sosoknya begitu nyata... Dia nyata tepat berada didepan mataku saat ini, menatapku dengan tatapan tajamnya seketika membuatku terlena. Aku menangis ketakutan, takut! saat aku membuka mata sosok itu akan menghilang. jika ini mimpi aku tidak akan bangun, ini mimpi yang begitu indah dan tak akan kubiarkan menjadi ilusi tapi sesuatu seakan menamparku bahwa itu hanyalah delusiku_Caroline grace.
Cintai aku dengan semua kemampuanmu maka aku akan mencintaimu lebih dari aku mencintai diriku sendiri. jangan pergi! karena aku tidak akan membiarkanmu beranjak walau hanya selangkah_Arkana ivander
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon queenbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
37 (Lionel part 2)
Dua insan saling terdiam didalam mobil sibuk dengan pikiran masing-masing. Hanya deru mesin mobil yang memecah keheningan malam,
disepanjang perjalanan. Alih-alih bercerita dengan kegiatan mereka atau sejenak melepaskan kerinduan lewat pelukan yang mereka tahan. Tepat didepan sebuah taman, Lio menghentikan mesin mobil dan turun terlebih dahulu sedangkan caroline merasa aneh dengan perubahan sikap pria itu dan turun berjalan mengekor dibelakangnya gugup.
Tempat mereka menciptakan kenangan sebelum beranjak dewasa lalu sibuk dengan pekerjaan. Mereka kembali walaupun tidak ada eskpresi bahagia diwajah mereka. Lio duduk disebuah ayunan gantung dengan tatapan kosong, melihat itu caroline cemas dan khawatir kemudian ikut duduk di ayunan kosong sebelahnya.
“Aku kira kamu sudah cukup dewasa umtuk menerima segalanya” caroline menoleh menatap Lio “hubunganmu dengan orangtua mu!”
Caroline terdiam. Menunggu yang akan Lio katakan lagi.
“Apa kau benar-benar ingin memutuskan hubungan dengaan
keluargamu?” nada getir Lio membuat caroline memejamkan mata sejenak ingin menyela, Namun “Aku kecewa, seharusnya kau tidak perlu menampar camora, dia kakakmu jika kau lupa! Dia menelfonku menceritakan semuanya.”
Lio tidak ingin caroline berbuat jahat, hanya dia yang akan membalas yang menyakitinya bukan gadis didekatnya.
“princessku sudah benar-benar berubah! Kakakmu hanya ingin memperingatkanmu untuk tidak berlaku kasar karena membuat mami menangis.” Lio kecewa mendengar cerita camora yang membuatnya terkejut. Apa pun yang menyangkut gadis mungil didekatnya selalu mengusik hatinya, apa lagi jika sangat bertentangan dengan sudut pandangnya. Merasa sia-sia mengajarkan banyak hal pada princessnya.
Caroline ingin menyanggah tapi melihat kesinisan diwajah Lio
membuatnya kembali bungkam.
“kenapa tidak menjawab! Apa kau menyesali perbuatanmu
sekarang caroline?” Lio tidak habis pikir dengan sikap kekanak-kanakan caroline. Berpikir jika kedewasaan gadis itu caroline perlahan menghilang
dan mengikuti keegoisannya.
Tanpa sengaja Lio sudah membuat hati caroline terluka. Tetapi kata-katanya seperti anak panah yang ia tancapkan ke ulu hati gadis yang menunduk menahan air matanya.
Aku pikir kau percaya padaku dan menanyakan kabarku, tapi kedatanganmu sama saja dengan mereka yang menyakitiku. Apa Kau akan seperti mereka? Meninggalkanku dengan kehampaan. Mendengar kau menyebut namaku berarti kau benar-benar lupa akan diriku... kau harusnya mendengar penjelasanku bukan menyudutkanku
Lio menoleh menatap caroline yang juga menatapnya dengan wajah muram. Matanya berkaca-kaca. Lio yang melihat itu hanya ingin membuat
caroline sadar tapi tatapan caroline seakan meminta Lio meralat kalimatnya dan memperbaikinya dengan kalimat ‘kau tidak seperti itu, aku percaya padamu’. Namun, Lio hanya diam, duduk terpaku menatap kosong kedepan.
“kau tidak cukup mengenalku ternyata! bagaimanamungkin aku melakukan sesuatu yang bahkan tidak akan pernah aku lakukan.” Lio merasa tertohok mendengar rentetan kalimat caroline “Bahkan aku tidak tahu cara membalas mereka walau sangat ingin Li. Soal itu a-ku lemah.” Caroline mengusap
air matanya.
“Aku minta maaf princess. Bodoh, aku berpikir sempit tentangmu!”
lirih Lio penuh sesal.
Caroline berdiri dan tertawa lirih “Tak mengapa Li! aku Sudah biasa”
”princess aku salah. Aku pikir camo-“
“sudahlah aku tidak masalah. kau hanya percaya dengan apa yang kau dengar” aku akan melupakannya. Apa pun itu jika untukmu.
Lio bungkam. Lidahnya kelu walau hanya sekedar menyanggah. Perkataan
caroline benar adanya.
“aku salah princess” Lio memohon yang sudah gadis ia tak permasalahkan lagi “Biarkan aku menebus kesalahanku, pria
bodoh ini akan menghiburmu dan kita makan dulu kata risa kau belum makan.” Lio mengenggam tangan caroline dan menyeretnya menuju mobil.
Melihat Lio membuka pintu mobil untuknya sambil mengedipkan mata kearahnya membuat caroline tertawa pelan.
kau menang Lio. setelah membuatku terluka kau membuatku kembali tersenyum. aku yang bodoh atau kau juga sudah mengendalikan diriku.
Lio yang mendengar suara tawa
caroline membuatnya bernafas lega, setidaknya gadis yang teramat ia sayangi mulai tertawa.
Sialan!”Gara-gara camora aku membuat caroline menangis, bodohnya aku tertipu dengan gadis gila itu.” Gumam Lio dalam hati penuh emosi. Berlari
pelan menuju kemudi dan melirik ke caroline tersenyum.
Jangan lupa jaga kesehatan ya Kak🤗
Semangat Kak 💪💪💪💕💕💕
udah lama nungu. novel favorit apalagi visualnya my love sehun. making nyaman bacanya
Terimakasih Kak Queenbe dah Update cerita nya