Liliana Dupont adalah cewek polos dan introvert. Dia juga tak pandai bergaul dengan teman sebayanya karena dia adalah anak konglomerat. Anak terpandang di sekolah tetapi dia tidak sombong. Hingga akhirnya Roy Alvaro datang di kehidupannya dan langsung mengklaim dirinya bahwa milik Roy seorang.
Roy Alvaro adalah cowok dingin dan tak banyak bicara. Tanpa mereka duga, Roy juga bisa menjadi monster tampan jika itu sudah menyangkut dengan apa yang di miliki nya di sentuh orang lain apalagi Liliana Dupont.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rain-sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Planning
Lily sudah tersadar. Semua orang juga sudah berkumpul termasuk juga Mommy dan Daddy Lily.
"Kamu sudah sadar, Nak?" Savira mengelus puncak kepala Lily dengan lembut. "Ada yang sakit?"
"Sayang? Kamu nggak apa-apa? Apanya yang sakit?" tanya Mommy Lily dengan begitu sangat khawatir.
Lily menggeleng. "Tidak ada."
"Yakin?" tanya Mommynya lagi.
Lily mengangguk. "Mungkin akibat terbentur ke dasboard mobil makanya aku sedikit pusing."
"Pusing? mau Mommy panggilkan dokter?" tanya Mommynya masih menatap lekat manik mata indah milik Lily.
Lily menggeleng. "Nggak perlu, Mom. Nanti juga hilang sendiri."
Akhirnya, Mommy Lily mengangguk. Saat mendengar berita tentang Lily beberapa jam yang lalu, ia tengah berada di ruang meeting. Ia pergi baru semalam namun paginya Lily sudah seperti ini.
"Dad, bisa kita bicara diluar?" Mommy Lily menarik tangan Daddy Lily lalu pergi ke luar.
Sementara beberapa temannya yang hadir di sini, menatap Lily dengan kernyitan. namun berbeda dengan itu semua, Natasha hanya menatap Lily dengan cemas.
Percayalah. Jika saja Natasha ada di sana, orang itu tak akan mungkin mengejar Lily sampai menabrakkan diri ke pohon. Dan Natasha yakin, jika Roy tahu orang itu, cowok tak bertanggung jawab itu akan lenyap di tangan Roy saat itu juga.
Natasha menghampiri Lily di brankar. "Lo gak apa-apa kan, Ly?"
"Nggak apa-apa."
"Em–sebenarnya Sa–"
"Shutttt. Jangan di bahas. Dia ngga sepenuhnya salah."
Roy yang mendengarnya mengernyit. "Tunggu! siapa sebenarnya yang kalian maksud?"
"Itu–"
"Bukan siapa-siapa," potong Lily cepat. Menatap ke arah Natasha memberikan kode pada gadis itu untuk diam.
"Bukan siapa-siapa? Tidak mungkin!"
"Kenapa jadi kamu yang ngga percaya sih?!" ketus Lily memalingkan mukanya.
"Kamu kecelakaan karena ngantuk nggak akan mungkin. Biasanya juga sopir yang antar. Ayo sekarang jawab. siapa yang membuatmu seperti ini?!" sentak Roy tegas.
Lily sebenarnya takut ini terjadi. Apalagi posisinya dia dan Natasha di tengah-tengah.
"Tidak ada. Aku saja yang ceroboh."
"Ly!"
"Roy, Please, ya!" Lily memelas. Dia bingung harus bagaimana jika sampai cowok itu ke sini dan bertemu dengan Roy. Bisa-bisa mereka ribut besar seperti yang sudah-sudah.
"Aku akan jelasin semuanya setelah waktunya tepat, ya."
•••
Roy sudah pulang ke rumah. Jhon tiba-tiba menelfonnya untuk kembali ke rumah. Savira sudah ada di rumah namun wanita itu ada di kamarnya. Lalu di ruang tamu tadi ada Dara dan Ayahnya. Pasti Dara tengah merencanakan sesuatu.
"Ada apa, Yah?!"
"Duduk!" titah Jhon ke pada Roy.
Roy mendengus. Dia tidak mau menjadi orang yang bodoh di depan Ayahnya namun dia juga sudah janji untuk tidak menentang keinginan Ayahnya.
Roy akhirnya duduk di samping Ayahnya. "Kenapa?"
"Datang dari mana kamu?!"
"Ke rumah teman."
"Dan nggak sekolah?"
"Roy izin sakit, Yah."
Jhon akhirnya mengangguk. "Tahu kan siapa dia?"
Jhon menunjuk ke arah Ayahnya Dara.
"Tahu."
"Tahu tujuannya ke sini?" tanya Jhon lagi.
"Pasti nggak jauh-jauh dari rencana bisnis dan keinginan Dara."
"Iya, kamu benar. Kalian akan tunangan bulan depan."
•••
Halo! I'm back. Ada yang kangen aku?!
Next 90,5 k dan 15 Komentar. Besok Update langsung.
Rencananya mau buat cerita baru berjudul TRAPPED WITH PRINCE. Versi LILY-ROY-NATASHA DAN ORANG BARU.
MAU???
Komentarnya ya jangan lupa.
Salam Literasi
Rain-sya, Jodoh Bright Vachirawit.
balik mampir kk
up ajalah