VENUS ANGEL Seorang artis terkenal rela menjadi NERD hanya untuk menjalankan misi pembalasan dendam pada pelaku pembantaian keluarganya yang terjadi beberapa tahun silam.
Mencari pelaku ibarat mencari jarum di tumpukan jerami. Penuh MISTERI, TEKA TEKI bahkan adanya sebuah RAHASIA.
Dalam misi pembalasan dendamnya, ia malah sering mendapatkan ancaman yang tentunya membayakan nyawanya sendiri. Siapa sangka, ternyata pengancam itu adalah orang yang paling ia sayangi.
Dapatkah dia menemukan pelakunya? Apakah ia bisa membalaskan dendamnya? Dan bagaimana dengan kisah cintanya?
Untuk tahu lebih lanjut, Ikuti terus kisahnya yaaa....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amha Amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Guru Les?
Skip istirahat sekolah...
Saat ini Venus dkk memutuskan untuk pergi ke rooftop sekolah, karena mereka harus membicarakan sesuatu yang sangat penting.
"Apa lo beneran gak ada sangkut pautnya soal ini?" Tanya Glenca menatap Venus penuh selidik karena ia sudah sangat penasaran dari tadi, tapi ia menahannya karena tadi masih di kelas yang tentuny banyak siswa
"Gue juga kaget, padahal gue belum memulai semuanya." Ujar Venus
"Ini benar benar sangat mendadak, entah kenapa gue ngerasa ada yang janggal." Gumam Naya menerka nerka
"Janggal gimana maksud lo? Malah menurut gue ini murni kecelakaan." Seru Glenca
"Mungkin juga sih." Ucap Naya
"Udahlah, kita gak usah pikirin itu, Karna itu justru akan meringankan sedikit beban gue." Ujar Venus mengeluarkan senyum smirk khasnya
"Bener juga sih, jadinya kan kita gak perlu repot repot buat ngurusin dia." Timpal Glenca tersenyum devil
"Tapi yang gue sesali itu karna gue gak bisa membalasnya dengan tangan gue sendiri. Padahal kalo gue yang main, akan lebih seru lagi." Ucap Venus sedikit menyesal
"Berarti tinggal dua orang lagi. Apa yang akan lo lakuin?" Tanya Naya menatap Venus dengan intens
"Untuk itu kita bahas nanti." Finish Venus
"Berhubung hari ini gue sangat bahagia, bagaimana jika pulang sekolah nanti, kita shopping bareng. Gue yang traktir semuanya." Ucap Venus tiba tiba dengan senyum yang merekah
"Serius nih? Wahhh... Kesempatan buat Glenca nih." Ujar Naya berniat menjaili Glenca
"Kesempatan apa?" Tanya Venus yang belum mengerti maksud ucapan Naya
"Kesempatan buat gue belanja sepuasnya. Hahah..." Seru Glenca di sertai dengan tawanya
"Dasar, mencari Kesempatan dalam kesempitan." Celetuk Naya
"Biarin, itu namanya rezeki anak sholehah." Ucap Glenca dengan tersenyum
"Kalo gini caranya, gue bisa bangkrut." Gerutu Venus
"Ya gak bakal bangkrut lah, kekayaan lo itu kan melimpah, bahkan mungkin gak akan habis tujuh turunan." Seru Glenca karena ia tahu sendiri kalo Venus memang sangat kaya karena perusahaannya sukses besar belum lagi honor Venus menjadi seorang artis, tentu akan membuatnya semakin kaya
"Bisa aja lo." Ujar Venus
"Apa kita mau disini terus?" Tanya Naya tiba tiba
"Eh.. Iya, Kantin aja yuk, kita belum makan sama sekali loh. Gue laper nih." Ujar Glenca memegangi perutnya yang lapar
"Emang masih ada waktu buat kekantin?" Tanya Naya
"Masih ada kok, Kita ke kantin sekarang." Ucap Venus setelah melihat jam di ponsel miliknya kemudian meletakkannya kembali di saku baju seragamnya
Tanpa berpikir panjang lagi, mereka bertiga langsung berjalan menuju surga sekolah yaitu Kantin.
Saat sedang berjalan tiba tiba ada seseorang yang memanggil Venus dari arah belakang membuat langkahnya terhenti.
