NovelToon NovelToon
Keluargaku Adalah Hama

Keluargaku Adalah Hama

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Nikah Kontrak / Balas Dendam
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Aminah dipaksa Bekerja banting tulang untuk kesejahteraan semua anggota keluarganya tapi tak pernah dianggap sama sekali.

Bahkan lelaki yang dia cintai dan dia bantu mencapai cita-cita nya pun menusuknya dari belakang dengan memanfaatkan dirinya,

Mampukah dia bangkit setelah semua kesakitan yang dia terima

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Fadil menatap perempuan dihadapannya ini dengan senyum yang memikat, wajah yang tampan membuatnya punya cara menaklukan. Para gadis terutama gadis yang menyukai lelaki tampan dan mapan.

"Kita pulang yah, aku akan mengantar kamu pulang kerumah dulu".

Yasmin mengangguk tersenyum, Fadil menenteng barang belanjaan dan membawanya masuk kedalam mobil.

Mobil sport yang dia beli dari memanfaatkan keuangan para gadis-gadis sebelumnya yang dia kencani.

"Ayo masuk, kita bicara dengan orangtua ku dulu". Ucap Yasmin mengajak Fadil masuk.

"Kok kamu tidak bilang menyuruh aku masuk, aku tidak bawah apapun untuk orang tuamu, aku tidak enak kalau begini". Fadil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Setidaknya dia harus memberi kesan baik pada calon mertuanya jika pertama kali bertemu dengan mereka agar nantinya mereka menyukai dirinya dan memberikan semua keinginannya.

"Tidak apa sayang, aku sudah siapkan kok, itu ada di belakang, ayo masuk!!".

Fadil hanya mengangguk dan tersenyum lega, dia tidak tahu harus mengatakan apa, matanya berbinar melihat rumah besar dan megah dihadapannya itu.

"Ma, pa ini Fadil yang aku ceritakan itu". Ucap Yasmin begitu sampai didalam rumah dan bertemu kedua orang tuanya.

Fadil yang telah diperkenalkan langsung maju dan mencium kedua tangan orangtua Yasmin dengan sopan.

"Saya Fadil, om dan Tante". Ucapnya dengan senyum lembut dan sopan.

"Salam kenal nak Fadil".

"Pa, ma, ini dari Fadil untuk kalian". Yasmin menyerahkan paperbag itu kepada keduanya dan disambut biasa saja oleh keduanya.

Melihat wajah keduanya, dia yakin mereka tahu jika hadiah itu adalah pemberian Yasmin, dia tidak mau orangtua Yasmin tidak menyukainya

"Maaf sebelumnya om dan Tante, hadiah itu dari Yasmin yang dia siapkan karena saya tidak tahu jika akan diajak masuk kesini, maafkan saya sebelumnya, saya takut kalian berpikir jika saya memanfaatkan anak kalian untuk mencari muka, nanti jika saya kesini lagi saya akan membawanya sesuai kemampuan saya, tolong maafkan saya". Jawabnya dengan jujur.

Yasmin melotot tidak percaya, bagaimana bisa Fadil menjatuhkan harga dirinya seperti itu dihadapan orangtuanya, tapi senyumnya mengambang ternyata Fadil bisa jujur seperti itu pada orangtuanya itu artinya dia tidak sedang memanfaatkannya

"Baiklah, lain kali kamu bisa datang dan membawa sesuatu sesuai kemampuanmu anak muda, saya suka kamu bisa berterus terang seperti itu". Papa Yasmin langsung menepuk pundak Fadil dengan pelan.

"Terima kasih om, saya hanya tidak mau kalian salah paham nanti, saya memang tidak sekaya kalian tapi sekarang saya sedang berjuang untuk naik jabatan setidaknya tidak memalukan saat menjadi menantu pengusaha hebat seperti om ini".

Senyum Yasmin mengambang, ternyata kekasihnya ini sangat pintar mengambil hati ayahnya, ayahnya ini tipe orang yang sangat suka lelaki pekerja keras untuk dirinya, itu sebabnya dia sangat selektif

"Boleh juga".

Setelah berkenalan dengan baik dan mengobrol dengan keduanya Fadil memutuskan untuk pulang kerumah, tentu saja dia yakin jika kedua orang tua Yasmin menyukai dirinya.

"Kalian pasti akan memberikan perusahaan itu padaku , kalian akan tunduk pada pesonaku dalam mengambil hati kalian, dasar orang-orang bodoh". Gumamnya dalam hati dengan senyum miring yang jelas terlihat di bibirnya kini.

