NovelToon NovelToon
Pewaris Yang Hilang 2

Pewaris Yang Hilang 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Perperangan / Action
Popularitas:52.5k
Nilai: 5
Nama Author: Edane Sintink

Jhon, bertarung demi kehormatan di medan perang. mengalami penyergapan yang terpaksa membuatnya harus meledakkan kekuatan terakhirnya. Dia kehilangan ingatan, kehilangan kekuatan, kehilangan identitas, bahkan nyaris kehilangan segalanya. Dari Jenderal bintang lima, Dari seorang pewaris keluarga William, seketika berubah menjadi bukan siapa-siapa dan bahkan dianggap lebih buruk dari sampah.
Mampukah Jhon menemukan kembali kekuatan yang pernah dia miliki, mampukah Jhon kembali menemukan jati dirinya? Ikuti kisahnya dalam karya saya yang berjudul 'PEWARIS YANG HILANG 2'

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Edane Sintink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jhon dikeroyok

...Bab 34...

Beberapa orang langsung melompat ke depan dan membuat formasi mengelilingi Jhon yang kini terdesak di tengah.

"Nak, kau tau apa yang baik untuk mu. Berlutut sekarang dan jilat sepatu tuan muda Alan, kemungkinan kami akan memukulmu dengan sedikit menahan tenaga kami,"

"Hahaha. Benar. Jika kau tidak berlutut, kau akan tau sendiri seperti apa nanti jadinya dirimu. Jika tidak cacat, ya minimal kau akan terbaring di ranjang rumah sakit selama satu bulan,"

Berbagai ucapan penuh ejekan dilontarkan kepada Jhon. Mereka benar-benar menganggap bahwa Jhon seperti ikat di talenan yang siap dipesiangi kapan saja.

"Berlutut kataku!"

Bugh...!

Seorang yang berada di posisi belakang Jhon tiba-tiba menendang betis Jhon dari belakang. Namun alangkah kagetnya dirinya ketika dia merasakan kaki nya kesakitan. Dia merasa seperti menendang plat besi.

"Aduh.., kaki ku;"

Orang itu terduduk sembari menggosok kakinya. Dia tidak percaya kalau kakinya yang terbiasa dilatih menendang samsak bisa mengalami cedera.

"Ada apa dengan kaki mu? Kau selalu malas. Bilang saja kalau kau mau makan gaji buta!" Sindir salah satu dari orang yang mengepung.

"Sialan kau. Kalau bukan karena kaki brengsek ini terlalu keras, apa mungkin aku kesakitan. Sial!"

Melihat anak buahnya malah bertengkar sesama sendiri, Alan menjadi gusar. Dengan bentakan dia memarahi orang-orang yang dia anggap terlalu banyak bicara namun sedikit bekerja itu. "Apa lagi yang kalian ributkan? Bertengkar seperti orang bodoh. Apa yang aku suruh, apa yang kalian kerjakan. Anjing pun akan patuh pada tuannya. Kalau aku suruh gigit, maka dia akan menggigit. Bodoh!"

Semua orang merasa malu karena ditegur sangat keras oleh Alan.

Sejenak mereka saling pandang seolah-olah sedang memberi kode. Lalu mereka pun bergerak menyerang Jhon.

Bugh..!

Plak..!

Jhon dijadikan seperti samsak tinju. Tapi anehnya tubuhnya seperti terbuat dari karet. Begitu di pukul, tangan orang yang memukuli yang terasa sakit.

Sementara itu Jhon hanya memberikan perlawanan secara naluri. Dia sibuk sendiri menghalau serangan yang mengarah padanya. Tapi satu serangan yang dia hindari, empat serangan lainnya masuk. Lama kelamaan dia kewalahan juga.

"Bereskan segera!"

Prak...!

Salah satu dari mereka melayangkan kursi yang terbuat dari kayu yang dengan tepat menghantam kepala Jhon.

Jhon terhuyung-huyung ke depan. Namun dari depan satu sepakan menyepak bagian bawah dagunya membuatnya kembali terdongak.

"Kau tau sekarang bagaimana rasanya menyinggung tuan muda kan?"

Seseorang menjambak rambut Jhon kemudian mendorongnya hingga membentur tembok.

Prak..!

Jhon terjatuh merosot dari dinding dan langsung tergeletak di lantai. Darah mengucur deras dari kepalanya membasahi lantai keramik putih.

"Sialan. Apakah dia akan mati?"

"Kau terlalu keras memukul. Bagaimana kalau mati beneran?"

"Apa lagi yang kalian ributkan? Kalau mati ya mati saja. Apa yang kalian takutkan? Kalau langit runtuh pun, Singa Utara bisa menopangnya untuk kita," bentak Alan dengan angkuh.

Saat ini Jhon sudah sangat sekarat. Darah keluar terus menerus dari delapan lubang pada yaitu telinga, hidung, mata dan mulutnya. Bahkan setiap kali dia menghembuskan nafas, darah akan menyembur keluar dari hidung dan mulutnya.

Jhon kini dalam alam bawah sadarnya tampak sedang berdiri di medan perang.

