NovelToon NovelToon
Dari Musuh Jadi Candu

Dari Musuh Jadi Candu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Janda
Popularitas:25.8k
Nilai: 5
Nama Author: Martha ayunda

Clara Adelin, seorang gadis bar bar yang tidak bisa tunduk begitu saja terhadap siapapun kecuali kedua orangtuanya, harus menerima pinangan dari rekan kerja papanya.
Bastian putra Wijaya nama anak dari rekan sang papa, yang tak lain adalah musuh bebuyutannya sewaktu sama sama masih kuliah dulu.
akankah Clara dan Bastian bisa bersatu dalam satu atap? yuk simak alur ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martha ayunda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

surat perjanjian pranikah

Hari hari berlalu dengan cepat, Bima sibuk dengan urusan balas dendamnya, sementara Clara juga sibuk mempersiapkan hari H pernikahannya yang sudah di depan mata, fitting baju pengantin pun mereka lakukan di sebuah butik ternama.

"waahh.... Calon menantu mama cantik sekali!." puji Ratih yang hari ini menemani Clara dan Bastian.

"tapi bagian dada dan bahu terlalu rendah ma, kok aku merasa kurang nyaman ya!." Clara mencoba menarik bagian depan gaunnya keatas.

"ini memang modelnya seperti ini kak, kami merancang sesuai permintaan calon pengantin pria." jelas sang pegawai butik tersebut.

"ha? Bukankah waktu itu kita sepakat untuk yang model bagian dada tertutup sampai leher meskipun tanpa lengan?." Clara menoleh ke arah Bastian yang berpura pura sibuk dengan dasi yang melingkar di lehernya.

Ratih hanya bisa menepuk jidat melihat hal itu, Bastian memang sedikit ngawur jika sesuatu dirasa tidak cocok dengannya.

"eh itu, masnya bilang kalau model yang seperti keinginan kakaknya itu tidak cocok dengan tinggi badan kakak." jelas sang pegawai menjawab apa adanya.

"oh jadi begitu ya!." Clara manggut manggut lalu menatap penuh permusuhan kearah Bastian yang masih sibuk dengan kepura puraannya.

(awas kamu Bastian!.)

(hari ini kamu selamat karena ada mamamu!.) geram Clara dalam hati.

"sudah tidak apa apa, kamu cantik sekali kok dengan gaun model ini, kelihatan makin imut imut, mama juga suka dengan selera Bastian." hibur Ratih yang memang tidak berbohong, Clara terlihat makin cantik dan anggun.

"nggak bisa di ubah atau ganti gitu?." nego Clara ke pegawai butik.

"merancang gaun butuh waktu kak, sedangkan waktunya tinggal seminggu lagi, bagaimana nanti kalau tidak sesuai ekspektasi kakaknya?."

"huuff! Ya sudah." Clara pun pasrah.

"coba sini kakak bersanding dengan masnya." pinta sang desainer yang baru saja mendekati mereka karena fitting bajunya berbarengan dengan orang lain.

Bastian yang mendekati Clara lalu sama sama berdiri di depan cermin besar. "Awas kamu ya!." bisik Clara sambil mendelik tajam, Bastian hanya senyum senyum sambil merangkul pinggang Clara sesuai arahan sang desainer.

"sangat cocok sekali!." seru desainer itu sambil bertepuk tangan pelan.

"ya, saya rasa ini sangat bagus!." Ratih ikut memuji.

Setelah urusan baju pengantin selesai, Bastian mengantarkan mamanya pulang terlebih dahulu, kini giliran dia mengantarkan Clara, aura Clara sangat tidak bersahabat sejak tadi.

"berhenti dulu!." ucap Clara sembari menatap lurus ke depan.

"ada apa?." Bastian mengernyitkan keningnya lalu menepikan mobilnya di pinggir jalan yang cukup lengang.

Clara mengeluarkan sebuah map yang ia lipat jadi dua karena tidak muat di dalam tasnya.

"ini surat perjanjian pranikah kita!." ujarnya seraya menyodorkan map tersebut.

"Perjanjian pranikah? Kamu benar benar membuat surat perjanjian?." tanya Bastian sambil menerima map tersebut.

"ya, kamu tinggal tanda tangan saja, ini bolpoinnya sudah aku siapkan!."

