NovelToon NovelToon
Aku Bukan Pelacur

Aku Bukan Pelacur

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: mommy Almira

Intan harus berjuang membuktikan pada keluarga sang suami bahwa dia bukanlah pelacur walaupun dia terlahir dari rahim seorang pelacur. Namun akibat pengkhianatan sang suami yang menikah lagi tanpa sepengetahuan darinya dan tidak diperlakukan dengan adil oleh suaminya, akhirnya Intan terjerumus dalam sebuah dosa dengan kakak iparnya . Dan hal itu lah yang menjadi penyebab hancurnya rumah tangganya bersama dengan Aldy. Dan intan harus rela dibenci oleh anak kandungnya sendir hingga bertahun- tahun lamanya akibat sang anak dipengaruhi oleh keuarga Aldy jika sang ibu bukan orang baik. Apakah Intan bisa kuat menjalani kehidupannya yang dipenuhi dengan kebencian dari keluarga Aldy dan juga anak kandungnya...? Yuk baca cerita selengkapnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy Almira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Maafkan ibu...

Hari ini Intan pergi ke rumah kontrakan bu Yuyun sekaligus dia juga akan tinggal bersamanya. Bu Yuyun yang sudah beberapa hari menunggu kedatangan Intan pun merasa senang sekaligus kesal pada putrinya itu. Iya, bu Yuyun kesal karena Intan tidak menepati janjinya untuk menjenguknya dan mengirim makanan setiap hari untuknya yang sedang sakit. Apa lagi sekarang sakit bu Yuyun bertambah parah. Bahkan dia tidak bisa bangun dari tempat tidur.

Selama empat hari ini bu Yuyun hanya minum dan makan makanan yang ditinggalkan oleh Intan saat terakhir dia berkunjung.

"Ibu..." Intan masuk ke rumah kontrakan bu Yuyun yang kebetulan tidak dikunci.

Intan berjalan masuk ke ruang tengah yang digunakan oleh bu Yuyun sebagai kamar tidur. Iya, rumah kontrakan bu Yuyun terdiri dari tiga petak yang disekat oleh tembok. Bagian depan ruang tamu, di tengah sebagai kamar, dan di ruang belakang ada kamar mandi berukuran kecil yang bersebelahan dengan dapur sempit.

Maklumlah rumah kontrakan petak itu sewa sebulannya hanya lima ratus ribu. Jadi tempatnya serba sempit dan terbatas. Tapi buat bu Yuyun itu lebih baik karena dia bisa berlindung dari panas dan hujan dan tentu saja dia merasa nyaman di sana.

"Bu...ya ampun... Ibu kenapa...?'' Intan langsung menghampiri sang ibu yang terbaring lemas di atas kasur lantai.

"Ibu sakit...?'' tanya Intan khawatir melihat kondisi sang ibu yang tidak baik- baik saja.

"Kan dari kemarin ibu sudah bilang sama kamu kalau ibu sedang sakit..." jawab bu Yuyun lirih namun nada bicaranya terdengar ketus.

Intan menghela nafas. Iya, tentu saja Intan ingat betul saat terakhir dia mengunjungi sang ibu kalau dia akan mengirimkan makanan setiap hari untuknya. Tapi apa lah daya, akibat permasalahan rumah tangga yang sedang dia hadapi, Intan pun melupakan janjinya pada sang ibu.

"Ya ampun bu... Maafin Intan ya... Intan nggak bermaksud melupakan ibu, tapi karena kondisi Intan yang tidak memungkinkan..." jawab Intan sedih.

Bu Yuyun memperhatikan wajah Intan dengan seksama. Dan tentu saja bu Yuyun melihat keanehan di sana. Mata Intan bengkak, dan pipi Intan juga masih memar.

"Apa yang terjadi sama kamu Intan...?'' tanya bu Yuyun yang hendak bangun untuk duduk namun dia merasa tidak kuat untuk menggerakkan badannya karena tubuhnya terasa lemas.

Intan terdiam, dia sebenarnya ingin bercerita pada sang ibu atas masalah yang sedang dia hadapi. Tapi Intan tidak ingin menambah beban karena ibunya sendiri juga sedang tidak baik- baik saja.