Dia memang sudah berpengalaman dalam hal seperti ini, dan cara lepas dari mereka nantinya tanpa terjerat kasus

Halimah yang kini duduk didepan rumah sambil menikmati matahari pagi, Aminah sengaja menjemur ibunya, dia memang mengajukan cuti sebanyak 3 hari sebelum dia kerumah ibunya dan hari ini dia akan mendampingi ibu dan adiknya .

"Kita sarapan dulu yah Bu, setelah ini kita antar Mayra ke sekolah baru". Ucapnya pelan.

Dia sudah memiliki sebuah mobil dari hasil kerja kerasnya selama setahun ini, selain rumahnya yang dia tempati ini.

Dia betul-betul bekerja keras agar dia memiliki semuanya, entah mengapa dia harus melakukan itu sampai memaksakan diri dan ternyata feeling-nya benar adanya.

Kini kerja kerasnya bisa dia gunakan untuk hidup adik dan juga ibunya.

"Aku sudah cantik kak?". Tanya Mayra saat keluar dari kamarnya.

"Cantik adik kakak, ingat yah belajar yang rajin disekolah, jangan bertingkah aneh-aneh". Ucapnya menasehati adiknya itu.

"Siap bos".

Mayra memberi hormat pelan kemudian tertawa girang karena bisa kembali masuk sekolah apalagi sekolah itu adalah sekolah favorit.

"Ya sudah, cepat sarapan kakak antar kamu ke sekolah dan nanti akan langsung kerumah sakit untuk antar ibu".

Mayra mengangguk kemudian duduk disebelah sang ibu memakan sarapannya sedangkan Aminah menyuapkan makanan itu kemulut ibunya dengan perlahan dan lembut.

Mata Halimah akhirnya mengeluarkan airmata haru, dia tidak tahu bagaimana bisa menjelaskan perasaannya, dia sungguh menyesal menyia-nyiakan anak sulungnya itu dan sekarang malah dia yang mengurusnya sedangkan kedua anak yang begitu dulu dia puja dan dia manja malah tidak mau mengurusnya dan sengaja meninggalkan dirinya bersama sang anak bungsu yang tidak tahu apapun.

"Maa..aF". Ucapnya terbata-bata

"Tidak apa-apa Bu, semua sudah berlalu, jangan sedih dan pikirkan lagi, lebih baik ibu fokus pada kesehatan ibu saja yah".

Dia menghapus airmata ibunya dengan lembut dan penuh perhatian dan kembali menyuapkan makanan itu dengan hati-hati.

Setelah sarapan Aminah memasukkan ibunya kedalam mobil dan juga sang adik.

Dia memang sengaja datang kerumah ibunya dengan mobil online agar mereka tidak tahu kehidupannya tapi melihat keadaan ibunya seperti itu dia tidak berpikir untuk meninggalkannya disana.

"Aku tidak tahu kakak bisa sesukses ini sekarang?". Tanya Mayra pelan.

Sejak kemarin saat dia datang, banyak hal yang ingin dia tanyakan tapi dia ragu, dia takut kakaknya akan tersinggung dan akan membawanya kembali pulang kerumah lama, itu sebabnya dia sangat berhati-hati dalam bersikap.

Kedua kakaknya memperlakukan nya seperti itu jadi dia takut jika kakak pertama nya itu akan sama saja dengan mereka.

" Tidak ada yang tidak mungkin dek, yang penting kita berusaha dan mencari yang halal maka semua itu akan ikut sendiri karena yang kita cari penuh keberkahan, sebaliknya jika kita mencari jalan pintas dengan menghalalkan segala cara dan menyakiti orang lain maka itu tidak akan berkah dan berujung dengan hal yang tidak baik".

Halimah menunduk, perkataan putri sulungnya itu begitu menampar dirinya, dia yakin jika ini karma yang dia terima karena dia dulu memperlakukan anak sulungnya ini dengan tidak baik bahkan terkesan menganiayanya.

"Kakak benar, maafin aku yah kak, dulu aku suka berbuat sesuka hati dan saat aku yang mengalaminya sendiri rasanya tidak enak banget".

"Iya dek, kadang pelajaran hidup itu bisa membuat kita sadar dan menjadi lebih baik lagi, jadi jangan membenci masa lalu, itu bisa kita jadikan motivasi kedepannya".

1
Anonim
Thypo mulu thor coba di cek lagi setiap kata nya jangan salah nama mulu
Anonim
Lemah amat aminah heran,tegas donk
Anime aikō-kā
Keluargaku Adalah Hama
Test Baru
kak kok belum up lagi 🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!