NovelToon NovelToon
Rekan Kerja, Mantan Pengantin

Rekan Kerja, Mantan Pengantin

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Evelyn Shen ditinggalkan Damian Lu di hari pernikahan mereka tanpa pesan, tanpa penjelasan. Sejak itu hidupnya runtuh, dihina, lalu diusir oleh keluarganya sendiri.

Lima tahun kemudian, Evelyn kembali sebagai detektif tangguh. Takdir mempertemukannya lagi dengan Damian, kini jaksa elit yang cerdas dan ahli bela diri, dalam sebuah kasus besar yang memaksa mereka bekerja sama.

Bagi Evelyn, Damian adalah pria yang menghancurkan hidupnya.

Bagi Damian, Evelyn masih wanita yang paling ia cintai.

Dan di antara luka, rahasia, serta kebenaran yang perlahan terungkap… apakah Evelyn akan memaafkan pria yang pernah meninggalkannya? Atau justru kebenaran di balik kepergian Damian akan menghancurkan mereka untuk kedua kalinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Evelyn berbalik dan menatap Ronald dengan dingin.

"Ditinggal tidak memalukan. Tapi yang lebih memalukan adalah seorang suami yang berselingkuh saat istrinya sedang hamil, lalu membawa pulang anak hasil perselingkuhannya."

Wajah Ronald langsung berubah gelap.

"Evelyn!"

Karena marah, Ronald langsung mengangkat tangannya ingin menampar putrinya.

Namun Evelyn sama sekali tidak bergerak.

Tatapannya tetap tenang.

"Kalau berani, tampar saja."

Tangan Ronald membeku di udara.

"Aku tidak akan sungkan menuntutmu atas penyerangan terhadap petugas kepolisian, Tuan Shen."

"Evelyn Shen, kenapa kau begitu tidak tahu diri?" bentak Ronald.

Evelyn tersenyum tipis.

"Harus bagaimana lagi? Aku mewarisi sifatmu. Sama-sama tidak tahu diri dan tidak tahu malu."

"Kau...!" Ronald sampai tidak bisa berkata-kata.

"Kakak, jangan membuat Papa marah lagi. Bagaimanapun kita tetap keluarga," ujar Eve dengan suara lembut.

Evelyn langsung menoleh ke arahnya.

"Siapa keluarga denganmu? Anak selingkuhan."

Wajah Eve langsung memucat.

"Evelyn!" bentak Ronald.

"Adikmu sudah berbaik hati mengakuimu. Kenapa kau tidak bisa belajar darinya?"

Mendengar itu, Evelyn malah tertawa kecil.

"Tuan Shen, aku memang tidak bisa seperti anak kesayanganmu."

Tatapannya penuh sindiran.

"Wajahku tidak setebal tembok rumah sampai tidak tahu malu."

"Kau—"

"Dan kalau punya waktu, awasi anakmu baik-baik. Jangan sampai dia tumbuh persis seperti ibu kandungnya."

Setelah mengatakan itu, Evelyn berbalik dan melangkah pergi.

"Berhenti di sana! Aku belum selesai bicara!" bentak Ronald.

Namun sebelum Ronald bisa mengejar, seorang polisi yang berjaga di sana melangkah maju.

"Tuan Shen, harap menjaga sikap."

Ronald menoleh dengan kesal.

"Ini urusan keluarga kami."

"Kalau urusan keluarga, selesaikan di luar kantor polisi."

Polisi itu menatap Ronald tanpa rasa takut.

"Detektif Shen adalah rekan kami. Dia juga petugas yang telah berjasa dalam banyak operasi besar. Di tempat ini, tidak ada yang berhak menghina atau melakukan kekerasan terhadapnya."

Ronald langsung terdiam.

Sementara di kejauhan, Evelyn terus berjalan tanpa menoleh sedikit pun.

Seolah pertengkaran barusan sama sekali tidak memengaruhi dirinya.

Evelyn yang kesal berjalan menuju dapur kecil di kantor. Ia mengambil gelas plastik lalu menuangkan minuman ke dalamnya.

Suasana dapur cukup sepi.

Saat Evelyn sedang mengaduk minumannya, Damien masuk sambil membawa secangkir kopi.

"Evelyn, kau baik-baik saja?" tanya Damien.

Evelyn tidak menjawab.

Ia tetap mengaduk minumannya seolah tidak mendengar pertanyaan itu.

"Aku mendengar Paman Shen memarahimu lagi karena Eve," lanjut Damien.

Gerakan tangan Evelyn berhenti sesaat.

Namun hanya sesaat.

Ia mengambil gelasnya lalu membalikkan badan.

"Jaksa Lu, kalau tidak ada pekerjaan lebih baik pulang saja. Jangan ikut campur urusan pribadiku."

Setelah mengatakan itu, Evelyn langsung melangkah keluar.

Damien berdiri diam di tempatnya.

Ia ingin mengatakan sesuatu.

Namun pada akhirnya hanya bisa menatap punggung wanita itu menjauh.

Lima tahun telah berlalu.

Tetapi tembok di antara mereka masih sama tingginya.

Evelyn kembali ke ruang kerja Tim A sambil membawa minumannya.

"Evelyn, apakah ayahmu memarahimu lagi?" tanya Kapten Wong.

"Sudah biasa," jawab Evelyn santai sambil duduk di kursinya.

"Kasus Eve sudah selesai?" tanya Wesley.

