NovelToon NovelToon
PENGASUH SANG TAIPAN

PENGASUH SANG TAIPAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Tamat
Popularitas:307.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mbak_na

bagaimana jika seorang wanita mendapat kesempatan untuk berada dekat dengan seorang taipan berwajah tampan? mengasuh seorang CEO tampan yang pikirannya kembali ke masa anak umur 8 tahun? punya kepribadian aneh? dan kadang wajah tampan itu bertranformasi menjadi imut dan selalu meluluhlan hati seorang karin..... sampai sampai bisa menembus jiwa kejombloan karin, lalu bagaimana jika pria itu kembali ke pemikiran dewasanya? bagaimana kehidupan duo sejoli itu nantinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak_na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

THE END-2

devan menatap lurus ke depan. menampilkan pandangannya yang kosong sekaligus sedih. semua mata yang melihat pria tersebut menampilkan ekspresi ngeri-ngeri sedap. disamping pemandangan menonton wajahnya yang tampan, mereka juga merasakan takut dari aura membunuh pria tersebut.

arthur menghela nafasnya panjang melihat seberapa frustrasinya devan. jika dipikir pikir ini sudah hari ke 9 pria itu duduk di depan bangsal inap karin. dan selama itu pula kesedihan menghinggapi tubuh dan jiwanya.

karin koma, begutulah kata dokter. baik syaraf maupun semua indra nya lumpuh. dikarenakan suntikkan yang diberikan jhon waktu itu. tak ada yabg tahu kapan gadis itu akan kembali sadar, mereka mengatakan jika obat itu merusak dan mengacaukan sistem indra peraba karin. hingga membuat gadis itu menderita dan akhirnya koma.

syukurnya lagi, devan membawa karin ke rumah sakit sebelum kondisinya bertambah parah.

"pak," arthur membelokkan pandangannya ke samping mendengar suara lea memanggilnya.

di tatapnya dengan pandangan hangat pada wajah lelah lea. kondisi mata yang agak memerah dan sekitaran matanya yang bengkak dan juga menghitam. membuat arthur akhirnya menarik lea ke dalam pelukkannya untuk menenangkan.

"bukankah aku menyuruhmu iatirahan tadi?"

"aku tidak bisa tidur" jawab lea lemah. arthur menyuruhnya tidur dan istirahat di salah satu kamar vip yang ada di sebelah kamar karin. namun tetap saja dia tidak bisa memejamkan mata karena rasa khawatirnya akan kondisi sang kakak akan memburuk.

"baiklah kalau begitu aku akan menemanimu"

"aku tidak mau!"

"ini sudah 2 hari lea, dan jangan membantahku!" ujar arthur geram dengan kekeraskepalaan lea. sudah 2 hari gadis itu sesekali menagis kemudian bergadang di sebelah ranjang karin, memastikan karin bangun tepat di depan matanya. dan selama itu pula leanya, melupakan istirahat.

arthur menarik tangan lea paksa. di seretnya gadis itu untuk masuk ke dalam kamar rumah sakit itu.

lea yang mendapati dirinya memasuki kamar itu lagi berusaha untuk menarik diri, dia tidak mau istirahat, dia ingin melihat kakaknya lagi.

"kau benar-benar keras kepala rupanya" gumam arthur. dia mulai marah akan sikap lea yang tidak menuruti perkataannya. dia tahu karin penting dalam hidupnya, namun istirahan juga salah satu hal yang penting untuk bertahan hidup.

"pak! apa yang bapak lakukan!" arthur tidak menghiraukan teriakkan protes lea dan membawa gadis itu dalam gendongannya. lea bergerak tidak nyaman ketika arthur menggendongnya seperti ini dengan tangan artur berada di punggung dan juga di lututnya.

"pak guru! lepaskan aku!" teriak lea kembali sembari memukul mukul dada arthur keras. namun tak ada reaksi apapun darinya. yang ada... sekarang tubuhnya malah di hempaskan ke atas ranjang rumah sakit yang besar itu.

Lea kaget bukan main. Memang tidak sakit sama sekali-tubuhnya di lempar seperti itu, namun tetap saja, perbuatan arthur barusan membuatnya terlentang bebas di sana. Dia hanya ingin melihat karin, dan rasanya 2 jam waktu istirahatnya tadipun sudah cukup bagi lea.

