NovelToon NovelToon
THE THIRD EYE (Sebuah Rahasia Dibalik Kematian) Season 1 Tamat

THE THIRD EYE (Sebuah Rahasia Dibalik Kematian) Season 1 Tamat

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Supernatural / Indigo / Action / Iblis / Mata Batin / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Mayhard20

Next Season 2
Judul : THE THIRD EYE (SEASON 2)
Yang ingin baca kelanjutannya silahkan cek profile Author.


Warning : Jangan baca di tengah malam!!

Genre: Horor, Romantis, Misteri, Supranatural, Action & Fantasi.

Sinopsis:
Bercerita mengenai anak-anak pemilik kekuatan Mata Ketiga (The Third Eye) yang bertarung dengan para Iblis, Jin, Siluman dan semua makhluk tak kasat mata yang menargetkan manusia sebagai makanan bagi mereka. Persaingan menjadi yang terkuat, persahabatan, rivalitas dan pengkhianatan mewarnai cerita ini. Apakah Hanes dan kawan-kawan bisa menciptakan kedamaian atas dunia yang telah dikuasai oleh para Iblis Penuntut Nyawa.

Penulis : Mayhard20
Sosmed : herdi_meidianto (instagram)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayhard20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 34 Dendam

Part sebelumnya :

Rinto tidak menyadari suatu hal. Sepasang mata sedang memperhatikan dirinya yang sedang mengobrol dengan santai, sosok ini kemudian tiba-tiba menghilang tanpa bekas. Apa yang selanjutnya akan terjadi dengan Rinto dan Dewi.

Dewi terlihat tersenyum ke arah Rinto yang mencoba untuk menghiburnya. Dewi sebenarnya merasa nyaman ketika di dekat Rinto dan begitu juga sebaliknya. Tapi hal itu terhalang, karena Dewi yang sudah menjadi pacar dari Arya dan Dewi adalah sosok wanita yang menghargai kesetiaan. Hal inilah yang membuat Dewi menutup rapat-rapat perasaanya ketika berdekatan dengan Rinto. "Kamu masih sedih atas kematian Arya ya, Dew?" tanya Rinto dengan ekspresi muka yang khawatir. "Iya ... tapi mau bagaimana lagi, semuanya sudah terjadi kan, Rin? Apa aku harus menyalahkan takdir Tuhan atas semua kejadian buruk ini?" isak Dewi. Rinto maju ke arah depan dan mengambil sebuah sapu tangan dari balik kantung jaket Varsity yang ia kenakan. "Sudah jangan menangis Dew! Semua ini sudah takdir ilahi yang tidak bisa dicegah, mari kita berdoa bersama untuk Arya," ajak Rinto.

Dewi mengambil sapu tangan berwarna biru itu dari tangan Rinto dan mengelap air mata yang jatuh di atas pipinya. Tidak lama kemudian Dewi tersenyum ke arah Rinto yang sudah menghiburnya. Rinto hanya tersenyum penuh arti ke arah Dewi, di dalam hatinya ia bersyukur tentang Dewi yang sudah mulai tersenyum kembali. Walau sebenarnya ia tahu satu hal, bahwa awan mendung itu masih berada di atas kepala Dewi saat ini.

Rinto segera pergi meninggalkan Dewi yang katanya akan menuju ke kelas selanjutnya, sedangkan Rinto segera menuju ke dalam sebuah ruangan yang berada di koridor ujung tempat ini. Ruang ini adalah ruang musik, di mana Rinto adalah ketua dari ekskul kesenian di kampus ini. Rinto sudah terbiasa dengan ruangan sebesar 5x5 meter yang kedap suara ini, di mana biasanya Rinto menghabiskan sebagian besar waktunya di kampus. Rinto segera mengambil sebuah gitar akustik yang berada di sudut tempat ini. Gitar itu terpajang rapi di tempat semestinya, gitar inilah yang selalu menemani Rinto di saat hatinya sedang senang dan sedih. Dengan piawai jari jemari Rinto mulai memetik satu persatu tali gitar itu dan gitar ini mengeluarkan lantunan suara yang indah.

"Pernah ada rasa cinta antara kita

kini tinggal kenangan

ingin kulupakan semua tentang dirimu

namun tak lagi kan seperti dirimu"

"oh bintangku

jauh kau pergi meninggalkan diriku

disini aku merindukan dirimu

kini kucoba mencari penggantimu

namun tak lagi kan seperti dirimu"

Rinto memainkan dawai-dawai gitar ini dengan penuh perasaan. Ia membayangkan dirinya seperti sosok Gaby dalam lagu ini. Menjadi sosok yang begitu mencintai Dewi, tapi apa daya cinta itu hilang dan ketika Rinto mencoba untuk mencari sosok yang baru, tapi tetap saja ia tidak bisa menemukan sosok itu.

