Starla, putri kandung seorang pengusaha kaya yang tidak disayang memutuskan menerima tawaran seorang pria untuk dijadikan simpanan. Setelah empat tahun berlalu, Starla pun memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak diantara mereka lagi. Starla meninggalkan Nino begitu saja. Hingga pada akhirnya, Nino ternyata berhasil menemukannya dan mulai terus membayanginya dengan cara mendekati Kanaya, kakak tiri Starla. Nino, pria yang terbiasa dipuja-puja oleh banyak wanita, jelas tidak terima dengan perbuatan Starla. Seharusnya, dia yang meninggalkan wanita itu. Namun, justru malah Starla yang meninggalkannya.
Berbekal dendam itu, Nino awalnya berniat untuk mempersulit Starla. Siapa sangka, di tengah rencananya mendekati Kanaya, Nino menemukan sebuah fakta bahwa selama ini Starla tak pernah merasakan bahagia. Sedari kecil, hidupnya selalu dirundung kesusahan. Hak-haknya bahkan direbut.
Berawal dari rasa penasaran, Nino justru mendapati bahwa perasaannya terhadap Starla ternyata sudah berbeda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Proposal kerja sama
Ting tong!
Bel apartemen Nino berbunyi untuk yang ke sekian kali. Pria yang sedang memeriksa pekerjaan lewat email itu tampak mendengkus kasar kemudian berjalan ke arah pintu.
Dia yakin, pasti Kanaya yang datang. Perempuan itu sudah berkali-kali datang untuk menemuinya namun Nino selalu mengabaikannya.
"Mau apa lagi kamu ke sini? Bukankah sudah ku bilang kalau..."
Ucapan Nino tiba-tiba tertelan di tenggorokan. Matanya tak berkedip sama sekali. Tangan yang masih memegang gagang pintu tampak menggenggam semakin erat.
"Star-la?"
Gadis itu tersenyum lebar. Penampilannya terlihat begitu menggoda. Meski menggunakan seragam khas wanita kantoran, namun hal tesebut justru membuat Nino semakin terpana.
"Tuan Gionino Roberts, apa Anda sedang sibuk?" tanya Starla kepada pria itu.
"Kenapa?" tanya Nino. Dia berusaha bersikap dingin dan datar kepada perempuan itu.
"Saya ke sini ingin mengajukan proposal kerja sama," ucap Starla.
Nino memiringkan sedikit kepalanya. "Proposal kerja sama seperti apa?" tanyanya.
"Bisa kita masuk? Berdiri di sini sedikit melelahkan," kata Starla dengan ekspresi wajah yang terlihat merengek.
Nino pun mengangguk. Dia mempersilakan Starla untuk masuk ke dalam apartemennya.
"Jadi, proposal kerja sama apa yang kamu maksud?" tanya Nino. "Bisa katakan dengan cepat? Waktu ku tidak banyak. Sepuluh menit lagi, aku masih harus meeting virtual dengan beberapa kolega dari luar negeri."
"Santai sedikit, Tuan Nino!" balas Starla. "Saya yakin, Anda pasti akan menyukainya."
Starla menyerahkan sebuah berkas kepada Nino. Pria itu pun menerimanya dengan tatapan penuh rasa curiga.
Setelah membaca isi berkas tersebut selama beberapa saat, mata Nino seketika membulat sempurna. Tenggorokannya kering. Dahinya berkeringat.
Namun, dia berusaha keras untuk menutupi semua itu. Dia harus berakting, seolah sudah kehilangan minat pada Starla.
"Kau... Ingin jadi simpanan ku lagi?" tanya Nino.
Dan, Starla mengangguk, mengiyakan.
"Hahahahah..." Nino tertawa. "Kau pikir, aku masih berminat padamu, Starla? Tidak. Masih banyak perempuan lain yang bisa aku pakai untuk menuntaskan hasratku."
