Akibat dari cinta satu malam membuat Nara harus merelakan masa mudanya, setelah dikeluarkan dari kampus, ternyata Nara juga di usir dari rumah oleh keluarganya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annis13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 23
hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, acara yang akan dimulai jam 10.00 pagi,
Rigel yang tidak tahu sudah Sejak pagi berangkat sekolah ya Nara memang sengaja memberi kejutan ke putranya,
" Rin nggak ada yang kurang Kan semuanya sudah lengkap, "
" udah siap kok Ra semuanya sudah lengkap Aku sudah memeriksanya kembali tadi"
" Oh ya Ra tadi aku menghubungi Aditya dia bilang mau ikut datang merayakan ulang tahun Rigel "
"boleh Rin asalkan jangan bawa barang banyak Ya aku tahu tabiat kekasihmu itu pasti dia akan membawa hadiah mainan yang banyak, gudangku sudah tidak muat" candanya,
" kalau itu Aku tidak bisa berkata lagi Ra, kamu tahu sendiri kan Aditya Dia sangat suka dengan anak kecil"
" Oke siap Yuk kita cus ke tempat sekolahnya Putraku"
" let's go" seru Rini.
...****************...
di tempat lain, posisi Aditya yang berada di kantor milik Regan, ya Regan baru saja masuk kantor setelah 2 bulan berada di Singapura,
Regan melihat Aditya dengan terburu-buru keluar dari kantor setelah meeting selesai, dia mengernyitkan keningnya dengan heran,
" Dit tunggu, Lu mau ke mana buru-buru amat nggak masuk dulu nih ke ruangan gue ngobrol dikit kenapa"
" sorry Gan, gue nggak bisa gue ada perlu, takut telat nih"
" perlu apa sih lu, ada janji sama kekasih elu"
" bukan soal janji Gan, gua mau ke tempat acara anak temen kekasih gue, Kebetulan sekali hari ini ya ulang tahun dan gue mau menghadiri Acaranya ada di sekolah,
" tunggu kekasih kamu itu kan Rini, dan temannya Kalau nggak salah dan yang ulang tahun itu anaknya Nara"
"Iya nah lu tuh ingat "
" kalau gitu gue ikut" ucapnya sambil menghampiri Aditya dan segera pergi ke tempat acaranya,
" kita mampir dulu ke toko mainan ,gue mau sekalian beli hadiah buat Rigel, Dit"
" Ya ampun untung lo ingetin Gan, gue juga belum bawa kado Ya udah sekalian yuk gue juga nyari deh kadonya buat dia"
setelah memilih mainan mereka berdua bergegas meluncur ke tempat acara dan Acaranya ada di TK tempat sekolah Rigel,
saat sampai mereka mendengar suara anak-anak yang sedang bernyanyi,
" Tiup Lilinnya Ayo Rigel tiup lilinnya"
...****************...
posisi Nara dan Rini ia sudah sampai di sekolahan ya pun segera menyiapkan semuanya,
" bu guru tolong tutup matanya Rigel ya dan bawa ke ruangan yang kemarin sudah kami" ucap Nara,
" baik mah tunggu saja di sana anak-anak juga nanti akan kami suruh ke sana untuk memberikan kejutan kepada Rigel"
satu dua tiga
" Selamat ulang tahun Rigel " seru anak-anak yang sedang ikut merayakan ulang tahun nya,
Rigel yang baru saja dibuka penutup matanya terkejut dan merasa senang ternyata hari ini ia ulang tahun lebih bahagianya ia telah merayakan bersama dengan teman-teman semua teman-temannya pun Mengucapkan hari ulang,
" Ayo Rigel Tiup Lilinnya setelah itu potong kuenya ya" ucap bu guru
setelah selesai Nara dan Rini pun membagi bingkisan snack untuk teman-temannya putranya hingga terdengar langkah tergesa-gesa dari arah luar,
" Aduh keponakan Om yang ganteng maaf ya Om telat nih Om bawa karo buat keponakan Om" seru Aditya yang baru saja masuk sambil membawa sebuah kotak besar yang terbungkus kertas kado
setelah Aditya disusul Regan yang juga membawa kotak besar sama seperti milik Aditya terbungkus kertas kado,
" Om Aditya, om bos, Kalian juga datang ikut merayakan ulang tahun Rigel, "
" Iya dong ini kan hari bahagianya keponakan Om berarti Om harus datang ikut merayakannya, tunggu deh Wah keponakan Om udah pinter bilang r ya udah bisa lengkap nih cara ngomongnya,
" hehe iya om, kan Rigel sudah besar"
Regan mendekati Rigel dia pun menggendongnya.
" Selamat ulang tahun Boy" bisiknya.
Deg,
jantung Nara serasa ingin berhenti melihat pemandangan di depan matanya Bagaimana tidak ia melihat Regan dan Rigel dengan seksama,
" mereka memang hampir mirip Meskipun tidak seratus persen " ucap lirih Nara
" bener yang dikatakan Rini kalau kita melihat wajah mereka dengan seksama mereka memang Mirip Meskipun tidak semuanya" ucapnya dalam hati
Nara menarik nafasnya dengan kasar dia takut jika memang kebenarannya terungkap, terus Pak Regan membawa putranya,
...****************...
setelah acara selesai mereka berlima keluar dari sekolah,
" Oh ya Ra, Rini biar pulang bareng sama saya aja ya"
" Hehehe iya ya Ra aku mau ikut Raditya pulang, kamu bareng sama Pak rekan saja ya, ,?
mau tidak mau Nara pun mengangguk pelan Dia tidak mungkin mengganggu atau merepotkan Rini lagi,
" Ayo masuk ke dalam mobil Nara" ajak Regan
Rigel sudah sejak tadi duduk anteng di dalam mobil marah segera mengikuti dan masuk ke dalam mobilnya Regan yang dikendarainya,
sampai keluar sekolah mereka tidak ada pembicaraan sama sekali Suasananya sangat Senin membuat mereka Canggung,
Hingga tiba-tiba saja keheningan itu terpecahkan karena suara Regan,
" gak boleh saya tanya sesuatu, ,?
Nara menoleh ke Regan lalu menganggukkan kepalanya,
" boleh , tapi jangan di sini kita pergi ke taman di depan saja bagaimana, ,?
" baiklah, "
akhirnya Regan pun mengiyakan dan mengikuti ucapan Nara dan mereka pergi ke taman terdekat,