NovelToon NovelToon
Guruku Suamiku

Guruku Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:400.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ria Martha

Perasaan yang benci lama-lama terluluhkan oleh seorang siswa yang super duper nakal yaitu Gita. Namun ia menemukan sikap dan sifat yang berbeda dari Gita yang membuat seorang guru sangat menyukainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ria Martha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lamaran dadakan

"kamu jangan lupa telfon aku ya kalau udah datang" ujar Gita yang memberikan helm kepada Gito sambil mencium Gito. ia pun langsung masuk ke dalam karena ia sangat sangat malu atas tindakannya.

"dasar bocah" gerutu Gito sambil senyum sendiri, Gito pun langsung pulang. Mereka berdua tidak menyadari kalau ibu tirinya melihat mereka, ia sangat benci melihat Gita terlebih dengan kehadiran Gito.

"tunggu aja Gita. kami tidak akan bertahan lama di rumah ini, karena sebentar lagi rumah ini dan perusahaan akan menjadi milik ku. Kamu dan ayah mu akan pergi dari rumah ini" ujar ibu tirinya Gita sambil tertawa. ibu tirinya sudah membuat rencana yang akan membuatnya sensara.

" ia tahu jika Gita sangat takut kepada ayahnya. Ia akan membujuk Gita agar masuk ke asrama terlebih lagi Gita akan kuliah jadi biar Gita mandiri hahaha dan kamu tidak akan bertemu dengan pujaan hati mu lagi hahahha" benak ibu tirinya.

Saat Gito datang ke rumah sudah menjadi rutinitasnya untuk mengabari Gita.

"aku kok ngerasa bingung banget ya, entah mengapa kok cewek itu gengsinya tinggi banget, untuk ngabarin duluan aja harus cowok dulu aduh aduh. Coba aja kalau aku ngga sayang kamu Gita, ogah aku mau chat duluan." benak Gito.

Namun ada hal lain yang ia dapatkan dari Gita bahwa dirinya adalah cinta keduanya Gita setelah ayahnya Gita.

"iya syang. Mandi dulu gih bau😂" balas Gita

"iya sayang. Love you 🥰😍" balas Gito

Setelah makan malam, ibu tirinya Gita mulai meluncurkan aksi gilanya. Ia mulai merayu suaminya dan bersikap manja kepada suaminya.

"sayang, kamu kok udah lama ngga menjamah aku? emang kamu ngga kangen sama aku atau kamu udah ngga sayang sama aku?" tanya manja ibu tirinya Gita dengan membelai wajah suaminya.

"iiiiiiiihhhh apa-apaan sih, malu tau di lihat anak-anak. Lagian aku tu capek kerja jadi ya ngga sempat" ujar pak Yuda. Sebenarnya ia sudah tahu tadi sore kalau istrinya berselingkuh, namun ia tidak ingin mengungkapkan terlebih dahulu sebelum mengetahui siapa selingkuhannya. Padahal selama ini ia sudah memberikan segalanya untuk istrinya tetapi mengapa ia berbuat yang aneh di belakangnya. Dan ia ingin mencari kebenaran apakah Titin itu anaknya atau bukan.

"iiiih sayang ni"

"sayang, kan sebentar lagi Gita mau kuliah. apalagi Gita kan kuliahnya di luar Kalimantan so pasti jauh dong dari kita. Apa ngga sebaiknya kita masukin Gita ke asrama supaya Gita belajar mandiri? kan Gita selama ini selalu manja yang, ngga pernah nyuci piring, baju bahkan masak mie instan aja bibi. Ntar kalau dia di sana sendiri gimana dong ngga bisa apa-apa?" ujar ibu tirinya.

Sebenarnya selama ini dirinya lah yang melarang anaknya mengerjakan pekerjaan rumah dan ia juga sudah berpesan kepada ARTnya. Bukan karena Gita pemalas tetapi karena dirinya yang melarang.

"iya sih, tapi Gita kan harus fokus untuk ujiannya yang tinggal beberapa Minggu lagi" ujar ayahnya Gita

"iya mas aku tau kalau Gita sebentar lagi UN nya. Maksud aku kalau Gita udah selesai UN nya, jadikan masih ada waktu untuk Gita belajar mandiri di asrama. Aku ada lho mas kenalan sama suster kalau mas mau besok aku ngomong sama susternya'' ujar ibu tirinya Gita. Sebenarnya ada baiknya jika Gita masuk ke asrama supaya ia belajar untuk mandiri dan ia tidak ada tekanan tinggal di rumah ini bersama ibu tirinya.

"Besok saya tanya dulu sama Gita, mau apa ngga. saya juga ngga mau maksain Gita" ujar ayahnya Gita

"sayang, kenapa harus di tanya dulu sih? dia pasti ngga mau. kalau bukan kita yang mikirin Gita siapa lagi coba?" ujar ibunya Gita

"yang mengambil keputusan saya, jadi jangan bantah" ujar ayahnya Gito sambil berjalan ke arah kamarnya dan ia melihat Gita yang sedang mendengarkan pembicaraan mereka.

