Kaisar Hou adalah seorang kaisar bijaksana dan baik hati. Ia juga menyandang gelar sebagai kaisar termuda di dinasti Ming. Pada umurnya ke 17 tahun ia sudah di nobatkan sebar seorang raja dan mampu membawa kerajaannya pada puncak kejayaan.
Namun hidupnya berakhir dengan begitu tragis di tangan saudaranya. Bahkan kekasihnya juga mengkhianati dirinya.
Namun dewa masih menyayanginya. Alhasil ia bereinkarnasi pada tubuh seorang siswa lelaki pada abad ke 21.
Namun sayangnya kehidupan siswa lelaki itu cukup sulit. Ia di cap sebagai pecundang dan selalu jadi objek bullyan teman temannya.
Lalu bagaimana Hou melalui rumitnya kehidupan barunya itu? Mampukah dia bertahan pada kerasnya dunia asing ini?
Yuk ikuti berjalanan Hou dalam menghadapi keras nya abad ke 21. Next reading guys😀😁😁😁
*Update setiap hari Selasa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sofie Otviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 34
...Abaikan Typo.....
...Selamat membaca...❤...
Lino dan Bland menatap kehancuran di depannya. Bagunan runtuh dan awan gelap yang menutup cahaya mentari. Kegelapan datang dengan angin kencang dan petir yang membuat anak anak menjerit ketakutan.
Para guru mengefakuasi para murid. Polisi pun tak luput untuk mengambil andil dalam kejadian tersebut. Mereka mengamankan para warga dan mencoba untuk menyerang mahluk kecil yang sedang mengamuk di tengah tanah lapang dengan puing-puing bangunan yang mengitarinya seperti membatasi area gerakannya.
Lino masih terlihat tenang. Bland yang panik! Melihat kekacauan tersebut, otaknya langsung berputar tentang dana yang akan dikeluarkannya untuk membangun kembali kotanya.
“Astaga..” gumam Bland dengan mengingat banyaknya nol yang ada di deretan angka di otaknya.
Arrgghhhhh...
Teriakan Eric terdengar begitu ngilu di telinga. Lino hanya memandang bocah kecil yang di selimuti api tersebut. Tubuhnya seakan di makan oleh si jago merah yang lahir dari dalam dirinya tersebut.
“Apa yang kau lakukan Eric” gumam Lino melihat betapa gilanya keponakannya membakar semua yang ada di hadapannya.
“Itu iblis api” ucap Bland menginfokan.
Lino menganggukan kepalanya paham. “Segelnya benar-benar lepas ternyata” ucap Lino masih fokus memperhatikan Eric yang menjadi seperti manusia api.
Ibu... sakit.. hu..hu..
Ibu... tolong..
“Itu kakakmu Lino” seru Bland menunjuk ke arah Anita yang nekad mendekati anaknya yang tengah mencerit dan menangis kesakitan.
Lino masih diam. Ia hanya memperhatikan. Sementara Bland langsung berlari ketika Eric berusaha menyembur ibunya menggunakan api yang panasnya hampir setara dengan sang surya tersebut.
Ibu.. tolong..
Sakit.. kakak.. hu..hu..
Eric terus menangis. Dan hanya beberapa orang yang mmapu mendengar suara tersebut, termasuk dengan Lino. “Eric.. cukup!” jerit Anita memarahi anaknya yang tertelan iblis api tersebut.
“Cepatlah sadar. Lawanlah dia Eric...” ucap Anita dengan air mata yang sudah mengalir dengan begitu deras dari pelupuk matanya.
Suara Anita yang terdengar begitu pilu membuat Bland mengepal erat. “Lakukan sesuatu bodoh” marah Bland pada Lino yang masih saja diam di tempatnya.
“Bodoh.. aku bukan tidak ingin bertindak. Tapi aku sedang membaca pergerakannya! Lihat.. ia membuat sebuah pola dalam setiap gerakannya” ucap Lino menunjuk ke arah langit.
Sebuah barrier berbentuk lingkaran muncul di atas sana dengan huruf-huruf aneh dan 12 lambang zodiak tergambar disana. “Itu berbahaya..” ucap Bland, melihat sebuah mahluk perlahan-lahan keluar dari setiap lambang zodiak tersebut.
“Baiklah..” ucap Lino dan langsung mengeluarkan senjatanya yang senantiasa di gendongnya di punggung. Srakk...
Bland terperangah melihat Barret M821A yang baru saja di keluarkan oleh Lino. “Kau.. kau.. bagaimana cara mu memodifikasi senjatamu itu” ucap Bland sampai tergagap ketika merasakan aura mematikan yang di keluarkan oleh senapan milik Lino tersebut.
Lino tersenyum remeh. “Tentu saja belajar haha” ucapnya dengan nada mencemoh.
Bland langsung menatapnya kesal. “Menyebalkanya sudah bangun.. cih..”
Mendengarnya Lino hanya mampu terkekeh. “Baiklah.. tolong evakuasi warga lebih jauh lagi. Dan tolong jaga kakak perempuanku” ucap Lino dengan cengiran yang meragukan.
