NovelToon NovelToon
Renjana Di Langit Dubai

Renjana Di Langit Dubai

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:89.7k
Nilai: 5
Nama Author: farala

Bukankah menikah adalah sebuah ladang ibadah ? Lalu kenapa ibadah yang seharusnya mendapatkan pahala justru bak di neraka ? Semua berawal dari kesalah pahaman yang tidak berdasar hingga berubah menjadi sebuah tragedi yang hampir menenggelamkan rumah tangga yang bahkan pondasinya saja masih sangat rapuh.
Mampukah mereka bertahan ataukah malah karam di hantam ombak besar?
Kisah kembar Azzam dan Azima , di mana seharusnya cinta itu sudah berlabuh di dermaga tapi harus terlunta dan terapung di tengah lautan luas menunggu datangnya pertolongan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon farala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 34 : A di tolak

Annasya menatap A. Tatapan yang sangat dalam.

Kemudian , ia tertunduk dan menggeleng pelan ." Maafkan aku. "

A terdiam sesaat. Jujur, dia tidak menyangka Annasya akan menolak. setelah melewati beberapa hari kebersamaan nya dengan Annasya, A pikir, itu cukup . Ternyata, tidak.

" Boleh aku tau alasannya ? "

" Umi dan Abi akan kesepian jika aku meninggalkan nya. " Jawaban yang klise. Dan itu bukanlah jawaban cerdas untuk menghindari A.

( Lalu, bagaimana dengan ku ? Apa kau tidak memikirkan ku ? ) Batin A. Ia sebaiknya mengutarakan itu langsung tanpa harus menyimpan dalam hati, sayangnya ia tidak berani.

A menghela nafas. " Sampai kapan ? "

( Pertanyaan apa itu ? ) A merutuki kebodohannya.

" Apa maksud mu ? "

Kepalang basah, lanjutkan saja . " Sampai kapan kamu akan membiarkan ku hidup sendiri ? "

Deg...

Annasya menatap A. " Kamu tidak sendirian. Vano ada. Bahkan Zizi juga ada. Tapi, Abi dan umi, mereka tidak punya siapa siapa ."

( Bukan itu maksud ku, Annasya. Astaghfirullah . Apa kau tidak peka sama sekali dengan apa yang aku ingin kan ? Oh, ayolah. kita sudah sama sama dewasa, apa kau lupa dengan hubungan spesial kita ? )

Apa kalimat panjang itu terekspos dan Annasya mendengarkan nya? Jawabannya , Tidak.

A tidak bisa berkutik. Kepercayaan diri yang dia miliki sebelumnya, terbang bersama ketidak berdayaannya.

( Jangan khawatir, masih ada waktu sepekan lagi, aku masih punya banyak waktu untuk membujuk Annasya agar ikut dengan ku.)

Harus ada usaha, setidaknya A tidak berpangku tangan, apapun hasilnya nanti, akan A pikirkan lagi.

" Baiklah, ini sudah malam, ayo kita pulang." Ajak A. Ia tidak ingin berdebat. Tidak ingin membuat Annasya merasa tidak nyaman.

Sudah cukup sampai di sini dulu. Sabar. Itu intinya.

Tiba di basement, Annasya merasa jika A terus mengikutinya.

" Mobil mu parkir di mana ? " Tanya Annasya .

" Mobil ku ? Aku lupa mengatakan kalau aku ikut dengan mu . Mobil ku di bawa Vano sore tadi. Katanya dia ada urusan. "

" Oo... " Annasya berhenti, di ikuti A. " Kamu tidak keberatan jika aku meminta tolong untuk_? "

" Tentu saja tidak, berikan kuncinya. "

Annasya tersenyum simpul lalu menyerahkan kunci mobil pada A. " Benar ini tidak apa apa ? "

A mengangguk kemudian membuka pintu mobil untuk Annasya.

Mereka pulang bersama, Tidak banyak kata dari keduanya hingga tiba di kediaman Magnolia.

Rumah sepi. Itu berarti , umi dan Abi belum pulang.

Annasya lebih dulu ke kamar. Sementara A, ia masuk ke ruang kerjanya. Duduk di balik meja , bersandar di kursi sembari memijit tulang hidung nya.

" Aku belum pernah se frustasi ini. " Gumam nya. " Mungkinkah dia sedang balas dendam ? "

Sangat wajar jika A berpikiran seperti itu. Teringat bagaimana ia yang sangat tidak mau di jodohkan dengan Annasya. Ia sempat membuat Azima murka karena penilaian A yang tidak subjektif pada sahabat nya itu.

