bersatu demi keinginan orang tua yang ingin menjodohkan anaknya,demi keperntingan bisnis dan pertemanan,yang dimana sepasang kekasih tersebut menerima keinginan orang tua mereka,tapi dengan awal yang berat akhirnya benih cinta akhirnya tumbuh di hati mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Witan Alfariski, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
"Lo apa apaan sih,berisik,lihat nih telinga gua sakit"
"So.. Sorry, gua bisa minta to..long lagi"
"Gak"
"Pokoknya harus,tolong ambilkan handuk gua"
"Apa untungnya gua nolongin lo"
"Roy,please,gua kedinginan sekarang" Ujar Lisa memohon.
"Ya,itu,masalah lo"
"Ok,gua akan nurutin mau lo nanti"
Laki laki itu terlihat sedang berfikir.
"Gua pegang omongan lo,nih ambil" Ujar Roy sambil menyerah kan handuk yang sudah ada ditangan nya.
Sebenarnya Roy sudah mengambilkan handuk dari tadi,hanya saja dia masih ingin bermain main dengan Lisa,Roy akan melakukan apa saja agar istrinya ini jera.
"Tapi lo jangan ngintip ya" Mohon Lisa yang masih setia berada di balik pintu.
"Iya,gua gak akan ngintip,gua mau lihat langsung saja" Goda Roy dia sangat senang dengan permainan yang sedang dia lakukan sekarang.
"Roy ih.."
"Buruan mau di ambil gak,kalau gak gua balikin lagi ketempat nya lagi nih"
"JANGAN" Reflek Lisa
Lisa mencoba menggapai handuk itu dengan tangannya,tapi saat handuk itu sudah berhasil dia raih,dengan sengaja Roy menahan tangan Lisa.
"LEPASIN" teriak Lisa,dia sekarang sangat marah dengan apa yang dilakukan Roy.
Tapi kenyataan nya dia sekarang sedang berpegang sekuat tenaga didalam kamar mandi,agar tidak ditarik keluar.
"Gua suami lo,durhaka lo bentak bentak gua"
"Ck,bisa gak sih,gak usah nganggu in gua,gua capek"
"Ok gua diem,biar entar malam lo punya banyak tenaga" Ujar Roy sambil melepas handuk yang dia bawa.
Lisa yang berhasil mendapatkan handuk itu dia langsung berfikir keras memikirkan cara untuk menghindari Roy nanti malam.
Lama didalam akhirnya Lisa memutuskan untuk keluar, saat Roy memanggil dirinya.
"Lis, buruan mang Asep undah nunggu, lagian loe mandi apa tidur sih," kata kesal Roy kepada Lisa.
Karena sudah dari tadi dia nunggu,gadis itu tak kunjung keluar dari kamar mandi.
"Iya, bentar."
"Udah siap ?" tanya Roy setelah melihat Lisa keluar.
"Udah yuk."
Setelah dirasa siap, mereka memutuskan untuk segera pulang dari hotel.
Sesampainya mereka dirumah, hari sudah mulai malam, mereka memutuskan untuk pergi kekamar masing-masing. Berhubung mereka berdua masih sekolah, dan tentunya mereka belum saling mencintai satu sama lain, jadi bunda Mia dan ayah atmaja sepakat memisah kamar mereka, biarlah mereka sendiri yang memutuskan kapan akan berdua dalam satu kamar.
Lisa kini telah melanjutkan tidurnya, tubuhnya terasa sangat lelah hari ini, ditambah dia seharian menggunakan gaun yang lumayan berat ditubuhnya.
Sedangkan Roy kini tengah berfikir untuk hubungan mereka, setelah dirasa telah menemukan jalan keluar, laki laki itu memutuskan untuk pergi kekamar Lisa guna memastikannya sebelum dia benar-benar mengambil keputusan itu, sehingga dia tidak menyakiti hati Lisa.
"Kuat banget tidurnya," gumam Roy saat sudah berhasil menyelinap kekamar Lisa.
Dengan pelan pelan dia naik keatas tempat tidur, namun dia jadi bingung bagaimana cara untuk memastikannya, setelah lama berfikir dan menatap lekat bibir ranum Lisa yang memerah alami seperti buah cery, dia mendekatkan wajahnya dengan senyum menyeringai.
Dan akhirnya...
Cupss..
Roy berhasil mencium bibir Lisa yang tengah tertidur itu.