“Kau.. jangan membuat kerusakannya menjadi parah! Aku tidak akan memafkanmu jika nolnya sampai bertambah” ucap Bland memperingatinya.
Lino menghentikan langkahnya. “Jika begitu.. berusahalah untuk membuat pelindung yang lebih kuat”
“Ah.. kenapa dia menjadi lebih menyebalkan sekarang” keluh Bland dengan membawa Anita yang sudah lemas pergi menjauh dari tempat tersebut, sesuai dengan intruksi dari Lino.
Dorr..
Suara menggema dari tembakan tersebut membuat para penduduk yang tadinya panik menjadi diam seribu bahasa. Lingkaran sihir pemanggil yang ada di atas pun perlahan lahan sirna.
Kakak.. tolong.. aku.. hu..hu..
Tangis Eric menatap ke hadiran Lino yang hanya berjarak beberapa km dari dirinya. Namun tubuh Eric bukanlah milik Eric untuk saat ini.
Bocah berusia 5 tahun itu melesat dengan sangat cepat ke arah Lino dan melancarkan serangannya. “Lucyy..” panggil Lino dengan setengah berteriak.
Dari arah langit yang sedang ribut dengan suara guntur itu, tiba-tiba seekor macan putih berlari dengan sangat cepat dan menghalau serangan yang akan menghantam ke pada tuannya tersebut.
“Berani sekali menyentuh tuanku” ucap Lucy dengan nada mencemoh.
Macan putih itu di selimuti oleh api biru yang sama dengan milik tuannya. Ia terlihat sangat kuat dan berbahaya sekarang. Tentu saja evolusi dari binatang dewa sangat mengerikan. Bahkan kekuatannya bisa setara dengan penyihir tingkat langit.
“Manusia rendahan..” cemoh sang iblis api yang merasuki tubuh Eric itu dengan nada marah.
“Tuan muda kecil.. kau harus melawannya. Itu adalah tubuhmu, jangan mau di kendalikan oleh iblis rendahan sepertinya” ucap Lucy memperingati Eric yang masih terdengar menangis dengan suara pilu di dalam sana, meminta pertolongan kepada mereka.
Aku terlalu lemah untuk melawannya.. aku tidak bisa Lucy
“Kau dengar! Dia hanya seorang bocah yang ketakutan. Bagaimana pun juga dia hanya seorang bocah ingusan. Mana bisa melawanku yang merupakan iblis mulia ini ahahahahaha...” cemoh iblis itu nyaring.
Lino menghembuskan nafasnya dan tertawa kecil. “Kenapa kau tertawa?” marah iblis api tersebut menatap Lino dengan pandangan bengis.
Srak...
Ribuan gagak berputar di langit. Penampilan Lino pun berubah. Lino tertawa nyaring. Rambutnya semakin panjang dari sebelumnya. Matanya menjadi merah. Wajah manisnya mengeluarkan espresi licik dengan aura yang sangat menakutkan.
“Aku hanya menertawakanmu hahaha..”
“Kenapa kau menertawakanku? Sangat kurang ajar! Aku tidak akan mengampunimu” ucap iblis api itu dengan suara marah.
Saat hendak melesat. Tangan Lino bergerak dan menghentikan pergerakannya dengan begitu mudah. “Hey Eric.. apa kau dengar pamanmu ini?”
Aku mendengarmu paman! Sahut Eric bergema di dalam sana.
Lino memejamkan matanya sesaat dan menerbitkan senyuman yang mampu menenangkan keponakannya tersebut. “Dengar.. tidak ada yang kuat tanpa sebuah pengakuan! Apa kau mengerti??”
Eric yang ada di dalam sana terdiam. Apa karna aku mengakuinya kuat? Jadi dia itu kuat?
“Benar.. keponakanku sangat pintar”
Jika aku mengakuinya lemah.. apa dia akan melemah?
“Coba saja.. paman kan ada di depanmu! Aku akan melindungimu jika itu tidak berhasil” ucap Lino dengan senyuman remeh.
Eric diam. Iblis itu pun mulai gelisah melihat Eric yang memandangnya rendah. Kau.. sangat lemah!!!
Bummm...
Iblis yang tadinya seukuran orang dewasa, sekarang hanya menjadi sebuah gumpalan api yang terbang di depan Eric. “Bravo.. kau sangat kuat Eric” ucap Lino menatap keponakannya yang sudah kembali dalam wujud bocahnya.
“Kau.. manusia sialan! Aku akan memberimu perhi....huaaaa..........” Eric melemparkan bola api itu ke arah langit. Dan Lucy pun menendangnya hingga hilang dari pandangan mereka.
“Paman.. apa aku bebas??” “Apa aku tidak akan menggila seperti hari ini untuk kedepannya??” tanya Eric dengan memandang Lino yang tersenyum padanya.
“Mungkin..”
Selalu Semangat ya kak. Dan Mari kita saling mendukung. Terima-kasih