NovelToon NovelToon
Tak Akan Aku Biarkan Kau Ambil Suamiku, Mbak!

Tak Akan Aku Biarkan Kau Ambil Suamiku, Mbak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan
Popularitas:646
Nilai: 5
Nama Author: Aryani Ningrum

Laras demi membahagiakan ibunya yang menginginkan cucu, rela menerima suami temannya yang dijadikan barang jaminan agar bisa mendapatkan uang yang banyak.

Seiring berjalannya Waktu, Laras benar-benar jatuh cinta pada suami jaminannya yang bernama Rayyan. Demikian pula Rayyan yang ternyata amnesia karena kecelakaan dan ditemukan oleh istri pertamanya( Naya) ia jatuh cinta pada Laras.

Mengetahui suaminya ternyata kaya raya, Naya ingin kembali pada suaminya dan melakukan berbagai usaha untuk memisahkan Rayyan dan Laras.

Akankah Laras bahagia dengan Rayyan? Siapakah yang akan dipilih Rayyan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani Ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.9

Veo menatap sinis ke arah Naya yang memejamkan mata karena sangat ketakutan dengan ancaman Veo. Gadis itu benar-benar mengerikan, namun detik berikutnya gadis itu melepaskan Naya begitu saja karena melihat sosok yang sangat ia hindari untuk saat ini.

"Shitt ...! Aunty Cloe sudah sampai sini, gawat gue harus segera kabur, mama pasti sudah marah besar ..!!" gumam Veo dalam hati saat melihat sosoak yang sangat tidak ingin dia hindari.

"Wanita ... hari ini nasib baik berpihak kepadamu, lain kali gue pastikan Anda akan merasakan bagaimana belati ini membuat ukiran di wajah Anda yang mulus ini!" Veo menghempaskan tubuh Naya begitu saja hingga NAya jatuh terjerembab menghantam tembok yang ada di samping kanannya.

Naya dibantu manager hotel untuk bangun, dengan meringis Naya bediri tegap kembali. "Huft, untung saja. Nyawaku masih ada, jika tidak tentu aku tidak bisa bertemu dengan kekasih gelapku, dasar sial!!" umpat Naya seraya merapikan penampilannya.

"Anda tidak apa-apa, Nyonya?" tanya manager hotel yang membantu Naya berdiri.

"Tidak apa-apa, Tuan. Terimakasih," jawab Naya dengan ramah, dia tidak ingin membuat masalah dengan pegawai hotel tempat dia menginap.

"Faro! Kenapa kamu diam saja!" seru Naya pada lelaki yang menjadi kekasih gelapnya itu.

"Mm ... Maaf, aku tidak kita masuk ke media sosial jika kita melawan, gadis itu anak penguasa, lebih baik aku diam dan tidak menambah masalah!" ucap Faro beralasan.

"Sudahlah! Ayo kita ke kamar kita!" ucap Naya mengajak Faro menuju ke kamarnya.

Naya berjalan menuju ke kamar yang sudah ia pesan sebelumnya, kamar VIP yang ingin dia rasakan sejak lama. Sebuah kamar yang biasa untuk para kalangan elit. Naya terperangah melihat indahnya isi kamar VIP itu. Dia pun berlari lalu naik ke ranjang empuk yang dulu hanya bisa dia lihat di sosial media saja.

"Wuaah ... ternyata memang benar apa yang dikatakan para selebgram itu, hotel di sini memang benar-benar nyaman dan bagus! Mas Rayyan, kau sudah mewujudkan semua impianku! Aku rela jika kau terus menjadi suami mbak Laras, dengan begitu aku bisa terus bersenang-senang!" seru Naya melempar dirinya ke atas kasur empuk itu.

"Kamu benar, Sayang. Biarkan lelaki dungu yang merepotkan mu itu jadi barang jaminan penghasil uang untuk kita. Minim dia bermanfaat untukmu, Sayang. Dan kita tinggal menikmati hasilnya setiap hari. Kalau perlu, tahun depan biarkan dia tetap jadi barang jaminan!" ucap Faro menyusul Naya dan merebahkan tubuhnya di samping Naya.

"Kau nakal sekali, Faro! Tapi idemu itu luar biasa, emang itu yang saat ini aku pikirkan! Lebih baik mas Rayyan tetap bersama mbak Laras, tiap tahun kita panen duit tanpa perlu kerja keras! Benar begitu 'kan?!" Naya mengedipkan matanya ke arah Faro. Sepasang kekasih itu memang sudah hilang akal sehatnya, dikira Rayyan hanyalah sebuah benda yang tidak memiliki akal dan pikiran.

