NovelToon NovelToon
Love Me Please, My Husband

Love Me Please, My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:301.5k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Jenab

Kisah cinta seorang gadis cantik yang rela mengorbankan masa depan demi kakak kesayangannya. Anin rela menikah dengan pria yang sama sekali tidak dikenalnya.

Anindira, harus menjadi pengantin pengganti kakaknya yang kabur. Tak disangka sebelumnya, jika hari ini dia akan menjadi seorang pengantin dan menikah dengan calon suami kakaknya sendiri.


Akankah rumah tangga Anin dan Rico bertahan lama dan membuahkan benih cinta atau sebaliknya?

ikuti terus kisahnya....


ig :sitijenab451

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Jenab, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jebakan

“Mau kemana hm?”

Baru saja Anin ingin segera kabur ke kamar mandi, tangannya sudah di cekal oleh Rico. Pria itu semakin dekat dengan telinganya,membuat Anin bergidik ngeri.

“Ak- aku ingin membersihkan tubuhku.”

“Kau bilang merindukan gayaku.”

Aaaaa apasi, apasi. Aku hanya salah ucap saja tadi.

“Gaya yang mana hm?”

            Aaaa bambang! Udah dong

jangan di bahas lagi. Pipi Anin memerah seperti tomat. Rico dapat melihat

jelas, pria itu semakin tidak tahan menikmati istrinya yang menggemaskan.

Apalagi ucapan Anin tadi membuat jiwa laki-laki nya tertantang. Jadi jangan salahkan jika dia bahas itu sekarang, kan?

“Minioritas apa  wheelbarrow hmm?”

Aaaa gila,

gila. Dia benar-benar membahasnya.

“Tu...”

Kan salah lagi, Anin

semakin bergidik ketika Rico menggigit kecil lehernya.

“Hm suamiku, bukankah kau

ingin berbincang dengan Sekertaris Ju ... ish.” Lagi-lagi Rico menggigit kecil

lehernya. Pasti karena menyebut nama sekertaris itu dah.

Oh ya ampun,

kenapa ribet banget mau kabur dari badak ini.

“Kubilang jangan ada pria

lain!”

“Iyy- hmm.” Memejamkan

mata.

Tangan! Tangan

anda tolong kondisikan tuan.

Tok, tok, tok.

Tangan Rico berhenti,

telinganya bergerak fokus.

“Maaf tuan muda,

sekertaris Juna sudah menunggu Anda.”

Huft! Akhirnya.

Anin tersenyum hangat pada

Rico, berharap badak tua ini segera menyingkirkan tangannya dari dalam bajuku. Jauh dalam

hatinya kegirangan bukan main. Ah Pak Mud, aku padamu loch. Cukup lelah menghadapi badak tak ber pri ketidakmesuman ini akhirnya selesai

juga.

“Pergilah, kita lanjut

nanti ya.”

Ah mulut!

Ngomong apalagi si.

Sumpah, jika bisa aku

kutuk kau jadi lambung! Ucapanmu selalu saja keluar tanpa seijinku.

Bibir Rico tertarik

sedikit, menyambar bibir Anin dan merapatkan tubuh mereka. Menikmati benda

kenyal itu hingga akhirnya pergi meninggalkan Anin yang sudahbernafas naik turun.

“Aaaa gila!” Teriak Anin

sambil loncat masuk kedalam kamar mandi. Mengguyur seluruh tubuh juga otaknya

yang panas. Sentuhan tiap sentuhan Rico selalu membuat otaknya traveling tak

berprikemanusiaan.

---

“Sudah kau putuskan?” Suara dingin menghiasi ruang kerja yang cukup luas.

Ada tiga manusia di dalamnya, Rico duduk di kursi kebesarannya dengan tangan

bersilang di dada tak lupa Pak Mud di sampingnya yang masih setia mendengarkan

perintah apa selanjutnya. Sedang Sekertaris Juna berdiri sambil tertunduk di

depannya. Tak sedikitpun ia tegakkan kepalanya sejak kaki Rico menapak dalam

ruangan tersebut.

“Sudah tuan.”

Hening. Entah apa yang difikirkan kedua pria menyeramkan itu. Tapi

sepertinya, hal besar akan terjadi jika Sang Sekertaris sampai bersimpuh sampai

segitunya. Atau jangan-jangan, karena menolong Anin. Tidak mungkin kan?

“Katakan!”

“Saya serahkankedua tangan ini.” Mempersembahkan kedua lengannya.

