Niat baik tidak selamanya berakhir baik, hal ini terjadi pada rumah tangga Hanna dan Rizal
Malam itu keduanya menyelamatkan seorang wanita yang mendapat kekerasan dari suaminya
Mereka membawa tubuh lemah itu kerumah dan memberikan perawatan hingga wanita bernama Arum itu pulih
Namun nasib buruk menghampiri Hana, wanita yang telah ia selamatkan ternyata menjadi racun bagi rumah tangganya bersama sang suami
Pada akhirnya Rizal terjerat oleh pesona wanita lugu bernama Arum itu, hingga pernikahannya yang telah dikaruniai dua buah hati berakhir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
"M-mbok?"
Wajah Saipul seketika berubah pucat, pria itu menoleh kiri dan kanan takut jika majikannya ada disana
"Sedang apa kamu di kamar mbak Arum?" Tanya Warsih yang baru saja dari pasar untuk membeli barang
"A-ku aku ti-tidak melakukan apa-apa, mbok" melihat wajah Ipul yang ketakutan serta suaranya yang gagap membuat Warsih menaruh curiga
Wanita paruh baya itu menatap Ipul penuh selidik "Kamu melakukan apa sama mbak Arum?"
"A-Aku tidak melakukan apapun, tadi aku hanya.." Ipul terlihat gugup
"Apa yang kamu lakukan itu salah, Pul! Kamu sudah melakukan hal yang tidak baik dirumah ini!"
Warsih terlihat begitu kecewa pada rekan kerjanya itu. Ia sudah menganggap Ipul seperti anaknya sendiri
"Kenapa Ipul? Kenapa kamu melakukan hal seperti ini? Ini dosa Pul"
"Maaf mbok, tapi aku sudah memutuskan untuk menikahi Arum"
Warsih membulatkan matanya, ia tahu wanita seperti apa Arum itu. Ia pernah menangkap basah saat Arum bersama majikannya, Rizal
"Kamu sebaiknya mencari wanita lain, Pul! Arum itu bukan wanita yang baik" Warsih mengingatkan
"Apa karena Arum janda? Mbok, aku mencintai Arum dan akan bersama dia!" Ujar Ipul dengan penuh keyakinan
"Ibu kamu dikampung ingin punya menantu dari wanita baik-baik, dan kamu malah memilih perempuan seperti Arum?"
"Mbok tidak perlu ikut campur masalah aku!" Warsih menatap penuh kekecewaan
"Aku memang menganggap mbok seperti ibu aku sendiri, tapi ini masalah pribadi aku. Jadi mbok tidak perlu ikut campur!" Ujar Ipul
Warsih menatap rekan kerjanya itu itu dengan penuh kecewa. Selama ini mereka sangat dekat dan Ipul bisa mengatakan semua ini
"Kamu akan menyesal saat tau seperti apa Arum itu!" Warsih memperingatkan "Mbok tidak akan mengatakan apapun pada bapak dan ibu! Tapi segera sadari kesalahan kamu"
Warsih pergi setelah mengatakan itu, ia sudah sangat kecewa dengan ucapan Ipul. Ia tidak ingin mengurusi apapun tentang pria itu lagi
Biar saja Ipul tau wanita seperti apa Arum itu. Semoga saja Ipul menyadarinya sebelum semuanya terlambat
Hanna kembali kerumah bersama dengan ibu mertuanya, Widuri tidak sengaja bertemu sang menantu saat di mall
"Ibu butuh sesuatu?" Tanya Hanna saat keduanya telah duduk di ruang tengah
"Enggak nak, kamu sebaiknya bersih-bersih dulu sana! Kamu kan dari luar, takut nanti ada virus!" Titah Widuri dan Hanna menurut
Widuri duduk diruang tengah kediaman menantunya. Dahinya mengkerut saat seorang wanita muda menghampirinya dengan segelas jus
"Kamu siapa? Pembantu baru?" Tanya Widuri penuh selidik
"Saya Arum buk, saya tinggal disini dua bulan terakhir"
Widuri menatap Arum dari ujung rambut hingga ujung kaki. Bagaimana bisa putra serta menantunya menyimpan wanita seperti ini dirumah
"Dirumah ini ada dua laki-laki! Sebaiknya kamu tidak memakai pakaian seperti ini!" Ketus Widuri
Hari ini Arum mengenakan daster tipis tanpa lengan, bagian lehernya berupa serutan dan sangat rendah bahkan memperlihatkan sedikit belahannya
"I-iya buk" Arum meninggalkan ibu Rizal itu dengan perasaan kesal, bagaimana bisa wanita paruh baya itu mengomentari penampilan nya
"Dasar tua bangka! Kayaknya aku juga gak sanggup punya mertua kayak gitu!" Gerutu Arum
Tak lama berselang, Rizal datang. Arum yang melihat kedatangan pria itu langsung mendekatinya
Dengan wajah ditekuk Arum mendekati Rizal "Ada apa? Muka kamu kok gitu?" Tanya Rizal "Dimana Hanna?"
