Satu juta kisah di tempat kerja antara bawahan dan atasan.
Intan yang bekerja di perusahaan swasta WMT.GRUP yang di kelola oleh keluarga wimarta berharap menjadi bagian keluarga nya dan menyandang nama wimarta, apakah bisa?
Namun saat bekerja tiba-tiba kejadian yang mengharuskan mereka menikah terjadi? siapa mereka? dan kenapa? yuk baca
Jangan lupa mampir ke Instagram ku
@diah.ifro dan ruangg.rindu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiahIfro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 33
Setelah obrolan panjang berlalu intan pun masuk ke dalam rumah, karena pak gilang memanggilnya. ia bilang bahwa mereka bertiga di panggil pak dahlan untuk ke ruang keluarga.
"Duduk" suruh pak dahlan menatap datar kedua putranya dan juga satu menantunya yang baru datang
Intan pun duduk disamping rama, tentu saja karena bunda dan ibu yang sudah menatap tajam pada keduanya.
"Ada apa yah?" tanya pak gilang saat bokong-nya menyentuh sofa untuk duduk disamping pak dahlan
"Begini-begini" jawab bunda sambil memajukan sedikit duduknya "kalian kan udah lama gak pada ke kantor, ya?" tanya bunda menatap intan, rama dan juga pak gilang
"Iya, terus?" tanya rama sambil menyandarkan kepalanya
"Ini buka dulu, hadiah pernikahan dari kita semua" bunda memberikan sebuah kotak kecil, membuat rama mengerutkan keningnya. sedangkan, dengan senang intan menerimanya.
"Apa ini?" tanya intan sambil mulai membuka tutup kotak tersebut "tiket pesawat?" tanya lagi intan mengerutkan keningnya
"Iya tiket pesawat" jawab pak dahlan
"Kita mau liburan?" tanya rama menatap wajah pak dahlan
"Iya kita liburan" jawab bunda yang langsung membuat intan dan rama tersenyum lebar menunjukkan giginya "yes" rama menggerakkan tangannya
"Tapi...ada tapi nya nih" sambung bunda, intan mengerutkan keningnya "tapi apa?"
"Jadi, besok kalian berangkat ke bali berdua. buat bulan madu" jawab bunda yang kini tersenyum lebar bersamaan dengan ibu
Rama dan intan saling menatap berdua dengan penuh kejijian "bulan madu?" pikir intan
"Kaya-nya cuma nyape-nyapein badan deh, mending gak usah" tolak intan lembut
"Kalau berdua doang takut bun, kalo ada yang jahat gimana?" tanya rama memelas
"Kalian tenang aja, walau cuma berdua kita akan ikut kesana tapi setelah dua hari kalian disana" jawab ibu menatap rama dan intan bergantian
"Kenapa gak bareng aja?" tanya intan "kenapa dadakan banget juga?" tanya juga rama, kini keduanya menatap semua wajah yang sedang membuat keduanya gugup
"Ya udah lah terima aja, gratis kok. lagian kan kita harus ngurus kantor dulu ya yah? bunda juga kan harus ngontrol butik juga" jawab pak gilang sambil bangun dari duduknya "gilang cape, gilang izin ke atas duluan. permisi" sambung pak gilang yang di jawab anggukan oleh semuanya
"Lebih baik kita istirahat, kasian bapak sama ibu-nya intan juga mau istirahat" ucap pak dahlan bangun dari duduknya
"Iya bener, kita duluan ya pak bu. kalau butuh apa-apa langsung ke bibi aja" timbal bu ajeng sambil merangkul pinggang pak dahlan dan keduanya pun pergi
"Intan, bapak sama ibu nyusul ambar ke kamar ya" ucap bapak "duluan nak rama" sambung bapak
Kini tinggalah rama dan intan yang duduk di sana, intan pun ikut menyandarkan kepalanya seperti rama "kenapa harus ada hadiah segala si?" ketus intan meletakkan tiket yang masih ia pegang
"Dua hari sama kamu itu lama" jawab rama menolehkan wajahnya ke arah kepala intan
"Iya, pasti kita bosen. apa kita jangan berangkat ya besok?" tanya intan yang ikut memalingkan wajahnya ke arah rama yang menatapnya dari samping
Rama tersenyum lebar menatap wajah intan, intan pun menggeser duduknya hingga paha nya dan paha rama menempel. lalu ia kembali menatap rama "pasti kau sekarang, sudah mulai terpanah akan kecantikan ku ya?" tanya intan pelan dengan lembut berusaha menggoda rama
Rama yang tau bahwa ia di kerjai-pun membalas senyuman lebar intan "kau sangat cantik, apa kita mau melakukan sepuluh ronde itu malam ini? atau nanti dibali?"
