🌺Beatrice Prior * Tobias Eaton🌺
Sebuah kutukan membuat Tris tidak bisa menua dan kematian adalah yang diinginkannya saat ini.
Hingga pertemuannya dengan Tobias membuat dirinya begitu terobsesi untuk memiliki pria itu, karena tanpa diduga saat melakukan ciuman pada pria itu rambutnya mulai memutih sehelai.
Dan sekarang misi Tris hanya satu untuk bisa memiliki Tobias tujuannya agar bisa menua dan mati. Tobias dipaksa untuk bisa menikahinya hingga malam pertama hal tak terduga terjadi ternyata Tobias mengidap impoten.
"Aku tidak akan menyerah, karena priaku itu satu-satunya jalan untuk membuatku mati!"
"Aku akan memperkosanya dan membuat miliknya bisa berdiri lagi melihat tubuhku!"
-Beatrice Prior-
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dilamar Suami
🍁🍁🍁
Keesokan harinya
Setelah melakukan perundingan meja bundar bersama Bryan kini klan ubur-ubur tinggal menunggu informasi selanjutnya dari Bryan yang akan membawa klan mafia lain untuk bergabung bersama mereka.
Karena ini misi terakhir mereka melakukan penyerangan jadi perlu persiapan yang matang.
Sambil menunggu informasi dari Bryan. Arse dan Pandawa bersiap untuk menemui Bianca.
Tersisa Tobias dan Tris yang ada di mansion itu.
"Bagaimana jika kita jalan-jalan hari ini," usul Tobias.
Tris mengangguk. "Bagaimana jika kita menggunakan mobil magnetik itu?"
"Apa yang kali ini kau rencanakan, Hurem?"
"Bersenang-senang! Let's Go!"
Dan mereka akhirnya berjalan menggunakan mobil magnetik yang dipunyai Pandawa.
Mereka berjalan menyusuri kota California sampai perjalanan mereka terganggu karena ada beberapa mobil polisi mengejar mereka.
"Ada apa ini?" tanya Tobias dibalik setir kemudi dengan gusar.
"Pasti mobil ini sudah terlacak karena melakukan aksi kemarin, tambah kecepatan!" titah Tris kemudian.
Mereka menambah kecepatan mobil tapi tanpa diduga mobil polisi mengejar mereka dari segala penjuru.
Tris tersenyum miring. "Well, sepertinya kita akan sedikit membuat masalah!"
Lalu Tris memutar tombol dan menaikkan daya magnet dengan daya maksimal.
Tiba-tiba ada satu mobil yang melayang dan...
BYAR! BYAR! BYAR!
Mobil itu melayang menghantam sebuah toko dengan dinding kaca setelah itu jatuh mengenai mobil polisi.
"Hahaha... I like it"
Tobias menggelengkan kepalanya. "Aku ingin kita berkencan bukan membuat masalah!"
Mobil tetap melaju dengan kejaran polisi di belakang mereka.
"Janji ini yang terakhir suamiku!" ucap Tris dengan memutar tombol pengendali magnet lagi.
Dan mobil polisi yang mengejar mereka sedari tadi tiba-tiba terbalik semua begitu saja.
"Wohooo!" teriak Tris girang. "Ayo kita rayakan!"
Mereka berhenti di salah satu mall dan ingin bermain di game center disana.
Tapi saat baru memasuki area mall, segerombolan para gadis mendekati Tobias dan meminta foto bersama.
"Kami ingin melihat pertandinganmu lagi, Tobias. Kenapa kau berhenti?"
"Iya kami akan selalu mendukungmu!"
Awalnya Tris ingin marah pada mereka tapi karena mendengar perkataan para gadis itu tiba-tiba hatinya langsung mencelos. Karena dirinya sekarang Tobias terikat dengan dirinya hingga meninggalkan mimpinya demi dirinya juga. Egois kah?
Yang mana membuat Tobias heran saat sampai di game center, istrinya itu terlihat murung.
"Why?" tanya Tobias.
Tris menggeleng. "Maafkan aku!" lirihnya.
"Kenapa akhir-akhir kau suka minta maaf padaku? sebenarnya kau itu ikut ajang apa?"
Tris menghela nafasnya panjang. "Aku tahu pernikahan kita memang suatu kekonyolan tapi percayalah aku tidak bisa melepasmu untuk saat ini!"
"Aku menganggapnya bukan kekonyolan," sahut Tobias.
Lalu Tobias berlutut di depan area game center itu.
"Suamiku, apa yang kau lakukan?"
"Aku selalu ingin melakukan ini sejak dulu, melamar wanita yang aku cintai," ucap Tobias dengan mengeluarkan cincin berlian yang sudah lama dia ingin berikan pada Tris.
"Beatrice Prior, will you marry me?"
Tris merasa tersanjung baru kali ini dia dilamar seorang pria selama 200 tahun hidupnya.
Dia mengangguk dengan senyum bahagia.
Tobias memasangkan cincin itu di jari manis Tris lalu mengecup pergelangan tangannya.
Dan acara lamaran itu disaksikan oleh pengunjung game center tersebut.
"Kalian semua lihat! Aku dilamar suamiku!"
"Suamiku melamarku! Aye... Aye..."
Tris berteriak pamer yang mana membuat pengunjung bergumam. "Pasangan aneh!"
🍁🍁🍁
ceritamu selalu luar biasa..
walopun dikemas dengan kekonyolan yg hakiki..
tapi banyak terkandung pelajaran yg dapat kita petik..
tentang true love, kebersamaan dan kekeluargaan, dan arti hidup yg sebenarnya..
keren banget pokoknya, lanjut cerita berikutnya..
sehat2 terus ya kak..
tetap semangat untuk berkarya.. 😘🥰🤩😍
lupa abis berapa jam sampai end bacanya 😘
sukses terus untuk kak author 😘
mau otw dengan karyanya kak author lagi nih😊
secarangkir kopi untuk yg punya karya😉
sukses terus kak dengan karyanya 👍😘
dengan karya kak author Devhis😊