Sepeninggal Ibunya , Anne dibesarkan oleh Ayahnya , Antonio . Anne tumbuh menjadi gadis yang cantik dan tangguh . Namun , berbagai macam peristiwa tak menyenangkan ia alami sejak ayahnya menikah lagi .
Kebahagiaan dan kesedihan silih berganti , hingga akhirnya ia menerima cinta sang kakak yang telah lama menaruh perasaan padanya . Namun , kebahagiaannya harus luntur seketika saat masalah demi masalah datang menerpa hidupnya hingga ia berada di titik terberatnya .
Bagaimana kelanjutan kisah Anne ? Mari membaca !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syarifah Nur Hasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34
Matanya yang dari tadi terpejam kini mulai terbuka menerawang jalanan yang menyajikan pemandangan pepohonan yang rindang . Dilihatnya wanita yang tengah fokus menyetir di sampingnya . Allen membenarkan posisi duduknya setelah tidur nyenyak nya.
" Tidak jauh dari sini ada rumah makan " Ucap Allen yang membuat Anne terhentak kaget .
" Kau selalu membuat orang sakit jantung " Tukas Anne yang merasa kesal pada suaminya itu . Entah mengapa , saat Allen tidur rasanya sangat nyaman ketika menikmati wajah tampannya namun saat bangun pria itu berubah menjadi menyebalkan bagi Anne .
" Kau pasti lapar , berhentilah memanyunkan bibirmu . Kau terlihat seperti bebek " Ledek Allen seraya tertawa geli .
" Terserah saja apa katamu " Anne terlihat semakin kesal dibuat pria itu.
Anne menghentikan mobil tepat didepan rumah makan yang di maksud Allen .
" Selamat sore Tuan Gerald dan nyonya " Sapa seorang wanita paruh baya yang menyambut mereka dengan hangat .
" Nyonya Fu , panggil saya Allen " Ucapnya seraya tersenyum tipis kearah wanita itu .
" Tuan Allen ... Kalau boleh tau mengapa anda mengganti nama anda Tuan ? " Tanya pemilik rumah makan yang menjadi langganan Allen itu.
" Gerald hanya nama samaran saya " Ucap Gerald sembari menahan tawanya .
" Coba lihat , bagaimana caranya menjaga imej di depan orang banyak " Batin Anne seraya menatap sinis kearah suaminya itu .
Pandangan nyonya Fu beralih pada Anne yang berada di samping Allen . Seakan sudah paham dengan rasa penasaran nyonya Fu , Allen segera memperkenalkan wanita yang ia bawa bersamanya itu .
" Perkenalkan nyonya , ini Anne istri saya " Ucap Allen memperkenalkan Anne .
" Anne " Ucap Anne dengan sopan kemudian menjabat tangan nyonya Fu .
" Wah , cantik sekali . Kalian benar-benar pengantin baru yang serasi "
" Maaf nyonya Fu , kami sudah menikah sejak tujuh tahun yang lalu " Allen mencoba membenarkan apa yang di katakan wanita itu .
" Ah , kalian ini . Ayo , masuk dan nikmati istirahat dan makan kalian " Ajak nyonya Fu seraya berjalan menghampiri karyawannya dan meminta agar kedua pelanggan kesayangannya itu di layani dengan pelayanan terbaik .
Allen dan Anne berjalan beriringan masuk ke dalam rumah makan bernuansa klasik itu .
" Pemandangan indah bukan ? " Ujar Allen yang tengah memandang ke arah hamparan lautan yang dapat di lihat jelas dari jendela besar rumah makan itu .
Anne yang tadinya duduk , kini ikut berdiri di samping Allen memandangi pemandangan indah itu . Tiba-tiba lengan kekar Allen telah melingkar tepat di pinggang Anne .
" Aku menyayangimu Ann " Ucapnya tiba-tiba tanpa menoleh ke arah Anne .
" Pria aneh " Balas Anne seraya menyenderkan kepalanya di pundak Allen .
" Percayalah , sebentar lagi aku akan mencintaimu "
Entah mengapa ucapan Allen barusan cukup untuk membuat hati Anne agak sakit karena kenyataannya Allen belum mencintai dirinya . Ya , memang mencintai butuh waktu . Namun , hatinya tetap saja sakit ketika mengetahui kenyataan itu .
" Jangan bersedih , aku milikmu " Timpal Allen lagi .
" Tidak , aku tidak bersedih " Anne berusaha menyembunyikan ekspresi sedihnya itu .
" Jangan berbohong atau aku akan mencium mu di antara banyak orang " Kecam Allen seraya menatap datar ke arah Anne .
