Pada malam hari Aletta tengah berjalan santai menikmati udara malam yang begitu dingin sambil mau makan buah jeruk. Ya Aletta sangat menyukai jeruk mereka seperti sahabat sejati sebab jika Aletta kemana-mana dirinya selalu membawa jeruk. "Tinggal 5 butir dan bijinya ada 7 makan aja deh semuanya." Ucapnya semangat. Aletta langsung memasukkan 5 butir jeruk ke dalam mulutnya saat sedang asyik maunya tiba-tiba Aletta mengalami sesak nafas dan langsung terjatuh.
Uhukkkk....uhukkkk.
"Sesak banget dada gue."
"Sialan ya kali gue metong karena keselek 7 biji jeruk yang bener saja lelucon macam ini." Ucapnya kesal.
Kesadaran Aletta mulai menghilang dan Aletta berdoa kepada Tuhan untuk meminta kehidupan yang kedua.
"Tuhan jika akhir hidupku aku minta ke pada mu kehidupan untuk kedua kalinya aku ingin memperbaiki semuanya dan aku ingin minta maaf sama Mommy, Daddy dan para Abang lucknut." Ucapnya lirih tersenyum lebar di akhir kesadarannya dan sisa hembusan nafas terakhirnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Putri Arabella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu Anak Kami Yang Bandel Itu Kan?
"Ngomong dek." Titah Alex.
Aretta menarik nafas panjang segala pikiran buruk bersarang di otaknya. Aretta takut, takut keluarganya tidak mempercayainya dan menganggap Aretta gila. Tapi mau gak mau Aretta harus mengatakan semuanya masalah percaya atau enggaknya itu urusan belakangan yang penting bebannya sedikit berkurang.
Aretta menatap Kamila, Rafka dn Azka secara bergantian matanya sudah siap menitipkan air matanya. Aretta berharap ini hanya mimpi buruknya dan ia ingin bangun di dalam tubuh aslinya yaitu sebagai Aletta Xaviera Alexander bukan sebagai Aretta Gabriela Wilson.
Tapi Aretta tidak bisa pungkiri bahwa ini adalah nyata dan dia terjebak di dalam tubuh gadis cupu yang tidak di anggap oleh keluarganya bahkan selalu di siksa walaupun dia tidak ngelakuin kesalahan apapun.
"Dek." Panggil Alex lagi.
"Daddy, Mommy, bang Azka adek kangen kalian hiksss." Tangis Aretta pecah ia langsung berlari memeluk Kamila menumpahkan segala beban yang selama ini ia pikuk.
Deg
Kamila yang mendapatkan serangan pelukan dari Aretta terkejut bukan main. Hatinya menghangat seperti ia tengah memeluk anak bungsunya Aletta. Tanpa sadar Kamila menitikkan air matanya ia merasakan sosok Aletta di dekatnya dan bahkan saat pertama kali Kamila bertemu Aretta di sekolah Kamila sudah merasakan sosok Aletta di diri Aretta tapi Kamila menyangkalnya bahwa Aletta dan Aretta sangat berbeda dan juga Aletta sudah meninggal beberapa bulan yang lalu.
"Nak apa maksud kamu manggil kami seperti itu? Siapa kamu sebenarnya sayang?" Tanya Kamila dengan suara lembutnya.
"Hikss Mommy ini adek hiksss ini Aletta Xaviera Alexander anak Mommy Kamila dan Daddy Rafka." Ucap Aretta yang kini tangisan semakin menjadi.
Deg
Deg
Mereka yang ada di sana terkejut tak percaya. Bagaimana bisa? Anak bungsunya Aletta sudah meninggal beberapa bulan yang lalu karena tertabrak di taman dan itu yang orang-orang tau nyatanya putri kecil Rafka dan Kamila di bunuh oleh Galen dan Cherly dengan begitu sadis.
"Sayang maaf ya anak kami Aletta sudah lama meninggal. Bukannya kamu ini anak dari keluarga Wilson ya?" Tanya Kamila sopan agar tidak menyinggung perasaan Aretta.