Gita langsung masuk ke kamar dan mengunci pintunya

"kenapa sih nenek sihir itu suka banget pengaruhi papa? awas aja kamu."

"pokoknya gue harus bujukin Gito supaya cepat-cepat ngelamar gue, gue ngga mau masuk asrama." gerutu Gita lalu ia langsung menelpon Gito

"halo" jawab Gito

"halo mas, kamu di mana?" tanya Gita

"mas masih di rumah. Kenapa Gita?" tanya Gito

"mas, mas dulu bilang ingin ngelamar aku setelah lulus SMA kan?" tanya Gita

"iya. emangnya kenapa?" tanya Gito yang sambil menyuap makanannya

"mas, besok kamu ngelamar aku ya" pinta Gita. Gito langsung keselek karena saat ini Gito sedang makan bersama keluarganya. Betapa terkejutnya ibu dan ayah Gito melihat ia keselek.

"Adek, jorok banget sih jadi orang" teriak kak Gisel karena nasi yang keluar dari mulut Gito masuk ke piring Gisel

"kenapa nak? makanya lihat-lihat dong pasti ada tulang ikannya tu" ujar ibunya Gito yang langsung mengambil air untuk Gito

Setelah minum Gito pun melanjutkan pembicaraan mereka.

"apa tadi? apa aku ngga salah dengar ni? tapi aku belum ada persiapan ngelamar kamu kalau besok?" tanya Gito yang membuat mereka semua berhenti makan.

"iya mas, habisnya orang tua aku mau masukin aku ke asrama" ujar Gita dengan Isak tangisan

"iya tapi ngga harus besok kan?" tanya Gito

"emang mas ngga sayang aku? padahal mas kan udah janji sama aku mau nikahin aku. mas jahat." ujar Gita lalu mematikan telfonnya, Gito pun sedikit panik, ia langsung menyudahinya makan malamnya kalau mencoba berbicara secara tenang dengan Gita.

"Pa, jangan jangan Gita udah hamil. Lalu Gita minta pertanggungjawaban makanya ia minta Gito supaya ngelamarnya besok. Aduh anak ini kenapa ngga ngelakuin dengan hati-hati, kalau kayak gini kan ribet urusannya" ujar ibunya Gito yang syok.

"Gisel kamu hubungin Tante mu supaya siapin seserahan lamaran besok" pinta ibunya Gito lalu menekan kepalaku yang tiba-tiba saja sakit.

"ah mama, ayo kita ke kamar aja ma" ujar Gisel yang langsung membawa ibunya ke kamar.

ayah Gito pun langsung menelpon saudara perempuannya supaya menyiapkan seserahan lamaran besok siang.

"kak, aku minta tolong siapin seserahan lamaran besok jam 10 ya. Tolong antar kerumah" pinta ayah Gito

"Lah, siapa yang mau lamaran bang?" tanya kakaknya

"itu ponaan kamu, si Gito. besok kakak dan bang Irwan ikut juga ya " ujar ayah Gito

"baiklah kalau gitu, besok aku bawa bang" ujar kakaknya

"iya makasih kak" ujar Ayah Gito

Ayah Gito pun langsung menelfon pak Yuda, kalau besok ia akan datang ke rumahnya bersama keluarga besarnya.

"halo selamat malam pak Yuda" ujar pak Guno

"iya selamat malam juga pak guno, tumben ni malam-malam telfon. Ada apa ya pak?" tanya pak Yuda

"Begini pak, kalau di lihat-lihat hubungan Gita dan Gito sepertinya sudah serius. Sehingga kami sebagai orang tua Gito ingin melamar anak bapak besok siang jam 11, supaya ada ikatan gitu lho pak." ujar pak Guno

"iya sih pak, saya juga sependapat dengan bapak. tapi bagaimana ya pak, Gita saat ini masih sekolah.?" tanya pak Yuda

"iya pak saya juga berpikir seperti itu, tapi kita hanya membuat ikan terlebih dahulunya, selebihnya itu urusan mereka" ujar pak Guno

" baiklah pak kalau begitu, tetapi saya juga tidak ingin memaksa anak saya" ujar pak Yuda

"iya pak, terimakasih" jawab pak Guno, ayah Gito memang sengaja tidak ingin memberi tahu kepada pak Yuda kalau anaknya itu sedang hamil anak Gito. Supaya pak Yuda tidak memarahi Gita.

ayah Gito langsung menghubungi asisten semua acara besok di cansel karena ada urusan keluarga. Ayah Gito langsung menghampiri istrinya ke dalam,

"ma, besok kita ke rumah pak Yuda. Papa juga udah siapin seserahan lamarannya. Jadi mama jangan stress ya, papa udah siapin semuanya. Kita pasti tanggung jawab kok ma, lagian Gito tidak akan ninggalin Gita" ujar ayahnya Gito.

"mama ngga habis pikir pa, Gito bisa berbuat seperti itu dengan Gita" ujar ibu Gito sambil menangis.