"Ayo ceritakan pada ibu, apa yang terjadi padamu nak...?'' tanya bu Yuyun yang merasa bahwa Intan sedang tidak dalam keadaan baik- baik saja.

Apa lagi bu Yuyun melihat Intan yang datang ke rumah kontrakannya dengan membawa tas besar yang sudah tentu saja berisi pakaian. Bu Yuyun yakin jika Intan sedang ada masalah dengan Aldy.

Akhirnya dengan berat hati, Intan menceritakan kepada bu Yuyun atas masalah yang sedang menimpa dirinya. Dari mulai dia tidur bersama Dirga, hingga diceraikan dan dianiaya oleh Aldy serta dan diusir dari rumah. Selain itu Intan juga memberitahu jika dia tidak boleh bertemu Arkan lagi.

"Memangnya alasanmu apa sehingga kamu bisa melakukan hubungan terlarang dengan kakak iparmu sendiri...?'' tanya bu Yuyun.

Intan menghela nafas.

"Itu karena... Intan tidak bisa menahan godaan itu bu. Semua terjadi begitu saja...hik....hik..." jawab Intan mulai menangis.

Dengan suara terbata, Intan menceritakan pada bu Yuyun bahwa selama beberapa bulan terakhir, sikap Aldy padanya berubah dingin dan tidak pernah menyentuhnya. Sedangkan Intan sendiri sebagai wanita normal tentu saja mendambakan sentuhan itu dari Aldy.

Dan hal itulah yang membuat Intan tidak bisa menahan godaan dari Dirga yang datang kepadanya memberikan sentuhan yang selama ini dia inginkan dari Aldy.

"Tapi demi Alloh, Intan menyesal...hik..hik..." Intan semakin menangis.

Mendengar penuturan sang putri, bu Yuyun tersenyum getir. Iya, tentu saja pikiran bu Yuyun langsung kembali ke puluhan tahun lalu di mana dia juga pernah melakukan apa yang pernah Intan lakukan. Bu Yuyun pernah berselingkuh dari pak Wito hingga hamil Intan dari laki- laki selingkuhannya itu.

Bu Yuyun merasa bersalah pada anak perempuan satu- satunya itu. Bu Yuyun merasa apa yang dilakukan oleh Intan sekarang adalah akibat dari perbuatan bu Yuyun di masa lalu. Apa lagi dulu bu Yuyun pernah maksa Intan untuk mengikuti jejaknya yaitu menjadi wanita penghibur seperti dirinya.

Dan sekarang apa yang pernah bu Yuyun lakukan di masa lalu terjadi pada Intan. Namun beruntungnya, dulu bu Yuyun masih diterima oleh pak Wito sebagai istrinya hingga pak Wito meninggal. Sedangkan Intan harus disiksa terlebih dulu oleh suaminya setelah itu dicerai dan diusir dari rumah dengan penuh penghinaan.

"Maafkan ibu ya nak... Ini semua salah ibu..." ucap Bu Yuyun.

Intan yang sedang terisak pun menoleh pada sang ibu.

"Kenapa ibu meminta maaf...?'' tanya Intan heran pada sang ibu yang tumben sekali meminta maaf padanya. Padahal sebelumnya dia tidak pernah mengatakan hal itu walaupun dia salah.

"Iya, apa yang terjadi padamu itu tidak lain karena perbuatan ibu di masa lalu. Kalau saja perangai ibu baik, pasti kamu tidak akan mengalami hal buruk dalam hidup kamu Intan..." jawab bu Yuyun dengan wajah penuh rasa bersalah.

Intan terdiam mendengar ucapan sang ibu.

"Ibu banyak salah sama kamu dan juga sama almarhum mas Wito..." sambung bu Yuyun sambil mengusap air matanya yang tiba- tiba menetes.

"Mungkin umur ibu sudah tidak lama lagi Intan... Maafkan kesalahan ibu ya..." lanjut bu Yuyun.

"Ibu... Ibu jangan ngomong seperti itu,bu. Ibu harus sembuh... Nanti kita ke dokter ya..." sahut Intan lalu membantu bu Yuyun yang hendak bangun dan duduk.