Karena terlalu asik menikmati ciuman itu dia tak melepaskan ciumannya, dia malah mulai melumat bibir itu dengan mata terpejam.
"Euugghh..." lenguh Lisa.
Lisa yang tengah tertidur menjadi terganggu karena sulit untuk bernafas, namun Roy tak terganggu dan tak beranjak dari posisi.
Lisa yang sudah mulai sadar, membulatkan matanya sempurna saat merasakan tubuhnya ditindih oleh Roy yang kini tengah menyesap bibirnya.
Bughh...
Dengan keras dua meninju sekaligus mendorong dada bidang Roy, hal itu membuat pangutan bibir mereka terlepas.
"Loe apaan sih," kata Roy dengan pandangan tetap menatap Lisa.
"Loe yang apa-apaan, loe udah nyium gue tanpa izin," Ujar Lisa marah.
"Loe istri gue jadi terserah gue dong,"
"Btw bibir loe manis," sambung Brayn.
"Loe udah ambil first kiss gue," Lisa terlihat sangat marah seraya menunjuk wajah Roy, namun wajahnya kini memerah bak udang rebus saat mendengar pernyataan Roy barusan.
"Gue ambil first kiss loe, dan gue kasih first kiss gue buat loe, udah impaskan."
"Haaaa.." jawab Lisa tak percaya dengan jawaban dari Roy sambil menggigit bibir bawahnya.
Sedangkan Lisa tak percaya kalau laki laki muda yang ada di hadapan nya sekarang tak pernah berciuman, secara Roy kan ketos playboy fikir Lisa.
"Kenapa loe, mau gue cium lagi hem," kata Roy sambil menyeringai seraya mendekati Lisa.
"Awasss loe ya, gue gak minta," jawab Lisa dan terus beringsut hingga punggungnya terbentur dikepala ranjang.
"Tapi sayangnya gue tergoda sama loe,"
"Gue juga laki-laki normal, ditambah loe istri gue, kalo ada kenapa gak," sambung Roy masih menatap mata Lisa.
Pandangan Roy menurun, dari mata kehidung hingga kebibir ranum Lisa yang sedikit lebih memerah akibat ulahnya tadi.
Cuppsss..
Dan lagi-lagi Roy mencium Lisa, gak tau kenapa lisachanya diam mematung tanpa reaksi apapun, Roy yang melihat tidak ada perlawanan mulai meraih tengkuk gadis itu untuk memperdalam ciuman mereka.
"Euugghh.." suara lenguhan itu lolos begitu saja dari bibir Lisa.
Roy yang awalnya hanya ingin memastikan, mulai kehilangan kendalinya saat mendengar lenguhan Lisa, hingga salah satu tangannya memegang gundukan kembar dan sedikit meremasnya.
"Ahh...," Lisa mengerang saat Roy kembali meremas aset kembarnya itu.
Roy yang tengah hilang kendali itu, akhirnya tersadar saat merasakan air mata Lisa yang menetes dipipinya.
"So..sory gu..gue," kata Roy tak melanjutkan ucapakannya, seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu.
"LOE JAHAT," teriak Lisa terlihat histeris.
Lisa beranjak dari tempat tidurnya hendak pergi, namun dengan cepat Roy menarik tangannya dan membawanya kedalam pelukannya.
"Maafin gue, gue khilaf sorry," kata Roy dengan suara lembut.
Roy kini telah yakin dengan keputusannya, saat dia sudah melihat reaksi Lisa.
Lisa menangis di dada bidang Roy, sebelum pada akhirnya dia memutuskan untuk pergi dari kamarnya.
"Lepasain gue," ujar Lisa seraya mendorong dada Roy, agar menjauh dari dirinya.
"Loe mau kemana hem, ngadu sama bunda ?" tanya Roy saat melihat Lisa yang akan meraih knop pintu.
"Bukan urusan loe,"
"Gue cuman mau ngasih tau aja sih,"
Lisa masih berdiri sambil menyimak kelanjutan perkataan Roy
"Kalo loe ngadu sama bunda, berarti loe masukin diri loe sendiri kejurang kemaluan"
"Maksud loe apa,haa ?"
"Ya loe tau sendiri kan kita sekarang sudah nikah, masa gue cium aja loe ngadu yang ada loe bakal diketawain sama bunda," jawab Roy seraya tertawa mengejek.
"Oh,bego kenapa loe bisa lupa sih,Lis" ucap Lisa dalam hati, dia baru sadar akan statusnya sekarang.