Mata Pak Mud membulat.

Ada apa lagi mereka? Tdak mungkin sekertaris Juna korupsi, kan?

Rico tergelak membuat Pak Mud bergidik ngeri. Pria itu memang kejam tanpa

ampun, tapi tidakkah ada sedikit ampun untuk Sekertaris Juna setelah dia

mengabdikan hidupnya untuk Rico?

Rico beranjak, meraih pisau kecil yang sejak tadi bertender di depan

matanya.

Tidak, tidak! Sekertaris Juna kaburlah. Pak Mud menatap cemas pada

Sekertaris Juna yang tetap tenang. Pria itu malah bersimpuh dan menaikkan kedua

lengannya.

Perlahan Rico berjalan, mengelilingi Sekertaris Juna hingga akhirnya berdiri tepat di

hadapannya. Menatap tangan itu dengan tajam.

Bayang-bayang penolongan istrinya terus berputar di kepalanya, bukan

terlihat seperti malaikat. Melainkan seperti penghianat yang memeluk istrinya

karena posisi mereka yang berhadapan dengan tangan melingar di pinggang

istrinya.

Ancang-ancang, Sekertaris Junamenutup mata, begitu juga dengan Pak Mud. Namun takut-takut, pria itu

kembali membuka mata.

Dan

Srett!

Andara bergetar kaget ketika pisau yang ia harapkan mendarat di lengan

Sekertaris sialan itu malah mendarat tepat di samping wajahnya. Bahkan gelas

yang bawa hingga bergerak, untung saja tidak tumpah.

“Nona, ada yang anda butuhkan?” Pak Mud segera berlari menghampiri Andara.

Suara Pak Mud membuat Sekertaris Juna tersadar dan berbalik menatap Andara

yang sudah berdiri tepat dibalik pintu yang sedikit terbuka.

Andara gelapan. “Ah tidak! Ak- aku hanya ingin memberikan minum ini untuk

Rico.” Ucapnya gugup. Pak Mud berbalik menatap tuannya yang sejak tadi hanya

diam menatap Andara tajam.

“Kemarilah.”

Takut-takut Andara melangkah, pria yang satu tahun lalu ia temui ternyata

tidak berubah. Malah lebih menyeramkan.

“Bawa pisaunya.”

Hah? Andara ketakutan namun tetap berbalik dan mengambil pisau tajam yang masih

menempel di pintu itu. Dia takut kena hukum karena tertangkap basah menguping

pembicaraan Rico diam-diam. Sial! Kukira pria itu tidak menyadarinya tadi.Gumam Andara.

“Ini Rico.”

Meletakan di meja tanpa mau menyerahkan ke tangan Rico langsung, takut jika

Rico tiba-tiba menyerangnya.Setidaknya dia ada

jeda waktu kabur jika Rico mengambil pisau itu, kan?

“Itu untukku?” Masih dingin. Menatap gelas berisi jus

yang masih setia di genggaman Andara.

“I-iyya.”

“Pas sekali aku sedang haus.” Menyambar gelas dan ingin langsung

meneguknya.

“Tapi Rico ....”

“Hmm?”

Aaaa bagaimana ini! Kalau ketahuan bagaimana. Melihat hukuman yang akan

dilayangkan pada Sekertaris Juna membuat Andara ketakutan jika rencananya

terbongkar.

“Aku lupa memberinya gula, ak- aku ragu rasanya akan enak.”

“Tidak apa, aku suka yang sedikit asam.” Mengedipkan mata kemudian meneguk

gelas itu hingga tandas. Andara menelan salivanya susah menatap Rico berharap

apa yang ia takutkan tidak terjadi.

Bugh.

“Rico!” Andara bergegas membantu Rico yang kelimpungan. Tak ketinggalan

Sekertaris Juna dan Pak Mud ikut berlari cemas membantu tuannya.

“Ada apa dengan anda tuan?”Tanya Sekertaris panik,

matanya menghunus tajam pada Andara yang memberika minum.

“Panas! Tubuhku panas. Kepalaku juga tiba-tiba pusing.” Rancaunya.

“Saya antarkan anda ke kamar tuan.”

“Tidak!” Jawab Andara segera membuat Pak Mud dan Sekertaris Juna saling

tatap.

“Hm, maksudku. Sebaiknya Rico dibawa ke kamarku, aku akan membantunya

menghilangkan pusing dan panasnya.”

Ngaco ya, punya istri ko di bawa ke kamar wanita lain.