"Hahaha ... Benar sayang kita akan menjadi kaya tanpa perlu bekerja keras, biarkan saja lelaki dunia itu yang akan menjadi mesin ATM kita. Sekarang kita habiskan malam ini dengan tercinta sampai pagi. Aku sudah sangat merindukanmu, Sayang!" Faro tidak menyia-nyiakan kesempatan jajan gratis tanpa perlu membayar bookingan.

"Kau nakal, Faro! Ingat Jangan sampai kau khianati aku! Jika aku tahu kau bermain di belakang ku, maka aku akan membuang mu dari hidup ku!" seru Naya dengan nada mengancam.

"Tidak akan, Sayang. Selama duit masih mengalir tentu aku tidak akan meninggalkan dirimu!" Faro menindih tubuh wanita yang lebih tua darinya. Satu demi satu baju keduanya berserakan di lantai. Suara burung berkicau dan raungan mendominasi isi kamar dengan nuansa eropa itu.

Sore yang indah di kamar hotel itu menjadi saksi bagaimana seorang istri yang tega memanfaatkan suaminya sendiri demi kepuasan yang tidak pernah akan ada habisnya.

***

Di Rumah sakit.

Laras mengurus semua administrasi agar bisa membawa pulang Rayyan. Menurut hasil pemeriksaan Rayyan secara fisik baik-baik saja, hanya bermasalah pada syaraf otaknya. Rayyan terlalu memaksakan diri untuk mengingat semua dan berujung pada kembalinya memori otak Rayyan ke masa dia masih kekanakkan.

"Mas, semua sudah selesai. Ayo kita pulang," ucap Laras.

Rayyan diam mengangguk sama sekali tidak menjawab perkataan Laras. Semua itu dikarenakan Laras sudah menjanjikan Rayyan untuk boleh tidur satu ranjang dengan Laras, di mana sebelumnya Laras tidak mau tidur satu ranjang lantaran masih ragu untuk membawa kemana hubungannya dengan Rayyan.

Laras membantu Rayyan duduk di kursi roda. Rayyan malas berjalan, kadang dia seperti anak kecil yang merajuk dan terkadang jadi sosok dewasa yang bijak. Semua itu karena benturan yang keras di kepalanya saat kecelakaan dahulu.

"Hati-hati, Mas!" ucap Laras seraya membantu Rayyan naik ke dalam mobilnya.

"He-em," jawab Rayyan patuh, namun detik berikutnya tanpa diketahui Laras Rayyan tersenyum menyeringai.

"Kau akan menjadi istriku untuk selamanya, Mbak!" lirih suara Rayyan mengiringi laju mobil Laras.

***

Malam harinya ....

Di dalam kamar Rayyan duduk termenung seorang diri di tepi kasur kamarnya bersama Laras. Setelah pulang dari rumah sakit pun Laras kian menjelaskan yang terjadi pada dirinya di saat dia jatuh pingsan, undangan pesta malam itu berakhir dengan Rayyan bertemu seorang wanita asing namun tampak familiar dalam memori ingatan Rayyan.

Ia beranjak bangkit, menatap pantulan dirinya di dalam cermin. Matanya mengamati tiap wajahnya, Rayyan meringis memegangi kepalanya ketika rasa pusing kembali menyerang.

"Aahhkk ..." Rayyan meremas kelapa belakangnya dengan mata terpejam. Mencoba mengulang kembali memori yang belum sempurna diingatnya. Memang sakit kepala itu akan datang jika dia mengingat dengan keras apa yang terjadi padanya sebelum dia bertemu dengan Naya.

"Apa yang harus aku jelaskan pada Laras kalau selama ini memang ingatanku bermasalah dan sekarang aku telah mengingatnya, meskipun hanya sebagian dari jati diriku." Rayyan menghela napas lelah. Haruskah ia menjelaskan yang sebenarnya pada Laras, atau mungkin pada Naya istri pertamanya.

"Aku harus menegaskan masalah ini dengan Naya," gumam Rayyan. Ia tidak mau terus berputar-putar dalam ingatan yang belum sepenuhnya ia ingat.

"Tidak, lebih baik aku tangguhkan dan aku harus tetap seperti ini di depan Laras. Aku ingin tahu apakah Laras juga mencintaiku apa adanya atau hanya sebatas kontrak saja," gumam Rayyan menatap tajam ke wajah yang kini lebih tampan dari sebelum dia menikah dengan Laras. Rambut Rayyan yang panjang sudah dipangkas menjadi pendek seperti para artis Korea.

Kini dia keluar dari kamarnya hendak menjernihkan pikirannya. Setibanya di ruang tamu, Rayyan menghentikan langkahnya manakala berpapasan dengan Laras.

"Kamu mau ke mana, Mas?" tanya Laras dengan alis tertaut, melihat mimik wajah suaminya yang tampak gelisah.

1
falea sezi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!