NovelToon NovelToon
Lembah Hijau

Lembah Hijau

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Hijau Daun

Pram adalah tentara muda, tubuhnya tinggi tegap dengan wajah rupawan. Namun ketampanannya tidak serta merta menjadikan kisah masa remajanya berjalan lancar, nyatanya ia menemui banyak liku-liku percintaan hingga akhirnya menemukan tambatan hatinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijau Daun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episod 34

Pram berjanji akan ke rumah Atikah kemarin tapi karena sangat sibuk akhirnya hari ini baru menyempatkan untuk datang.

Pram membawa semua syarat yang harus dilengkapi Atikah menyimpannya dalam tas ransel.

Pram telah sampai di rumah Atikah namun ternyata Atikah nya belum pulang dari kampus. Ia duduk di kursi yang ada di teras sambil mengamati rumah mungil itu. Rumah Atikah adalah perumahan yang lumayan bagus walaupun tidak mewah.

Tapi yang membuat bangga rumah itu dibeli oleh Atikah sendiri, orang tua Atikah bercerita bahwa dia menolak untuk dibantu membayar rumah itu dan memilih untuk membayarnya dengan tempo. Sekarang rumah itu telah lunas dengan penghematan yang Atikah lakukan selama dua tahun.

Rumah sederhana yang asri dengan banyak tanaman bunga dan warna chat yang cerah dan bersih. Membuat siapa saja yang ada di rumah itu menjadi betah.

Pram sedang melamun ketika Atikah datang dengan mobilnya bahkan ia tidak mendengar ketika Atikah membunyikan klakson beberapa kali.

Atikah turun dan membuka gerbang pagarnya.

"Mas kenapa melamun?" Tanya Atikah sambil menarik pintu pagar.

"Eh Dek sudah datang ya, kenapa ga panggil Mas aja buat buka pintunya?" tanya Pram baru sadar dari lamunannya.

"Orang Tikah udah klakson Masnya ga denger juga." jawab Atikah lalu kembali ke dalam mobilnya.

Pram hanya tersenyum malu karena ketahuan melamun.

"Sore amat Dek pulangnya?" tanya Pram setelah Atikah duduk di kursi sebelah Pram.

"Iya Mas, tadi ada rapat dosen dulu. Maaf ya harus nunggu. Mau ngabarin tadi udah terlanjur mulai rapatnya." jawab Atikah.

"Tidak apa-apa orang Mas juga baru datang kok. Ya sudah sana mandi dulu sama sholat Ashar. Belum sholat kan?" perintah Pram.

"Ia mas belum dari kampus belum adzan tadi. Atikah ambilkan minum dulu ya. Biasa kan air putih aja?" Atikah bergegas masuk rumahnya untuk mengambil air putih.

Atikah Kembali keluar membawa dua botol air mineral dan buah dalam piring.

"Mas buahnya dimakan dulu ya, Tikah mandi dan sholat dulu." pamit Atikah dan berlalu meninggalkan Pram sendiri.

Pram mengambil piring berisi potongan buah melon dan semangka lalu memakannya dengan garpu.

Segar sekali panas gini makan buah segar. Batin Pram.

Tanpa disadari Pram telah menghabiskan potongan buah dalam piringnya. Ia tertegun sejenak melihat piring yang kosong. Sepertinya hari ini Pram lupa makan siang, setelah istirahat Pram ke kantor lagi dan langsung ke rumah Atikah.

"Mas maaf ya lama." ucap Atikah muncul dari dalam rumah.

"Hehehe maaf Dek, buahnya habis." Pram menunjukkan piring kosongnya pada Atikah.

"Mas lapar? Mau makan dulu ga? Atikah tadi pagi masak lo. Yah walaupun cuma menu sederhana." tawar Atikah.

"Ga lah Dek, udah kenyang makan buah banyak." Pram meletakkan piring yang tadi dalam pangkuannya.

"Nih Dek, mas bawa buku saku yang akan kamu baca nanti, yang ini ada lagu yang harus dihafalin liat youtube aja buat nadanya ya. Terus ini ada NRP mas juga slip gaji, nanti kemungkinan akan ada yang nanya sisa gaji mas berapa." Pram menjelaskan barang-barang dari dalam ranselnya.

