NovelToon NovelToon
Antara Janji Suci Dengan Kode Etik

Antara Janji Suci Dengan Kode Etik

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Dokter / Diam-Diam Cinta
Popularitas:13.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tientien AQuariuzz Girllzz

Novel ini kelanjutan dari Novel. " Cinta Gadis Tangguh Dari Desa."

Luna Haifa Adhitama putri sulung dari Kavindra Adhitama dengan Freya Pratiwi Adhitama. Luna mempunyai adik kembar yang bernama Aryan Zaidan Adhitama dan Aryana Zaidah Adhitama.

Luna seorang Dokter spesialis Anak. Karena pembawaannya yang lembut dan ramah. Dia menjadi Dokter yang diidolakan sama semua pasiennya.

Pada saat dia pergi ke rumah kumuh yang sudah menjadi kebiasaannya satu bulan sekali. Membantu orang-orang yang disana untuk memberikan perobatan gratis disana.

Dia bertemu dengan anggota TNI yang juga lagi membantu menyalurkan bantuannya ke orang-orang yang ditinggal di bawah Jembatan.

Akankah Luna mengenali salah satu dari anggota TNI tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24

SELAMAT MEMBACA !!!

Irfan yang diperintah oleh Bosnya, segera berdiri berjalan keluar ruangan menuju ke lantai dimana Divisi Keuangan berada.

Tok tok tok

Pintu diketuk oleh Irfan, ia langsung masuk ke dalam ruangan.

"Maaf mengganggu pekerjaan kalian! Di mohon semua anggota Divisi keuangan berkumpul di ruang rapat, jangan ada yang bawa hape takut mengganggu. Nona Azizah tolong laptopnya di bawa ke ruang rapat. Silahkan kalian ke sana dulu. Saya mau memberitahukan kepada Direktur dan manager kalian!" perintah Irfan kepada semua orang.

Dia berjalan ke arah ruang Direktur Keuangan. Irfan langsung masuk tanpa mengetuk pintu ruangan dan ia kaget ternyata dua manusia itu lagi bermesrakan di dalam ruangan itu.

Plok ...plok...plok

"Hmmm...bagus sekali kalian berdua, anak buah kalian bekerja. Kalian justru asyik bermesraan!" ucap dingin Irfan kepada dua orang yang bertidak mesum di perusahaan.

Mereka berdua langsung gelagapan melihat siapa yang membuka pintu ruangan Direkturnya. Bu Salma langsung berdiri dari pangkuan Direkturnya.

"Silahkan kalian berdua menuju ruang rapat, SEKARANG JUGA!" teriak Irfan yang sudah nggak bisa menahan emosinya.

Mereka saling pandang dan mengangguk dengan santai. Tanpa mereka ketahui karir mereka akan hancur kali ini. Setelah kepergiaan mereka berdua, laptop milik Direktur diambilnya, lalu Irfan menuju ruang Manager dan juga mengambil laptop milik Salma.

"Kamu sih, Mas! Sudah dibilangin jangan di Perusahaan malah dengan santai cium-cium!" seru Bu Salma dengan sedikit kesal.

"Kamu juga menikmatinya, Sayang," dengan nada genit menggoda Bu Salma sambil mainkan matanya dengan genit.

Irfan berjalan menuju ke ruang rapat dengan wajah yang merah memendam emosinya, seakan ingin menelan orang.

Tok tok tok

Pintu dibuka oleh Direktur Keuangan yang bernama Fandi.

Deg jantungnya berdebar saat melihat, semua karyawan dibawah naungan Divisi Perencanaan juga hadir di ruang rapat dan karyawan dari Divisi Keuangan semua juga ada di sana. Ada apa ini sebenarnya.

"Silahkan duduk Pak Fandi, Bu Salma. Tunggu sebentar kita mulai rapatnya tinggal menunggu Rian, kenapa kalian berdua sudah sampai Riannya belum sampai. Dimana dia?" tanya Arya menatap dua orang yang baru saja duduk.

"Hmmm...saya nggak tau, Tuan Arya. Setelah beliau memerintahkan kami ke sini. Tadi dia ada di belakang kami. Tapi sekarang nggak tau beliau ada dimana?" jawab Fandi dengan santai, menutupi rasa gugupnya kepada Arya dan seluruh Karyawan Perusahaan.

Tanpa menunggu lama, Irfan datang membawa dua laptop yang berada ditangannya. Lalu dia duduk di depan Fandi dan Salma saling pandang, mengetahui bahwa laptop yang dibawa Irfan laptop mereka.

