Sesion 2 sequel DUDA KEREN YANG TAMPAN
Kisah ini menceritakan tentang putra-putrinya Yudha Pradipta dan Kania Larissa, yang sedang tumbuh remaja.
Keluarga kecil Tommy Wijaya dan Intan Wicaksono, beserta dengan putra-putrinya yang sudah beranjak remaja.
Kenzi Pradipta anak sulung dari pernikahan terdahulunya dengan mendiang istrinya, mommynya Kenzi.
Kenzi menjadi primadona di sekolahnya, ketampanannya mewarisi dari Daddy-nya yang terkenal sangat tampan, meskipun sudah memiliki lima orang Anak, tetapi pesonanya seperti seorang CEO yang belum pernah menikah.
Banyak teman-teman sekolahnya yang mengejar-ngejar Kenzi, meskipun Kenzi hanya menganggapnya teman, tetapi mempunyai arti yang berbeda dengan teman-teman perempuannya.
Sedangkan di sisi lain Kenzi sudah jatuh cinta pada pandangan pertama, Khairani Az-zahra Putri perempuan yang menjadi pujaan hatinya.
Sedangkan Khairani Az-zahra Putri tidak ingin berpacaran, maunya langsung menikah saja, menurutnya pernikahan itu adalah ibadah.
Akankah takdir cinta mereka berdua bisa bersatu di pelaminan?
Apakah keduanya akan memilih jalan masing-masing untuk bahagia, atau malah mereka sudah di jodohkan dari kecil?
Temukan jawabannya "Takdir Cinta"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miopay_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 33
Hari terus berganti meninggalkan warna indah di pelupuk mata, hari yang ditunggu-tunggu Aira untuk bisa lulus kuliah tepat waktu adalah impiannya.
Harapan demi harapan yang terlontar di bibir indahnya seakan-akan itu sudah menjadi magnet tersendiri untuk menyemangati dirinya sendiri untuk segera menyelesaikan bangku perkuliahan.
Tidak ada kata untuk berhenti untuk semangat, semangat yang tinggi menuai kesuksesan di usia muda.
Derrrtttttt...... derrrtttttt....
Suara dering ponsel memekik indera pendengaran, Aira yang masih bergelung dalam selimut semakin merapatkan selimutnya.
Kedua ekor matanya yang susah terbuka karena rasa kantuk yang menderanya, membuatnya enggan untuk membuka kelopak matanya.
Aira terus saja bermimpi indah, mimpi yang menjadi bunga tidurnya, akan menjadi pengobat dahaga rindu untuk sang keluarga yang tinggal di Indonesia.
Satu jam, dua jam Aira tidak menghiraukan dering ponsel yang terus saja menggema di kamarnya. Aira masih sibuk dengan mimpinya, dahinya berkerut , keningnya pun sama ikut mengkerut. Aira seakan-akan sedang memikirkan sesuatu membuatnya tidurnya sedikit tidak lelap.
"Eeuhgh...." lenguhan suara Aira menjadi lagu terindah untuk siapa saja yang mendengar suara merdu nya.
Kelopak matanya masih tertutup indah, selimutnya pun semakin merapat untuk di peluknya.
Derrrtttttt...
Handphonenya kembali berdering, kali ini lebih sering getaran di ponsel yang terletak di atas nakas.
Dengan kelopak mata yang masih terpejam, tangan Aira meraba-raba diatas nakas untuk mencari benda keramat yang mengganggu mimpi indahnya.
Tanpa tahu siapa yang menelepon? siapa namanya? Aira menggeser warna hijau yang tertera di layar, dengan enggan Aira mulai meletakkan ponsel di daun telinga nya.
"Hallo, Assalamualaikum..." sapa Aira di ujung telepon dengan kelopak mata yang masih terpejam, dan Dia pun tidak tahu siapa yang menelepon dirinya di jam-jam seperti ini.
Hening tidak ada jawaban dari seberang, padahal Aira sudah hallo untuk menyapa siapa si penelepon yang berani mengganggu istirahatnya.
"Menyebalkan malah di matiin, enggak jelas banget jadi orang!" Aira terus saja menggerutu kesal karena acara tidurnya terganggu, ujung-ujungnya di seberang tidak mau menjawab salam nya.
Aira memilih kembali meletakkan ponsel diatas nakas, tidak menghiraukan apabila suara getaran di ponselnya kembali berbunyi, atau pun ada notifikasi yang masuk di handphonenya.
*****************
Kenzi meraba bagian dadanya yang bergemuruh, getaran terus saja bertalu-talu di jantungnya.
"Apakah aku terkena serangan jantung ya, tidak biasanya jantung ku berdebar sangat hebat, dan kencang seperti pelari handal." Ucap Kenzi yang terus saja mengusap lembut bagian dadanya.
Kenzi kembali menimang-nimang untuk mengambil ponselnya, niatnya ingin kembali menelepon Aira, dan ingin mengucapkan maaf karena beberapa hari yang lalu pesan singkat dari nya Kenzi abaikan.
Dering pertama panggilan telepon nya masih aman karena belum di angkat nya.
Kenzi tidak patah semangat untuk terus menelepon Aira, berharap panggilan telepon ini Aira mau mengangkatnya, dan mau menyapa nya.
Untuk dering kesekian kalinya baru panggilannya di terima, rasa gugup Kenzi alami padahal hanya mendengar suara lembutnya sudah mampu memporak-porandakan jantungnya.
Mendengar suara nya saja mampu membuatnya tersenyum, rasa yang ada sedikit mencair seperti sebongkah es batu yang mulai terkikis air, adem rasanya seperti tersiram air es di tengah Padang pasir yang gersang.
Tidak ada kata yang bisa terucap, Kenzi diam tergugu tanpa mau menjawab salam Aira menurutnya bagaikan nyanyian lagu nan indah.
"Hallo Assalamualaikum..." Aira terus saja menyapa si penelepon, tetap saja Kenzi memilih diam saja tanpa mau menjawab salam, atau menyapa kembali.
Hanya lima menit sambungan telepon terhubung, pada akhirnya sambungnya terputus dari pihak Kenzi.
Kenzi tidak sanggup merasakan kerja jantung nya yang terus saja berdebar-debar, padahal jantung di raba nya baik-baik saja tidak ada penyakit serius.
***Hai hai.....hai.... othor kembali menyapa teman-teman semua, khususnya pecinta karya othor nich.
Apa kabar kalian semua? sehatkan
Othor ingin sekali nulis panjang seperti dulu, tetapi maff othor masih harus jaga kondisi pasca sakit kemarin.
Semangat sehat untuk readers***
gempur terossssss jangan kasi kendor sampe encok 🤭😅😅😅
Aira hamidun kh itu ???? klo bener hamidun berarti bang Ken tokcer 😅😅😅😅😅