Aretta sudah menduga bahwa keluarganya tidak percaya dengan ucapannya. "Gak Mommy ini Aletta putri kecil Mommy, maafin Aletta yang selama ini benci sama Mommy, Daddy dan abang-abang karena gak bisa memenuhi permintaan adek buat tunangan sama cowok berengsek si galon itu." Ucap Aretta menggebu-gebu. Mengingat Galen Aretta semakin benci dengan manusia itu dan Aretta ingin menghabisi Galen saja rasanya.
"Buktiin kalo lo beneran adek gue." Kali ini Azka yang angkat bicara.
Sedari tadi Azka hanya diam dan menyimak pembicaraan gadis itu yang mengaku sebagai adiknya. Terkejut? Tentu saja Azka terkejut, ia juga merasakan hal yang sama seperti sang Mommy yaitu merasakan kehadiran Aletta di diri Aretta tapi Azka menyangkalnya dan membuang perasaan itu jauh-jauh karena sang adik sudah meninggalkan mereka beberapa bulan yang lalu.
Aretta menoleh ke arah Azka matanya berkaca-kaca ada rasa kangen sekaligus rindu dengan Abang pertamanya itu. Aretta ingin memeluk Azka erat sangat erat menumpahkan bebannya yang selama ini ia pikuk Aretta ingin cerita ke Abang pertamanya tentang apa saja yang ia alami selama ini di mansion Wilson.
"Abang. Ini Aletta adek Abang. Adek bertransmigrasi ke dalam tubuh gadis ini gadis malang yang selalu di siksa sama keluarganta. Walaupun terkesan mustahil tapi ini nyata bang adek yang ngalamin ini semuanya." Jelas Aretta pada Azka.
Mereka semua mendengar penjelasan Aretta merasa tertarik dengan pembahasan ini. "Sayang yakini Mommy kalo kamu beneran Aletta putri kecil Mommy." Pinta Kamila yang sebenarnya sudah yakin bahwa gadis di depannya ini adalah anaknya tapi Kamila ingin meyakinkan lagi.
Aretta mengangguk semangat ia akan membuktikan pada semuanya bahwa dirinya memang jiwa Aletta. "Oke aku buktiin. Aku dan Mommy punya satu rahasia yang hanya kita berdua yang tau yaitu rahasia di saat Mommy minta anterin aku ke mall Mommy nyuruh aku buat ambil black card Daddy 3 di dompetnya dan Mommy juga bilang kalo nanti Daddy nyariin bilang aja gak tau atau Daddy lupa narinya." Jelas Aretta membeberkan rahasia Kamila
Deg
"Aku juga punya rahasia sama Daddy. Daddy pernah nyuruh aku buat ke kamar Abang untuk ambil 3 celana dalamnya karena saat itu Daddy gak punya celana dalam dan males untuk beli makanya Daddy ambil celana dalam Abang." Beberapa Aretta yang membuat wajah Rafka merah menahan malu. Bisa-bisanya dengan santai anaknya membeberkan rahasianya.
Deg
Sedangkan Azka menatap ke arah Rafka horor. Ia masih ingat saat dirinya kalang kabut mencari ke tiga celana dalam kesukaannya yang tiba-tiba hilang entah kemana, ternyata oh ternyata yang ambil celana dalam kesukaannya Daddy nya sendiri bener dah ah.
"Adek juga punya rahasia sama Abang ya. dulu Abang pernah bangunin adek saat adek tidur dan bilang ke adek kalo Abang abis ngompol, karena takut di omelin Mommy Abang suruh adek siram air seember di kasur bekas ompol Abang biar Mommy ngiranya itu ketumoahan air padahal Abang ngompol." Ucap Aretta dengan lantang dan santai tanpa melihat perubahan wajah Azka yang sudah merah menahan malu.
"Fffttttt..... Hahahahahahahahaha."
Mereka semua yang mendengar tertawa terbahak-bahak ternyata ini toh rahasia yang mereka semua cari-cari jawabannya. Rafka yang masih bingung kemana 3 black card nya yang tiba-tiba ilang ternyata ke tiganya di ambil sang istri tercinta.