"tunggu, aku baca dulu isinya." tolak Bastian saat Clara menyodorkan bolpoin.

Bastian membaca dengan serius setiap poin yang tertera di dalam surat tersebut, dahi pria tampan itu mengernyit lalu menatap wajah cantik Clara.

"apa apaan ini Cla?." tanyanya heran.

"memangnya kenapa?." Clara balik bertanya sambil tersenyum miring.

"kok isinya memberatkan aku semua? nggak ada malam pertama, nggak tidur sekamar, nggak boleh mencampuri urusan pribadi masing masing, apa maksudnya ini?."

"karena aku belum yakin sama kamu, jelas aku nggak mau rugi dong!." jawab Clara.

"tapi nggak gini juga kali Cla, aku pikir surat perjanjian ini soal harta dan hak serta kewajiban kita sebagai suami istri! Kalau begini caranya ngapain kita nikah segala!." protes Bastian yang terlihat kecewa berat.

"lah, yang pengen kita buru buru nikah siapa? Aku kan sudah bilang, aku belum siap, apalagi ada si Halloween itu!."

"cla! Aku nggak ada hubungan sama dia! Dia saja yang ngejar ngejar aku, apa kamu masih nggak percaya sama aku?."

"Bastian! Aku akan percaya jika sikapmu bisa tegas sama tuh nenek lampir! Itu pun nggak serta merta ya! Aku perlu pembuktian mendalam."

"cepat tanda tangani ini, aku sudah capek banget." imbuh Clara.

"kalau aku gak mau bagaimana?." Bastian berkata sembari menatap tajam kearah Clara.

"terserah kamu, yang jelas kamu harus tetap mematuhi peraturan yang aku buat, klau keberatan tinggal gagalkan pernikahan kita, beres kan?."

"Clara!."

"hemm!."

Bastian meremas rambutnya seperti orang frustasi, ingin rasanya ia meremas remas Clara yang duduk dengan ekspresi cuek di sebelahnya.

(percuma dong aku mendesak papa sama mama agar cepat cepat menikahkan aku dan dia!.) batin Bastian.

(tapi tidak apa apa lah, yang penting dia sudah sah menjadi milikku! Suatu hari nanti aku pasti akan menaklukkan hatinya.)

****

Bima mengernyit heran saat melihat sebuah rumah yang lumayan besar di seberang jalan, berhari hari dia menyelidiki Sofyan, suami baru mamanya.

"kamu yakin pria itu tinggal di rumah itu?." tanyanya ke seseorang yang duduk di kursi kemudi.

"yakin sekali bos, istrinya bernama Ernawati, dan anak mereka masih duduk di bangku SMA." jelasnya.

"itu artinya dia sudah lebih dulu menikah dengan wanita itu sebelum sama mama, atau jangan jangan Sofyan dan Alisa hanya berniat menipu mama, bisa jadi wanita itu ibu kandung Alisa!." ucap Bima yang hampir saja tidak percaya dengan hasil penyelidikan orang suruhannya.

"bisa jadi seperti itu bos, jadi apa yang harus saya lakukan selanjutnya?." tanya orang itu seraya memperhatikan rumah tersebut.

"kamu selidiki kehidupan Sofyan sebelum menikah dengan mama, darimana asal mereka dan seperti apa kehidupan mereka sebelum menikah dengan mamaku!."

"aku curiga mamaku hanya di manfaatkan oleh laki laki brengs3k itu! jangan lupa latar belakang istrinya juga!." imbuh Bima.

"siap bos! Itu masalah gampang, anda tunggu beberapa hari saja, saya pasti bisa mengorek informasi tentang pria itu." sahut orang itu yakin.

"bagus sekali! Kita tunggu beberapa saat lagi, aku ingin memastikan dengan mata kepalaku sendiri keberadaan Sofyan di rumah itu!."

Bima membuka sedikit kaca jendela mobil lalu menyulut sebatang rokok, dihisapnya perlahan, seolah olah ingin melepaskan beban hidup yang selama ini ia rasakan.

Tak berselang lama sebuah mobil berhenti di depan rumah itu, Bima langsung melemparkan Putung rokoknya lalu menegakkan badan, diawasinya dengan seksama mobil tersebut.

