NovelToon NovelToon
Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Terjerat Perjodohan Sang CEO Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Aliansi Pernikahan / Bad Boy / Action
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Orang_Cuman_Cerita

​"Aku bisa membeli apa pun di dunia ini, termasuk dirimu dan kebebasanmu. Mulai detik ini, kamu adalah milikku."
​Kehidupan tenang Aletta hancur lebur dalam semalam ketika ayahnya menjaminkan dirinya demi melunasi hutang triliunan rupiah. Tanpa bisa menolak, Aletta dipaksa menandatangani kontrak perjodohan dengan Xavier—seorang CEO miliarder berdarah dingin yang memimpin perusahaan raksasa di siang hari, dan menjadi ketua sindikat mafia paling ditakuti di dunia bawah tanah pada malam hari.
​Di dalam mansion mewah yang terasa seperti sangkar emas berlapis berlian, Aletta harus bertahan dari sikap arogan dan posesif sang suami. Xavier awalnya hanya menganggap Aletta sebagai jaminan hutang belaka. Namun, sifat keras kepala dan ketangguhan Aletta perlahan mengusik hati es sang penguasa kegelapan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Orang_Cuman_Cerita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Segel Perjanjian

Jarum jam dinding raksasa di lorong mansion menunjuk tepat ke angka sebelas malam. Setiap detaknya terdengar seperti ketukan palu hakim yang mengantarkan Aletta menuju tiang gantungan.

​Aletta berdiri mematung di depan pintu kamar utama Xavier. Ia hanya mengenakan sebuah jubah tidur berbahan sutra hitam tipis yang diikat erat di pinggangnya. Di balik jubah itu, ia benar-benar menepati syarat gila yang diajukan Xavier pagi tadi. Tubuhnya dibiarkan polos tanpa sehelai benang pun, hanya berbalut keputusasaan dan tekad yang mengalahkan harga dirinya.

​Dengan tangan yang sedingin es dan bergetar hebat, Aletta memutar knop pintu kayu mahoni itu. Pintu tidak terkunci.

​Ia melangkah masuk. Kamar itu hanya diterangi oleh pendar api dari perapian dan lampu tidur kuning redup di atas nakas. Aroma maskulin dari kayu cendana, cerutu, dan sedikit whiskey langsung menyelimuti indra penciuman Aletta.

​Xavier sedang duduk bersandar di kursi lounge berlapis kulit di sudut ruangan. Pria itu sudah mengenakan celana tidur panjang berwarna gelap, bertelanjang dada hingga tato naga hitam dan perban di bahu kirinya terlihat jelas. Di tangan kanannya, ia memutar-mutar gelas kristal berisi cairan whiskey keemasan.

​Mata kelabu Xavier yang setajam elang langsung mengunci sosok Aletta begitu pintu tertutup rapat. Tatapan itu menyapu Aletta dari ujung rambut hingga ujung kaki, membongkar setiap lapis pertahanan sang gadis.

​"Kau datang," suara bariton Xavier memecah keheningan, rendah dan bergetar oleh kepuasan yang berbahaya. Pria itu meletakkan gelasnya ke atas meja kecil dengan bunyi denting pelan, lalu menyandarkan punggungnya sepenuhnya ke kursi. "Kemari, Aletta."

​Kaki Aletta terasa seperti dipaku ke lantai marmer yang dingin. Ia menelan ludah dengan susah payah, mengumpulkan sisa-sisa keberaniannya, lalu melangkah perlahan mendekati Xavier. Ia berhenti tepat satu meter di hadapan pria itu.

​Xavier mendongak, menatap lekat-lekat wajah istrinya yang pucat pasi namun memiliki sorot mata yang tak lagi menghindar.

​"Aku menepati ucapanku," bisik Aletta, suaranya terdengar parau di tenggorokannya yang mengering. "Sekarang, berjanjilah padaku, Xavier. Batalkan eksekusi itu. Biarkan ayahku hidup."

​Xavier memiringkan kepalanya sedikit, tatapannya menggelap oleh hasrat dan dominasi mutlak.

​"Kau ingat syarat utamaku, Sayang?" desis Xavier lembut. Tangannya terulur, jemarinya yang besar dan kasar menyentuh simpul pita jubah sutra di pinggang Aletta. "Buktikan padaku bahwa kau menyerahkan seluruh dirimu. Bukan hanya ragamu, tapi juga kepatuhanmu."

