setelah kembali dengan wajah baru, nama Jeha kini berubah menjadi Jehana, dia ingin membalaskan dendamnya kepada keluarg Luic, apakah itu akan berhasil?...
Seperti apa kehidupan pernikahan yang akan di jalani Alvira setelah menikah dengan Leon, peria dingin yang yang tak segam memukul siapa pun yang mengusikya.
Apakah Cinta Alvira dan Leon akan bersatu?...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terungkap
"Sama kaya orangnya, aneh," Ucap Vira dari balik telpon.
Setelah selesai berbicara dengan Alva, Vira ingin menghubungi Berta agar dia menjemput Alva di parkiran.
Namun Berta sudah keburu masuk ke dalam ruangan Vira.
"Semuanya sudah Eke atur," kat Berta kepada Vira sambil tersenyum senang.
"Baik lah, sekarang kamu keluar jemput kekasih aku di parkiran, dia sudah ada di luar menunggu." Kata Vira ke Berta.
"Oky,Eke akan segera keluar menjemputnya,sekaligus memberitahukan para wartawan agar segera masuk ke ruangan yang sudah Eke siapkan."
Sambil berjalan keluar dari ruangan Vira.
Berta keluar dari ruangan Vira,lalu berjalan menghampiri para wartawan.
"Halo,Guys, sekarang kalian masuk ke ruangan jumpa pers ya, semuanya sudah Eke siapkan, jadi silahkan anda semua masuk ke dalam,di harapkan semuanya tertib ya,"
Dengan suara manjanya yang melempeng.
Setelah memberitahu para wartawan,Berta mencari keberadaan kekasih Vira.
"Di mana dia," Ucap Berta sambil celingak celinguk mencari keberadaan Alva.
Perlahan Berta berjalan menuju parkiran, dan di dalam mobil Alva memperharikan seorang sosok yang mengerikan bagi Alva.
"Apakah ini asisten pribadi Vira?, kenapa aneh begitu?, apa di dunia ini sudah tidak ada lagi wanita?, sehingga Vira memilih wanita jadi -jadian seperti ini,?"
Ucap Alva sambil menggigil ngeri.
Perlahan Alva membuka pintu mobilnya lalu keluar,menuju ke arah wanita jadi -jadian itu.
"Hei, tampan apa kamu kekasihnya Vira?, kalau ku lihat dari wajah kamu sepertinya iya, mirip dengan yang di poto,tapi dengan seragam kamu ini sepertinya bukan deh,i."
Ucap Berta manja melempeng.
Alva terseyum masam kepada Berta,lalu berkata.
"Benar saya kekasihnya Vira."
Di dalam hati Alva tertawa besar mengetawai ucapannya sendiri.
"Kekasih Vira,sejak kapan aku suka sama saudara kembar aku sendiri."
"Ayo kita masuk." Ucap Berta sambil mengalungkang tangannya di legan Alva.
"I, iya, ayo kita masuk,tapi anda jalannya duluan, biar saya ikut di belakang anda." Ucapnya tegas.
Mendengar ucapan tegas Alva Berta berkata.
"Ya sudah, Eke jalan duluan ya,"
Sambil berjalan di depan Alva.
Setelah sampai di dalam ruangan Vira,Alva terseyum melihat ke arah adiknya.
"Ayo kita pergi di ruangan jumpa pers," Ucap Vira sambil mengalungkang tangan nya di bahu Alva.
"Ayo," Ucapnya singkat.
Berta memperhatikan wajah mereka berdua dari dekat.
"Tunggu dulu, kenapa wajah kalian begitu sangat mirip?, Sambil memperhatikan wajah keduanya.
"Penasaran?, ayo kita segera ke ruangan jumpa pers itu,agar kamu dan semua para wartawan itu tau yang sebenarnya."
Sambil berjalan keluar dari ruangan.
Berta ikut berjalan di belakan Alva dan Alvira dengan penuh rasa bingun dan juga rasa penasaran.
Ketika Vira dan Alva memasuki ruangan jumpa pers, para wartawan berbalik melihat ke arah mereka berdua,dan para wartawan itu langsung berdiri untuk mengambil gambar mereka berdua.
"Seyum, biar kami bisa mengambil gambar kalian berdua," Ucap salah satu wartawan.
Vira pun berpose manja dengan Alva sambil terseyum menis.
Di dalam hati alva berkata.
"Ada -ada saja ni anak," Ucap Alva dalam hati.
Setelah selesai di poto, Vira dan Alva berjalan naik di atas podium yang sudah di siapkan oleh Berta,Vira melempar seyuman manisnya kepada semua para wartawan yang ada di depannya.
aku gk setuju kalau Leon meninggal 😭