Anne bukanlah orang yang pandai dalam menyembunyikan sesuatu termasuk perasaannya . Spontan ia langsung memeluk Allen dengan sangat erat seakan tidak mau kehilangan Allen lagi . Air matanya jatuh seketika dan turut membasahi baju Allen .
" Jangan tinggalkan aku lagi " Ucapnya dengan nada bergetar .
Allen membalas pelukan Anne . " Aku tidak akan meninggalkanmu Ann , aku janji " Ucap Allen berusaha menenangkan istrinya itu .
***
Mobil itu masih melaju melewati jalanan tengah malam yang begitu gelap dan membawa sepasang suami istri yang akan menemui anak-anak mereka . Allen membuka kaca jendelanya dan segera membakar sebatang rokoknya .
" Apa kau mengantuk ? " Tanya Anne penasaran.
Allen hanya menggeleng tanpa menoleh kearah Anne .
" Berhentilah jika kau sudah mengantuk " Ucap Anne memperingatkan Allen yang diyakininya sedang mengantuk .
Tak berselang lama Allen memberhentikan mobilnya di kawasan yang merupakan pemukiman penduduk . Anne hanya menatap Allen penasaran .
" Ayo tidur " Allen turun dari mobilnya dan menuju jok belakang untuk memompa kasur anginnya .
" Ayo sini ! " Allen memanggil Anne menuju jok belakang yang telah ia sulap menjadi tempat tidur .
" Ti-tidur bersama ? " Tanya Anne tidak percaya.
" Lalu apa lagi ? Kita kan sepasang suami istri " Jawab Allen seraya tertawa kecil .
" Emm , itu , aku aku " Anne salah tingkah .
" Aku tidak terima penolakan " Balas Allen dengan ekspresinya yang berubah datar .
Sontak , Anne langsung pindah dan berbaring tepat di samping Allen dengan posisi membelakangi pria itu . Lengan kekar Allen kini kembali melingkar di pinggang Anne dengan sempurna . Nafasnya yang hangat bahkan terasa sangat jelas di tengkuk Anne .
" Kau membuat tengkukku geli " Ucap Anne yang mulai merasa risih .
Namun semakin lama hembusan nafas hangat itu berubah menjadi benda kenyal nan dingin yang menyentuh tengkuknya .
" Allen hentikan ! " Pekik Anne seraya membalikkan tubuhnya menghadap Allen .
" Tidak ada salahnya kan ? "
" Tapi ... " Seketika otak Anne buntu mencari alasan yang tepat untuk Allen .
" Tidak ada penolakan " Bisik Allen tepat di telinga Anne .
Anne membulatkan matanya kaget ketika Allen mencium bibirnya dengan begitu rakus dan menuntut . Namun entah mengapa , Anne sama sekali tidak menolak seperti sebelumnya dan bahkan kali ini ia membalas cium*n itu .
Kini cium*n Allen mulai menjalar mengabsen setiap inci leher Anne . Sesekali terdengar suara des*han yang keluar dari mulut wanita itu.
Allen mulai membuka satu persatu kancing baju Anne dan membiarkan dua buah gundukan daging itu terlihat jelas . Menggoda dan menggairahkan . Semua terjadi begitu saja hingga akhirnya mereka tertidur usai pergulatan yang sudah lama sekali tidak terjadi.
***
Anne membuka matanya perlahan , selembar selimut kini telah menutupi tubuhnya yang tanpa sehelai benangpun . Dilihatnya Allen yang tengah fokus menyetir .
" Jangan melihat kesini " Tukas Anne saat Allen berusaha melihatnya yang sedang mengenakan bajunya dari cermin .
Allen tersenyum tipis dan kembali fokus ke jalanan yang ia tempuh . Sementara Anne masih melanjutkan acara ganti bajunya .
" Menyebalkan " Gerutu Anne dalam hati .
" Jangan mengutukku dalam hati lagi Ann " Ucap Allen . Namun Anne malah pura-pura tidak mendengar ucapan Allen dan menatap ponselnya .
Beberapa kali ia mencoba menyambungkan panggilan pada nomor Ester , namun selalu di luar jangkauan . Entah ponsel Ester lowbat ataukah ada alasan lain . Yang pasti Anne harus mengetahui dimanakah posisi anak-anaknya sekarang ini .
" Kenapa ? " Tanya Allen ketika melihat sekilas wajah Anne yang cemas .
" Aku berusaha menghubungi Ester untuk bertanya tentang dimana anak-anak , namun dari kemarin sama sekali tidak ada balasan darinya " Jawab Anne khawatir .
" Kita temui saja dia di rumah sakit , jika tidak ada kita akan kerumahnya . Tidak perlu cemas , mereka pasti baik-baik saja sayang " Allen berusaha menenangkan pikiran istrinya itu .
apa yg akan dilakukan ane ya,apa dia akn kuat atw minta pisah..???