Seorang gadis berhijab besar dan modern berwajah imut, lucu, ia sangat hambel dan selalu banyak orang yang menyayangi nya, usia nya sudah bisa di katakan matang untuk menikah, tapi Dia tidak pernah berfikir untuk ke arah sana, dia hanya menuntut ilmu.
Ya gadis itu adalah Adiba Afsheen Mesya Pamungkas yang arti nya anak perempuan yang cerdas sebagai karunia kehidupan yang senantiasa bersinar seperti bintang di langit.
Saksikan terus kelanjutan nya ya. jangan lupa siapkan tisu, karena cerita ini banyak mengandung bawang
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riska Sutrisno, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JPI 34
Mesya yang sedang bercanda dengan perawat dan dokter mendengar dan melihat kondisi Ray seperti orang frustasi langsung menghampiri nya, karena posisi Mesya tidak jauh dari tempat Ray.
" Ada apa dengan tuan ini dok?." Tanya Mesya...
" Dokter Mesya." Ucap dokter yang dari tadi berada di keluarga Ray
" Saya belum dokter dok, masih calon dokter, ada apa ini dok?." Tanya Mesya lagi dengan tersenyum
" Ini ada pasien kondisi nya sedang kritis dok, sedang membutuhkan darah golongan B+ stok di RS dan PMI kosong sedangkan dari pihak keluarga juga tidak mendonorkan darah untuk pasien, apa lagi sekarang pasien sedang hamil dan proses per..." ucapan dokter terhenti saat Mesya berkata
" Apa dok, ambil darah saya, darah saya sama dengan pasien, cepat segera ambil darah saya apa lagi pasien sedang hamil." Sahut Mesya
" Baik dok, tapi pasien juga mengalami komplikasi dok, jadi harus salah satu yang diselamatkan." Ucap dokter itu
" Dok, kenapa dokter bisa ada di luar ruangan operasi, ada berapa dokter yang ada di dalam sana, sus minta ke dokter senior yang di butuhkan oleh pasien untuk segera datang ke ruangan operasi, segera kita bertindak dan ini butuh berapa kantong lagi dok?." Tanya Mesya
" Sebenar nya butuh 2 kantong dok, tapi kami harus mempersiapkan 3 ka tong darah." Jawab dokter tersebut dengan bingung karena Mesya adalah calon dokter kenapa ia begitu cekatan dalam mengarahkan segala hal yang di perlukan
" Baik, tidak usah bingung, saya akan meminta teman saya untuk segera kesini dan mendonorkan darah nya, dan saya bis menjamin kalau teman saya sehat." ucap Mesya
" Tuan apa tuan suami dari pasien?." Tanya Mesya dan Ray menganggukan kepala nya
" Baik kalau begitu saya hanya memberi saran kepada anda tuan, laksanakan sholat terlebih dahulu, tenangkan fikiran anda dan anda harus berfikir positif, serahkan semua pada Allah, apa pun nanti hasil nya anda sudah siap dan berlapang dada atas jalan apa yang di berikan kepada Allah untuk keluarga kecil anda." Ucap Mesya pada Ray dan Ray hanya mengaggukan kepala nya saja
Setelah itu Mesya mengambil ponsel nya menghubungi Ovi dan Yeni untuk segera ke RS, lalu Mesya ikut ke ruangan untuk segera mendonorkan darah nya untuk pasien.
" Sus nanti kalau dokter Ovi dan dokter Yeni datang arahkan ke ruangan pengambilan darah ya." Pinta Mesya
" Baik dok."
30 menit kemudian Yeni dan Ovi keluar dari ruangan pengambilan darah sedangkan Mesya masuk keruangan operasi untuk melihat pasien.
" Mbak, mbak harus kuat ya, lihat keluarga mbak ada di luar sedang menanti calon anak kalian dan cucu mereka, buat mereka bahagia ya mbak, semangat jangan lupa berdoa dan meminta yang terbaik pada Allah ya mbak." Ucap Mesya berbisik tepat di sebelah telinga Fina, sedangkan Fina yang sudah tidak sadar hanya bisa mengeluarkan air mata dari sudut mata ke dua nya. di dalam alam sadar nya Fina bahagia setelah mendengar semua ucapan dari Mesya.
Mesya keluar dari ruangan operasi lalu menhampiri Ovi dan Yeni untuk mengajak mereka berpamitan, karena sebentar lagi ada kelas di kampus mereka, semua orang disana mengucapkan banyak terima kasih atas semua kebaikan yang Mesya lakukan dengan teman teman nya.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
😭😭😭😭gara2 orng trdkt yg menghancurkan kebahagiaan
ditunggu kelanjutan ceritanya ya kak
semangat kak