Atikah tertegun melihat begitu banyak yang harus dipelajarinya lebih banyak dari test CPNS yang dulu pernah diikutinya.

"Hehehe banyak ya Dek? Nih Dek gaji mas jumlahnya segini. Banyakkan gaji Adek kan?" Pram menunjukkan slip gaji yang masih utuh hanya dipotong potongan satuan tetap saja.

"Ga juga Mas, gaji Atikah juga tidak seberapa kok." ucap Atikah tidak mempermasalahkan pendapatan Pram.

"Mas ga enak sama Adek, pasti akan sangat merepotkan." ucap Pram sungguh-sungguh.

"Iya Mas, kenapa sih bilang gitu terus. Tikah tidak apa-apa kok. Oh ya mas, baju yang kemarin Tikah jahit hari ini sudah selesai lo, mau antar Tikah mengambil bajunya?" Atikah mengajak Pram mengambil jahitan baju Persit.

"Dengan senang hati Dek, cepat juga ya jadinya padahal baru 4 hari." Pram tidak percaya bajunya akan jadi secepat itu.

"Iya Mas, soalnya udah langganan Atikah. Ternyata dia juga sering lo bikin baju seragam gitu jadi udah tahu modelnya harus gimana. Tapi Atikah malu Mas." jelas Atikah saat bajunya harus pas badan.

"Malu kenapa Dek? Adek malu pake baju Persit?" tanya Pram serius.

"Bukan pake baju persitnya, tapi kata mbak Nisa baju seragam itu bagusnya pas badan. Atikah tidak biasa pake baju pas badan." terangnya sambil menunduk malu.

"Oalah gitu, kirain malu sama seragamnya. Ya jangan terlalu ketat juga Dek, mas juga ga suka. Ya sudah hayuk kita lihat." ajak Pram.

"Iya Mas, Tikah ambil hp dulu." Atikah masuk kembali ke dalam kamarnya mengambil hp dan dompet kecil.

Mereka berangkat ke tempat penjahit dengan menggunakan motor, jaraknya tidak terlalu jauh dari perumahan Atikah.

"Itu Mas, yang kanan jalan yang ruko pintu kaca." tunjuk Atikah ke sebuah ruko dengan pintu kaca dan banyak baju tergantung.

Mereka telah sampai dan disambut si empu ruko.

"Eh ada mbak Atikah, kebetulan bajunya baru selesai disetrika mbak pas sekali ya. Eh ini calonnya ya, tampan sekali." Ucap Nisa yang membuat Atikah tersipu malu.

"Sini mbak coba di dalam kamar pas dulu takut ada yang mau di rubah." Nisa mempersilahkan Pram duduk dan mengajak Atikah ke kamar pass untuk mencoba bajunya.

"Wah mbak Tikah cantik sekali, anggun pake baju begini." puji Nisa saat melihat Atikah memakai baju Persit nya. Model baju yang pas namun masih sedikit longgar membuat Atikah terlihat rapi dan anggun

"Sini mbak tunjukkan pada calonnya." ucap Nisa lagi.

"Tapi mbak Nis aku malu bajunya pendek banget ya?" Atikah melihat bajunya dalam pantulan kaya.

"Engga kok mbak Tikah sudah sangat pas, ini termasuk yang panjang saya bikinnya soalnya biasanya agak pendek lagi bajunya. Udah ayo keluar." Nisa menggandeng Atikah keluar menemui Pram.

Atikah masih menunduk malu memperlihatkan dirinya, sedangkan Pram terkagum-kagum. Ia melihat kecantikan calon istrinya ini. Begitu anggun dan pas semuanya.

"Wah bagus sekali mbak bajunya." ucap Pram pada Nisa.

"Bukan Om yang bagus bukan bajunya tapi calon istri Om yang cantik." ucapan Nisa membuat Atikah melayangkan cubitan oada lengannya.

"Auw mbak sakit tau. Orang emang beneran cantik kok ya Om?" tanya Nisa pada Pram.

"Iya mbak, calon istri saya memang cantik. Tidak salah saya memilihnya." ucap Pram sambil tersenyum memandang Atikah.