"Venus." Panggil orang itu sedikit berteriak sembari berjalan menuju Venus dkk
"Lintang, tumben banget dia manggil lo." Ucap Glenca yang melihat Lintang sang ketua kelas berjalan ke arah mereka
"Gak tahu." Jawab Venus singkat sembari mengangkat kedua bahunya
"Lo kemana aja sih, gue cariin lo dari tadi juga." Gerutu Lintang tiba tiba saat sudah berada di hadapan Venus dkk
"Rooftop. Tumben lo nyariin gue?" Tanya Venus sedikit ketus membuat Lintang menghembuskan nafasnya kasar
"Gue di perintahkan bu Nilam buat nyuruh lo dateng ruangannya." Jelas Lintang
"Gue? Untuk apa?" Tanya Venus bingung
"Gue gak tahu, tadi bu Nilam cuma nyuruh gue buat manggil lo aja." Ujar Lintang
"Venus aja? Kita?" Tanya Naya menunjuk dirinya sendiri dan Glenca
"Iya, cuma Venus, Mending lo kesana sekarang, soalnya bu Nilam udah nungguin lo dari tadi." Titah Lintang menatap Venus
"Oke, gue kesana sekarang." Ucap Venus menyetujuinya
"Kalo gitu, gue pergi dulu." Tukas Lintang yang diangguki Venus, kemudian dengan segera Lintang pergi menjauh dari sana
"Kalian ke kantin aja, Kayaknya ini bakal lama, jadi kalian gak usah nungguin gue." Ujar Venus kepada kedua sahabatnya
"Kenapa bu Nilam tiba tiba manggil lo? Emang lo buat kesalahan apa?" Tanya Naya
"Entahlah, gue gak ngerasa buat kesalahan. Hmm... Gue pergi sekarang." Finish Venus kemudian melangkahkan kakinya dari sana untuk menuju ruangan bu Nilam
"Kantin sekarang yuk." Ajak Glenca pada Naya setelah kepergian Venus
"Hmm.." Hanya deheman dan anggukan sebagai jawaban dari Naya. Mereka berdua segera melanjutkan jalannya menuju kantin.
Selama berjalan, Venus terus menerus berpikir untuk apa bu Nilam memangggilnya, padahal dia tidak melakukan kesalahan sama sekali. Tak lama kemudian dia sudah sampai di depan pintu yang merupakan ruangan milik Bu Nilam.
Tok... tok... tok...
Venus mengetuk pintu dengan sopan karena pintu tersebut tertutup rapat.
"Masuk." Seru seseorang dari dalam ruangan
Ceklek
Suara pintu di buka berbunyi, Venus cukup terkejut melihat ada seseorang yang sangat ia benci ada di sana.
"Elo." Pekik Venus dan orang itu sembari menunjuk satu sama lain. Orang itu tak lain adalah Langit
"Ngapain lo disini?" Tanya Langit dengan ketus
"Ibu yang menyuruhnya." Ujar bu Nilam dingin membuat Langit terdiam seketika
"Kenapa ibu menyuruh saya kesini?" Tanya Venus sesopan mungkin pada bu Nilam
"Ibu ada tugas buat kamu." Ucap bu Nilam sembari berdiri dari duduknya menghampiri Venus dan Langit. Hal itu membuat Venus mengeryitkan keningnya bingung
"Tugas apa?" Tanya Venus lagi mengungkapkan rasa kebingungannya
"Ibu minta kamu buat jadi guru les Langit." Seru bu Nilam membuat Venus dan Langit membelalakkan matanya karena terkejut
"Apa?!!" Pekik mereka berdua
"Hahaa... Saya tahu, ibu pasti lagi ngeprank saya, iyakan? tapi sayangnya gak berhasil sama sekali." Ucap Langit tertawa hambar
"Apa kamu kira ini prank?" Tanya bu Nilam dengan wajah datarnya membuat Langit kicep
"Ibu gak serius kan? Saya gak mau ngajarin dia." Ucap Venus sedikit kesal
"Lo pikir gue mau di ajarin sama lo. Gue juga ogah kali." Ketus Langit
"Jangan saya bu, mending yang lain aja. Kan banyak tuh yang lebih pintar dari saya." Ujar Venus penuh harap
"Mereka tidak bisa di andalin, Ibu lebih percaya sama kamu." Ucap bu Nilam membuat Venus mendengus kesal.
Bersambung...
...----------------...
Hallo Readers... Jangan lupa kasih Likenya yaa....
Salam manis dari author...