NovelToon NovelToon
Pembalasan Dendam Lin Lin

Pembalasan Dendam Lin Lin

Status: tamat
Genre:Fantasi / Petualangan / TimeTravel / Reinkarnasi / Balas dendam. / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:17.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Vio~~

[A•1•1]
🚫🚫🚫DILARANG SPAM PROMO!!!!!🚫🚫🚫
(kalau mau promo sesekali aja tolong deh ya, ini bukan lapak promosi-_-)

Irara, pembunuh bayaran nomor 1 yang kejam dan berdarah dingin serta tak kenal ampun. Ia terbunuh dalam misi nya karena kecerobohannya.

Su Lin Lin, putri dari Jendral Su dan Liu Mei. Sosok yang terkenal sebagai sampah yang lemah, pemalu, dan cengeng. Ia meninggal karena tubuhnya yang lemah akibat terjatuh ke kolam akibat kecerobohan nya.

Siapa yang akan mengira bahwa Irara, gadis berbakat dengan kemampuannya yang tiada tanding malah bertransmigrasi ke tubuh seorang gadis lemah.

Bagaimana kelanjutan ceritanya? Penasaran? Yuk dibaca🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vio~~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 31. penjelasan

"Itu.." sungguh, Lin Lin bingung bagaimana ia harus menjelaskan nya. Haruskah ia berbohong? Atau haruskah ia jujur? Bagaimana dengan reaksi kakaknya nanti bila ia menjawab dengan jujur?

Lin Lin menatap Weiwei dengan tatapan memohon, agar Weiwei mau membantunya memberikan sebuah alasan yang bagus. Sayangnya keberuntungan tidak berpihak padanya. Weiwei tidak mengerti dengan tatapan Lin Lin. Dan itu menjadi tanda tanya di kepala Weiwei.

"Begitu lama kau memikirkan alasan yang bagus untuk membohongi kakakmu lagi?" ujar Liu Jin dengan nada yang lebih sarkas lagi.

"Ayolah kak, jangan terlalu serius," ucap Lin Lin berusaha merayu kakaknya.

"Lin Lin," panggil Liu Jin dengan nada dingin.

Ya, Lin Lin mendapatkan jawabannya. Ceritakan setengah kebenaran itu lebih baik dari pada berbohong. Sebelum menceritakan nya, Lin Lin berdoa agar tidak dikutuk karena menjadi adik durhaka yang berbohong pada kakaknya.

"Aku sering diam-diam pergi dari rumah ke hutan malam--" ucapan Lin Lin terhenti karena teriakan Liu Jin.

"APA??! Apa kau baik-baik saja? Apa kau terluka? Bagaimana bisa kau pergi ke hutan malam yang berbahaya itu? Bagaimana jika kau terluka hah?! Ibu pasti sangat marah bila aku tak menjagamu," ucap Liu Jin dengan nada tinggi.

"Tenanglah kak, aku baik-baik saja. Lihatlah bukannya terluka aku malah mendapatkan keberuntungan. Aku bertemu seorang kakek tua dengan kekuatan yang hebat. Tanpa sengaja aku menolongnya lalu dia menjadikanku muridnya. Bukankah itu keberuntungan yang besar?" Lin Lin komat-kamit dalam hati nya agar Liu Jin dan kedua temannya percaya dengan perkataannya. Menerobos tingkat mortal secepat itu? Itu terlihat mustahil di mata orang lain.

Sebenarnya Lin Lin tak terlalu khawatir kalau Zhao Yun tidak percaya, karena Zhao Yun tau kebenaran bahwa Lin Lin berasal dari dunia modern.

"Benarkah itu?" tanya Liu Jin sambil menatap Lin Lin untuk memastikan adanya kebohongan atau tidak. Lin Lin mengangguk dengan semangat untuk meyakinkan mereka.

Weiwei menggelengkan kepalanya. Dan baru tersadar bila tatapan nona nya tadi adalah tatapan minta tolong mencari alasan.

