Naya Arindi Putri (Naya) dan Naura Nur Aini (Naura) adalah dua sahabat yang tak terpisahkan sejak kelas 7 SMP. Kedekatan mereka begitu hangat, bahkan sering dianggap seperti saudara sendiri.
Namun, semuanya berubah saat kelas 8 semester 2. Kehadiran seseorang yang iri perlahan merusak hubungan mereka. Memasuki kelas 9, jarak di antara mereka semakin terasa-hingga persahabatan itu hampir runtuh.
Hingga suatu hari...
"Plak!"
Tamparan itu bukan sekedar suara. Itu adalah awal dari sesuatu yang tak pernah mereka bayangkan sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Xara ∅p, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kangen
...~Selamat membaca~...
...Jangan lupa like dan komentar ya...
Dua hari saat libur...
"Akhirnya ya libur juga, ini hari ke dua libur. Tapi aku kangen Naura, ya walaupun kemaren aku sempat marah sama dia, tapi aku tetap kangen." Ucap Naya tersenyum.
Saat Naya hendak merebahkan dirinya di atas kasur, handphone yang ia pegang berdering pertanda ada telfon yang masuk. "Siapa sihh ganggu aja!." Cemberut Naya dan ia langsung membuka handphone nya dan tiba-tiba ia tersenyum.
"Haa, Naura yes akhirnya." Senang Naya ia langsung mengangkat panggilan dari Naura.
Panggilan berlangsung....
Naya..
"Halo nau, ada apa?."
Naura..
"Ohh gak ada apa-apa."
Naya..
"Loh kok gitu sih, kenapa telfon pula kalau gak ada apa-apa!."
Naura..
"Ya kangen lahh, kamu ini gak peka ya!."
Naya..
"Ya bukan gitu.."
Naura..
"Teruss apa, oh iya nay. Kamu kangen gak sama aku?."
Naya..
"Enggak nau, aku gak kangen sama kamu."
Naura..
"Masaa."
Naya..
"Iya bener gak kangen."
Naura..
"Ya udah kalau gak kangen, kah matikan aja ya telfonnya, ngapain telfonan coba kalau gak kangen!."
Naura..
"Aku hitung sampai tiga ya, kalau kamu gak jujur beneran ni aku matiin. Satu, dua, tig-."
Naya..
"Oke, aku ngaku aku kangen banget sama kamu nau, pengen ketemu, padahal baru saja libur."
Naura..
"Gak papa nay, ini yang namanya sahabat, sahabat itu gak akan ninggalin sahabat nya dan gak akan mengkhianati, iya kan nay."
Naya..
"Ya iya lahh, oh iya nau kamu lagi apa?."
Naura..
"Vc aja yuk nay, daripada aku kangennya gak sembuh-sembuh siapa tau kalau kita vc kangennya udah lumayan Mereda."
Naya..
"Sampe segitunya ya, kangennya?."
"Tut Tut Tut.."
Naya..
"Udah aku angkat, ya vc nya!."
Naura..
"Iya nay, nay besok-besok jalan yuk. Sumpil deh nay aku tu kangen banget sama kamu!!."
Naya..
"Bolehh tapi kalau dibolehin ibuku ya, soalnya ibuku galak tau."
Naura..
"Iya gak pa-,"
Panggilan berakhir.
"Loh kok mati si, ni anak main mati-matiin aja ya, mana gak bilang-bilang!." Sewot Naya, Naya langsung merebahkan dirinya dan meletakkan handphone nya di samping meja tidur.
Naya terlelap dalam tidur hingga ia bangun jam 16.45. "huaahhh." Naya menguap dan terbangun. "Hah, udah jam segini. Mandi ahhh." Ucap Naya.
Saat Naya hendak menuju ke kamar mandi, Naya terhenti di ruang makan, karena rumah nya yang sepi. "Sepi amat ni rumah kaya gak ada orangnya tau, emang belum pada pulang apa?." Ocehnya sendiri
"Udahlah biarin, nanti juga pulang." Naya pergi. Sesuai mandi Naya langsung melaksanakan shalat ashar karena sudah waktunya. "Shalat dulu ahhh."
Beberapa menit kemudian....
"Assalamualaikum..." Salam Bu sari yang baru saja muncul di ambang pintu. "Waalaikumsalam, baru pulang Bu?." Tanya Naya yang langsung menghampiri ibunya.
"Ya iya nay, nay tolong ambilkan nasi ya ibumu lapar." Suruh Bu sari yang sedang duduk dan mengatue nafasnya agar tidak terlalu ngos-ngosan.
"Iya Bu, tolong ambilkan piringnya saja." Ucap Naya. "Ambil sendiri dulu nay, ibu masih capek!." Ucap Bu sari. "Ya udah dehh." Ucapnya yang langsung mengambil piring dan nasi beserta lauk pauknya.
"Ini Bu, aku ini baik kan gak di suruh buat ambil sama lauk pauknya tapi aku ambilin, baik kan." Ucap naya merasa dirinya sebaik yang ia kira 😁😁.
"Iya makasih ya nak." Ucap Bu sari sambil memakan makanannya.
...Terimakasih sudah membaca...