Intan tersenyum kaku, namun intan juga paham bahwa rama hanya menggodanya, ia pun kembali tersenyum lebar dan menghembuskan nafas kencangnya. intan mendekatkan wajahnya hingga kini jarak wajah mereka mungkin hanya satu telapak tangan saja "aku terserah kamu saja, kalau kamu mau ayo?"
Rama menelan saliva-nya dengan sulit, ia membelalakkan matanya sambil mengatur nafas. bagaimana pun rama hanya lelaki biasa, ia seperti kucing yang sedang diberi ikan dihadapan-nya.
Rama mendekatkan wajahnya hendak mencium bibir mungil dihadapan-nya, rama memejamkan matanya sambil mendekat namun dengan cepat intan bangun dan tertawa "kena tipu, gorila kena tipu"
Rama menatap punggung intan yang kini berjalan ke arah kamar meninggalkan dirinya
Intan masuk dan duduk ditepi kasur sambil tertawa dan menggelengkan kepalanya "dasar kutu kupret mesum" maki intan, padahal rama sudah tepat didepan pintu. rama mendengus kesal "harga diriku seperti murah sekali tadi, bisa-bisanya aku tergoda" gerutu rama sambil mengunci pintu hendak tidur
Intan yang kini sudah berada dalam selimut sudah membariskan guling ditengah untuk membatasi tempatnya dan tempat rama
Rama membaringkan tubuhnya tanpa berani menatap atau bahkan menoleh pada intan karena, dirinya merasakan sangat malu
Setelah beberapa menit terdengar suara orang dibalik pintu, langkah kaki pun terdengar pelan
"Siapa si?" tanya intan pada rama yang memang belum tidur
Rama bangun dan pergi menyingkapkan gorden jendela kamar sedikit dan perlahan "sini" suruh rama pelan pada intan yang masih ditempat tidur
Intan menghampiri rama "siapa?" tanya intan ketika sampai didepan rama "hustt" rama menaruh telunjuknya dibibir miliknya
Intan pun akhirnya ikut mengintip "ibu? bunda?" intan menoleh pada rama, mereka mengangguk bersamaan. keduanya paham apa yang sebenarnya orangtuanya lakukan disana
"Sini" rama menarik intan ke tembok samping pintu "mendesah" suruh rama saat intan sudah menyenderkan kepalanya ditembok
"Hah?" intan membelalakkan matanya "cepet, kita kerjain mereka" suruh rama. intan pun tersenyum lebar saat rama punya ide untuk mengerjai keduanya
intan menarik nafas berkali-kali lalu mengarahkan tangan rama agar menutup kupingnya "tutup kupingmu, jangan denger" tegas intan namun tetap pelan menunjuk wajah rama, rama mengikuti apa yang intan suruh sambil berdiri dibelakang intan
Intan mulai mendesah secara pelan namun pasti, makin lama desahan itu berubah makin pelan dan lembut membuat rama menelan saliva-nya sendiri "kenapa malah aku yang gelisah" pikir rama sambil menurunkan tangannya karena memang dari tadi tak ada pengaruhnya
Intan masih menikmati perannya sampai ia tak sadar rama sudah memandangi wajahnya dengan intens, ibu dan bunda diluar langsung tos sambil kegirangannya "yes sebentar lagi kita punya cucu" ucap ibu yang dibalas senyuman lebar oleh bu ajeng
Setelah misi ibu dan bunda selesai akhirnya mereka pun pergi meninggalkan kamar intan dan rama, saat intan mendekatkan kupingnya ke tembok. sudah terdengar langkah kaki menjauh menuruni anak tangga dengan sebuah sandal
Intan tersenyum lalu menatap ke depan namun ia kembali menyenderkan kepalanya di tembok saat wajah rama benar-benar ada dihadapannya. intan membelalakkan matanya namun rama masih intens melihat wajah intan dan semakin mendekatkan tubuhnya kali ini
tadi nya gue suka ma gilang karna dia tu kalm pndiem eh2 trnyata dibalik itu smua dia tu heh..😡😡😡 sudah mnghancurkan masadepan seorang wanita mantan nya rama pula tuh😠😠
smangat truss thott💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
gak bagus thor ...ngajarin gak bener ini.