Intan menata bantal di belakang bu Yuyun untuk sandaran.

"Ibu tidak mau berobat lagi. Penyakit itu sudah terlalu parah. Sekarang Ibu hanya menunggu waktu saja kapan ibu mati..." ucap bu Yuyun sambil memegangi perut bagian bawah yang sering terasa sakit.

"Ya ampun ibu...dengar bu... Semua sakit itu pasti ada obatnya. Ibu pasti akan sembuh. Ibu jangan bicara yang tidak- tidak. Intan masih butuh ibu. Kalau ibu nggak ada, Intan mau sama siapa, bu...? Hik...hik..." Intan menangis.

"Intan sudah tidak punya siapa- siapa lagi selain ibu...hik...hik... Arkan juga sudah dibawa pergi oleh mas Aldy. Intan sendirian bu... Ibu jangan tinggalkan Intan ya... Ibu harus temani Intan...hik..hik..." sambung Intan lalu memeluk bu Yuyun.

Bu Yuyun lalu mengusap punggung Intan dengan lembut. Dan tanpa dikomando, air mata bu Yuyun langsung saja mengalir di kedua pipinya.Iya, ini adalah kali pertama bu Yuyun menangis untuk Intan. Anak perempuan hasil perselingkuhan yang dari kecil tidak pernah anggap penting.

Iya, selama ini bu Yuyun menganggap Intan hanya sebagai beban hidup. Tak heran jika sepanjang hidup, bu Yuyun selalu saja marah pada Intan. Apa lagi jika Intan tidak menuruti kemauannya, tak segan- segan bu Yuyun akan berbuat semau hatinya sendiri. Tak perduli dengan perasaan Intan.

Bu Yuyun ingat betul, dulu dia pernah memberikan obat penggugur kandungan pada minuman Intan hingga bayi dalam kandungan Intan keguguran dalam usia empat bulan. Hal itu dikarenakan bu Yuyun tidak suka Intan mengandung anak dari Ridwan. Apa lagi saat itu Intan sudah menjadi janda karena Ridwan meninggal akibat kecelakaan. Dan menurut bu Yuyun, anak itu akan menjadi beban buat Intan karena Ridwan tidak meninggalkan harta yang banyak untuk Intan.

"Ibu...kita ke dokter yuk..." ucap Intan melepaskan pelukannya lalu menatap wajah pucat bu Yuyun.

Bu Yuyun menggelengkan kepalanya.

"Sudahlah Intan... Kamu tidak usah membuang- buang uang untuk berobat ibu. Tidak ada gunanya. Pakai saja uangmu itu untuk pengobatan kamu sendiri. Tadi kamu bilang telinga dan mata kamu harus rutin diobati kan..." sahut bu Yuyun.

Intan menghela nafas. Iya, sebenarnya Intan juga tidak mempunyai banyak uang di tabungan. Dia sudah menghabiskan sejumlah uang untuk berobat ke dokter specialis THT untuk mengobati telinga dan matanya. Dan pengobatan ibu harus berlanjut selama beberapa bulan ke depan.

Belum lagi, Intan juga harus menyisihkan uang untuk kebutuhan makan sehari- hari dan juga untuk bayar kontrakan. Tapi di sisi lain Intan tidak tega melihat kondisi sang ibu.

"Bu... Sebenarnya ibu sakit apa sih...?'' tanya Intan merasa jika sang ibu bukan sakit sembarangan.

Bu Yuyun diam beberapa saat lalu menghela nafas sebelum dia menjawab pertanyaan Intan.

"Sebenarnya... Ibu.... Ibu divonis sakit kanker mulut rahim..." jawab bu Yuyun lirih dan menuduk tanpa berani menatap wajah Intan.

Iya, tentu saja bu Yuyun malu pada Intan. Bu Yuyun tahu betul jika penyakitnya itu disebabkan oleh pekerjaan bu Yuyun yang selama bertahun- tahun melayani laki- laki hidung belang. Tentu saja di antara laki- laki yang sering jajan itu ada yang menularkan penyakit tersebut.

"Ya Alloh ibu...hik..hik..." Intan menangis tidak pernah menyangka jika sang ibu akan menderita penyakit yang mematikan seperti itu.