Ucapan Andara tentu tidak di dengar oleh sekerataris Juna. Pak Mud

membopong Tuan Rico kekamarnya, sedang Sekertaris Juna menghadang Andara yang

kekeh membawa Rico ke kamarnya.

“Minggir!”

“Tidak!”

“Minggir kubilang Sekertaris sialan!”

Sekertaris Juna tak mengindahkan, pria itu malah menarik Andara untuk

kembali ke kamarnya.

Di depan kamar.

“Kau sudah menukar gelasnya?”

“Sudah tuan.”

“Baik pergilah! Aku khawatir Aninku kepanasan dan tidak kuat menahannya.”

Flasback on

Dengan terburu-buru Andara memasukan sesuatu pada gelas, sesekali matanya

menoleh kebelakang memastikan kepala pelayan itu belum kembali.

“Ini handuknya nona.”

“Oh astaga! Kau mengejutkanku.” Membuang kemasan itu asal.

“Maaf nona.” Mata Pak Mud menyipit.

“Untuk siapa jus ini, nona?” Menatap kedua gelas yang berisi jus mangga.

“Ini untuk Rico.”

“Satu lagi?”

“Kau boleh meminumnya, karena aku sedang bahagia aku membuang percuma

untukmu. Kapan lagi kau bisa meminum jus buatan ku kan?” Baru saja ingin meraih

gelas yang dimaksud untuk Rico, suara Fattar kecil memenuhi pendengarannya.

“Mommyy!!” “Fattar! Jangan lari sayang. Nanti kamu jatuh.”

Tanpa berfikir panjang, Pak Mud menukar kedua gelas itu dengan cepat.

“Oh tampannya mommy,belum tidur?”

“Fattal gk bisa tidul mommy.”

“Oh anakku, ayo mommy temanin.”

“Saya permisi nona, dan terimakasih jusnya.”

“Hmm.” Jawab Andara tanpa menoleh Pak Mud sedikitpun.

---

“Maaf tuan muda, Sekertaris Juna sudah menunggu anda.”

Senyap, tidak ada sahutan. Pak Mud masih setia di tempatnya, telinganya

menajam sedikit mendengar suara lenguhan dari dalam. Menelan saliva susah.

            Sabar, ini ujian!

            Cukup lama menunggu, hingga akhirnya sang tuan tuan muncul dari balik

pintu. Terlihat bibirnya sedikit basah, Pak Mud menunduk manatap kaki Rico yang

bersih.

“Untuk siapa jus itu?” Tanya Rico dingin ketika Pak Mud datang membawa jus.

“Ini tuan,bla bla bla.”

Mata Rico menyipit, terdiam memikirkan keuntungan dari yang di buat oleh

Andara.

“Berikan itu pada Anindira dan pastikan dia meminumnya.” Berlalu

meninggalkan Pak Mud menuju ruang kerja.

1
flower
/Sob//Sob//Sob/
Hari Saktiawan
cerita nya bagus tapi upnya lama banget /Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Hari Saktiawan
kapan lanjut lagi /Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry/
Tutiks
kapan ya kelanjutan lagi .....ditunggu up nya lagi
Widya Setyorini
lanjut thour
Hermawati Wiwi
finish sdh,ini kali la gw baca crt yg lama........sekali baru mau update,sampai org lupa sdh crtny🤭🤦‍♀️
Hermawati Wiwi
halllo thor,ini crt tdk mau dikasih lanjut lg ka?klo tdk biar dihapus dari wall🤭lamaaaa amat sambungannya??
Firlmala Sari
ni tdk ada kelanjutanya thour
re
Next
Firlmala Sari
thour jgn lama2 up nya ditggu kelanjutanya
Tutiks
kapan ini up lagi ditunggu ya up nya
Tutiks
lanjut tanya mana ya ....di tunggu up nya
Tutiks
lanjut lagi up nya
Akmal Ramadhan
horor banget thor😅😅😅😅
Firlmala Sari
Panass..panasss badan ini panas pushing..pushing...pala INI pushing 🤣🤣🤣🤣
Karaeng Simbaa
lanjut
Atthaya Nasyauqi Munafisa
Knpa jarang up thor
Neri Wulandari
next thor...
Karaeng Simbaa
Mau baca dari awal lagi krn udah lupa...plizz thor jgn kelamaan upnya krn bikin lupa ceritanya
Ratna Dewi
jng lama"lah thor up'y
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!