"Baiklah kalau begitu aku akan mempercayainya kali ini"

Ucapan Liu Jin membuat Lin Lin bingung. 'Kali ini'. Bukanlah maksudnya untuk kedepannya Liu Jin butuh alasan lebih kuat untuk mempercayai semua kebohongan Lin Lin? Oh ayolah, Lin Lin sejujurnya bukan tipe orang yang suka berbohong pada orang terdekatnya.

"Oh tapi aku akan ikut denganmu bila kau menemui guru mu. Siapa tahu kau membuat kebohongan," ucap Liu Jin.

"Hah baiklah, terserah kakak saja," ucap Lin Lin.

"Baiklah karena urusan ini telah selesai, bagaimana kalau kita jalan-jalan saja ke pasar?" ucap Zhao Yun mencairkan suasana.

"Aku tidak ikut," Liu Jin langsung melenggang pergi.

"Hiss dia benar-benar dingin," ucap Huo Ling menyahuti.

"Ya begitulah, ayo ke pasar. Aku ingin mencicipi makanan-makanan yang enak," ucap Lin Lin dengan semangat karena mengingat enaknya mantou yang kemarin ia makan.

"Ayo!" Memang tujuan mereka bertiga bukan toko perhiasan, pakaian, ataupun barang-barang yang disukai bangsawan lainnya. Mereka lebih suka sederhana daripada tampak mencolok. Sayangnya mereka tak diizinkan mengganti pakaian pria. Tujuan mereka ingin menggunakan pakaian pria adalah untuk menyamar. Mereka juga diwajibkan membawa pengawal. Tidak menyenangkan.

"Terserah, ayo jalan,"

Mereka menggunakan kereta kuda dari kediaman Jendral. Tidak terlalu mencolok karena itu adalah perintah Lin Lin. Mereka hanya ingin jalan-jalan bukan mendapatkan hormat dari warga.

Sampailah mereka di pasar ibu kota yang padat akan orang-orang. Suara teriakan pedagang yang satu dengan yang lain saling bertabrakan membuat terciptanya sebuah kebisingan. Walaupun begitu, tetap saja menyenangkan.

"Baiklah sekarang, ayo mulai pencarian makanan," ucap Zhao Yun dengan semangat membara.

"Makanan aku datang," ucap Huo Ling.

Lin Lin menggelengkan kepalanya, "baiklah, apa tujuan pertama kita?" tanya Lin Lin.

"Emmm.. bagaimana dengan tanghulu?" usul Zhao Yun.

"Yun, bukannya kau dulu tidak pernah menyukai tanghulu?" tanya Huo Ling bingung.

"Eh anu aku mulai menyukai tanghulu saat kakak putra mahkota memberikannya padaku," ucap Zhao Yun yang tentu saja bohong. Dia saja belum pernah makan tanghulu karena baru tiba ke zaman ini.

"Baiklah, kalau begitu ayo Lin Lin-- dimana Lin Lin?" ucap Huo Ling.

"Eh, itu dia! Disana!" Zhao Yun menunjuk seorang gadis yang sedang berbincang dengan paman penjual tanghulu. Gadis itu adalah Lin Lin. Mereka berdua langsung menghampiri Lin Lin.

"Kau bahkan tidak menunggu kami," ucap Zhao Yun seolah olah sedang ngambek.

"Aku juga membelikannya untuk kalian agar kalian tidak menunggu terlalu lama nanti," ucap Lin Lin.

"Ini dia paman uangnya," Lin Lin memberikan beberapa koin perak kepada si penjual.

...

Saat ini mereka bertiga sedang duduk di rerumputan dan di bawah pohon yang rindang. Tentunya sambil menikmati banyak makanan yang mereka beli sambil bergosip ria. Setiap perempuan bila berkumpul di satu tempat pasti tidak akan jauh dari kata gosip. Baik itu gosip yang baik atau pun yang buruk.