Namun tiba-tiba hal aneh pun terjadi, jendela yang terbuka tiba-tiba saja tertutup dengan keras. "Brak!!" Hal ini benar-benar membuat Rinto terkejut dengan apa yang terjadi barusan. Rinto tidak merasakan adanya angin di sore hari saat itu. Tapi entah menggapa tiba-tiba jendela ini tertutup dengan keras, seperti ada orang yang membanting jendela tersebut. Rinto yang penasaran berjalan ke arah jendela tersebut dan membuka jendela ini kembali. Mata Rinto nanar memperhatikan sekitar, tapi tidak ditemukan adanya orang ataupun hembusan angin yang terasa sama sekali.

Masih dalam kebingungannya tiba-tiba terdengar suara bantingan sekali lagi. Kali ini suara itu terdengar dari arah dalam, "Brak!!" Rinto yang terkejut segera menoleh ke belakang. Apa yang ia lihat kini adalah gitar akustik yang tadi ia pakai tiba-tiba hancur dan patah menjadi dua. Seperti ada orang yang membanting gitar ini dengan keras ke lantai marmer ruangan ini. Seketika itu juga bulu kuduk Rinto meremang, hal yang membuat Rinto takut bukan kepalang adalah bahwa tidak ada satu orang pun di tempat ini. Rinto masih ingat betul, bahwa ia sebelum memasuki ruangan ini sudah mengunci pintu masuk rapat-rapat, tapi tampaknya ada hal yang tidak beres di dalam ruangan ini.

Aura dingin mulai terasa menyelimuti ruang 5x5 meter ini, Rinto sendiri merasa seperti ada sosok yang mengawasinya dari tadi. Hal ini disusul dengan bulu kuduk Rinto yang mulai meremang dengan cepat. Dengan cepat Rinto segera mengambil tas ransel yang berada di dekat gitar itu dan segera berlari ke arah pintu ruangan ini. Rinto berlari dengan cepat dan segera membuka kunci pintu ruangan ini dengan tergesa-gesa. Hingga terdengar bunyi, "Click!" yang menandakan bahwa pintu telah terbuka. Rinto dengan cepat segera keluar dan meninggalkan tempat tersebut karena ketakutan.

Sementara itu di dalam ruangan yang telah ditinggalkan oleh Rinto, terlihat sesosok pucat dengan mulut berbusa. Sosok ini adalah Arya, seorang pria yang baru saja meninggal beberapa hari yang lalu. Hantu Arya terlihat duduk sembari matanya memperhatikan ke arah Rinto yang tengah berlari. Tidak lama kemudian terlihat senyum penuh arti yang terlihat dari bibir hantu Arya, entah apa yang akan terjadi selanjutnya terhadap Rinto.

Setelah pulang dari makan bersama di restoran teman Om Bobi, Hanes segera memutuskan untuk pulang ke rumah. Pacar Om Bobi juga sudah diantarkan ke rumahnya dan kini hanya tersisa Om Bobi dan Hanes yang berada di dalam mobil. Hanes sudah menyuruh Lysa untuk pergi sementara waktu, karena Om Bobi yang tampaknya sedikit sensitif dengan keberadaan Lysa di dekatnya. Tidak lama kemudian, Om Bobi berbicara kepada Hanes, "Kamu tadi sempat takut tidak? Ketika melihat ada yang meninggal di kampus pacar Om? Tanya Om Bobi pelan. "Hmm ... ya lumayan takutlah Om, siapa juga yang tidak takut dengan kematian?" balas Hanes. "Bukan itu maksud Om, Nes! Maksud Om itu apakah kamu juga merasakan tadi seperti ada orang yang duduk di kursi belakang? Jujur saja sampai sekarang bulu kuduk Om masih saja meremang karena kejadian barusan. Om melihat seperti ada sesosok wanita dengan muka pucat sedang duduk di kursi belakang," ucap Om Bobi sambil memegangi tengkuknya yang meremang.

Hanes hanya tersenyum dan berkata kepada Om Bobi, "Kita tidak perlu takut dengan hantu seperti itu om. Kalau pun memang hantu itu ada, bukankah derajat kita sebagai manusia lebih tinggi dari makhluk-makhluk itu? Seperti disiratkan di dalam Al-Qur"an :

وَمَا خَلَقْتُ الْجِن وَالْإِنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

"Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepadaku" (Q.S adz-Dzaariyaat ayat 56)

Om Bobi terlihat tersenyum penuh arti setelah mendengarkan perkataan Hanes barusan. "Om benar-benar tidak menyangka, ternyata kamu anak yang sedikit paham tentang agama. Om bangga kepadamu, Nes," ucap Om Bobi pelan. "Ah ... aku hanya tahu sedikit dan memberi tahu apa yang aku ketahui dari guru agamaku di sekolah, Om. Makhluk seperti itu bukan untuk kita takuti, cukup kita hormati saja sebagai sesama ciptaan dan bukan untuk disembah," balas Hanes. Hanes mencoba menerangkan kepada Om Bobi tentang bagaimana agar tidak merasa takut ketika menghadapi hal-hal yang melewati nalar seperti ini.