"Mbak Hanna lagi mandi! Tapi ada yang bikin aku kesel" Jawab Arum, wanita cantik itu mendekat namun Rizal mundur selangkah
Ini dirumah dan masih siang, bagaimana ia bisa bermesraan dengan Arum saat semua penghuni rumah ada
"Kamu sama aja sama ibu kamu!" Kesal Arum
"Ibu aku? Ibu aku ada dirumah?" Tanya Rizal, pasalnya sang ibu susah sangat lama tidak mengunjunginya
"Iya, dan dia marah karena aku pake baju kayak gini"
Rizal menelisik penampilan kekasih gelapnya itu. Arum terlihat menggiurkan sebenarnya
"Kamu memang tidak seharusnya menggunakan pakaian seperti ini, pakaian seperti ini harusnya kamu pake pas malam saja!"
Arum berdecak, memangnya apa yang salah "Tapi kamu suka kan dengan penampilan aku?"
Wanita itu sudah melingkarkan tangannya pada leher pria tampan itu membuat Rizal meneguk ludahnya
Rizal berusaha melepaskan tangan Arum pada tubuhnya "Apa-apaan kamu Arum! Semua orang ada dirumah!"
"Kamu udah janji untuk bersama aku untuk terakhir kalinya!" Arum semakin memajukan tubuhnya dan Rizal berusaha melepaskan
"Aku memang sudah berjanji! Tapi tidak sekarang dan bukan disini!" Rizal benar-benar kesal, bukan ia tidak tergoda tapi masalahnya akan semakin rumit jika Hanna sampai tahu
"Waktu kamu tinggal dua hari karena aku akan pergi setelah itu. Jika kamu melanggar aku akan memberitahukan kepada mbak Hanna semuanya" Ancamnya
"Aku tahu, lepaskan!" Arum mengeratkan pelukannya hingga suara seorang wanita mengejutkan mereka
"Rizal!"
Keduanya melepaskan diri, wajah Rizal seketika berubah pucat saat seorang wanita berjalan mendekat dengan wajah penuh amarah
"I-ibu?" Lirihnya
Widuri mendekat, menarik lengan Arum dengan sangat kasar
Plak
Satu tamparan yang begitu keras, bahkan sampai meninggalkan bekas merah di pipi kirinya
"Mura___"
Plak
Satu lagi dan ditempat yang sama, cairan bening sudah luruh dari pelupuk mata wanita itu namun tidak membuat Widuri melembut bahkan ia semakin berkilat marah
"Buk"
"Apa ini Rizal? Kamu menyimpan jala___ murah___ seperti ini dirumah kamu?" Widuri menatap tajam putranya
"Aku mohon jangan teriak Bu! Nanti Hanna bisa dengar!" Rizal ketakutan, bagaimana jika Hanna mendengar keributan ini dan membuatnya kehilangan istrinya
"Biar saja Hanna tau, wanita sebaik Hanna tidak pantas bersama laki-laki breng___ seperti kamu!" Widuri benar-benar emosi, ia rasanya ingin menghabisi putranya ini
"Bu, aku mohon ibu mengerti! Tekanan darah Hanna itu tinggi, kalau dia tau masalah ini kemungkinan besar kamu akan kehilangan anak kami, dan mungkin juga Hanna"
Widuri diam, jelas saja ia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada menantu serta calon cucunya
"Kamu jangan coba-coba untuk membohongi ibu!"
"Rizal gak bohong buk! Pemeriksaan terakhir menunjukkan bahwa Hanna menderita hipertensi dan itu bahaya bagi keselamatan dirinya dan bayi kami!"
Rizal memang tidak bohong, ia sangat takut kehilangan istrinya "Lalu kenapa kamu bisa melakukan ini Rizal?"
Widuri memegang dadanya yang terasa sakit dan melihat itu membuat Rizal seketika dilanda kepanikan
"Ibu gak apa-apa?" Tanya Rizal yang sudah mendekat kearah sang ibu, namun Widuri mengangkat tangannya tanda ia tidak ingin Rizal mendekatinya
"Ibu tidak ingin kehilangan Hanna sebagai menantu ibu! Ibu tidak akan pernah menerima menantu jala___ seperti dia ini!"
Widuri menatap tajam kearah Arum yang masih memegangi pipinya yang terasa begitu perih
semoga byk yg baca