Cinta hadir menjadi orang ketiga diantara cakra dan tasya.
Cinta awalnya adalah gadis tangguh namun kehilangan seorang sandaran hidup mampu melemahkannya.
kisah antara cakra dan cinta yang menjalani hari-hari bersama dan menumbuhkan cinta antara mereka, namun tak mendapat restu dari keluarga.
Cakra berniat untuk membawa cinta pergi jauh meninggalkan keluarga untuk menjalani hidup berdua.
Apa yang ada di fikiranmu?Kenapa kamu bilang akan meninggalkan segalanya demi hidup bersamaku?Apakah kau juga akan meninggalkan keluargamu?Dan perusahaanmu, bagaimana?Apakah kita bisa hidup bersama? Aku memang akan pergi tapi tak akan mungkin untuk mengajakmu bersamaku.
Jangan lupa sediakan tissu yah!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Tasmin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menjemput
Cakra keluar dari kamar itu dengan menahan napasnya. Menahan gemuruh di dadanya yang turun menjalar kebawah. Ia mencoba mengatur kembali napasnya, dan senyumpun kembali menghias wajahnya.
Setidaknya kerinduannya pada gadis yang ia rindukan telah terobati.
Keesokan harinya di kantor.
15 menit sebelum jam makan siang, cakra mengirim pesan pada cinta “makan siang bersama”. Cinta hanya membaca namun enggan untuk membalas.
Karena tak mendapatkan jawaban cakra kembali mengirim pesan “Atau mau aku jemput di ruanganmu?” Namun cakra semakin kecewa karena cinta bahkan tidak membacanya sama sekali.
5 menit sebelum jam makan siang.
Cakra telah berada di ruangan devisi logistik, tepatnya di ruangan cinta bekerja “Selamat siang pak, ada yang bisa kami bantu?” Sapa virgo ketika melihat cakra memasuki ruangannya.
“Tidak apa-apa, saya hanya ingin melihat-lihat. Kalian boleh bekerja kembali.” Cakra dengan wibawanya.
Dia Berdiri tegap dengan kedua tangannya berada di dalam saku celananya. Menyapu seluruh ruangan logistik
dengan matanya. Selang beberapa waktu cinta keluar dari ruangan supervisor logistik dengan membawa berkas di tangannya.
Cinta kaget melihat cakra yang telah berada di ruangannya, seketika rasa gugupnya seolah menyambut kehadiran
cakra. Saking kagetnya cinta menjatuhkan berkas yang tadi dia pegang, dia berjongkok untuk merapikan berkas yang tergeletak di lantai.
Melihat kegugupan cinta, virgo mendatanginya dan membantu merapikan berkas itu “Kamu g melakukan kesalahankan?” bisiknya di dekat telinga cinta.
“G kok.... Gak ada” Cinta masih sedikit gugup. Virgo meletakkan tangannya ke dahi cinta kemudian berpindah ke
pipi “ Gak demam kok”.
Melihat pemandangan itu cakra hanyabisa memejamkan matanya, merasa ada yang bergemuruh di dadanya. Tak sampaidisitu, virgo mencoba meraih tangan cinta untuk membantunya berdiri. Cakra mengepalkan tangannya yang masih berada di dalam saku celananya.
Masih mencoba menenangkan dirinya sendiri dengan wajah dinginnya, dia mengeluarkan satu tangannya melihat
arlojinya “ sudah waktunya makan siang, kalian boleh istirahat.”
“Baik pak, kami permisi dulu.” Ucap vera sambil memberi kode pada teman-temannya.
Sementara Cinta mengambil ponselnya mengetik pesan “ iya, kita makan bareng” mengirimkannya pada cakra.
Virgo menghampiri cinta yang masih berada di meja kerjanya “ Kamu ikut kan cin?”
“Gak, sory yah vir.... aku ada urusan lain”.
“Kamu gak papa kan?” sekali lagi virgo menunjukkan perhatiannya pada cinta di depan cakra.
“Gak papa kok, cepetan nanti kamu terlambat lagi kan antrinya panjang” cinta mendorong tubuh virgo agar segera
meninggalkannya.
“Baiklah..... kita pergi dulu ya cin, kalo ada apa-apa kamu telpon kita. Kami permisi dulu ya pak.” Virgopun
meninggalkan cinta dan cakra di ruangan itu setelah membukukkan badannya sedikit kepada cakra sebagai penghormatan.
Cakra menatap cinta bagaikan pisau tajam yang siap mengiris hati, sementara yang ditatap hanya menundukkan
kepalanya. Cakra berbalik meninggalkan ruangan itu dan tanpa aba-aba cintapun ikut di belakang cakra. Mereka memasuki lift yang sama, tanpa sadar sepasang mata indah menatap mereka dengan penuh kemarahan. Di ujung sana tasya menatap mereka dengan sejuta rasa yang menyesakkan dada. Perasaan sakit, tidak percaya, dan perasaan bersalah karena terlalu mengabaikan cakra.
“Apakah mereka memang memiliki hubungan yang lebih spesial? Sejak awal aku memang curiga saat mereka saling berpandangan. Apakah aku akan kehilanganmu? Apa aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku? Ataukah aku merasa aman sebagai tunanganmu sehingga tak terfikirkan akan ada orang lain di antara kita?Ah...... Sial.....
To Be Continued
\=========
Hai Readers yang cantik dan tampan...... yang gak pelit juga......
Bagi like, coment, dan votenya dong!!!!! Biar Authornya semakin semangat buat write-nya.......
semangat thor,,, ceritanya bagus bgt,,, aku tunggu karya baru mu thor,,,
klo kisah ku malah mencintai dan d cintai tp nggk bs saling memliki,,,😥
semoga kebahagiaan menantimu cinta