"Kenapa ibu nggak pernah cerita sama Intan....?'' tanya Intan begitu merasa bersalah pada sang ibu.

Bu Yuyun menggelengkan kepalanya. Lalu bu Yuyun mengatakan pada Intan kalau dia malu. Dia sudah sering sekali merepotkan Intan.

💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝

Beberapa hari ini Intan dan bu Yuyun saling menguatkan atas apa yang sedang mereka alami. Di tengah sakit yang Intan rasakan di bagian mata dan telinga yang masih terasa nyeri, Intan sebisa mungkin mengurus bu Yuyun yang kondisi kesehatannya semakin menurun.

Begitu juga bu Yuyun dalam kesakitannya yang bahkan sudah tidak bisa melakukan apapun, selalu mengusap pundak Intan untuk menguatkan hatinya agar Intan selalu kuat dan sabar dalam menjalani hidupnya yang cukup berat.

Bu Yuyun juga selalu meminta maaf pada Intan atas kesalahan yang pernah dia lakukan pada putri satu- satunya.

"Ibu... Ayo makan dulu..." Intan menyendokkan bubur hangat dan menyuapkan pada sang ibu.

Namun bu Yuyun menggeleng dengan lemah.

"Kenapa bu, ibu harus makan. Nanti abis makan ibu minum obat..." sahut Intan.

Iya, bu Yuyun memang menolak untuk dibawa ke dokter. Dan karena tidak tahan melihat sang ibu yang terus- menerus merasa kesakitan pada bagian perut bawah hingga keringat dingin membasahi sekujur tubuhnya, Intan pun membelikan obat pereda nyeri di apotik.

Intan bersyukur karena obat tersebut bisa sedikit mengurangi rasa nyeri tersebut. Namun hari ini bu Yuyun nampak lebih lemah dari biasanya. Bahkan untuk makan pun dia sudah tidak mau lagi. Tentu saja Intan cemas.

"Ibu... Ibu kenapa...? Apa yang ibu rasakan...?'' tanya Intan.

Namun bu Yuyun hanya diam dan tubuhnya semakin melemah. Tak lama bu Yuyun merasakan kesakitan, dan nafasnya pun tersengal- sengal.

"Ibu...ibu... Kenapa bu...hik...hik..." Intan menangis tidak sanggup melihat sang ibu yang terlihat begitu menderita.

Namun bu Yuyun nampak tidak bisa menjawab pertanyaan Intan karena sepertinya nafasnya hanya sampai di tenggorokan.

"Ibu...hik..hik...ibu...." Intan terus menangis.

Dan tak lama kemudian bu Yuyun berhenti bernafas. Iya, bu Yuyun meninggal di pangkuan Intan.

"Ibuuuu.... Hik...hik...kenapa ibu tinggalkan Intan bu...! bangun bu...! bangun...! Intan nggak mau sendirian..hik...hik..." Intan menangis meraung- raung hingga suaranya terdengar oleh para tetangga.

Para tetangga pun datang ke rumah kontrakan Intan, dan segera membantu mengurus jenazah bu Yuyun.

💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝

"Intan makanlah..." ucap Tantri yang membawakan makanan untuk Intan.

Intan menggelengkan kepalanya. Iya, satu minggu setelah kepergian bu Yuyun untuk selamanya, dunia Intan terasa runtuh. Intan merasa hidup sebatang kara. Dia sudah tidak punya siapa- siapa lagi. Iya, walaupun bu Yuyun sering membuat Intan kesal, tapi sebagai seorang anak, Intan tidak pernah membenci ibu kandung yang telah melahirkannya ke dunia ini.

Seperti apapun perbuatan bu Yuyun terhadapnya dulu, Intan tidak menaruh dendam padanya. Dan sebagai seorang anak, Intan telah selesai melakukan kewajibannya yaitu mengurus sang ibu yang sakit hingga dia meninggal.

Tapi setelah itu, Intan belum bisa menghilangkan kesedihan dalam hidupnya. Intan merasa sendiri dan tidak tahu harus memulai dari mana untuk melanjutkan hidupnya ke depan.