"Zhao Yun," panggil Lin Lin.

"Ya?"

"Apakah selir Rong memiliki seorang anak?" tanya Lin Lin.

"Jangan katakan bila kau tidak tahu menahu tentang keluarga kekaisaran?" ucap Huo Ling tiba-tiba.

"Hehehehe. Menurut ku itu tidak terlalu penting," Lin Lin berkata dengan jujur. Itu bukan urusannya. Jadi untuk apa dia ikut campur.

"Ya, selir busuk itu memilki seorang putri yang berbakat dalam menggoda pria," ucap Zhao Yun dengan nada mengejek.

"Musuhmu ternyata sangat banyak ya Zhao Yun," ucap Lin Lin yang diangguki oleh Huo Ling.

"Cih! Aku gak pernah nyari musuh tau. Dia nya aja yang iri, tanda tak mampu," ucap Zhao Yun.

"Ada yang mengikuti mu-- eh bukan. Ada yang mengikuti kita sedari tadi," ucap Lin Lin.

"Oh iya aku lupa temanku ini sangat hebat," ucap Huo Ling.

"Oh ya? mengikuti kita? Mungkinkah dia penggemar kita?" ucap Zhao Yun dengan antusias.

"Bukan. Sepertinya itu mata-mata dari salah satu musuhmu. Dia hanya berfokus pada Zhao Yun, bukan aku ataupun Huo Ling," ucap Lin Lin.

"Yah pupus deh tuh punya penggemar," ucap Huo Ling mengejek Zhao Yun dan dibalas tatapan mematikan oleh Zhao Yun.

"Itukah alasanmu bertanya tentang si penggoda pria itu?" tanya Zhao Yun untuk Lin Lin.

"Ya, tapi aku masih ragu," ucap Lin Lin.

"Perlukah kita bertindak?" tanya Huo Ling.

"Biar aku saja yang bertindak," ucap Lin Lin.

Lin Lin berdiri kemudian langsung menghilang bagai bayangan. Hal itu membuat si mata-mata bingung. Tapi memilih mengabaikannya karena sasarannya adalah Zhao Yun. Hal yang tak disangka mata-mata itu adalah Lin Lin saat ini berada di belakangnya dan memukul kuat tengkuk bagian belakang si mata-mata. Mata-mata itu pingsan.

"Wow, Lin Lin jurus apa itu tiba-tiba kau hilang?" tanya Huo Ling.

"Hanya peringan tubuh tapi butuh lebih banyak energi spiritual. Tidak cocok untuk perjalanan panjang. Hanya untuk perjalanan pendek," ucap Lin Lin.

_-----------------------------------------------------------------------_

1
Arief
Luar biasa
Hasnan Mario Siregar
ceritanya persis dgn kesempatan kedua sang putri.. 🙏🙏🙏🙏
Asiana Tyas
Luar biasa
Ayay Nya Yuda
terlalu bertele2 juga thor jd bosan😭😭
Oktaviano Yuannardi
Luar biasa
Ayay Nya Yuda
*bahaya othor kan?
Ayay Nya Yuda
rumor otor syaang bukan tumor hehe
Ayay Nya Yuda
baguuuss
PHSNR👾
😂😂😂
Bunda Fariz
Luar biasa
avanyy
Lumayan
Avika putri
Luar biasa
king Rud
makasih n sukses slalu Thor ✍️💪☕👍🙏🙏🙏
king Rud
senyum mengerikan bgni modelnya k... 😬😆🙃🤣🤣😂
king Rud
😭😭😭
🍾⃝ ʀɪͩᴠᷞᴀͧɴᷡᴀͣ ≛⃝⃕|ℙ$(hiatus)
balik lagi baca nya krn kngen sm Su Lin Lin & Xie Jun Hao😁
Ananda jaka Ideatama
Luar biasa
best Ceritamu thor
Lina Octavianti
Luar biasa
my+ng
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!