Atikah masih tersipu segera masuk ke dalam untuk mengganti bajunya lagi.

"Ya sudah mbak terima kasih berapa jadi semuanya?" tanya Atikah saat keluar dari kamar ganti.

"Biasa aja mbak satu stel 250 ribu." ucap Nisa.

Atikah hendak mengeluarkan dompetnya tapi sudah didahului Pram yang menyodorkan dua lembar uang ratusan.

"Udah Mas jangan. Ini saja." Atikah menolak tapi Pram bersikukuh membayar biaya jahit baju itu.

Akhirnya mereka mengucapkan terima kasih kepada Nisa dan kembali pulang.

"Dek kita mampir makan dulu yuk, kayaknya kita belum pernah makan diluar berdua deh." ajak Pram mampir disebuah tempat makan.

"Iya mas, boleh." Atikah menurut saja.

Mereka makan malam yang masih agak kesorean sambil ngobrol persiapan pernikahan mereka.

1
Lendra malayu
sangat menarik,, udah ada lanjutannya blm thorr?
NURHIDA MUJUR
Thor bikin ank2 mereka dong
Rasya Putrawansyah
keren Thor
Nishie Tastra
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Thor kenapa aku ngos ngosan baca persiapan pernikahan mereka?? Mmg nya kalo nikah dgn tentara harus seribet itu ya? Bikin kepala ku makin puyeng, Maaf soalnya gak pernah tau kalo nikah sama tentara harus seribet itu..🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Qaisaa Nazarudin
Ribet juga iya ternyata nikah sama tentara,..
Qaisaa Nazarudin
Udah diputusin juga, ngapain ngejar2 lagi, kek cewek murahan ngejar2 cowok..
Qaisaa Nazarudin
pengen 🤮🤮🤮🤮 aku dengernya…
Qaisaa Nazarudin
Nah kan Hendri dan Dika sama2 Tegasnya..Tau dr awal langsung ditinggal, Pram yg jadi penampungan cewek Matre 😆😆😜😜
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk kan ku bilang juga apa, Jangan menilai buku dr sampulnya 😆😆😆
Qaisaa Nazarudin
KARMA buat Pram, Niatnya mau main2 ama cewek, Sekarang malah Pram yg di permainkan…🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk 11 12 sama Sherly, Mending langsung tinggalin aja nih cewek..🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Kan udah keluar tuh sikap sebenarnya Linda, Yg dulu malu2 sekarang malu maluin…
Qaisaa Nazarudin
Jangan menilai buku dari sampulnya, Jangan menilai orang dari luarannya, Menurut novel2 yg sudah ku baca, sopan pakaiannya tapi perilaku nya gak sesopan pakaiannya, tapi malah ada yg lbih parah, Semoga yg ini benar2 cewek baik2 ya..😬
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk mampos loe..Dasar matre,, Sebagai perempuan aku malu dgn sikap loe Sher, Harusnya loe jaga hubungan loe dgn Pram, Orang setia dan juga serius, Eh malah loe yg gak suka org seriusin loe, itu namanya BEGO ,,
Qaisaa Nazarudin
Nah kan, Apa ku bilang, Dika gak serius niatnya cuman pacaran doang, Dan Ternyata Sherly emang Matre, Jadi Pram harus tegas dgn perasaan nya, Sekarang udah tau kan kalo dia Matre dan tukang selingkuh dan gak setia org nya,ngapain juga mau diperjuangin lgi,,
Qaisaa Nazarudin
Ku pastiin Dika gak taunkalo Pram pacarnya Sherly, Percaya deh ,
Qaisaa Nazarudin
Nah itu paling benar 👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Waah nih cewek ternyata Matre, Menurut ku mending Pram tinggalin cewek kel gini, Pram bisa cari yg lain, kita liat gimana akhirnya kisah Sherly dgn Dika, Apa Dika juga serius atau hanya niatnya cuman utk pacaran doang, Biar tau rasa nih cewek, Berlagu banget, Kesel aku,,,
Qaisaa Nazarudin
Gila nih cewek mainin perasaan cowok, Katanya cuman Pram doang,,🤦🏻‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!