Ataukah, Allah lah yang sedang menghukum nya ?

Cukup lama ia berdiam diri hingga memutuskan kembali ke kamar.

Seperti pemandangan malam malam yang telah lalu, A harus menghela nafasnya kasar ketika ranjang king Size itu terlihat kosong di saat ada seseorang yang pantas untuk berada di atas nya.

Ya, Annasya tidur di sofa.

Wanita itu benar benar sedang membuat tembok tinggi untuk A.

Di siang hari, mereka seperti teman, terkadang ada sisi romantis yang sebenarnya tidak mereka sadari . Namun , jika malam datang menyapa, yang tersisa hanyalah perasaan dingin dan kesunyian tak terhingga. Kembali seperti orang asing yang tidak memiliki hubungan kuat dan ikatan lahir batin yang terbentuk dari sebuah janji suci di hadapan Allah.

*

*

Dubai .

Azima nampak sumringah menatap tempat tidurnya yang kosong melompong. Dengan segenap hati yang bahagia, ia membuang tubuhnya , merentangkan kedua tangan dan kaki nya lebar lebar.

" Lega nya ..semoga kali ini pulangnya lebih lama, jadi aku bisa menikmati kasur ini lagi sendirian. "

Setelah tidur bersama malam itu, Ayyazh tidak pernah meninggalkan Azima. Sarapan, makan siang bahkan makan malam, Ayyazh selalu ada. Dan keberadaan Ayyazh sedikit banyak membuat Azima risih . Meski begitu, Azima cukup merasakan harinya berwarna.

Namun, dua hari lalu, sebuah panggilan telepon membuatnya harus berangkat ke luar negeri . Ayyazh tidak mengatakan ingin ke mana . Tergesa gesa bahkan berpamitan pun tidak. Tapi, Azima tidak ambil pusing. Baginya, itu sudah biasa. Kebersamaan beberapa hari ini Azima anggap sebagai hiburan semata.

" Hari ini weekend, ingin ke mansion mas A, orangnya lagi tidak ada. Mmmm, sebaiknya aku shopping saja."

Ya, tidak berbeda dengan wanita kebanyakan, naluri belanja seorang Azima pun sama. Apalagi beberapa hari lalu, A mengirimkan sejumlah uang. Di tambah sebuah kartu hitam dengan limit tanpa batas dari Ayyazh yang Azima dapatkan tepat sehari setelah mereka menikah.

Dan, dia belum pernah menggunakan kartu itu sekalipun.

Ia mengibaskan black card itu di tangannya. " Sudah waktunya aku membawamu, baby. Ingat, aku suka kalap. Jadi, sebaiknya, bersiap lah. " Ujarnya tersenyum smirk dan memasukkan kartu itu ke dalam tas nya.

Azima sudah bersiap. Tapi untuk keluar sekarang serasa ada yang janggal.

Ya , Azima tidak biasa belanja sendirian. Dulu, jika bukan umi, Azima biasa mengajak Marwah dan paling sering pergi dengan Annasya.

Ia mulai bingung. Siapa yang harus dia ajak ?

Melihat Mahra yang sibuk mengatur beberapa pelayan di mansion, Azima tersenyum licik.

" Aku ajak dia saja . "

" Mahra . " Panggil Azima.

" Iya , nona muda. "

" Apa kamu sibuk ? "

" Tidak, nona . Ada yang nona butuhkan ? "

" Sedikit , aku butuh bantuan mu ."

" Katakan saja, nona. "

Azima memindai pakaian Mahra. Kepala pelayan di mansion nya itu selalu terlihat rapi.

" Ayo temani aku. "

" Nona muda mau kemana ? "

" Shopping. "

" Tapi_ "

Mahra tentu risih. Sudah terlalu lama tidak ada majikan yang mengajaknya berbelanja . Sejak tinggal di mansion Ayyazh , hanya hitungan jari ia pergi memanjakan dirinya sendiri. Termasuk shopping seperti keinginan Azima. Itu karena untuk isian dapur, sudah ada yang menghandle. Bahkan belanja kebutuhan lain, Mahra sudah menyerahkan sepenuhnya pada salah seorang pelayan yang di percaya. Keluar juga buat apa, yang dia butuhkan semua tersedia di mansion.

" Ayolah. Aku tunggu , kamu ganti baju dulu. "

Apalagi ini. Menunggu ? Oh tidak. Ayyazh akan memotong kakinya jika tuan mudanya itu sampai tau kalau dia membiarkan nona muda menunggu.