 

Artur bertambah geram ketika melihat lea yang ingin bangkit dari baringnya. Ditahannya lengan gadis itu lalu di tindihnya tubuh kecil lea. Kali ini lea benar benar tidak dapat bergerak sama sekali. Karena terpenjara oleh tubuh besar arthur. matanya melebar terkejut mendapati perlakuan arthur yang tiba-tiba ini.

"pak!-"

***

Devan pov

aku duduk di dekat ranjang rumah sakit karin. kuperhatikan wajah pucatnya, terbias dalam benakku betapa indah dan bersinarnya wajah itu ketika melihatku pulang. aku merindukan senyum dan celotehan karin setiap kali ku kunjungi gadisku.

tak bisa tidur dan juga berpikir jernih. yang ada hanya kapan kau akan kembali padaku? karin apa kau tidak merasakan betapa kacaunya hidupku saat ini? aku sudah berhasil membuat jhon mati, dan sayangnya aku tidak bisa membunuhnya dengan tanganku sendiri.

aku tidak bisa membalaskan setiap penderitaanmu padanya. aku benar benar menyesal...."maafkan aku karin" lirihku sembari menggenggam masuk tangan karin.

"tuan, ini sudah waktu-" sial sekarang apa lagi?

"tidak bisakah kau mengurusnya sendiri?! sekarang aku tidak bisa di ganggu!" tekanku pada pak fet dengan suara setengah berbisik. bagaimanapun aku tetap tidak ingin membuat terkejut gadisku yang sedang tertidur lelap ini.

"tapi tuan, bramasta apa yang harus kita lakukan padanya?"

aku membulatkan mata kesal. bajingan itu masih hidup dan sedang di introgasi di ruangan bawah tanah rumahku. tapi kesalku bukan karena dia masih hidup dan bernafas, tapi karena si pria tua pak fet mengangguku hanya untuk mengatakan mau diapakan laki2 itu?!

aku melepas gengaman tanganku pada karin dan membalikkan badan menghadap ke pintu. kulihat sosok keriput itu menampilkan wajah datar dengan sorot mata agak ketakutan. aku menatapnya tajam dan jengkel, tidak bisakah dia tidak mengangguku saat ini? aku harus memastikan karin baik-baik saja! aku ingin merawat gadisku saat ini!

"kau masih bertanya padaku apa yang harus di lakukan? biarkan D.I.A yang mengurusnya" kataku geram menahan marah. kulihat jika pak fet menunduk mengerti dan segera menutup pintu rapat.

aku memejamkan mata menahan amarah. kembali kulonggarkan dasi berwarna hitam di leherku karena terasa masih tercekik. aku kemudian mendudukkan tubuhku di atas ranjang dekat dengan tubuh karin.

badan ringkihnya yang di tutup dengan selimut lembut berwarna putih, serta selang bening yang terhubung ke jalur pernafasannya. wajah pucat putih di sertai dengan wajah tidur yang membuatku tajut setiap kali memperhatikannya.

ku elus lembut rambut karin yang susha terasa kasar di tanganku. kemudian kudaratkan sebuah kecupan lembut pada bibirnya. rasa rindu yang membuncah di dadaku berubah menjadi rasa sakit ketika kurasakan bibir pucat karin menyentuh bibirku. tidak ada balasan dari gadis itu....

aku kecewa dengan diriku sendiri yang tak mampu menjaganya, milikku, satu-satunya yang paling berharga untukku. aku kembali mencoba menyentuh bibir karin lagi, namun kali ini di sertai dengan jilatan yang mampu membasahi bibir keringnya itu.

bagaimana caranya aku menjelaskan perasaanku sendiri saat ini? sedih marah, kecewa, serta takut. semua itu bercampur aduk menjadi satu dan membuat tubuh dan juga pikiranku kacau.

aku ******* bibir karin lembut dengan gerakkan yang sangat pelan agar dia tidak terlalu tergabggu dengan aksiku. dokter mengatakan jika karin tidak bisa dibuat terkejut ataupun mendengar suara yabg keras untuk saat ini. bisa di bilang tubuhnya bahkan lebih rapuh daripada kaca. sungguh aku berusaha keras mengendalikan rasa rinduku saat ini untuk tidak membuatnya terluka.

"karin...." kataku dengan suara lirih dan berat di sela-sela ciumanku. ketika kurasa sudah cukup aku mengakhiri perbuatanku yang sepihak pada karin. ku jauhkan tubuhku darinya, dan bangkit berdiri. kutatap kembali bibir pucatnya yang kali ini sudah berwarna merah kembali karena ciumanku.