"Maaf Azizah! Benarkah anda asistennya Bu Salma?" tanya Arya mulai rapatnya.

"Betul saya Azizah dan benar saya Asistennya Bu Salma, Tuan Arya," jawab Azizah dengan lembut, menatap sebentar dan kembali menunduk saat Arya juga sedang menatap dirinya.

"Bolehkah? Saya melihat salinan asli berkas laporan keuangan saat peringatan ulang tahun Perusahaan, yang berasal dari Divisi perencanaan?" tanya Arya kepada Azizah dengan nada tenang namun tegas.

Deg... jantung Fandi dan Salma yang berada di depannya Irfan seketika berdebar kencang. Tanpa sadar tangannya Salma digenggam oleg Fandi, sebagai tanda saling menguatkan dibalik kecemasan yang sama.

Azizah menganguk patuh, lalu segera bergerak mencari berkas yang diminta Arya. Ia memang selalu rajin menyimpan salinan setiap berkas yang telah ia dikerjakan, tak ada yang tertinggal. Namun, satu hal yang ia nggak ketahui, hampir semua hasil kerjanya diubah oleh Salma sang manager.

Begitu salinan berkas itu ditemukan, Azizah langsung berjalan menghampiri tempat duduknya Arya sambil membawa laptopnya.

Sementara itu sejak tadi Salma menatap tajam ke arah Azizah, berusaha mengkode diam-diam, seolah ingin mengancam agar Azizah tidak memberikan berkas aslinya. Namun, sayang sekali Azizah terlalu serius menatap layar laptopnya, ia sama sekali tak menoleh ke arahnya.

"Maaf, Tuan Arya! Ini berkas salinan dari Divisi Perencanaan!" seru Azizah menaruh laptopnya di atas meja persis di depannya Arya yang sedang duduk. Ia segera berjalan kembali ke tempat duduknya.

Irfan langsung bergerak cepat mengambil laptop itu disambungkan langsung pada proyektor, laptop milik Azizah disandingkan dengan laptop milik Gilang, manager Perencanaan.

"Kalian bisa lihat berkas ini! Apakah yang di laptop milik Nona Azizah dan milik Pak Gilang itu hasilnya sama?" tanya Irfan setelah menyandingkan kedua layar dua laptop itu.

"Sama, Tuan Irfan!" seru mereka serempak, kecuali dua orang yang menjadi tersangkanya.

Irfan menyandingkan lagi antara layar laptopnya Azizah dengan laporan yang diberikan Salma dan itu juga ada tanda tangan antara Salma dan Fandi sebagai Direktur Keuangan.

"HAH!! MANA MUNGKIN BISA BEGITU!!" ucap Azizah tanpa sadar dan masih bisa didengar semua orang yang berada di ruang rapat.

"Bisa anda jelaskan Bu Salma, Pak Fandi?!" tanya Arya menatap tajam dua orang itu.

Fandi melepaskan genggamannya dari tangan Salma sambil berpikir keras. Akhirnya, ia tau harus menjawab apa.

"Saya tidak tau apa-apa, Tuan Arya. Semua berkas yang saya tanda tangani semua dari Bu Salma," jawab Fandi dengan gampangnya, seakan-akan bahwa Salma lah yang melakukan kesalahan.

Mata Salma melotot, kepalanya menoleh cepat ke arah Fandi. Tak percaya dengan ucapannya selingkuhannya itu.

"Apa maksud anda, TUAN FANDI HAH?!" teriak Salma dengan keras, nada suaranya seakan tak terima seolah dia yang melakukan kesalahan itu.

Arya duduk dengan tenang sambil melipat tangannya diletakkan didepan dadanya. menatap tajam, siap menonton drama apa lagi yang akan dipertunjukkan oleh pasangan koruptor dan selingkuh itu.

"Iya kan memang kamu yang buat laporannya, saya cuma menandatangani berkas dari anda," jawab Fandi dengan santai.

Plok... Plok...plok

"Bagus, Pak Fandi. Anda sangat pintar sekali, lihatlah di layar proyektor itu. Apakah semua itu pekerjaan, Bu Salma sendiri, sedangkan saat itu Bu Salma belum menjabat menjadi Manager Keuangan?!" tanya Aya kembali.

Arya kembali menatap tajam ke arah Fandi, karena Arya tau konspirasi ini adalah ide Fandi dan uang yang diambil juga masuk ke dalam rekeningnya tapi di atas namakan orang lain, mungkin dia berpikir tidak akan ada yang tau. Ia melupakan satu hal bahwa seorang Arya Zaidan Adhitama seorang hacker.

