21+
Sinara perempuan 24 tahun mendekati
seorang lelaki yang sudah beristri.
apa jadinya kelanjutan kisah percintaan
yang terlarang tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuyuwe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#34
"Aahhh,,," Lengguhan panjang Pak Erik terdengar menggema di dalam toiletnya, setelah puncak permainannya berakhir. "Akhirnya," Gumamnya.
Setelah ia membersihkan dirinya dengan berdiri di bawah air shower ia merasa sangat segar.
Pak Erik keluar dari toilet dengan handuk yang melilit di pinggangnya, ia melihat Sinara sudah terlelap. bibir manisnya melengkung ke atas.
Ia mendekat ke arah Sinara yang berbaring di atas tempat tidurnya dengan selimut yang masih menutupi dirinya. Ia duduk di pinggir tempat tidur tepat di samping sinara.
"Melihat kamu begini saja sudah bangun dedek bayi aku, huhhh, " Pak Erik mengelengkan kepalanya berkali-kali, agar menghilangkan pikiran-pikiran kotornya.
"Muaach," Pak Erik mencium kilas di pucuk kepala Sinara, ia mengusap-usap rambut Sinara lembut. "Lelah banget dia, padahalkan aku yang bekerja, huhh " Pak Erik mengeluh, sesaat ia tersenyum, ia tau betul mungkin Sinara baru merasakannya kini ia merasa kelelahan. jika ingat Sinara masih perawan dia merasa dialah laki-laki yang sangat beruntung memilikinya.
Pak Erik beralih kembali bekerja sebelumnya ia mencium dahi Sinara lama. dimeja dalam kamarnya samping tempat tidur ia bekerja. Sesekali ia melihat Sinara yang masih terlelap di tempat tidur. Tak jarang pula Sinara mengeliat kesana kemari,. Membuat Pak Erk tersenyum dan mengeleng-gelengkan kepalanya.
Sudah merasa kelelahan dengan pekerjaannya, karna hari memang sudah semakin sore, pak Erik bersandar di tempat duduknya, ia melhat jam di dinding sudah menunjukkan jam 3:15 menit.
Ia berdiri dan menghampiri Sinara,.ia
Menaiki tempat tidurnya, sedikit bersandar di dinding tempat tidur, ia mengusap-usap kepala Sinara, menciumnya sesekali, tubuhnya sedikit mengeser agar dapat memeluknya dari belakang, ia membisik di kuping Sinara.
"Sayang bangun, udah sore. Emuachh,"
Yang di kejut malah mengeliat kesana
kemari. Membuat Pak Erik semakin mengeratkan pelukannya.
"Aahaahh," Sinara menguap panjang, matanya berlahan terbuka, ia merasa ada rasa berat di perut dan pinggulnya. Karna Pak Erik menimpa tubuh Sinara dengan tangan di perutnya dan kaki di pinggul Sinara.
Sinara baru teringat dengan kekasihnya,
ia langsung memusingkan tubuhnya ke
arah Pak Erik. Tatapan mereka terkunci, Sinara membelai rahang Pak Erik yang
sudah mulai di tumbuhi bulu kecil-kecil
di sana dengan sangat lembut, membuat
Pak Erik ingin memejamkan matanya.
"Sayang,,," Sinara bersuara.
"Emhhh, "
"Jam berapa sekarang,!? "
"Udah jam 3 sore " Katanya, dengan mata yang sudah tertutup.
"Aapaa," Sinara terkaget, karna seingatnya ia tadi melakukan gitu-gituan sangat pagi sekali.
"Pelan sayang suaranya," Matanya terbuka kaget mendengar lengkingan suara Sinara,
Lalu memejamkan kembali matanya yang memang terasa berat.
Yang benar saja seingat Sinara mereka melakukannya jam 10 lewat kira-kira, sekarang malah sudah jam 3 sore,. Sudah lama sekali ia tertidur.
"Kok kamu nggak ngejutin aku sih," Kesal Sinara.
"Abisnya kamu enak banget tidurnya, jadi aku kasihan mau ngejutinnya "
"Ihhh, nyebelin dch," Sinara menggeram ia mencubit pipi Pak Erik.
"A, aaww,, sakit sayang,"
"Salah siapa nggak ngejutin aku,."
"Iya kan ayang tadi sibuk kerja juga
sayang,." Pak Erik meremas geram di
gunung Sinara dengan sedikit kuat.
Walau terhalang selimut, tetapi tetap
saja sakit, pasalnya Sinara masih
telanjang bulat tampa sehelai benag
pun di dalam selimut.
"Awhhhh,, saakitt, jahat banget sih, "
Sinara hendak memusingkan tubuhnya tapi di tahan Pak Erik.
"Heii, jangan marah sayang,, sayangg,!?? "
"Emhh," jawabnya ketus.
"Yangg," Mata Pak Erik terbuka.
"Aapa sihh," Geram Sinara.
Pak Erik dengan cepat membuka selimut yang Sinara kenaki.
"Mau apa kamuu, sanaa,," Suara Sinara terdengar panik, tangannya replek menepuk-nepuk Pak Erik, agar keluar, tapi sudah terlambat karna Pak Erik lebih dulu masuk kedalamnya.
Pak Erik memeluk kuat tubuh sinara.
"Sanaa, sanaa," Pekik Sinara, tapi tak di kubris Pak Erik malah semakin mengeratkan pelukannya.
"Sayang, aku mau nyek,, aku ngantuk pengen ngenyot, boleh yaa??" Dengan suara manja yang di buat-buat,.
"Tapi say- , , "
"Kamu nggak kasihan sama kekasih mu ini,?? dari tadi sibuk bekerja, sekarang pengen di manja,. Ya, ya," Pak Erik tidak lagi menunggu persetujuan kekasihnya. Kini kepala Pak Erik sudah menurun menyama ratakan dengan gunung Sinara. Ia dengan sigap sudah mengenyot benda kenyal itu dengan rakus. Membuat Sinara tidak bisa lagi berkata-kata.
"Aammhhh," Lengguhan Sinara
tertahan, dengan ia mengigit bibir
bawahnya, ia merasa sekujur tubuhnya merasakan panas kembali, dengan
Pak Erik mengemut pu***nya. Kini Ia
mulai tersenyum melihat tingkah Pak
Erik yang seperti bayi. Ia mengeratkan pelukannya dengan Pak Erik, tangannya membelai rambut Pak Erik dengan lembut. Sesekali ia mencium sayang. Batinnya,aku mencintai mu sangat. Jangan tinggali aku.
Like😘😘