tau Willi..

"Aku tidak tau,

"Aku tidak punya jawabannya.." Eric memegang kepalanya, terkadang dia memukul kepalanya dengan keras.

"Apakah sekarang aku sedang melihat pertunjukan akrobat?!

"Apakah kau akan menghantamkan kepalamu sekarang?

"Kau membuatku jijik,

"Berhentilah..!" William menarik tubuh Eric dan membaringkan nya ditempat tidur.

"Istirahatlah, aku akan menjagamu."

* * *

Alice bangun lebih awal dari biasanya, dia menutup kedua kupingnya dengan tangan. Semalaman dia tidak bisa tidur, terlalu banyak suara yang terdengar oleh telinga nya, dia tidak mengeluh apapun karena takut mengganggu Gara.

Alice melihat kesudut sebelah kiri, Lin masih berdiri disana seperti patung. Penglihatan Alice semakin jelas, dia dapat melihat sihir dalam bentuk apapun, semalam saat Gara sudah tidur, Alice mengajak Lin berbicara, dia meminta Lin untuk membuat berbagai sihir dan Alice dengan mudah dapat melihat bentuknya dalam wujud cahaya atau asap yang berwarna.

"Lin.."

"Ada keributan apa diluar?"

"Aku tidak bisa istirahat semalaman, terlalu banyak suara.." Alice menatap Lin, dahi Lin terlihat berkerut, dia tidak mengerti maksud perkataan Alice, namun dengan cepat Lin keluar untuk memeriksa keadaan.

"Ma'am.."

"Maafkan saya, namun diluar tidak ada kegiatan apapun, hanya saja memang banyak orang diaula, namun jaraknya sangat jauh sehingga tidak mungkin akan terdengar dari sini." Lin kembali ke posisinya.

Alice masih mendengar dengan jelas percakapan beberapa orang, dia dapat mengenali suara Dean, dia sedang berbincang-bincang dengan seseorang.

'Ada apa lagi sekarang? Sebenarnya Ada apa denganku?? kemarin mata, hidung, sekarang telinga? apakah penyakitku seburuk itu? ya Tuhan, setelah semua kejadian itu, aku bahkan mengalami hal aneh seperti ini? Apakah aku benar-benar geger otak?

Haaah...

ya sudahlah, sebaiknya aku menyimpannya untuk sementara waktu, aku tidak mau membuat Gara khawatir.'

Alice dapat dengan sangat jelas mendengar suara dari kejauhan, suara kepakan sayap mahluk-mahluk malam yang terbang, suara jangkrik dari kejauhan, suara air yang menetes, Alice dapat mendengarnya, dia menjadi sangat sensitif dan stress.

'Aku bisa gila! Seharusnya aku mengambil earphone ku dirumah, apakah Hans mau mengambilkan nya untukku? Aku sungguh tidak tahan.'

Alice menutup kedua telinganya dan bersembunyi diantara dua lututnya, dia tidak sadar bahwa Gara sudah terbangun sejak tadi dan terus memperhatikan tingkah Alice.

Gara memeluknya dari belakang, Alice terkejut dan menengok ke arah Gara.

"Kau terbangun?

"Maafkan aku..

Alice melihat ke arah jam disamping tempat tidur nya, pukul 2 dini hari.

"Masih terlalu pagi, tidurlah lagi sayang..."

Alice mengecup kening Gara, bahkan saat terbangun pun, wajah Gara sangat tampan, Alice tidak tahan untuk mengacak-acak rambut suaminya itu.

"Aaargh..

"Aku mencintaimu..!!"

Gara tersenyum, dia memeluk Alice.

"Aku lebih mencintaimu..

"Ada apa? kau tidak biasa bangun sepagi ini,

"Katakanlah..

Alice ragu untuk mengatakannya, namun Gara pasti akan mengetahuinya, dia lebih baik mengatakannya sekarang dari pada nanti.

"Kau tau, mungkin aku geger otak.." Alice menggigit ujung jari-jarinya.

"Hah?" Gara terkejut mendengar jawaban Alice.

"Yaa..

"Mungkin aku geger otak ringan,

"Aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku,

"Kau jelas sudah tau aku bisa melihat Lin sedang berdiri dipojok sekarang, dan aku bisa mencium bau bunga yang bermekaran diluar dan..

Alice menatap Gara, Gara tidak mengatakan apapun, Gara hanya ingin mendengarkan cerita Alice, karena dia akan percaya apapun yang dikatakan oleh Alice, bahkan hal yang tidak masuk akal dan mustahil sekalipun.

"Apa kau mendengar suara?" Tanya Alice.

"Suara? suara apa maksudnya?" Gara bingung dengan pertanyaan Alice yang terlalu random.

