Novel Ini Sedang Tahap Revisi!
Pernahkah kamu menyatakan cinta pada seseorang, yang kamu sukai di depan umum?
Celine Ainsley, pernah menyatakan cintanya pada seorang lelaki, kakak seniornya, saat ia duduk di bangku sekolah menengah atas.
Joseph Scott, menolak pernyataan cinta Celine dengan dingin, membuat Celine jadi bahan tertawaan semua teman sekolahnya.
Peristiwa yang sangat memalukan!
Momen itu terjadi, lima tahun yang lalu, dan sekarang tanpa di duga, mereka bertemu lagi di reunian lima tahun sekolah mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34.
"Celine!" panggil Joseph dengan raut wajah lembut mendekat ke sisi tempat tidur Celine.
Celine memalingkan wajahnya menoleh ke arah Ayahnya berdiri, "Papa, aku tidak ingin bekerja lagi di perusahaan Paman Aldrich!" katanya dengan suara lemah.
Ruben mendekat dan duduk di tepi tempat tidur pasien, "Baik, nak! kalau kau merasa tidak nyaman bekerja di sana, Papa tentu saja setuju!" jawab Ruben.
Joseph menelan ludah kelu, mendengar apa yang dikatakan Celine.
Pamela dan Aldrich juga menjadi gelisah, tidak menyangka ternyata Celine mengambil keputusan menyerah pada Joseph.
"Nak Celine, ja.. jangan terlalu cepat menyerah, ke tiga perempuan yang menindas mu sudah di pecat, dan dimasukkan Joseph ke dalam buku hitam, mereka tidak akan dapat bekerja dimana pun!" kata Pamela melembutkan hati Celine.
"Iya, aku sudah membalas apa yang dia lakukan padamu, dan sudah memberikan pengumuman pada semua karyawan Scott, akan dipecat jika melakukan pembullyan pada karyawan baru!" kata Joseph.
Perasaan Celine sama sekali tidak tersentuh dengan apa yang Joseph katakan, karena ia sama sekali tidak memiliki rasa untuk mendekatkan diri pada Joseph.
Mungkin, kalau seperti dulu perasaannya saat mengejar Joseph, ia pasti merasa senang mendengar Joseph perduli padanya.
Tapi sekarang sudah berbeda, ia tidak tertarik lagi dengan Joseph.
Celine tidak mendengarkan apa yang dikatakan Joseph, ia memperlihatkan raut wajah dingin.
"Papa!" Celine menarik tangan Ruben, dan menggenggam tangan Ruben dengan erat.
Ruben mengerti arti dari genggaman tangan Celine pada tangannya, "Nak Joseph, sepertinya Celine tidak perlu bekerja sebagai Sekretaris mu lagi!"
"Celine, Paman akan mengadakan survei lagi pada karyawan wanita di perusahaan, apakah mereka memiliki motif tertentu pada Joseph, kalau mereka memiliki perasaan pada Joseph, Paman akan memecat mereka semuanya!" kata Aldrich dengan nada lembut, agar hati Celine melunak pada Joseph.
"Paman, seseorang memiliki hak untuk menyukai siapa saja yang mereka sukai, jangan karena mereka memiliki perasaan pada Joseph, Paman melakukan hal yang merugikan perusahaan!"
"Tapi mereka merugikan hubungan kalian, yang bisa saja melakukan hal sama seperti yang kau alami saat ini!" jawab Aldrich.
"Bukan karena mereka ingin mendapatkan perhatian Joseph, aku yang tidak tertarik lagi untuk bekerja di kantor Joseph!"
"Tapi, kalian harus menjalin hubungan jarak dekat, agar perasaan kalian semakin dalam, dan akhirnya menikah!" Pamela menambahkan jawaban Aldrich.
"Pa, kepalaku sakit! aku ingin istirahat!" Celine kembali menggenggam tangan Ruben dengan erat.
"Aldrich, Pamela! jangan memaksa lagi, biarkan putriku berpikir lagi soal perjodohan ini!" Ruben mengerti apa yang diinginkan Celine.
Pamela dan Aldrich tidak mengatakan apapun lagi, untuk memenangkan hati Celine setelah mendengar apa yang dikatakan Ruben.
Mereka hanya bisa menghela nafas berat, karena tidak dapat melunakkan hati Celine.
"Baiklah, semoga Celine menjadi tenang setelah beristirahat!" jawab Pamela.
"Aku sudah bilang, kan! kak Celine sudah menyerah pada kak Joseph!" kata James dengan nada datar seperti biasanya.
Ia bicara dengan begitu santainya, sambil melangkah mengikuti Pamela, dan Aldrich keluar dari dalam bangsal Celine.
"Diam! jangan buat kakakmu jadi patah hati mendengar apa yang kau katakan!!" sentak Pamela menarik tangan James.
James hanya acuh tak acuh saja mendengar nada menegur Ibunya kepadanya.
"Aku akan datang lagi nanti, beristirahat lah!" kata Joseph pada Celine, saat ia akan meninggalkan ruang rawat inap Celine.
Celine tetap memalingkan wajahnya, tidak berniat untuk menoleh memandang Joseph saat Joseph bicara.
Joseph tidak kecil hati melihat sikap dingin Celine padanya.
Ia menyadari, kalau ia pernah bersikap dingin pada Celine, saat dulu Celine menyukainya.
"Paman, kami pergi dulu!" Joseph pamit pada Ruben.
"Ya!" jawab Ruben seadanya.
Celine memandang pintu yang sudah tertutup, dan ia pun menumpahkan rasa sakitnya pada Ayahnya.
"Aku diperintahkan untuk memeriksa dokumen, setelah itu disuruh mengantarkannya ke ruangan perempuan itu kalau sudah selesai, tapi aku dibentak, lalu di tampar, dan kemudian di pukul dengan pot bunga, setelah itu dikurung di dalam toilet!"
"Keterlaluan! ternyata orang-orang yang bekerja di perusahaan Scott perempuan monster! mereka bisa saja menghilangkan nyawamu, seandainya Joseph tidak memeriksa cctv!!"
Nada suara Ruben terdengar begitu marah, mendengar apa yang dikatakan Celine, tentang kejadian yang sebenarnya.
"Aku tidak ingin lagi dekat dengan Joseph! terlalu beresiko kalau dekat dengan pria populer sepertinya! akan banyak wanita yang berupaya menjauhkan ku darinya!"
"Kamu benar, nak! lebih baik bersama dengan pria biasa-biasa saja, contohnya seperti Ronald!!"
Di luar bangsal Celine, Joseph masih belum pergi.
Ia mendengarkan semua pembicaraan Celine dengan Ruben.
Ia mengepalkan tangannya dengan erat.
Ia tidak menyangka kejadian yang menimpa Celine, ternyata seperti begitu adanya.
Sepertinya ia kurang keras menghukum perbuatan Rosita menindas Celine.
Dan perkataan Ruben tentang jodoh yang pantas untuk Celine, membuat Joseph tidak terima.
Ia sepertinya perlu upaya lebih keras lagi, untuk meluluhkan hati Celine.
Ia tidak akan membiarkan pria lain menang darinya.
Setelah memikirkan apa yang harus ia lakukan, Joseph melangkah pergi setelah menguping pembicaraan Celine dan Ruben.
Bersambung......