Bima hanyalah "sampah desa" yang ringkih. Digerogoti penyakit jantung bawaan dan paru-paru basah akut, hidupnya dihabiskan untuk merangkak di bawah kaki orang-orang kaya yang arogan.
Puncaknya, di sebuah malam yang diguyur hujan lebat, Bima dihajar hingga sekarat dan jatuh ke dasar sungai.
Namun, maut justru membawanya menemukan batu mustika hitam misterius. Tak hanya sembuh total, fisik Bima bermutasi menjadi sekokoh karang, lengkap dengan kemampuan mata tembus pandang dan medis gaib.
Menariknya, energi baru di tubuh Bima membuat setiap wanita yang ia sentuh bergetar tak berdaya.
Berawal dari pijatan penyembuhan, Bima mulai menaklukkan hati para wanita cantik—
mulai dari Rasti si kakak ipar janda muda, Laras sang kembang desa, hingga Siska, istri pejabat kota—yang suaminya terlibat kasus perselingkuhan. Bersiaplah menyaksikan aksi Danu, si tukang pijat penakluk wanita!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
"Mas Bima... energinya terasa semakin kuat," ucap Siska lirih sambil berusaha mengatur napasnya.
Kedua tangannya menggenggam erat bantal sofa, bukan karena rasa sakit, melainkan karena aliran energi hangat yang bergerak menyusuri tubuhnya terasa begitu asing.
Bima tetap memusatkan seluruh pikirannya pada proses terapi.
Dengan gerakan yang mantap, ia memberikan tekanan pada beberapa titik akupresur di sekitar bahu dan punggung atas. Setiap tekanan disertai aliran energi Mustika Hijau yang terus mengikis kabut keabu-abuan yang mengendap di jalur energi Siska.
"Tetap tenang, Nyonya. Inti energinya sudah mulai melemah," ujar Bima dengan nada serius.
Melalui mata batinnya, ia melihat akar kutukan mulai retak. Cahaya hijau perlahan menembus lapisan energi hitam yang selama ini mengganggu kesehatan Siska.
Tak lama kemudian...
Brak!
Kabut keabu-abuan itu pecah menjadi butiran cahaya dan lenyap tanpa bekas.
Aliran energi di dalam tubuh Siska kembali mengalir dengan lancar.
Seketika rasa berat yang selama berbulan-bulan menghimpit tubuhnya menghilang.
"Selesai," ucap Bima sambil menarik kedua tangannya dan mengembuskan napas panjang.
Siska perlahan membuka mata.
Tatapannya yang semula dipenuhi kelelahan kini kembali hidup. Wajahnya tampak jauh lebih segar dibanding saat pertama kali datang.
"Sesaknya benar-benar hilang..." gumamnya penuh takjub. "Tubuh saya terasa ringan."
Bima mengangguk kecil.
"Kutukan yang menghambat aliran energi Anda sudah berhasil saya bersihkan."
Di balik pintu kamar mandi yang sedikit terbuka, Rasti tanpa sengaja menyaksikan akhir proses terapi itu.
Ia melihat Bima berdiri di dekat Siska yang baru saja selesai menjalani pengobatan.
Entah mengapa, pemandangan sederhana itu membuat dadanya terasa sesak.
Rasti teringat saat dirinya sendiri pernah dirawat oleh Bima.
Kini orang lain juga merasakan perhatian dan kesungguhan yang sama.
Perasaan yang sulit dijelaskan perlahan muncul di dalam hatinya.
"Bima..." gumamnya lirih.
Tak ingin terus memikirkan hal itu, Rasti segera menutup kembali pintu kamar mandi dan memilih mengurung diri.
Di ruang tamu, Siska telah duduk kembali sambil merapikan pakaiannya.
"Mas Bima... terima kasih. Saya benar-benar merasa jauh lebih sehat."
Ia segera membuka aplikasi m-banking di ponselnya.
Beberapa detik kemudian, ponsel Bima bergetar.
[Saldo bank Anda bertambah Rp150.000.000]
Bima melirik layar ponselnya sejenak sebelum kembali menatap Siska.
"Terima kasih atas kepercayaannya."
Siska tersenyum lega.
"Uang sebanyak itu tidak sebanding dengan kesehatan yang saya dapatkan hari ini."
Namun ekspresi Bima kembali berubah serius.
"Nyonya, ada satu hal yang perlu saya sampaikan."
Siska langsung memperhatikannya.
"Kutukan yang menyerang Anda memang sudah berhasil dihancurkan. Tetapi saya yakin ini bukan kutukan biasa. Ada seseorang yang sengaja mengirimkannya, dan sumbernya belum saya temukan."
Wajah Siska kembali menegang.
"Artinya... saya masih dalam bahaya?"
"Untuk sementara, iya. Karena itu saya menyarankan terapi kontrol secara berkala sambil saya menyelidiki siapa dalang di balik semua ini."
Siska terdiam beberapa saat sebelum akhirnya mengangguk.
"Kalau begitu... saya akan datang lagi sesuai jadwal yang Mas Bima tentukan."
"Bagus. Dengan begitu saya bisa memastikan kondisi Anda tetap stabil sekaligus mencari sumber kutukan tersebut."
Siska mengembuskan napas lega.
"Terima kasih, Mas Bima. Saya merasa jauh lebih tenang sekarang."
Setelah berpamitan, ia melangkah keluar rumah. Nanda yang sejak tadi menunggu segera membukakan pintu mobil untuknya.
Tak lama kemudian, mobil mewah itu meninggalkan halaman rumah Bima.
Suasana kembali sunyi.
Bima menatap layar ponselnya sekali lagi.
Nominal Rp150.000.000 masih terpampang jelas di rekeningnya.
Senyum tipis pun menghiasi wajahnya.
"Kalau kemampuan Mustika Hijau terus berkembang... sepertinya ini benar-benar bisa menjadi jalan untuk mengubah hidupku."
Meski begitu, pikirannya segera kembali pada ucapan yang baru saja ia sampaikan kepada Siska.
Kutukan itu memang telah dihancurkan.
Namun dalang yang mengirimnya masih berkeliaran di luar sana.
Dan Bima bertekad menemukan orang tersebut sebelum korban berikutnya muncul.
Kok gak mikir konsekuensinya ya..🫣
Bersekutu dengan iblis menjanjikan keuntungan duniawi sesaat, namun selalu berujung pada petaka.
Konsekuensi utamanya meliputi ketergantungan spiritual, hilangnya kendali atas kehendak bebas, tuntutan tumbal nyawa, penderitaan batin, serta kehancuran dan penyesalan abadi di akhir.
Dampak fatal akibat praktik tersebut akan kehilangan Jiwa dan Kebebasan, harga yang harus dibayar untuk bantuan iblis adalah jiwa manusia itu sendiri.
Manusia yang awalnya merasa mengendalikan kekuatan tersebut akhirnya diperbudak dan kehilangan kehendak bebas mereka.
Untuk menghindari fitnah dengan cara membentengi diri dari perbuatan yang mendekati zina, pergaulan bebas dan pacaran.
Dengan melakukan pernikahan, seseorang dapat menyalurkan hasrat biologis secara halal, menjaga kehormatan, dan mencegah timbulnya tuduhan negatif serta prasangka buruk di masyarakat.
Menikah adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidup seseorang.
Lebih dari sekadar menyatukan dua insan dalam ikatan resmi, pernikahan memiliki tujuan yang lebih dalam dan bermakna...🤭🤨😊