Tidak lama kemudian mobil mercy putih itu akhirnya memasuki rumah berwarna biru muda di seberang jalan. Terlihat Mbak Rani segera membukakan pintu utama dan menyambut Hanes dan Om Bobi yang terlihat letih, karena seharian berada di dalam mobil. Jam sudah menunjukkan pukul 19.00 WIB saat itu. Hanes segera memutuskan untuk berlari ke dalam kamar dan segera mandi. Badannya terasa sangat capai karena seharian ini berkeliling dengan Om Bobi. Setelah mandi selesai, Hanes segera memutuskan untuk membersihkan tempat tidurnya dan mencoba untuk tidur. Namun ketika Hanes baru saja akan memejamkan matanya, tiba-tiba ranjang ini bergetar sendiri dengan sangat keras, "Drrttt ... Drrtttt ...," terdengar bunyi ranjang yang bergetar hebat.

Hanes segera menoleh ke arah samping, ternyata yang membuat ranjang ini bergetar tadi adalah sosok ini, sosok seorang wanita dengan muka pucat yang kini tersenyum ke arah Hanes. Sosok ini adalah Lysa, ia hanya tersenyum penuh arti ke arah Hanes. "Apa sebenarnya yang kau pikirkan, Lysa? Apakah kau tidak bisa sekali saja tidak menganggu aku yang sedang ingin beristirahat?" timpal Hanes. "Kau ini memang tidak bisa diajak bercanda! Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan kepadamu, Nes" ujar Lysa pelan. "Memangnya ada apa? Tidak bisakah kau menunggu untuk besok saja?" tanya Hanes penasaran. "Aku rasa kau pasti ingin mendengar kabar ini," ujar Lysa.

Hanes segera bangkit dan duduk di atas tempat tidur itu, terlihat Lysa mulai menjelaskan sesuatu hal kepada Hanes. "Aku ingin mengabarkan kepadamu tentang hantu yang berada di kampus itu, tampaknya tempat itu benar-benar angker karena adanya arwah penasaran yang menuntut balas. Hanes benar-benar tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Memang ia merasakan ada aura yang tidak baik di tempat itu. Tapi baru kali ini ia mendengar ada arwah penasaran yang pendendam di dalam kampus. Entah apa hal yang melatar belakangi hal tersebut, pikir Hanes. "Jadi sebenarnya apa saja yang kau ketahui dari tempat itu, Lysa?" tanya Hanes penasaran. "Hmm ... ada sesosok hantu yang telah mencelakai satu orang hingga meninggal. Aku harap kita bisa menghentikan hantu ini agar tidak berbuat lebih jauh lagi, setidaknya hal itu dapat mengurangi jatuhnya korban lebih lanjut," ucap Lysa.

Hanes segera berpikir dalam diam tentang apa yang sebenarnya terjadi. Tampaknya sosok mayat anggota MAPALA yang ditemukan tadi siang memiliki hubungan dengan hantu pendendam ini. Hanes segera memutuskan untuk mencoba menyelediki hal tersebut. "Baiklah, tapi aku sedang sangat letih sekarang, Lysa. Bisakah kau menunggu sampai besok malam dan barulah kita pergi ke kampus itu? Lagipula aku harus mencari alasan yang tepat agar Om Bobi tidak curiga dengan aku yang pergi di tengah malam seperti ini. Hal pertama yang aku pikirkan adalah jarak rumah dan kampus yang sangat jauh tersebut," timpal Hanes.

Bersambung  

1
sabrina
kok aku gak yakin ya kalo riko sama raka da penjaganya bakal meninggal sapa tau di bab selanjutnya bakal ada kebangkitan mereka
sabrina
ku kira nasri cwe ternyata cwo
sabrina
eee agak sesat ya
sabrina
sangking serunya mencari hantu sampai lupa waktu
sabrina
itu rumah nya keluarga nandesco kah yang kanibal itu
sabrina
wahhh kali ini baca novel ada yang bermain petak umpet ini novel yang terbaik
sabrina
kira kira siapa ya nama hantu tersebut?
sabrina
filsafat apaan?
sabrina
kenapa hanes kalo marah sangat menyeramkan
sabrina
kukira di bab sebelumnya itu keluarga nandasco itu seorang vampir atau manusia serigala ternyata oh ternyata kanibal
sabrina
sepertinya riko sama ulung akan bergabung sama raka dan hanes
sabrina
wahh makin seru aku berharap di bab ini raka dan hanes tidak ada yang mati
sabrina
mereka vampir kah
sabrina
wahhhh makin seru
sabrina
sepertinya di ban berikutnya makin seru
sabrina
.
sabrina
astaga riko gak ada kapok kapok nya ya kamu padahal kan yang menang tetap mc nya haduhhhhh
sabrina
desi nama mamak ku bambang
sabrina
ada orang china
sabrina
makin seruuuuu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!