"Suara orang-orang diluar? suara kepakan sayap? suara air yang menetes? suara gesekan sepatu dilantai? Apa kau mendengar nya?" Alice menjadi gelisah dan berkeringat.

Gara menggelengkan kepala, dia berusaha mencerna maksud perkataan Alice.

"Alice..!!

"Jangan bilang..

"Kau mendengar semua itu?"

Alice hanya diam dan mengangguk pasrah.

"Ya Tuhan..

"Aku akan memanggil dokter besok.

"Sekarang..

"Beristirahatlah..

Alice menatap Gara, dia menggelengkan kepalanya.

"Ada apa?

"Aku tidak bisa tidur, aku mendengar semua suara Gara, aku bisa gila jika seperti ini.." Alice menutup telinga lagi.

"Lin, panggilkan Dean!"

Lin menghilang dalam kegelapan. Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu.

Tok

Tok

Tok

"Tuan Muda, saya Dean."

"Masuklah!"

Dean membuka pintu dan berjalan ke arah Gara.

"Bawakan aku peredam telinga terbaik secepat mungkin!"

Dean hanya mengangguk dan pergi keluar.

Gara memeluk Alice yang masih duduk menyembunyikan kepalanya diantara dua lututnya yang ditekuk.

"Alice..

"Aku akan selalu disini..

"Jangan takut,

Dean kembali keruangan Gara dengan membawa sebuah earphone berwarna hitam dengan kualitas peredam suara terbaik.

"Sayang, kenakanlah..

Alice mengambil earphone ditangan Gara dan menggunakan nya.

"Terimakasih..

Alice tersenyum dan meluruskan kakinya lalu berbaring.

"Apakah sudah baik-baik saja?" Alice tidak bisa mendengar suara Gara, namun dia bisa sedikit mengerti gerak bibir Gara.

"Aku baik-baik saja sayang..

"Terimakasih.."

Alice memeluk Gara, kepalanya bersandar pada dada Gara yang bidang, dia mencoba untuk memejamkan matanya dan tertidur beberapa saat kemudian.

"Lin, pergi keluar dan suruh semua orang tidak bersuara." Ucap Gara.

Lin menghilang dalam kegelapan.

Sesaat kemudian, hanya ada keheningan.

1
arfan
up
Inyhhlstryyy
Klw Alice tingginya segitu di katakan mungil, apa kabar denganku yang tingginya hanya 154 cm
dineeeey: Hai , mampir yuk ke novelku yang berjudul
" WANITA SIMPANAN ( end ) , FIRST LOVE (end) , DI BALIK POLOSNYA ( end ) & DENDAM DI MASA LALU" dijamin seru dan bikin emosi
total 1 replies
mimi
ada gc sih di dunia nyata suami kek gni,klw ada sisakn satu aj Ya Allah
BFK.11: sulit yaa jawabnyaa😅😅
total 1 replies
Aisha Wijayanto
asemm deg deg an thor
BFK.11: hidup dong berartiii🤭🤭🤭
total 1 replies
Aisha awiya
wow..😱😱😱😱 bgus ceritanya ini cerita yg aku cari akhirnya.. masih Thor ☺️☺️✨❤️✨
Wine Widianti
next blom tamat kan ta
Adriana Bulan Juk Hat
Brrti si kembar eros dan freya bukan darah daging Garaa donk,klw dr kejauhan ad sseorg yg mmprhatikan alice,siapakh dia,,?? apakh kent,,??
Adriana Bulan Juk Hat
Kesanx cerita Alice trlalu tebar pesona dgn william,erick n kent bebas ciuman,pdhl garaa yg suamix,,
Anna Joanna John
a
Maliqa Effendy
Calon permaisuri itu harus kuat ,tegas,tdk lemah...
Maliqa Effendy
Alice tidur terus ya..
Maliqa Effendy
double bab ya
@shiha putri inayyah 3107
🤭😘🥰🥰🥰🥰
@shiha putri inayyah 3107
jd ngakak liat Will sm Kent kena damprat Alice,,,🤭🤣🤣🤣🤣🤣
karyaku
bagus ceritanya
Alikayus
setelah"pesona sang perompak"aku mampir kesini Thor taa kasih like tiap bab nya ma favorit..
Irna Salut
klo ada seasoan 2 pasti seru
bank sha one
cuma mpe sini doang thor ????
padahal ceritanya mantaaaaaaaf ...aku suka aku ssuka
lanjuuuuuuut thor sampai keistimewaan si kembar di perlihatkan .
keluarkan imajinasimu yg rrrruuuuuuuuuaaaaaaaaaaarrrrr biasaaaaaaaah ...
akuu tunguuuu...
bank sha one
kemampuan istiimewa tapi alice blm menyadari
Irna Salut
akhirnya ktemi jga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!