Puluhan ribu mayat tentara bergelimpangan di hadapannya. Sementara itu di tangannya tergenggam sebilah pedang dengan darah masih menetes dari ujung bilah pedang tersebut.

Pakaian yang dia kenakan sudah compang camping. Tubuhnya mandi darah seperti orang yang baru saja bangkit dari kubangan darah.

Di hadapannya, puluhan ribu prajurit tampak sedang mengejar dengan pedang dan senjata api di tangan. Sementara itu di belakangnya sekitar seratus orang prajurit tampak berusaha untuk mengingatkan dirinya untuk segera lari.

"Jenderal, jangan!"

"Jenderal, lari lah. Kami akan membuka jalan. Jangan lupa bakaskan dendam kami,"

"Jenderal, jangan bakar esensi darah mu. Tubuh mu akan hancur. Andai hidup pun kau tidak akan bisa menjadi praktisi lagi,"

Kata-kata itu seperti diabaikan oleh sosok lelaki yang berdiri sambil menggenggam pedang tersebut.

"Sekte Alamud, aku, Jhon adalah seorang yang pendendam. Jika aku selamat dari pengepungan ini, maka kalian pasti mati,"

"Jenderal. Lari lah. Kalau anda selamat, tolong bantu adik ku. Hanya dia satu-satunya yang aku miliki di dunia ini,"

Jhon menoleh ke arah suara yang sudah sangat lemah itu.

"Keanu, kau bisa pergi dengan tenang. Jika bukan aku, masih ada Henry yang akan menjaga adik mu,"

Setelah berkata demikian, Jhon mengusap wajah prajurit itu dengan tangannya yang berlumuran darah. Prajurit itu adalah salah satu dari seratus orang prajurit elit yang dilatih oleh dirinya sendiri. Kini prajurit elit yang dia miliki tidak lagi genap seratus personel.

Sementara itu, jarak ribuan prajurit yang menyerangnya tinggal beberapa meter lagi. Ini membuat Jhon segera menggigit lidahnya hingga berdarah. Kemudian dia mengeluarkan sebutir pil berwarna hitam pekat.

Pil ini adalah pil yang bisa meningkatkan kekuatan seribu kali lipat. Namun efek sampingnya sungguh sangat mengerikan.

"Prajurit ku, jika aku mati, bawa jasadku kembali ke Star hill city. Namun andai aku masih hidup, rahasiakan keberadaan serta identitas ku. Sampaikan salam ku kepada nenek moyang jahiliah (Ryan Clifford) katakan bahwa dia harus berhati-hati terhadap orang-orang di istana. Selain tunangan ku Putri Alexandria dan kaisar Agung Bernard, semuanya adalah pengkhianat!"

"Jendral!"

Tubuh Jhon saat ini berubah membengkak bagaikan balon yang kelebihan angin. Tubuh itu retak-retak dengan urat-urat bertonjolan. Jika diperhatikan sungguh sangat mengerikan seakan-akan tubuh itu bisa meledak kapan saja

Sreeet....

Jhon menarik pedangnya sehingga menimbulkan percikan api.

Breeeet ..!

Sekali ayun, niat pedang melesat bersama kilat cahaya.

Begitu para prajurit tersapu oleh sinar yang berkelebat dari pedang ditangan Jhon tubuh-tubuh pun roboh tumpang tindih sejauh sinar pedang tersebut melesat.

"Aku telah berkorban banyak. Andai aku mati, itu sepadan jika ditukar dengan seratus ribu nyawa prajurit Zagraria dan Sekte Alamud!"

Bayangan pedang raksasa melayang di udara seolah-olah siap untuk memenggal kepala.

Wuzzz...

Begitu bayangan Jhon melesat memasuki formasi prajurit seperti seekor harimau yang memasuki kawanan domba, di situ lah bayangan Avatar pedang menimpa para prajurit.

Teriakan kematian memekin membuat bulu kuduk merinding. Jerit, teriakan serta tangisan bergema. Sedangkan Jhon terus berkelebat memanen nyawa prajurit Zagraria.

Tidak lebih dari satu jam, dari seratus ribu pasukan hanya tinggal satu orang saja yang masih berdiri. Dia adalah Jhon sang Dewa kematian.

Jhon mengambil sebatang jarum yang sangat halus. Kemudian dia menancapkan jarum tersebut pada bagian belakang kepalanya.

"Jenderal...!"

Para prajurit elit berlari menghampiri tubuh Jhon yang mulai limbung selesai jarum ditusukkan di bagian belakang kepalanya.

"Matt kau atur tempat persembunyian untuk Jenderal Jhon. Dan kau Black Rose, buka jalan. Kita harus segera meninggalkan tempat ini!"

Para prajurit mulai melakukan tugasnya masing-masing. Mereka tidak lagi kembali ke camp, melainkan melarikan diri menuju sebuah anak sungai kemudian yang terjadi adalah tubuh Jhon sengaja dihanyutkan melalui sungai menuju kampung pertanian.

1
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
Mujib
/Smile//Smile//Smile//Smile//Smile/
Mujib
🤣🤣🤣🤣🤣
Mujib
/Coffee//Coffee//Coffee//Coffee//Coffee/
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
👀👀👀👀👀
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!