"sudah ma, sudah terlanjur pun mau gimana lagi" ujar ayah Gito

"iya pa" jawab ibu Gito

Setelah lama membujuk Gita akhirnya Gita pun bisa menerimanya,

"sayang, ini udah jam 2 lho. udah dulu ya, kamu bobo gih. besok kan harus ke sekolah" ujar Gito

"sayang, kamu besok jangan jemput aku ya. aku di antar aja sama pak Seno kasihan sayang jauh banget harus ke sini dulu" ujar Gita

"ya udah, terserah kamu aja syang. yang penting kamu bahagia. love you sayang mimpi yang indah ya" ujar Gito

"love you to sayang" jawab Gita lalu mematikan telfonnya

Karena ia tidur kemalaman jadi Gito pun telat bangunnya, apalagi ia semalam tidak menyalakan alarmnya. ia pun segera mandi dan bersiap-siap,

"wah udah jam 08.30" ujar Gito yang sambil mengikat tali sepatunya

"kamu mau kemana?" taanya ibunya

"mama kok ngga bangunin Gito sih?"

"mau ke sekolah ma, mana bekal Gito?" tanya Gito

"Tidak ada bekal, kamu jangan ke sekolah hari ini, mama tadi udah telfon kepala sekolah."

"Sekarang ganti baju kamu, pakai batik ini biar seragam" ujar ibunya Gito

Gito pun lagi-lagi di buat terkejut melihat tante, om, nenek, kakek dan para sepupunya datang. Dan membawa banyak barang ia mengira jika ini adalah acara syukuran kepulangan kakaknya dan dirinya yang sudah mengajar.

"iiih mama kok ngga bilang sih kalau ada acara syukuran seperti ini, tau gini kan Gito bisa izin dulu ya maksudnya ngga harus mama juga yang izin ke sekolah" ujar Gito

"lah, kamu itu bodoh banget sih jadi anak. Seharusnya kamu itu bilang dari awal sama mama, biar ngga dadakan seperti ini" ujar ibunya yang langsung menjewer Gito

Gito pun di buat kebingungan,

"lah, emangnya ada apa?" tanya Gito

"masih tanya lagi, makany jangan hamilin anak orang" ujar ibunya yang semakin kesal

"ha? siapa yang hamil ma?" tanya Gito

"ya siapa lagi kalau bukan Gita. kan kamu semalam yang bilang ingin ngelamar Gita" ujar Gisel

"ya ampun ma, pa, kak. Gita minta cepat lamarannya supaya Gita ngga masuk asrama, bukan hamil. Dan Gito juga udh ngomong sama Gita semalam, Gita juga udah ngerti kok. Kenapa sih kalian ini" ujar Gito yang terlihat sedih

"lah, kenapa ngga ngomong semalam? papa udah janji juga sama pak Yuda. Gimana mau ngebatalin 1 jam lagi acaranya. dan pastinya di sana juga udah siap" ujar ayahnya yang langsung terduduk, semuanya langsung melihat Gito dengan tatapan tajamnya

"aduh kok jadi gini sih" benak Gito

"ya sudah, kita tetap berangkat papa juga sudah janji sama pak Yuda. Kalian juga sudah lama pacaran, sudah waktunya untuk serius" ujar ayahnya Gito lalu berjalan keluar.

1
Ria Astrid Hardiana
lanjut thor
Ria Astrid Hardiana
lanjut athor . lama bnerr
kelanjutan nya..
Ria Astrid Hardiana
sangat menarik
Ria Astrid Hardiana
lanjut thor kisah nya
Qaisaa Nazarudin
Iya iyalah udah dibohongin juga mau jelasin apa lagi??mau menyangkal kejadian yg di depan mata…hadeehh..
Qaisaa Nazarudin
Aaeellaahh modus banget loe buk, Tau aja mau mepet yg tajir,,,heeiuhh..
Qaisaa Nazarudin
Mampir thor..semoga ceritanya seru ya,,,
𝙦𝙞𝙡𝙡𝙖 𝙋𝙆𝙓𝘿 🗿
kalimat nya agak berantakan Thor, ada yg terskip kayaknya
𝙦𝙞𝙡𝙡𝙖 𝙋𝙆𝙓𝘿 🗿
bapaknya Gito ...itu Guno Thor 🤪🤭
𝙦𝙞𝙡𝙡𝙖 𝙋𝙆𝙓𝘿 🗿
eciiieeee.... Gito jln² ke Megamall 🤪🤭
𝙦𝙞𝙡𝙡𝙖 𝙋𝙆𝙓𝘿 🗿
ngeselin banget si Niken niy
𝙦𝙞𝙡𝙡𝙖 𝙋𝙆𝙓𝘿 🗿
mampir thoor...
Reniajh
kapan lanjutan nya...,mudah2an cepat y
Nur Aysah
kpn up nya
Noer Anisa Noerma
menyimak dulu
erni aurelia
jadi bikin yg baca bosen
erni aurelia
terlalu lurus
Milah Sod
aku tunggu kelanjutannya
Adila Nisa Ardani
ini sperinya akal"dari Aulia sama ibu tirinya padahal bukan anaknya gito
Adila Nisa Ardani
dasar manusia ularrrrt kpan ketahunnya kalau ibu tirinya sgt jahat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!