Devia keluar dari rumah karena di jodohkan oleh kedua orang tuanya. pindah ke Jakarta tanpa sepengetahuan keluarga . bekerja di salah satu perusahaan di bidang drink .
Berpacaran selama 2 tahun dengan jarak umur yang berbeda . tetapi di tahun berhubungan mereka sedang hancurnya malah adik dari sang kekasih menjodohkan dengan temennya .
bagiamana kelanjutan cinta mereka ......
jangan lupa like dan komentar yaaaaa.....👍👍👍👍👍 biar tambah semangat lagi author buat cerita wanita simpanan
dan jangan lupa FIRST LOVE pertama kali Author buat novel di aplikasi ini . semoga kalian suka ya . enjoyyyyyy
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dineefff, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Baikan
Sudah hampir seminggu lebih Hendra dan Devia bertengkar , dua duanya gak ada yang mau memaafkan apalagi kasih kabar
Saat ini Devia sedang berada di apartmen , niatnya hari ini temen temen devia akan mau datang mengerjakan tugas
Merapikan lalu Devia segera keluar pergi ke supermarket . Di saat Devia sedang menuju supermarket bertemu dengan Hendra . Entah dari mana kekasih nya itu bersama khafiz tentunya
Devia berusaha tak menegurnya . Padahal mereka saling tatap dan melewati begitu saja
Hingga detik kemudian Hendra langsung menarik lengan Devia
" Kamu mau kemana ? " Lirih Hendra
" Supermarket , temen temen aku mau datang " jawabnya tegas
Hendra langsung memberikan tas dan laptopnya kepada khafiz . Lalu Hendra menemani Devia pergi ke supermarket
Devia menarik keranjang yang cukup besar , karena dia akan membeli banyak bahan . Devia engak mau membeli makanan di luar . Sudah seminggu ini dia sangat boros
Tak ada yang di bicarakan hanya membahas bahan makanan yang akan di beli . Beberapa jam kemudian Hendra yang membayarnya lalu memasukan belanjaan ke mobil Devia
Hendra mengikutinya dari belakang hingga tiba di apartemen . Membantu membawakan belanjaan menuju unit Devia
Hendra menaruh nya dengan cepat lalu segera memeluk Devia
" Aku kangen kamu de "
Devia hanya diam , tentu Devia juga kangen tapi Devia kesel pasti Hendra masih ada gambar tato di dadanya
Hendra membalikan tubuh Devia lalu di peluk erat . Tinggi Devia 160 sedangkan Hendra 178 . Jaraknya sangat jauh Harus Hendra yang menunduk
" Devia juga kangen papi "
Hendra terus memeluk erat Devia , mengecup kening dan juga pipinya
" Devia kesel sama papi "
" Papi juga kesel sama Devia , marah marahin papi , cuekin papi . Padahal papi udah berusaha untuk Devia "
Devia menatap wajah Hendra . Keduanya saling tatap lalu tersenyum
" Papi minta maaf ya "
" Devia juga minta maaf Pi "
Berpelukan lagi
" Devia udah gak marah kok masalah tato . Tapi Devia bener bener gak suka Pi . Udah ya gausah di tambahin lagi . Apalagi Devia juga gak suka papi minum . Gak baik buat kesehatan papi "
" Iya sayang , papi udah gak minum lagi . Tapi kalo Devia bikin kesel papi . Papi akan minum "
Devia langsung melepaskan pelukan melipat kedua tangannya menatap tajam Hendra
" Hehe , bercanda sayang . Papi udah gak minum lagi . Sumpah . Kamu datang ajak ke tempat papi . Semuanya sudah engak ada botol lagi "
Devia mengagguk " Devia percaya sama papi "
Cukup lama keduanya berpelukan akhirnya Hendra membantu memasukan belanjaan ke dalam kulkas dan lemari . Sedangkan Devia menyiapkan minum dan Snack di meja dan juga buku , laptopnya biar nanti kalo ada temen temennya datang Devia gak perlu repot lagi
" Aku sudah selesai sayang "
Devia beranjak bangun mendekati Hendra
" Sayang , mau istrirahat di kamar ? " Tanya Devia
" Aku balik kantor aja ya , oh iya kamu ada uang cash ? " Tanya Hendra
" Ada , kan kemarin kamu kirim uang aku"
Hendra mengagguk " kalo gak ada aku mau kasih sayang . Yaudah aku balik ke kantor ya . Belajar yang rajin sayang "
Hendra mengecup bibir Devia juga memeluknya
" Masih banyak kok uang aku yang kamu kasih. Kamu hati hati ya pulangnya "
Hendra mengagguk , Devia menemani sampai pintu unitnya biar Hendra yang turun sendiri tanpa menemani
++
Malam harinya setelah temen temen Devia sudah pulang . Khafiz mengajak Devia untuk makan malam . Devia sudah rapi tinggal menunggu khafiz datang
Beberapa menit kemudian khafiz datang , satu kata yang menggambarkan khafiz . Ganteng . Saat ini khafiz memakai sweater dan juga celana pendek serta sepatu . Kelihatan simple tapi pakaian bermerek
Keduanya keluar mencari makan , makan di kawasan elite . Tempat ini sudah biasa di kunjungi oleh Hendra dan khafiz . Hanya bedanya restoran ini yang belum pernah khafiz dan Devia kunjungi
" Sayang mau makan apa ? " Tanya Devia
Khafiz sedang memilih makanan lalu dia memilih menu yang cukup enak . Keduanya telah memilih yang berbeda . Devia langsung memanggilnya
" Tadi kamu ngapain ke supermarket sayang ? " Tanya khafiz
" Belanja , temen temen aku datang . Kebetulan stock sudah abis . Eh ketemu kamu . Kamu sendiri dari mana ? "
" Meeting sayang "
Devia mengagguk , sudah beberapa hari mereka engak ketemu karena keyra semakin manja dan selalu minta makan malam . Waktunya khafiz berada di apartemen dari Senin sampai Kamis
Makanan datang , mereka berhenti Devia yang sibuk dengan ponselnya membuat khafiz bete
Khafiz mengambil ponsel Devia menaruhnya di celana pendek, Devia hanya diam . Memang Devia salah kenapa harus cuekin khafiz
" Aku lagi chatingan sama papi "
" Bodolah , yang penting kalo lagi makan itu focus ke makan aja !!"
Devia mengagguk, melanjutkan makan nya . Selesai makan Devia merengek meminta balikan ponselnya
" Sayang , pengen itu " ucapnya melihat eskrim
Khafiz mengagguk merangkul pinggang Devia mengajaknya untuk membeli eskrim
" Pulang ya , sudah malam " ucap khafiz
Devia mengagguk , keduanya keluar dari toko lalu menuju parkiran . Selama di parkiran juga Devia terus memeluk dan mengecup pipi Khafiz
" Sayang , besok jemput kampus " ucapnya manja
" Iya sayang , besok aku jemput "
Devia tersenyum senang
" Besok Hendra keluar kota , jadinya sayang yang jemput ya " ucap Devia
" Iya sayang "
Mengantar sampai di depan unit Devia . Khafiz langsung turun ke bawah ke unitnya . Malam ini khafiz senang bisa jalan berdua lagi , di kasih perhatian berbeda dengan keyra yang selalu memarahinya karena engak pulang atau di tengah malam ingin selalu di turutin makan nya