" Tidak perlu, nona. Pakai ini saja. "

" Mmm..baiklah, senyaman mu saja. "

Mereka berangkat ke sebuah mall terbesar di Dubai. Azima terus mengajak Mahra berbicara yang di jawab Mahra dengan ala kadarnya. Meski begitu, Azima sudah cukup puas karena tidak harus berdiam diri seperti ayam menunggu mati.

Azima memasuki sebuah toko pakaian . Ia memilih satu persatu dengan telaten. Sementara Mahra menunggu sembari memperhatikan Azima .

Azima menemukan apa yang dia cari, sekarang giliran Mahra. Azima mencarikan pakaian yang dia rasa Mahra menyukainya.

Mendapat hadiah , Mahra sempat menolak. Pasalnya, itu bukanlah baju biasa. Mahra tidak akan tega memakai pakaian seharga motor itu.

Tapi, apalah daya. Mahra tidak punya pilihan selain menerima.

Di kasir, Azima memberikan kartunya pada karyawan hendak membayar. Namun hal lucu terjadi ketika karyawan itu mengatakan, " Pakaian ini sudah di bayar , nona muda. "

Kening Azima mengernyit. " Siapa yang bayar ? " Ia tercengang. Di tambah lagi denah dua kata terakhir karyawan itu. " Nona muda, siapa yang kamu panggil nona muda ? "

...****************...

1
Nata Abas
lanjut kak
SasSya
iyaaaa begitu...
komunikasikan dengan baik
itu....bisaaaaaa 😘👍👍👍💪💪💪💪💪
🤣
SasSya
🤣🤣🤣🤣🤣
nahhhhh gitu dooong
Nur Hafsah Dwi Lestari
lanjut kaka🙏
happy
😍😍😍👍👍👍
Tysa Nuarista
udah baik" ya kalian berdua jgn pada ngambekan diem" an lagi... 😄
Fittar
uhuy... akhirnya ada kemajuan.
Shee_👚
nah kan mulai dah aku di bikin kesel sama kak fara🙈
kak fara kenapa sih seneng banget bikin kesel aku ini, dah tau kalau baca A bikin kesel mulu, eh sekarang di bikin senyam senyum malah pendek bener itu bab. duh berasa pengin datangin kerumah kak fara biar up lagi🤭🤭🤭
Novita Sari
A otw MP ditunggu zizi.ayyazh...
Shee_👚
lah kirain mau langsung belah duren🙈🙈🙈
Shee_👚
wah asya yang memulai🤭
habis lah kau asya🤣🤣🤣
Shee_👚
semoga setelah A bicara begini Asya mau membuka hati buat A, dan mencoba menjalani rumah tangga sebagai mana seharusnya
Shee_👚
yuk perbaiki segalanya A, berterus terang dan minta maaf. setelah itu mulai semuanya dari awal untuk membangun rumah tangga yang baik
Shee_👚
akhirnya ada ke majuan juga, gass A belah duren biar asya g ketus terus. habis belah duren terus bilang I LOPE U🤣🤣🤣
Shee_👚
jawab iya, tapi berkelahi di ranjang.😂
wida nur
bergoyang dubai, bukan hanya dengan rudal iran
Ari Anti
aaaaaaaaaaa Authorrrr ku sayaaang,... bisaa yaa kamuu bikin aku senyum2 tengah malam,.. ☺☺☺
dyah EkaPratiwi
asyeek2 A udah mulai bisa jalin komunitas semangat A
Shee_👚
kadang di bikin kesel sama kak fara karena setiap bab nya berasa baru assalam langsung wasalam.
pengin tuh tiap hari up dua bab aja, atau satu bab tapi panjangggggggggggggggg🤣🤣🤣🤣🤣🤣

hanya itu kekurangannya, kelebihan nya selalu bikin penasaran dan gemes dengan segala tingkah para lakon dalam cerita.
pokoknya bikin ke tagihan kalau udah baca.

semoga kak fara sehat dan sukses selalu dengan karyanya🥰🥰💪
Devi Novita
Oalah zi aku aja gilo takut sama Siti( sitikus) masak lu bilang lucu😱😴. babang Vano aku kasih tau pujaan hati mu terbujur koma di brangkar RS coba kamu selidiki dan jenguk mana tau yakan denger suaramu menjadi anugrah terindah yg membuat valira semangatt di bawah alam sadarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!