Kamila yang kesal mengingat kejadian itu yang ia kira Azka menumpahkan air di kasurnya dan Kamila terpaksa membuang kasur Azka yang ukurannya sangat besar bahkan ia mengangkatnya seorang diri sebagai saat itu tidak ada satu orang pun di mansionnya saat itu keluarga Alexander mempekerjakan para maid PP alias pulang pergi.
Sedangkan Azka yang sejak tadi menatap sang Daddy horor ia selama ini bertanya-tanya kemana celana dalam kesukaannya? Ko bisa tiba-tiba ilang? Mereka gak punya kaki kan dan bisa jalan sendiri? Ternyata sang pelaku adalah orang terdekatnya alias Daddy-nya sendiri.
"Balikin celana dalam Azka Dad." Ucap Azka menyorot tajam ke arah Rafka.
Sedangkan Rafka hanya menghela nafas panjang menjengkelkan sekali melihat si sulung menatap dirinya seperti ingin memakannya.
"Ada di lemari boy kamu ambil aja gih." Ucap Rafka bernada malas.
"Sebentar-sebentar jadi celana dalam 3 yang di lemari bergambar Hello Kitty sama min mine itu punya kamu bang?" Tanya Kamila. pasalnya memang ia melihat 3 celana dalam bergambar kartun di lemarinya, ia sudah bertanya pada Rafka katanya itu kado buat orang dan Kamila tidak menanyakan hal lebih lanjut lagi.
"Fffttttt... Hello Kitty sama min mine gak tuh." Alex dan Zergan berusaha menahan tawanya agar tidak meledek.
Sungguh mereka begitu heran dengan Azka muka sangat, datar, dingin tapi suka Daleman Hello Kitty dan min mine sungguh kiyuttttt syekaleeeeeee wkwkwkwk pikir mereka.
"Bacot." Azka kesal karena dirinya di ledek dengan adik dan sepupunya itu. Jatoh lah harga diri Azka karena Aretta yang membeberkan rahasia memalukannya. Pokonya ini gara-gara Daddy dan dia harus tanggung jawab pikir Azka.
"Sayang, kamu beneran anak Daddy? Anak Daddy yang bandel ini kan?" Tanya Rafka dengan tangan yang bergetar mengelus-elus wajah Aretta.
"Iya kamu beneran anak Mommy kan?" Timpal Kamila dengan air matanya yang sudah berjatuhan sedari tadi.
Aretta mengangguk. "Iya Mommy Daddy ini Aletta anak Mommy Daddy, Aletta bertransmigrasi ke dalam tubuh gadis ini yang bernama Aretta. Jiwa Aretta menyerah dengan kehidupannya karena jiwa Aretta selalu di siksa dan selalu di jadiin samsak oleh keluarganya." Jelasnya. Rafka dan Kamila langsung membawa Aretta ke dalam pelukannya, sungguh mereka tidak menyangka bahwa putri mereka masih hidup.
Mereka yang mendengar mengepalkan tangannya. Kilatan amarah terpancar di mata Rafka, Azka dan Nakula. Yups Nakula beserta anak dan istri tengah ada di kediaman Alexander.
"Iya sayang Daddy, Mommy, Abang dan mereka yang ada di sini percaya kalo kamu beneran putri kecil kami." Ucap Rafka ia sekarang percaya kalau gadis di sampingnya ini adalah putri kecilnya yang sudah beberapa bulan di nyatakan meninggal tapi ternyata masih hidup di raga orang lain. Walaupun begitu Rafka beserta keluarganya tidak akan mengurangi kasih sayang mereka kepada putri kecilnya.
"Nak, setelah ini apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Nakula yang sedari tadi diam.
Aretta menoleh ke arah sumber suara matanya melotot sempurna ternyata ia baru menyadari ada papa dan juga mamanya di sini, sungguh Aretta mengutuk dirinya yang tidak mengetahui keberadaan mereka.
"Papah." Panggil Aretta lalu beranjak dari duduknya berjalan ke arah Nakula memeluk Nakula erat.