"Aku nggak lapar Tantri..." ucap Intan Lirih dan air matanya mulai turun.

Iya, hari- hari Intan selalu saja dia isi dengan menangis. Menangis kehilangan sang ibu dan juga sedih mengingat rumah tangganya yang hancur dan juga rindu dengan Arkan.

"Intan... Makanlah sedikit saja. Jangan sampai kamu sakit karena telat makan..." ucap Tantri.

Intan kembali menggelengkan kepalanya.

"Biarkan saja aku sakit, biar aku bisa menyusul bapa, ibu dan juga mas Ridwan..." jawab Intan sambil menunduk sedih.

"Astagfirullah... Intan... Jangan bicara seperti itu. Aku tahu kamu sedih, tapi kamu harus bangkit , kamu harus melanjutkan hidup. Kamu tidak boleh putus asa seperti ini..." Tantri mengusap punggung Intan.

"Buat apa Tantri, buat apa aku melanjutkan hidup. Aku tidak punya siapa- siapa lagi. Aku hanya punya Arkan, tapi Arkan sudah dibawa pergi oleh mas Aldy hik..hik..." sahut Intan sambil menangis.

"Intan.. Arkan itu kan lahir dari rahim kamu. Kamu dan Arkan punya ikatan batin yang kuat. Kalau sekarang kamu dipisahkan dari Arkan, aku yakin suatu hari nanti kamu pasti akan bertemu lagi sama Arkan. Nanti aku temani kamu ke rumah orang tua Aldy, semoga saja mereka mau berbaik hati memberitahu di mana Arkan sekarang..." Tantri berusaha menguatkan Intan.

Intan terdiam. Iya, ada benarnya juga apa yang dikatakan oleh Tantri.

"Iya, Tantri..." jawab Intan.

"Kamu harus kuat demi Arkan..." ucap Tantri kembali mengusap punggung Intan. Intan pun mengangguk.

"Tok..tok...tok..." tiba- tiba terdengar suara pintu diketuk dengan keras.

"Bu Yuyun...! Keluar kamu...!" terdengar suara laki- laki memanggil nama Yuyun.

"Intan, siapa itu...?'' tanya Tantri. Intan menggeleng dan segera membuka pintu.

Dan di depan pintu berdiri dua orang laki- laki berbadan kekar berpakaian serba hitam.

"Mana Yuyun...!'' tanya salah satu pria tersebut dengan tatapan garang pada Intan.

"Si...siapa kalian...?'' tanya Intan.

Dan Intan pun kaget begitu mendengar penuturan dua laki- laki tersebut yang mengatkan bahwa mereka datang untuk menagih hutang pada bu Yuyun.

Bersambung...