"siapkan kamera!." titahnya agar orang suruhannya itu merekam siapa orang yang akan turun dari mobil.

Tak lama kemudian keluar seorang pembantu rumah tangga untuk membuka pintu pagar, mobil pun terparkir di halaman yang lumayan luas.

Seorang pria yang tak lain adalah Sofyan turun dari mobil lalu membuka pintu samping, wanita sebaya dengan Marina turun sambil tersenyum bahagia, mata Bima menyipit sambil terus mengawasi mereka.

"siapa nama wanita itu tadi?." tanyanya seraya mencoba mengingat ingat sesuatu.

"Ernawati, bos!." jawab anak buah Bima yang masih asyik merekam.

"Ernawati?... Ernawati?... Sepertinya aku pernah melihat wanita itu?." gumam Bima.

"oke, kamu lakukan tugasmu, dan satu lagi, tolong selidiki kapan mereka membeli rumah itu!." perintah Bima.

"siap bos!."

"kita pergi sekarang!." ajak Bima yang merasa cukup untuk hari ini.

Mobil segera meninggalkan area tersebut lalu meluncur ke jalan raya, isi kepala Bima masih di penuhi tanda tanya tentang wanita yang di duga istri lain dari Sofyan itu.

(siapa dia?. sepertinya wanita itu tidak asing buatku?.) batin Bima.

1
Martha ayunda
buku sendiri aku ulas sendiri 🤭
Saryanti Yahya
lanjut thor tetap semangat dan cepat sembuh ya
Saryanti Yahya
lanjut thor
Saryanti Yahya
Bastian dah dig dug ya mau ketemu calon tunangan, padahal dia udah berantem mulu sama calonnya, wah bisa pingsan nih kalo tau calonnya ternyata clara
Nur Halida
kirain clara dah mau lahiran dan ketemu bima terus di tolongin bima.. ternyata cuma di anterin pulang🤭
Nur Halida
semoga premannya biss di andalkan dan eria baik2 saja gak ketemu lagi sama omnya
Nur Halida
semoga lekas sembuh thor...dan tetap semangat💪💪💪
Martha ayunda: mksh kk ♥️♥️♥️
total 1 replies
Nur Halida
kenapa dg eria???pasti di ancem sama paman dan bibinya
Nur Halida
apa mungkin dulu clara juga suka sama bima tapi kerena udah bertunangan sama bastian dia berusaha menekan perasaannya pada bima dan setelah menikah baru cinta sama bastian .. mungkin clara masih ada perasaan pada bima
Martha ayunda: mungkinkah? 😄
total 1 replies
Nur Halida
iya juga ya hesti gak ada kaitannya dg clara kalo misalnya suatu hari nanti clara berjodoh dg bima
Nur Halida
kirain sahabat kayaknya musuh ... gak jadi lancar dong bima 🤭
Martha ayunda: semoga saja lancar kak 🤭
total 1 replies
falea sezi
mending ma eria bima
Martha ayunda: gitu ya kak
total 1 replies
falea sezi
males bgt harusnya ma eria lah
Nur Halida
bakalan lancar jalan bima berjodoh dengan clara
Nur Halida
clara ... 🥹🥹🥹🥹 pasti berat banget jadi clara.. apakah entar bima yg akan menikahi clara ??secara bima masih mencintai clara .. untung eria belum jatuh cinta pada bima
Nur Halida
ikut nangis juga 🥹🥹🥹.. clara udah cinta sama bastian .. bastiannya malah pergi untuk selama2nya
Martha ayunda: iya loh kak 😭😭😭
total 1 replies
Nur Halida
ini beneran bastian meninggal... baru aja mau bahagia udah meninggal... kasihan clara lagi hamil
Martha ayunda: iya kak 😭
total 1 replies
Nur Halida
loh kok bastian kecelakaan .. apa entar bima jadi suaminya clara gantiin si bastian .. terus gimana dg eria dong ..
Martha ayunda: entah kak, nantikan update selanjutnya ya 🤭✌️
total 1 replies
Nur Halida
yah gak ada bima dan eria... clara kayaknya hamil ..
Martha ayunda: nanti ya 😊
total 1 replies
falea sezi
gemes sama kalian
Martha ayunda: sama authornya bagaimana? 🙈✌️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!