"Tapi, tidak ada yang seperti aku," sambar Starla penuh percaya diri. "Selain bisa memuaskan 'itumu' aku juga bisa memuaskan perutmu. Aku juga bisa diajak bertukar pikiran soal pekerjaan. Bisa dibilang, aku ini simpanan paling multi talenta yang pernah ada."
"Maaf, tapi aku sudah tidak tertarik lagi kepadamu," balas Nino seraya menyeringai sinis.
"Tuan Nino yakin!?" tanya Starla dengan tatapan mengandung maksud tertentu.
Mendadak, firasat Nino jadi tak enak. Namun, dia berusaha untuk bersikap tetap tenang.
"Yakin," angguk Nino.
Starla menghela napas panjang. Dia mengambil proposalnya kembali dari tangan Nino. Dia berdiri, bersiap-siap untuk pergi.
"Baiklah! Kalau begitu, aku akan pergi mencari pria lain."
Kata 'pria lain' sukses membuat urat kewarasan Nino jadi terputus. Pria itu pun langsung menangkap pergelangan tangan Starla yang terasa begitu kecil saat dia genggam.
"Kamu mau kemana?" tanya Nino.
"Cari pria lain," jawab Starla dengan santainya. "Bukankah, tadi aku sudah bilang?"
Rahang Nino tampak mengerat. "Apa sekarang kamu sudah bersedia tidur dengan lelaki manapun, Starla?" tanya Nino dengan suara rendah.
"Mau bagaimana lagi?" balas Starla. Dia mengedikkan bahunya. "Restoran ku sudah tutup. Sekalipun, ingin buka kembali, tapi traumaku masih ada. Aku masih takut, seseorang akan tiba-tiba menyerang ku lagi. Sementara, aku juga tidak bisa diam saja. Aku dan Bibi Wirda juga butuh makan. Jadi, satu-satunya pekerjaan yang mungkin bisa aku lakukan hanyalah jadi perempuan simpanan."
"Jadi perempuan simpanan jauh lebih berbahaya, Starla!" geram Nino.
"Siapa bilang?" balas Starla. "Saat bersamamu dulu, aku justru merasa aman."
Jantung Nino mendadak berdegup dengan cepat. Kata-kata Starla sukses membuatnya berdebar.
"Tuan Nino... cepat lepaskan tanganku! Aku harus pergi. Aku masih punya janji dengan pria lain."
Ah, ini benar-benar menyebalkan. Kenapa Nino harus merasa seperti sedang dibakar hidup-hidup? Dan, perasaan seperti ini benar-benar menyiksa.
Bruk!
Starla jatuh ke pangkuan Nino saat pria itu menyentak tangannya dengan penuh tenaga. Starla cukup terkejut hingga pupil matanya melebar.
"Apa yang Tuan Nino lakukan? Cepat turunkan aku!"
"Starla!" panggil Nino menahan emosi. "Aku tahu, kamu sedang ingin memanfaatkan aku, kan? Kamu datang kepadaku, hanya untuk membalas dendam kepada Kanaya. Iya, kan?"
Starla diam sejenak kemudian menjawab," kalau iya, kenapa? Aku memang ingin memanfaatkan Tuan Nino untuk membuat Kanaya menangis darah. Tapi, aku rasa rencana itu sudah gagal total. Itu sebabnya, aku harus pergi sekarang juga."
Starla mencoba berdiri. Namun, Nino malah mencengkram pinggangnya kuat-kuat.
"Argggh, sakit!" ringis Starla. Dia berusaha menyingkirkan tangan besar Nino dari pinggangnya.
"Starla, kenapa kamu selalu membuatku kesal, hah?" geram Nino.
Buang laki² yang demi gengsi & ego tinggi hanya untuk merendahkan dirimu😠
Nino pikir di dunia hanya ada dia saja tanpa ada orang lain yang masih baik untuk menolongmu Starla 💪
Starla bangkit & cari kebahagianmu tanpa Arlo & Nino, masih banyak orang yang baik padamu Starla 💪