1
Asmara
Benci bgt SMA Niken
Asmara
Tuh kan, Cantika itu cewek nggak baik, putusin aja Arkan😡
Asmara
Nggak suka ah sama Cantika
Asmara
Kl kmu lelah ya udah tingalin aja si Aldy yg penyakitan, cari suami baru, nggak usah byk drama deh Niken 😅😅
Asmara
Niken yg katanya ustadzah kok gitu ya palying victim. benar" nggak ada merasa bersalah sama sekali. Pdhl dulu dia yg melarang Aldy menyentuh Intan smpai berbulan" 😡
Asmara
Kirain Wulan dah taubat ternyata sama saja sifatnya buruk KY dulu
Asmara
Bos Intan keren rumahnya dah dibagusin, pya apartemen di Hongkong. Trus gimana Thor nasib Aldy, buat dia sengsara dong kesel
Asmara
Si Arkan jg nurut bgt sih JD anak, sudah dewasa juga
Ayunda
semoga tuh dua org dpt karma
Ayunda: buat aja tuh dua org kena HIV kyak yg di ucapin niken
total 2 replies
Ayunda
tuh buat semua klrg kyai SM Aldy dpt musibah udh dzolim SM intan
Salsa
Emng banyak kok Thor orng yang mengaku paham agama merasa dirinya paling benar, merasa tidak punya dosa,dan selalu menganggap org yang pernah salah seperti sampah
Salsa
Kasihan Intan,... Thor kasih intan bahagia dong
Ayunda
kasihan intan ibu kandung rasa ibu tiri selalu tersisih
Mommy Almira: Ujian buat Intan kak, kl Intan kuat dia akan diangkat derajatnya oleh Alloh 😊
total 1 replies
Dini Anggraini
Kakak author yang baik kenapa jahat banget sama intan masak intan ingin kangen2 nan sama anaknya saja tidak boleh sedangkan niken si pelakor kok boleh2 saja padahal selama ini yang jahat aldy, niken dan semua keluarga mereka semua menjauhkan arkan dari ibu kandungnya. Apakah keluarga kiyai seperti gak tahu agama ya jahat banget padahal tidak ada yang namanya mantan ibu dan mantan anak. 😡😡😡🥰🥰
Dini Anggraini: ya kak makasih 👍👍🥰🥰
total 2 replies
Dini Anggraini
Intan kamu kenapa begitu bodoh sih kamu bisa mengajukan banding di pengadilan mengambil hak asuh arkan bisa jatuh ke tanganmu mereka aldy, niken dan ibunya aldy gak berhak melarang kamu ketemu sama arkan. Bukti2 saat aldy selingkuh dengan niken bisa kamu jadikan bukti selama ini aldy gak pernah nenafkahimu baik secara lahir maupun batin selama kamu jadi istrinya sekarang kan kamu punya uang banyak. Kalau perlu viralkan kelakuan bejat aldy di sosial media biar mereka tahu perempuan pendiam bila sudah marah melebihi singa bila sudah marah jangan diam saja di injak2 harga dirimu.
Mommy Almira: Nggak bisa dong kak, kan Intan hanya dinikahi secara siri oleh Aldy
total 1 replies
Dini Anggraini
Intan kamu carilah uang sebanyak mungkin tapi bila jadi TKW yang jujur, waktunya libur ya libur gak usah sering beli baju yang gak jelas. Agar hidupmu jadi orang sukses balik Indonesia nanti. Masalah hutang ibumu bayar nanti 5 ataupun 10 tahun mendatang bila kamu sudah punya uang banyak jadi TKW dan minta saksi dan perjanjian tertulis bila hutangmu lunas takutnya nanti kamu sudah bayar lunas rentenir itu gak ada buktinya tuh kamu di peras mereka. Banyak kok TKW sekarang yang gak suka foya2 di luar negri begitu kembali ke indonesia buat rumah bagus bisa punya sawah luas dan kontrakan juga bisa buat hari tuamu intan. Masalah arka anakmu bila dia dewasa nanti tahu sendiri siapa yang salah sebenarnya. 🥰🥰🥰
Mommy Almira: Tenang kak ada umi Aisyah yg urus bayar hutang, semua beres 😁
total 1 replies
Asmara
Kalau poligami tanpa izin istri pertama termasuk selingkuh nggak sih Thor ..?
Mommy Almira: Kl dia menikah sesuai dengan syariat san rukun nikah terpenuhi itu bukan selingkuh namanya kak. Tpi kl tdk ijin istri biasnaya akan jdi bom waktu yg sewaktu" bisa meledak, dan jika istrin prtama nggak ikhlas akan memintai cerai atu bisa jg meminta suami menceraikan istri muda. Dan yg paking parang rmh tangga akan hancur, begitu yg saya tahu ya kak berdasarkan cerita para ustadz 😊
total 1 replies
Dini Anggraini
Mangkanya intan bila kamu di hina Fatimah mantan mertuamu hinalah balik bahwa aldy lebih dulu selingkuh dari kamu dan gak pernah memberi nafkah lahir dan batin sama kamu intan jangan diam saja. Semakin kamu diam semakin menjadi2 itu manusia jahat anaknya juga selingkuh giliran intan selingkuh marah. 😡😡😍😍😍
Dini Anggraini: 👍👍😍😍😍
total 2 replies
Heriyani Lawi
itulah akibatnya karena kebodohan dan nafsumu sendiri intan
Asmara
Wah suka deh SMA ceritanya, kita nggak sekedar hanya baca novel , TPI sekaligus mendengar ceramah yg bermanfaat. semangat Thor 😍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!