Lucia seorang Gadis yang sangat mencintai Abraham bahkan ia meminta kedua orangtuanya untuk menetap di indonesia selama beberapa tahun, hingga akhirnya mereka bertunangan, di saat Lucia merasa Abraham akan jadi miliknya, ada satu kenyataan pahit yang Lucia terima saat itu, Abraham tidak menganggapnya sebagai seorang wanita melainkan Lucia di mata Abraham sudah seperti adik kandung.
Hal itu membuat Lucia kesal sekaligus marah, terlebih lagi Abraham mencintai orang lain.
Ia pada akhirnya menyerah pada takdirnya yang tidak bisa bersama Abraham, Lucia tidak ingin memaksa Abraham untuk bersama dengannya karena setiap manusia berhak untuk bahagia dengan pilihannya sendiri.
" Kak Abraham jangan pernah berpikir untuk mendapatkan cinta dariku lagi perasaanku kepadamu sudah hilang di telan waktu,"
"Kau selamanya Milikku Luc, jangan berpikiran untuk menikah dengan orang lain selain denganku, maaf telah melukai perasaanmu selama ini," ucap Abraham sambil menggendong tubuh lucia menuju kamar hotel.
Selamat membaca.
Salam dari Author alay & gila. 😎
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ChanHun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
"Kerinduan"
Lima tahun yang lalu Diana dan Johan tidak mengetahui kemana perginya Putra pertamanya Abraham mereka sempat mengira Abraham akan kembali dalam beberapa bulan setelah kepergiannya waktu itu.
Hari demi hari bulan berganti menjadi tahun Abraham seakan hilang tanpa jejak sama sekali. Johan dan Diana sangat merindukan kehadiran Abraham mereka ingin sekali memeluk putra pertamanya itu. Tidak jauh dengan kedua orangtuanya Lucas dan Kiara juga sangat merindukan kakak mereka yang hilang tanpa jejak.
"Johan, ini sudah tahun kelima Anak kita Abraham pergi tanpa di ketahui keberadaannya sama sekali"
Ujar Diana memandang foto Abraham yang tergantung di dinding kamar Abraham.
"Sayang... Kita sudah berusaha mencarinya namun tidak ada yang tau kemana perginya"
Johan mengusap punggung Istrinya yang sudah mulai bergetar, ia juga sama rindunya dengan Abraham.
"Aku.. Sangat merindukannya.. Johan bagaimana dengan kondisi anakku, apa ia hidup dengan baik hati ku terasa sangat sesak, seharusnya kita dapat mencegahnya pergi waktu itu"
Diana sudah tidak bisa menahan air matanya untuk menetes, ia menyesal pernah mengabaikan kerapuhan dari Anaknya saat Lucia mau menikahi orang lain.
"Kenapa dia tidak pernah kembali kepada Kita, apa Abraham sudah tidak ingin mendatangi Orang tuanya karena kecewa"
Diana melanjutkan ucapannya semakin ia memikirkan Abraham semakin sesak juga dadanya.
Johan tidak bisa lagi berkata apa-apa ia juga ikut menangis, ia tidak menyangka bahwa lima tahun lalu adalah pertemuan terakhirnya dengan Putra kesayangannya. Terkadang Ia menyendiri di dalam kamar Abraham mengingat masa-masa kecil anaknya yang sangat mengemaskan.
Lucas dan Kiara yang baru memasuki kamar Abraham juga ikut menangis bersama dengan kedua orangtuanya mereka hanya bisa mengobati rasa rindunya dengan memasuki kamar Abraham yang sama sekali tidak pernah di ubah.
"Mah.. Pah.. "
Panggil Kiara saraya memeluknya tubuh kedua orangtuanya dalam dekapannya.
"Kiara sayang.. Apa kau juga merindukan kakakmu sayang "
Tanya Diana masih terisak.
"sangat mah.. Aku merindukan segala nasihat, wajah dinginnya, serta perhatiannya"
Kiara menghapus air matanya yang tidak henti-hentinya mengalir dengan deras.
Lucas tidak sanggup mendengar semua ucapan dari Kiara, ia melangkah keluar dari kamar kakaknya lalu bersandar di depan pintu jujur saja Abraham merupakan kakak yang ia selalu banggakan dan juga menjadi penyemangat dalam hidupnya.
"Kak.. Kembali lah.. Kami merindukanmu, sudah lima tahun loh.. "
Ucap Lucas berusaha menahan kesedihannya.
"Jangan lama-lama perginya.. Di sini banyak orang yang menunggumu kak, mama, papa, kiara, aku, kakek, nenek dan juga yang lainnya."
Lucas memperhatikan fotonya dengan Abraham waktu itu di dalam Foto kakaknya tampak tersenyum kaku.
***
Di Amerika..
Abraham sedang barada di taman bunga yang di buatnya untuk dirinya sendiri hampir setiap harinya ia mendatangi untuk melepaskan rasa rindu untuk keluarganya, di tempat itu ia akan terus melihat seluruh Foto yang selalu di bawah kemana.
Abraham pernah berpikir untuk kembali ke keluarganya namun hatinya seakan menolak untuk kembali.
"Mama, Papa, lucas, kiara aku merindukan kalian semua"
Kata Abraham tersenyum miris.
"Apa kalian juga merindukanku, maaf aku tidak bisa kembali bersama lagi seperti dahulu hatiku menolak untuk kembali, maafkan aku dan tolong tidak perlu khawatir tentang diriku"
Lanjut Abraham menatap Kosong ke arah foto keluarganya tersebut.
Abraham kembali membersihkan foto tersebut karena itu adalah satu-satunya yang akan mengobati rasa rindunya.
"Pasti Lucia sudah bahagia dengan Pendri dia pria yang baik untuknya"
Pikir Abraham kembali melamun mengingat wanita yang di cintainya itu hingga sekarang.
"lebih baik tidak usah memikirkan istri orang lain"
Abraham menggeleng menghentikan pemikiran mengenai Lucia.
.
.
.
.
.
Tbc....?!! 😃😃😃