"Beginilah orang yang tak bertanggung jawab seolah cuci tangan dan melemparkan kesalahan itu kepada orang lain. Apakah Pak Fandi tau nama rekening atas nama Ilyas?!" tanya Arya lagi.

Deg...deg jantung Fandi berdebar hebat. Dalam hatinya berkata darimana Arya mengetahui nama rekening itu.

"Bagaimana Pak Fandi?! Apa anda sudah mengingatnya, rekening atas nama Ilyas itu? Anda terlalu naif dan terlalu menyepelekan saya, Pak Fandi. Seakan saya ini anak ingusan kemarin sore yang mudah dimanipulasi. Anda juga menggelapkan dana dari proyek kerja sama yang dilakukan dengan Perusahaan Adiyaksa, saat itu Perusahaan masih dibawah kepimpinan Daddy saya. Benarkah begitu, Pak Fandi yang terhormat?!" tanya Arya dengan wajah yang sudah mereh padam menatap ke arah Fandi.

Tok tok tok...

1
Ariany Sudjana
lagi seru, kok langsung di putus di sini?
Sri Supriatin
siapakah dia? 🤭🤭🤭bikin penasaran nich Thor 🤣🤣
pojok_kulon: Siapa ya Kak Sri
total 1 replies
kaylla salsabella
tok tok.. ayah kavindra datang
pojok_kulon: Hehehehe
total 1 replies
david 123
mantap ...suka banget dg skenario ceritax...semangat Thor....
pojok_kulon: Terima kasih Kak David
total 1 replies
Sri Supriatin
semoga usaha bang Nathan n Arya selalu dibawah lindungan Nya.🙏🙏🙏🙏
pojok_kulon: Amin ya robbal'alamin
total 1 replies
kaylla salsabella
ah mau main " mereka🤭🤭🤭
pojok_kulon: Betul itu kak Kaylla
total 1 replies
Ariany Sudjana
tamat riwayatnya kalian semua pencoleng
pojok_kulon: Hehehe
total 1 replies
Ariany Sudjana
selalu senang membaca novel kehidupan anggota TNI, jadi ingat masa kecil
pojok_kulon: Hehehee pasti menyenangkan ya Kak
total 1 replies
Sri Supriatin
iyaa tetep bintang kecil pdhl sdh bisa operatie yah bentar lgi operatie hati Nathan 🤭lanjuut Thor...kepo nich 🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
sayang sekali yah, Bu dokter Luna ga ikut ketemu dengan calon suaminya 😄😄
pojok_kulon: Hehehe Iya Kak Ariany
total 1 replies
kaylla salsabella
cie.. cie..... abang ku lagi nyari bintang kecil ya... 🤣🤣🤭🤭
pojok_kulon: Hahaha kangen Kak
total 1 replies
Sri Supriatin
Bintang kecilmu sdh g kecil lagi bang, 🤭🤭🤭
pojok_kulon: Hehehe mungkin bagi Nathan tetap kecil Kak Sri 🤭🤭🤭
total 1 replies
kaylla salsabella
cantik gak mom🤭🤭🤭
pojok_kulon: Kak Kaylla pasti cantik
total 1 replies
Sri Supriatin
cantiiiknya n ikut seneng😍😍😍
pojok_kulon: Terima kasih Kak Sri
total 1 replies
kaylla salsabella
ayo... siapa yang mau daftar buat ibu persit bang nathan🤣🤣🤭🤭
pojok_kulon: Kak Kaylla mau nggak?
total 1 replies
Sri Supriatin
putuku lanang baru umur 15th, sayang banget 🤣🤣🤭...lanjut thor kereen ceritanya 🙏🙏🙏😍😍😍
pojok_kulon: Waduh jauh banget Kak Sri
total 1 replies
david 123
Up yg banyak Thor....he..he...he..ceritax sangat keren...dan termotivasi buat pembaca.
pojok_kulon: Iya Kak David
total 1 replies
Sri Supriatin
Semangat kapten William 🙏🙏🙏 sayang cucuku laki klu peremppuan ta daftarin ibu persit 🤭🤭🤣🤣
pojok_kulon: Hehehe boleh sini Kak Sri
total 1 replies
Sri Supriatin
Lanjuuut thor 💪💪💪
pojok_kulon: Siap Kak Kaylla
total 1 replies
kaylla salsabella
semangat bang nathan😍😍😍
pojok_kulon: Siap Kak Kaylla
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!