​Napas Aletta tercekat saat jemari Xavier menarik simpul itu perlahan hingga terlepas. Ujung jubah sutra itu kini hanya tertahan oleh cengkeraman tangan Aletta sendiri di depan dadanya.

​Tubuh Aletta bergetar hebat. Air mata tanpa sadar menggenang di pelupuk matanya, namun ia menolak untuk membiarkannya jatuh. Ia memejamkan mata sejenak, membayangkan wajah ayahnya yang menua di kursi roda rumah sakit, dan mengingat kembali semua dosa masa lalu yang telah menghancurkan keluarga pria di hadapannya ini.

​Jika ini adalah harga untuk sebuah nyawa, maka ia akan membayarnya lunas.

​Perlahan, Aletta melepaskan cengkeramannya.

​Jubah sutra hitam itu merosot turun dari bahu mungilnya, mengalir melewati pinggangnya, dan jatuh meluruh ke lantai seperti genangan air mata.

​Udara dingin kamar itu langsung menerpa kulit Aletta yang kini tak lagi tertutup apa pun. Ia berdiri di sana, sepenuhnya telanjang, merendahkan seluruh harga diri dan kebebasannya di bawah kaki sang penguasa mafia. Ia menundukkan wajahnya, tidak sanggup menatap mata Xavier.

​Keheningan yang mencekam menguasai ruangan selama beberapa detik. Xavier terpaku. Napas pria itu seketika memberat, matanya berkilat oleh badai gairah yang buas sekaligus kekaguman yang tak bisa disembunyikan.

​Kulit Aletta yang seputih porselen, tubuhnya yang mungil dan rapuh namun menyembunyikan kekuatan mental yang luar biasa... semuanya membuat akal sehat Xavier nyaris terputus.

​Dengan gerakan tiba-tiba, Xavier bangkit berdiri. Pria itu merengkuh pinggang Aletta dengan satu tangan yang sangat posesif, menarik gadis itu hingga tubuh polos mereka bersentuhan erat. Tangan Xavier yang lain menyusup ke tengkuk Aletta, memaksanya mendongak.

​Aletta tersentak. Alih-alih kekasaran yang ia perkirakan, Xavier justru menatapnya dengan intensitas yang seolah ingin menelannya hidup-hidup.

​"Tatap mataku, Aletta," perintah Xavier mutlak.

​Aletta membuka matanya yang berkaca-kaca.

​"Mulai detik ini, kau bukan lagi tawanan yang kupaksa," bisik Xavier, suaranya serak dan berat menerpa bibir Aletta. "Kau adalah milikku karena kau sendiri yang menyerahkannya. Perjanjian kita disegel. Nyawa ayahmu akan kuampuni. Dia akan membusuk di penjara isolasi seumur hidupnya, tapi dia akan tetap bernapas. Sebagai gantinya..."

​Ibu jari Xavier mengusap bibir bawah Aletta yang gemetar, sebelum turun mengelus leher jenjang istrinya.

​"...mulai malam ini, sampai napas terakhirmu, kau adalah Ratu di duniaku. Tubuh ini, rahim ini, dan jiwa ini... semuanya adalah milik Vassiliev."

​Tanpa memberi kesempatan Aletta untuk menjawab, Xavier merengkuh bibir gadis itu dalam sebuah ciuman yang memabukkan, menuntut, dan penuh dengan kepemilikan yang gelap. Tangan kokoh pria itu mengangkat tubuh Aletta dengan mudah, membawanya melangkah menuju ranjang king size di tengah ruangan.

​Malam itu, di bawah bayang-bayang masa lalu yang berlumuran darah, Aletta membiarkan sang iblis mengklaim seutuhnya apa yang telah ia serahkan. Tidak ada lagi jalan kembali.

1
Nurwana
go go go Alleta....
Nurwana
semangat Alleta......
Nurwana
kayaknya makin berat hidupmu alleta....
Nurwana
alleta......
Nurwana
jangan cepat percaya alleta, selidiki dulu tentang kebenarannya. jangan sampai itu surat tipuan dari musuh suamimu.
Nurwana
saya mampir Thor.
Orang_Cuman_Cerita: Ok Semagat Ya 💪
total 1 replies
fatmawati (pipit)
disini aletta blm menguasai dunia IT apa untuk menemukan siapa yg menjadi dalang penjebakan
Orang_Cuman_Cerita
GOKIL💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!