"Belum. Korban mengalami luka ringan dan meminta ganti rugi. Jadi mau tidak mau ayahnya harus bertanggung jawab."

Wesley menggelengkan kepala.

"Eve benar-benar pandai membuat masalah."

"Aku rasa ayahmu terlalu memanjakan Eve, sehingga dia berani bertindak sembarangan," ujar Andy.

"Biarkan saja," jawab Evelyn sambil membuka berkas kasusnya. "Lagi pula aku juga tidak peduli."

Kapten Wong memandang semua anggota tim sebelum berkata, "Hari ini cukup sampai di sini. Kalian pulang dan istirahat lebih awal."

Semua orang langsung mengangkat kepala.

"Besok kita masih banyak pekerjaan. Kita harus kembali ke lokasi dan mencari petunjuk lain."

"Baik, Kapten," jawab mereka serempak.

Kapten Wong kemudian menatap Evelyn dan Damien.

"Kalian berdua datang lebih pagi besok. Kita akan memeriksa ulang seluruh lokasi korban keenam belas."

"Baik," jawab Damien.

Evelyn hanya mengangguk.

Setelah itu semua orang mulai merapikan berkas dan meja kerja mereka.

Beberapa saat kemudian.

Evelyn mengendarai mobilnya menuju pusat latihan tembak.

Tempat itu sudah menjadi tujuan tetapnya setiap kali suasana hatinya buruk.

Di sana, ia tidak perlu berbicara dengan siapa pun.

Ia hanya perlu menembak hingga pikirannya kembali tenang.

Setelah tiba, Evelyn mengenakan pelindung telinga lalu mengambil pistol dinasnya.

Klik.

Ia memasang magazen dan mengisi peluru.

Namun saat berdiri di depan lintasan tembak, pikirannya justru melayang jauh ke masa lalu.

Ke hari yang tidak pernah bisa ia lupakan.

Hari ketika perselingkuhan Ronald Shen terbongkar.

Malam itu pertengkaran hebat terjadi di rumah mereka.

Lucy menangis dan terus mempertanyakan alasan suaminya mengkhianati keluarga mereka.

Sementara Ronald tidak menunjukkan sedikit pun penyesalan.

Beberapa hari kemudian, tanpa meminta persetujuan siapa pun, Ronald membawa Eve ke dalam kehidupan mereka.

Lucy yang saat itu masih berusaha mempertahankan keluarganya menerima pukulan yang sangat besar.

Dan Evelyn...

Ia masih mengingat jelas bagaimana ibunya diam-diam menangis sendirian di kamar.

Mengingat semua itu, rahang Evelyn mengeras.

Klik.

Ia mengangkat pistolnya.

Tatapannya berubah dingin.

Dor!

Suara tembakan menggema.

Peluru pertama menghantam tepat di tengah sasaran.

Dor!

Dor!

Dor!

Tembakan berikutnya terus menyusul tanpa jeda.

Seolah semua kemarahan, kekecewaan, dan luka yang selama bertahun-tahun ia pendam dilampiaskan pada papan sasaran di depannya.

Dalam waktu singkat, bagian tengah papan sudah dipenuhi lubang peluru.

Namun Evelyn masih terus menembak.

Napasnya mulai memburu.

Tangannya tetap stabil, tetapi tatapannya semakin tajam.

Hingga akhirnya...

Klik.

Pelurunya habis.

Suasana kembali sunyi.

Evelyn menurunkan pistolnya perlahan.

Tatapannya masih tertuju pada sasaran yang nyaris hancur di bagian tengah.

"Dunia ini tidak ada pria yang bisa dipercaya," gumam Evelyn pelan. "Semuanya sama saja."

Ia teringat Ronald Shen.

Pria yang seharusnya menjadi pelindung keluarga mereka justru menjadi orang yang menghancurkannya.

Lalu pikirannya beralih kepada Damien.

Pria yang pernah ia cintai dan percayai sepenuh hati. Namun menghancurkan hidupnya hingga mengalami depresi berat.

Tidak lama kemudian, suara langkah kaki terdengar dari belakang.

"Evelyn, aku ingin bicara denganmu," ucap Damien.

1
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
wow thor bacanya sambil tahan nafas
Kinara Widya
lanjut kak
Umi Kolifah
apakah Evelyn sebenarnya bukan anak Ronald tapi anak steve
lin sya
koq saling cinta tp saling bnci, tdk saling trbuka dan tdk saling prcya satu sama lain, tp diprtemukan lgi dlm satu krjaan, damien butuh extra keras kalo mau luluhin evelyn, ibaratnya kalo sudah trluka dan membekas akan sulit lgi prcaya
English Lesson
Bagus👍🏻👍🏻
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
penasaran memang thor knp smpe Damien pergi disaat-saat peristiwa penting
Dian Fitriana
update
kitty ❤
lanjut Thor 🔥
Dian Fitriana
update
Kinara Widya
lanjut
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
aq setuju sama Evelyn ngpn bantu eve
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
double update ya thor🫶
Rini Yusnani
rasa rasanya pingin kirim santet ke damian
Rini Yusnani
bertemu gundul mu itu👊
Rini Yusnani
sok peduli lu damian,ganti aja namamu jadi siluman jijik liat kamu dah buat evelyn sampai depresi😠
Dian Fitriana
update
Kinara Widya
lanjut
Anonim
Harus tunggu 2-3 hari baru up 1 bab dan ternyata pendek😃
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
masih penasaran thor kenapa Lu pergi disaat mau nikah
Kinara Widya
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!