Fatimah dan Farrel, dua nama yang kalau disebut bareng, seluruh sekolah pasti langsung heboh. Bukan karena mereka pacaran, tapi karena setiap kali bertemu, pasti berantem. Farrel terkenal sebagai cowok jenius yang santai tapi super jail, tapi herannya jailnya cuma sama Fatimah. Sementara Fatimah dikenal sebagai cewek pintar yang gampang kesal dan nggak tahan lihat tingkah konyolnya.
Mereka dijuluki “Tom & Jerry versi sekolah” selalu ribut. Sampai suatu malam, sebuah kecelakaan tak terduga mengubah segalanya, setelah pertengkaran besar.
Saat sadar di rumah sakit, dunia mereka terbalik — Fatimah terjebak di tubuh Farrel, dan Farrel di tubuh Fatimah.
Dunia seakan berputar terbalik.
Farrel harus belajar jadi cewek yang biasa dandan, sementara Fatimah harus berpura-pura jadi cowok santai yang senyumnya bisa bikin satu sekolah teriak walaupun di saat dengannya kayak monyet. Bisa gak mereka bertahan di tubuh yang salah dan gak sesuai dengan gander mereka? Penasaran yuk baca Guys😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatimah Cutꪻᶠᵃᵗᶦ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34 Kilasan (Flashback)
🧸🦋 Happy Reading 🦋🧸
"Gue gak nyangka Fati, ternyata hidup lu gak seenak yang gue duga. Sorry udah sempat kepengen rasain gimana rasanya di atur dan di bimbing sama orang tua, kayak lu, gak kayak gue yang kesepian. Ternyata di balik itu semua, lu terluka. Maafin gue..." batin Farrel mengepalkan kedua tangannya erat.
Farrel masih mematung membayangkan apa yang masuk berputar-putar ke dalam otaknya tadi. Itu membuat ia merasa bodoh karena tebakannya tak sesuai ekspektasinya.
Kilasan yang Farrel lihat tadi...
Flashback
Sore itu di taman yang ada di rumah keluarga Gaxela, adem dan damai.
Fatimah lagi berbincang hangat dengan Wylza yang sering di panggil Zaza, ia adalah adek bungsu Fatimah yang mempunyai penyakit jantung dari lahir. Mereka tengah bermain lari-lari kecil, kalo main kejar-kejaran takut membuat Zaza drop itu pikir Fatimah.
Setelah puas bermain dengan tawa bahagia, walaupun wajah Zaza nampak pucat karena kelelahan, tapi dapat di lihat dari matanya yang berbinar cerah, fakta bahwa ia sangat bahagia. Tapi karena Fatimah khawatir kalo nanti adeknya kenapa-kenapa mereka pun berhenti dan memutuskan beristirahat.
Zaza sempat tak setuju, karena permainan yang menurutnya sangat asyik malah berhenti, tapi ia tak bisa menolak karena Kakaknya terlalu tegas, ini pun demi kesehatannya membuat ia mau gak mau nurut, walaupun gak rela, ia mau main lagi. Tapi apa daya tubuhnya sekarang aja udah lelah, jantungnya berdetak agak kencang, tapi masih aman, untuk sekarang.
Malamnya, tiba-tiba di rumah keluarga Gaxela di buat gempar, karena bungsu yang tiba-tiba demam tinggi dan kejang-kejang membuat panik dan segera di bawa ke RS.
Tapi sebelum itu ... lagi situasi darurat, masih sempat-sempatnya Zendra menampar keras anak pertamanya yang saat itu juga lagi panik dan khawatir takut adeknya kenapa-kenapa.
PLAK!
Wajah Zendra memerah napasnya memburu, dadanya naik turun, dalam telinga seperti keluar asap tak kasat mata.
Wajah Fatimah tertoleh, matanya terpejam erat menikmati rasa sakit di pipinya yang saat ini pasti memerah, dengan sudut bibir yang robek. Tapi yakinlah rasa sakit di pipinya tak sebanding dengan rasa sakit hatinya yang saat ini sangat menyesakkan, napasnya tertahan seakan ada batu besar tak kasat mata menghampit dadanya.
"Papa kecewa Fafa. Kecewa! Tadi Zaza main bersamamu bisa-bisanya dia sakit separah ini, kamu apain dia?! Selalu saja begini! Begini saja terus. Papa suruh jaga, bukan malah bikin celaka! Apa sih gunanya kamu sebagai Kakak!? Sangat tidak berguna...!"
Bentakan keras dari Zendra membuat tubuh Fatimah bergetar hebat, hatinya sangat sakit, lagi-lagi ia tidak berperan penting sebagai kakak, lagi-lagi Zaza celaka karena dia. Tapi ... apakah papanya tidak bisa nanti aja memarahinya ia sangat khawatir dengan Zaza, apa gak bisa papanya menanyakan dulu kenapa langsung menyalahkannya seperti ini. Apa mungkin Zaza sakit karena main lari-larian kecil tadi bersamanya. Ia menggigit bibir bawah kuat menahan tangisnya, satu kata lolos dari bibir mungilnya yang saat ini berdarah.
"Maaf..." gumam Fatimah lemah sambil menunduk dengan badan masih bergetar. Ia merasa bersalah andai saja ia bisa melarang Zaza untuk tidak main lari-larian, tapi karena ia tak tega melihat keinginan adeknya membuat ia kalah, akhirnya ia mengizinkan.
Zendra membuka mulut untuk membalas, tapi...
"PAPA! Cukup! Zaza butuh di bawa ke RS sekarang! Kenapa selalu menyalahkan Kak Fafa sih?! Mungkin ini karena Zaza yang maksa main tadi makanya jadi gini, nanti aja urusan itu sekarang yang penting Zaza dulu ini di bawa ke RS...!" teriak Yaya yang saat ini panik setengah mati memberhentikan agar amarah papanya gak berlanjut di saat kondisi kayak gini.
Aleqsa hampir pingsan dari tempatnya karena melihat Zaza yang makin kencang kejang-kejang, membuat ia berteriak histeris.
"Mas! Bawa cepat anak kita ke RS! Fafa biar aku yang urus, nanti aku nyusul pakek supir, cepat!" teriak Aleqsa tegas walaupun lemah dengan wajah yang sedari tadi sudah basah oleh liquid bening.
Zendra dengan cepat menggendong anaknya, buru di bawa ke mobil. Ia meringis saat menyentuh tubuh anaknya yang sangat kurus padahal dia sudah memberikan makan yang banyak tapi kenapa tetep kurus, pasti karena penyakit itu. Memikirkan hal itu membuat hatinya teriris dan disiram oleh air garam yang tak kasat mata.
Aleqsa dengan mata yang memerah dan berkaca-kaca menatap Fatimah tajam yang saat ini masuk menunduk, kakinya hampir roboh karena ia sangat khawatir, kakinya seperti jelly yang siap luruh kapan aja.
SREK!
Aleqsa menarik Fatimah membuat Fatimah menegang dan berusaha memberontak panik, ia udah tau apa yang bakal terjadi selanjutnya.
🧸🦋 Bersambung 🦋🧸
Begitulah rasanya yaya sebelum ini 🤭
itu pantas bagi kalian... karena kalian telah melakukan kejahatan yang begitu mengerikan/Angry/
Kok bisa g saling cinta punya anak 2 🤭
Sekarang terjadi di kalian 🤭
Mungkin alasan ini jg jiwa Fatimah & Farel ketukar 🤗