"devan...." aku membulatkan mata terkejut ketika ku dengar suara lemah karin memanggil namaku. segera kembali ku dudukkan diri dan kuamati lekat lekat wajah karin. walaupun masih pucat namu kelopak mata gadisku mulai membuka sedikit demi sedikit.

"karin... ini aku!" kataku senang sembari membawa wajahnya menhadapku. kuamati lekat-lekat bola matanya yang kali ini sudah terlihat sempurna. tatapan sayu dan penuh akan rasa sakit, seolah menusuk tepat ulu hatiku.

kusandarkan keningku padanya keningnya sembari kutangkup ke dua pipi karin. "maafkan aku, maaf, maaf, maaf-"

"shhh, tenang lah, kenapa kamu minta maaf hmm?...... aku.... baik-baik saja sekarang, terima kasih" aku terpaku pada ungkapan karin barusan, usapan lemahnya pada lenganku, serta bisikkan lembutnya yang mampu menyentuh ke dalam pikiranku. membuat tubuhku di banjiri rasa senang.

"karena ku kamu di culik oleh jhon"

"tidak devan, ...... ini semua salahku, seharusnya aku mendengarkan perkataanmu-" ku lihat karin menghentikan ucapannya, sembari menggigit bibirnya gugup. aku tersenyum melihat karin yang malu malu begini.

aku menggelengkan kepala protes dengan perkataan karin. "baiklah, disini kita sama-sama salah oke? dan jangan menyalahkan dirimu sendiri......" kata karin sembari menampilkan wajah cemberutnya yang lelah.

aku sedikit teratwa dengan perkataan karin dan beralih mengecup keningnya lama. melepas semua rasa lelah dan penantianku selama ini. syukurnya gadisku bisa kembali ke dirinya yang dulu.

"aku mencintaimu"

1
Katarina Sutirah
cerita menarik
Yuni Tri Hastuti
Pinisirin
Rhenii RA
Saran aja thor, setiap babnya banyakin dialognya biar yang baca gak bosen, soalnya di beberapa bab kadang hanya ada 9 dialog😌
Rhenii RA
Dialognya terlalu sedikit thor
Jero Metriani
😂😂al dan mark akan bertemu jodohnya
aquawomen
kayanya Jhon sengaja ngasih obat biar Devan sakit terus
Umi Salamah
bagus sebenarnya tp kurang percakapannya jd terkesan kayak baca diary
Made Widianti
bosan juga .kkelebiha bercerita .percakapan x kurang .nggk seru jadix.
Nana effendy
hadir🤭
susy sulistyaningati
bisa disalurkan menjadi dd. bedah tuh anak2nya Karin-Devan, drpd jd monster bgt..
susy sulistyaningati
bknnya awalnya musuhnya Bram, kok malah terakhir Bram gk dibahas, malah dr. Jhon..🤔🤔
hrsnya diceritakan jg gmn Karin diselamatkan, ungkapan cinta Devan, permintaan ma'af Karin, gmn bucinnya Devan..
lha ini tiba2 sdh punya anak usia 5 th..😢😥
susy sulistyaningati
ngeri sekali dr Jhon.. sadis man..
ternyata tokohnya semya menyukai Karin kecuali Arthur..
akhirnya Jerry mampus jg, pasti de. Jhon atau suruhannya yg membunuhnya..
susy sulistyaningati
ternyata Jerry jg suka sm Karin..🤔🤔
kasihan Devan, dia sdh berusaha berubah malah Karinnya salah paham & akhirnya pergi drnya..
yg sabar ya Devan..
susy sulistyaningati
coba dinikahin & adiknya diajak tinggal bareng, mungkin Karin mau..
Lis Manda Cel
ketiga2nya ja thor...
Lis Manda Cel
ternyata lbh berbahaya dr pd bram,devan atopun arthur😔😔😔
Lis Manda Cel
lha iya karin kok mlh ngira devan cinta ma bayangan...hahaha...item doang klo bayangan apa yg mo dicinta hahaha
Lis Manda Cel
tetap semangat ya thor...gk usah baca komen2 yg tdk membangun👍👍👍
Lis Manda Cel
untung karin gk prnh mau mandiin devan ya...
Lis Manda Cel
jd devan udah ada ht ke karin dr sejak sblum hilang ingatan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!