NovelToon NovelToon
ISTRIKU MENDIAMIKU

ISTRIKU MENDIAMIKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Saskiah Khairani

Setelah Andra menikah lagi, Armila berubah. Ia menjadikan suaminya ini ada, tapi tiada. Sapaan, rayuan dan keberadaanku serupa angin lalu.
Diamnya armila membuat Andra stres.
Pernikahannya dengan resti pun menjadi tidak harmonis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saskiah Khairani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SAKIT

ARMILA

Mata Resti yang dari tadi sudah melotot, makin melotot. Bibirnya bergerak-gerak, tapi tak mengeluarkan suara. Kemudian ia mengelus dada yang sedang turun naik.

Hingga beberapa detik, ia belum bicara. Mungkin sedang menata perasaan yang dihinggapi keterkejutan. Bisa jadi takut juga aku melaporkan pada mas Andra.

"Boleh tahu di mana kamu mendapatkan bubuk itu?"

Kumanfaatkan keterkejutannya dengan terus melancarkan pertanyaan yang bertujuan menekan. Resti makin gelagapan. Ia melirik ke kanan dan ke kiri. Mungkin takut ada yang dengar.

Tapi, dasar culas. Ia berhasil menetralisir ketakutannya Selanjutnya, berusaha bersikap biasa. Bahkan mungkin sudah punya rangkaian kata untuk membalikkan keadaan.

"Aku tak paham apa maksudmu? Bubuk apa? Jangan ngarang kamu. Lagipula aku gak mungkin nyimpen jimat di sini!" serangnya. Ia membulatkan mata agar terlihat lebih galak. Mungkin ingin membuat nyaliku ciut.

"Oh, jadi itu jimat?"

Resti menutup mulutnya sebab kelepasan bicara. Begitulah kalau berbuat jahat, serapi apapun menyelimuti, pasti akan ada jalan untuk tersibak. Bisa jadi oleh pelaku sendiri.

"Sepertinya bicara denganmu akan membuatku cepat tua!"

Resti menghentakkan kaki, lalu pergi.

Tapi, aku tak mau mendiamkannya begitu saja kali ini.

Kuikuti Resti dengan langkah panjang. Tak butuh waktu lama aku sudah bisa sejajar dengannya.

"Mau apa kamu?"

Di halaman, Resti menghardikku lagi. Ia membalikkan badan dan siap melakukan serangan. Tangannya sudah pasang kuda-kuda. Mungkin dipikir, aku akan mencekal atau menjambak rambutnya. Tak mungkinlah melakukan hal itu. Terlalu merugikan diri sendiri mengotori tangan ini.

"Hentikan perdukunan itu atau aku akan mengancam mas Andra untuk memilih aku atau kau. Sudah dipastikan dia akan memilihku dan kau ditendang ke jalanan! Jika sekali lagi kamu berani melakukan ini, aku takkan tinggal diam!"

Kukuatkan nada suara agar tampak keseriusan di dalamnya. Ini penting agar nyali Resti mengherut.

Dari matanya aku tahu ia gentar. Tapi, bukan Resti kalau tak bisa membalikkan kata-kata. Apalagi sekarang datang mobil mas Andra. Pastilah ia gunakan kesempatan untuk main drama.

"Jangan terus menyudutkanku Armila. Aku ke sini hanya ingin bertanya kenapa mas Andra tak datang seminggu ini. Kau jangan terus menghinaku dengan sebutan pelakor. Aku juga wanita punya perasaan sama sepertimu!"

Setelah berkata begitu, Resti menutup wajahnya. Ia sedang memainkan drama seolah aku telah menyakitinya.

"Ada apa ini? Resti, mengapa ada di sini?"

"Maaas!"

Resti langsung menghambur ke arah mas Andra. Ia pun menangis di dadanya. Pasti matanya dicolok saat tadi menutup wajah.

"Aku ke sini cuma mau nanyain kamu, tapi Armila... Hiks, dia... Hiks!"

Kutinggalkan adegan drama murahan di halaman. Tak ada gunanya juga klarifiksi pada mas Andra.

Sayang sebenarnya bi Cicah tak merekam kejadiannya. Sudahlah, yang penting serbuk itu sudah hilang.

"Iya, Mas pulang sekarang. Sudah, jangan menangis lagi. Mas minta maaf!

Hatiku sepertinya harus dilapisi baja agar tahan dari segala fitnah dan ujian ke depannya.

*

Malam ini Affan sangat rewel. Setiap diberi ASI menolak. Ia mungkin lapar, tapi bingung kenapa tak mau minum susu.

Aku panik sebab sebelumnya anak itu tak biasa begini.

Bi Cicah pun kewalahan. Jadilah kami panik sebab sudah dua jam Affan tak henti menangis.

"Kita ke dokter aja, Bi!"

"Ini udah malem, Bu. Gimana kalau minta bantuan dokter Reiga.

"Gak enak, Bi!"

"Ibu gimana, sih. Kalau ada apa-apa sama Affan gimana? Atau saya telpon bapak saja, ya!".

Tanpa menunggu responku, bi Cicah langsung pergi ke kamarnya. Semenit kemudian sudah kembali.

"Gak diangkat, Bu! Saya panggil dokter Reiga aja, ya, Bu!".

Bi Cicah langsung kabur tanpa mengindahkan teriakanku. Semenit kemudian balik lagi.

"Bu, dokter Reiganya datang duluan. Sini Affannya. Ibu pakai kerudung aja dulu!"

Di tengah kekagetan kuserahkan Affan. Lepas itu langsung ganti pakaian lebih sopan.

Di ruang depan, aku melihat kak Reiga tengah menggendong Affan sambil memeriksanya. Tak lupa bibirnya mengajak anak itu bicara.

"Aduh, airmatanya banyak sekali. Sayang, sayang! Kenapa, gak mau mimi, ya. Ehm, perutnya bunyi, tuh!"

Mungkin karena biasa bergelut dengan anak, ia sangat terampil memperlakukan Affan. Dengan penuh kelembutan dan kesabatan tangisan putraku berhasil dihentikan.

"Pompa ASI nya, biar aku yang kasih miminya! Kau istirahat saja, wajahmu pucat sekali!"

Aku melaksanakan perintahnya untuk memompa ASI. Setelah diserahkan satu botol, aku duduk memandangi dokter Reiga dan Affan dari sofa.

"Sudah tidurkah?"

"Iya, sudah, biar tetap kugendong. Takutnya bangun kalau dipindahtangankan"

Aku hanya bisa terkesima pada tingkah laku dokter Reiga pada Affan. Sikap pria itu tak seperti sikap seorang dokter saja, tapi lebih dari itu.

Seperti seorang ayah pada putranya.

1
Titien Prawiro
Untuk apa punya istri lagi klo sdh punya anak. lelaki serakah, baru baca saja sdh benci banget.
Agus Tina
Lanjut thor, bila perlu vuat Resti susah ounya anak kareba sudah membunuh darah dagingnya sendiri. Dan buat Armila pergi jauh buat Andra tersiksa kerinduan pada anak yg sudah ia sakiti scr tidak langsung karena sudah menyakiti ibunya ...
Gusti Hamdiah
andranya goblok dong
Saskiah Khairani
mohon dukungannya teman² 🙏
Ma Em
Biar saja Armila dgn Reiga daripada sama Andra suami yg tdk punya pendirian plin plan biar Andra dgn Resti biar dia menyesal setelah berpisah dgn Armila .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!